Upacara Adat Melayu Riau yang Masih Dilestarikan

626
Upacara Adat Melayu Riau

Hampir sama dengan daerah lain di Indonesia, Provinsi Riau juga memiliki upacara adat Melayu Riau yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Mulai dari tradisi tepuk tepung tawar, mandi balimau kasai menyambut Bulan Suci Ramadan, dan masih banyak contoh lainnya.

Encik dan Puan yang asli Suku Melayu Riau, atau yang tinggal di wilayah Melayu Riau, pasti tidak asing lagi dengan upacara adat Melayu Riau yang masih dilestarikan di Riau.

Upacara Adat Melayu Riau yang Masih Dilestarikan
1. Upacara Menyemah Laut

Merupakan tradisi yang bertujuan untuk melestarikan laut dan segala isinya agar bisa memberikan manfaat bagi manusia. Upacara adat yang satu ini umumnya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di pesisir laut Riau.

2. Tepung Tawar

Tradisi tepung tawar merupakan simbol yang dilakukan untuk mendoakan seseorang atas keberhasilannya. Upacara ini merupakan salah satu bagian penting dalam sejumlah prosesi adat istiadat di Riau. Umumnya, tepung tawar ini dilakukan pada acara hajatan adat perkawinan, khataman Alquran, syukuran, hingga prosesi peresmian lainnya.

3. Tradisi Belian

Upacara adat belian merupakan salah satu upacara pengobatan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Riau. Tujuan penyelenggaraan upacara ini adalah untuk meminta kesembuhan atas penyakit yang diderita.

4. Tradisi Merisik

Merisik adalah prosesi adat yang pertama kali dilakukan dalam proses perkawinan. Tujuan dari tradisi merisik adalah untuk menyelidiki keberadaan calon pengantin yang dilakukan oleh pihak laki-laki. Biasanya teknisnya orang tua laki-laki akan datang untuk mencari informasi tentang latar belakang calon istri.

5. Tradisi Petang Megang & Balimau Kasai

Balimau kasai adalah upacara tradisional yang istimewa bagi masyarakat Kampar yang tinggal di provinsi Riau. Sedangkan Petang Megang merupakan tradisi warga Pekanbaru. Kedua kegiatan ini dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan biasanya dilaksanakan sehari sebelum bulan puasa.

Tujuan dari tradisi ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan memasuki bulan Ramadhan.

Itulah tadi 5 upacara adat Melayu Riau yang masih dilestarikan hingga saat ini, semoga informasi ini bermanfaat bagi Encik dan Puan.