Breaking News
Home » Berita » Berita Riau » Cegah Teroris, BNPT & FKPT Adakan Dialog

Cegah Teroris, BNPT & FKPT Adakan Dialog


dialog terorisme

Selasa (8/12) pagi, bertempat di Hotel Alpha Jalan Imam Munandar, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Riau mengadakan dialog untuk mencegah aksi terorisme.

Dialog Pencegahan Radikalisme, Terorisme bagi Tokoh Pemuda dan Perempuan ini diharapkan mampu untuk menjawab persoalan mengenai maraknya paham radikalisme terorisme di Indonesia. Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh 265 peserta.

Para pesertanya berasal dari berbagai elemen masyarakat, antara lain Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Organisasi Wanita serta para mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Pekanbaru. Dialog ini dibuka oleh Kepala Sub Bidang Kewaspadaan / Deradikalisasi Terorisme  Dr. Andi Intang Dulung.

Menurut Andi, untuk mencegah terorisme tidak cukup hanya dengan melakukan komunikasi dan pertemuan serta kunjungan. Tetapi perlu memanfaatkan para tokoh pemuda dan perempuan, pemerintah yang ada di Provinsi Riau untuk menyampaikan pesan perdamaian yang sejuk kepada masyarakat umum.

Keterlibatan para tokoh pemuda dan perempuan ini tentunya sangat penting. Diharapkan dapat mempersempit ruang gerak radikalisme serta terorisme dalam menangani masalah radikal terorisme. Terlebih saat ini kalangan pemuda menjadi incaran utama.

Dialog ini terbagi dalam tiga sesi, pada sesi pertama ada pembahasan tentang peran TNI dalam mengatasi terorisme di Indonesia oleh Danrem 031 WIB. Sesi kedua memahami kembali esensi Islam dalam mencegah radikalisme oleh Prof Sudirman, MO.

Untuk sesi ketiga menampilkan dua pembicara, yakni Abdul Rahman Ayub dan Dr Andi Jamaro. Abdul Rahman Ayub yang merupakan mantan teroris ini menceritakan pengalamannya dulu sewaktu pernah menjadi teroris. Sedangkan Dr Andi Jamaro menjelaskan peran generasi muda dalam upaya pencegahan paham kekerasan dan Terorisme.


About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *