Darurat Banjir & Longsor, Riau Harap Bantuan Pusat

4
Source: instagram

Sebanyak tiga kabupaten di Riau yang terendam banjir, mengakibatkan Pemprov Riau pada Kamis (11/2) kemarin, menetapkan status Siaga Darurat Banjir dan Longsor.

Pertimbangan tersebut juga diambil karena tiga kabupaten yang mengalami bencana banjir ini telah menyatakan status tanggap darurat banjir.

Adapun ketiga kepala daerah di kabupaten tersebut menetapkan status tanggap darurat banjir akibat kewalahan dalam melakukan antisipasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edward Sanger, Kamis (11/2).

Banjir yang melanda tiga kabupaten di Riau, yaitu Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi ini telah mengakibatkan dua orang warga meninggal dunia akibat terseret arus banjir.

Kabupaten Kampar menjadi daerah terparah banjir, di mana 56 desa di 12 kecamatan di Kampar terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 1,7 meter.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kampar Santoso bahwa satu korban tewas ditemukan di Desa Alam Panjang, sementara satu korban lagi bernama Roni Fadilah (18) meninggal di Desa Ranah.

Hingga saat ini, para petugas BPBD Kampar yang dibantu oleh TNI dan Kepolisian terus bersiaga untuk mengevakuasi masyarakat terdampak banjir yang mencapai 26.614 kepala keluarga atau mencapai 133.070 jiwa

Para petugas tersebut menyediakan dapur umum serta bantuan makanan siap saji yang berupa nasi bungkus untuk para korban banjir.

Pemerintah Provinsi Riau sendiri kini meminta bantuan kepada pemerintah pusat, karena bantuan logistik untuk para korban banjir sudah mulai menipis.

Diakui oleh Santoso bahwa kondisi banjir saat ini telah berangsur surut. Hal tersebut menyusul karena ditutupnya lima pintu air di waduk PLTA Koto Panjang.

Sedangkan banjir di Kabupaten Rokan Hulu sendiri terus meluas hingga di tujuh kecamatan, jumlah korban akibat banjir ini sedikitnya mencapai 11.438 jiwa.

Sementara itu analisis BMKG Pekanbaru juga menyatakan potensi cuaca hujan masih ada, bahkan bisa saja meningkat tinggi pada pertengahan Maret mendatang.

BMKG sendiri mengatakan bahwa banjir di Riau diakibatkan oleh tingginya curah hujan di kawasan hulu di Sumatra Barat yang membuat Sungai di tiga kabupaten itu meluap.