Sang Pisang Buka Gerai di Pekanbaru
Home » Bisnis » Bisnis Pekanbaru - Riau » Sang Pisang Buka Gerai di Pekanbaru

Sang Pisang Buka Gerai di Pekanbaru


Sang Pisang, usaha kuliner milik Kaesang Pangarep, akhirnya membuka gerainya di Pekanbaru. Lokasinya berada di Jalan Riau, di samping Rumah Makan Garuda.

Adapun gerai Sang Pisang di Pekanbaru sendiri merupakan gerai yang ke-20, setelah sebelumnya sang owner Kaesang meresmikan gerainya yang ke-19 di Kota Jambi.

Mengundang beberapa akun selebgram dan food blogger di Kota Pekanbaru, Jumat (11/5) malam, Kaesang mengungkapkan harapannya agar Sang Pisang dapat memiliki 300 gerai di tahun 2018 ini.

Kaesang kemudian mengajak seluruh warga Kota Pekanbaru yang ingin mencicipi pisang nugget Sang Pisang miliknya ini untuk dapat langsung ke gerainya yang akan Grand Opening, Sabtu (12/5), mulai pukul 10.00 WIB hingga gerai tutup.

Lebih lanjut putra Presiden Joko Widodo ini mengungkapkan bahwa pisang nugget ini tidak sama dengan kue artis ‘kekinian’ yang saat ini marak di Indonesia.

“Saat awal launching ada yang komen di Instagram, ‘ini kue artis ya?’. Akhirnya kami pakai tagar #bukankueartis,” ungkap Kaesang.

Oleh karena itu ia mengkampanyekan hashtag #bukankueartis karena ia tidak merasa dirinya sebagai artis maupun selebriti meskipun ia merupakan putra Presiden RI.

Beralih ke menunya, Pisang nugget-nya pun beraneka varian rasa yang siap memanjakan lidah Encik dan Puan. Mulai dari avocado almond, vanilla, taro oreo, strawberry, avocado milo, green tea cheese, hingga choco cheese.

Untuk harganya sendiri pun tidak memberatkan kantong, mulai dari harga Rp 20.000 hingga Rp 25.000 di luar tambahan topping yang terdiri dari cheesemiloalmond, choco crunch, dan oreo.

Dengan hadirnya gerai Sang Pisang Kaesang ini akan semakin menambah kekayaan kuliner yang ada di Kota Pekanbaru. Jadi bagi Encik dan Puan warga Kota Pekanbaru yang ingin menikmati renyahnya pisang nugget bertabur topping ‘kekinian’ silakan datang ke gerainya.

About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila