Sesosok Wanita Pembelai Rambut

100
Sesosok wanita pembelai rambut

Setiap orang tentunya pernah mengalami kejadian mistis, seperti yang dialami penulis. Sebut saja dia “sesosok wanita pembelai rambut”.

Aku seorang gadis remaja berumur 19 tahun yang memiliki riwayat penyakit kelenjar getah bening pada leherku. Saat sepulang sekolah aku merasa penyakitku kambuh, mungkin saja karena aku terlalu lelah.

Hingga akhirnya aku dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru. Ini bukan kali pertama penyakitku kambuh langsung dirawat dirumah sakit, dan bukan pula pertama kalinya aku mendatangi rumah sakit ini.

Aku dirawat di bangsal yang memiliki 4 tempat tidur untuk pasien, di sebelahku ada wanita berumur sekitar 24 tahun. Ibunya bilang kakak itu menderita sakit kepala berkepanjangan.

Bahkan sampai pernah merendam kepalanya di dalam air bak rumahnya selama berjam-jam ketika kepalanya merasa sakit. Sedangkan 2 pasien di depanku, aku tidak begitu mengenali mereka.

Suatu malam yang sudah mulai larut, aku terbangun dari tidurku. Kalian mau tahu apa yang membuatku terbangun?

Bukan, bukan rasa sakit di leherku. Tetapi suara gesekan besi dari gantungan tirai yang sangat berisik seakan tirai itu sedang dimainkan.

Ketika aku sudah mulai bisa membuka mataku dan duduk mencari dimana sumber suara itu. Benar saja, tirai antara tempat tidurku dan tempat tidur kakak di sebelahku tadi sedang ditarik, diayun, digeser bahkan dikibaskan. Tapi, aku tak melihat siapa sosok yang memainkan tirai itu.

Aku tak begitu mencemaskan situasi ini, karena menurutku di rumah sakit, menemui atau melihat kejadian mistis itu bukanlah hal yang aneh, melainkan sudah biasa.

Aku kembali berbaring tetapi tidak langsung tidur lagi. Dengan setengah tirai yang terbuka di sebelahku tadi, aku menoleh ke arah kakak tadi.

Ku lihat dia sedang tidur dengan pulas dan aku berpikir betapa nyamanya tidur di malam hari tanpa terbangun karena merasa sakit. Tapi aku masih belum juga tertidur, aku penasaran dengan sakit yang diderita kakak disebelahku.

Untuk kedua kalinya aku melihat ke arahnya dan aku melihat sesosok wanita mirip seperti kuntilanak sedang membelai rambut kakak itu, bukan saja membelai tapi sesekali sosok itu mencium rambutnya, lalu mencium rambut kakak itu, menyisir rambut kakak itu dengan jarinya. Aku terdiam, dia melihatku, dia tersenyum.

Aku membalikkan badanku dan tidak ingin melihatnya lagi. Sosoknya tidak begitu seram, tapi sebentar saja aku melihatnya, aku masih mengingat senyumnya sampai aku pulang dari rumah sakit itu.

Sebelumnya aku sudah mencoba memberi tahu kepada ibu dari kakak disebelahku ini, karena menurutku bisa saja sakit kepala berkepanjangan yang dialaminya dikarenakan sosok yang kulihat membelai rambutnya tadi malam.

Tapi, ibunya tidak percaya dan menganggap aku mengigau karena sedang sakit. Padahal aku melihat sosok itu dengan sadar dan bahkan aku masih mengingat sosoknya dengan jelas bahkan senyumnya.

Sesampainya aku dirumah, orang tuaku berkata “biasanya rasa sakit yang disebabkan oleh makhluk mistis, tidak terdeteksi oleh medis jenis penyakitnya apa, bisa saja kakak itu dirawat dirumah sakit karena meredakan rasa sakitnya aja”. Aku hanya terdiam dan tidak menanggapi apapun.

Itulah kisahku mengenai sesosok wanita pembelai rambut yang ku temui disalah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru. Tetap jaga sikap, jaga tutur kata, dan jangan mengganggu mereka jika tidak ingin diganggu.