Home » Berita » Berita Pekanbaru » #beritaPKU Perbaikan Jembatan Siak III, Masih Tunggu Rekomendasi Ahli

#beritaPKU Perbaikan Jembatan Siak III, Masih Tunggu Rekomendasi Ahli


Perbaikan Jembatan Siak III atau Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyahmasih harus menunggu rekomendasi standar operasional prosedur (SOP) dari tim ahli yang sedang dipersiapkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau SF Hariyanto menyebutkan proses finalisasi dilakukan setelah diberikannya laporan dari beberapa tim ahli dan tim Waagner selaku konsultan untuk mekanisme perbaikan.

‘’Alhamdulillah, beberapa laporan sudah disampaikan. Tinggal finalisasi saja. Nantinya tim ahli bersama Waagner dan Kementerian PU RI akan melakukan rapat akhir untuk membuat rekomendasi SOP perbaikan Jembatan Siak III,’’ ungkap Hariyanto belum lama ini.

Ia menilai ini merupakan langkah maju dalam proses perbaikan jembatan yang menjadi perhatian berbagai pihak. Diharapkan, proses rekomendasi SOP itu dilakukan pada Mei ini.

‘’Kalau berbicara peduli, mungkin kami dari PU yang paling peduli. Meskipun belum serah terima, kami merasa itu perlu diselesaikan. Untuk itu, kita mendesak pihak kontraktor bersama tim ahli menggesanya. Intinya, kami akan mengawal proses perbaikan itu sampai tuntas,’’ papar Hariyanto.

Saat ditanyakan mengenai kajian tim ahli dari Cina, dia mengatakan hal itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Hasilnya, juga telah disampaikan ke tim Waagner dan pihak kontraktor. Poin itu yang menjadi pembanding untuk merekomendasi SOP perbaikan sarana infrastruktur tersebut.

Hariyanto menilai, proses perbaikan memang memerlukan SOP dengan perhitungan yang terukur. Ini diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan, baik di atas kertas maupun di lapangan. Pasalnya, perbaikan jembatan itu sangat sensitif. Jadi perlu SOP yang sistematis.

Kondisi jembatan Siak III masih terlihat ramai dilalui kendaraan, baik dari roda dua hingga roda empat. Hanger 1 dan 19 yang dinilai overstress masih belum diperbaiki.

Kendati demikian, Hariyanto mengatakan kondisi tersebut masih relatif aman dengan frekensi safety mencapai 95 persen.  Sedangkan mengenai lengkungan dibadan jembatan, dinilai merupakan bagian dari konstruksi. Namun, hal itu dipastikan tidak membahayakan pengguna akses transportasi tersebut. (Riau Pos)


About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *