Category Archives: #beritaPKU

Banjir di Pekanbaru, Korban Berharap Jokowi Blusukan

Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru merendam sebanyak 2.455 rumah. Hujan yang terus-terusan turun selama sepekan, ditambah jebolnya tanggul, tatanan drainase yang tidak baik serta penumpukan sampah pada gorong-gorong menjadi penyebab banjir tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Nurhesminsyah, Camat Rumbai Pesisir, seperti yang dilansir oleh Antara, bencana banjir terus meluas dan ketinggian air hingga mulai dari semata kaki orang dewasa hingga betis dan lutut.

Sementara itu, musibah banjir di Kelurahan Limbungan dan Meranti Pandak, ketinggian air hingga mencapai 1,5 meter. Banjir tersebut merendam ribuan rumah serta mengakibatkan ratusan keluarga terpaksa mengungsi.

Diperkiraan jumlah kepala keluarga yang menjadi korban banjir di Rumbai hingga mencapai sekitar 3.000 keluarga. Beberapa warga yang menjadi korban banjir mengharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya blusukan meninjau kondisi kehutanan di Riau, tetapi juga mengunjungi para korban banjir di Kota Pekanbaru yang kini terus meluas.

Salah seorang korban banjir, Ari (30) yang diwawancarai oleh mediacenter.riau.go.id mengatakan, jika Jokowi blusukan kesini, setidaknya ada masukan kepada Pemda agar segera mengatasi masalah banjir yang terjadi hampir setiap tahun diwaktu musim hujan.

Berikut kondisi banjir yang melanda kawasan Rumbai yang berasal dari mention followers kami:

Kini Tarif TMP Naik Jadi Rp 4000

B3BoCSaCAAEwKSr

Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Dishubkominfo Kota Pekanbaru yang menindaklanjuti kenaikan harga BBM tanggal 18 November yang lalu, maka tarif bus Trans Metro mengalami kenaikan sebesar 33 persen. Tarif bus Trans Metro yang dulunya Rp3.000 naik menjadi Rp4.000, tarif ini berlaku mulai hari ini, Selasa (25/11).

Menurut penuturan Direktur Utama PD Pembangunan kota Pekanbaru, Heri Susanto, Senin (24/11), kenaikan tarif bus TMP itu hanya diberlakukan untuk penumpang umum dan mahasiswa saja. Sedangkan untuk anak-anak sekolah masih menggunakan tarif lama.

Pada awalnya kenaikan tarif ini akan diberlakukan pada awal tahun 2015, namun akibat kenaikan harga BBM dijadikan pertimbangan untuk segera memberlakukan tarif baru.

Seperti halnya dengan tarif bus TMP, ongkos angkot/oplet di Pekanbaru juga mengalami kenaikan dari Rp3.000 menjadi Rp4.000. Demikian juga halnya tarif untuk pelajar atau anak sekolah juga tetap sebesar Rp3.000.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

BPBD Riau: Pekanbaru Berpotensi Banjir

f69b5_14-Banjir2

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengatakan Kota Pekanbaru berpotensi besar akan mengalami bencana banjir. Intensitas curah hujan yang cukup tinggi, pasang besar di akhir tahun saluran drainase yang tersumbat dan aliran sungai yang dangka mengakibatkan volume air naik dan meluap.

Seperti yang dilansir oleh bertuahpos.com, Seksi Penyelamatan dan Evakuasi BPBD Riau, Harry Prabowo, Senin (24/11), mengatakan beberapa titik lokasi resiko banjir di Pekanbaru antara lain disepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Sukajadi, Tangkerang, Rumbai Pesisir, Teratak Buluh dan kawasan Panam.

Saat ini Pemko tengah berupaya mengantisipasi banjir yang melanda kota Pekanbaru antara lain dengan menormalisasi anak sungai, memperbaiki drainase, membangun gorong-gorong dan lain-lain.

Kepala Bina Marga Kota Pekanbaru, Azmi ST MT, menargetkan pengerjaan ini dapat selesai sebelum akhir tahun 2014 mendatang.

Pemko Tawarkan Konsep Aero City ke Angkasa Pura II

ssk2

Kunjungan kerja Walikota di Jakarta dimanfaatkan Walikota untuk menawarkan konsep Aero City kepada Angkasa Pura II.  Aero City adalah sebuah kawasan bandara Perkotaan terpadu yang akan menjadi pusat terminal, kargo, pelabuhan udara, pusat bisnis, dan pusat ekonomi serta dilengkapi sarana kesehatan dan sebagainya

Didampingi oleh Kadis Perhubungan Riau, Alizar, serta Kadis Perhubungan Pekanbaru, Syafril, Kamis (20/11), Walikota menemui Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunnoko di Kantor Pusat Angkasa Pura II di Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

Konsep Aero City yang ditawarkan oleh Walikota Pekanbaru mendapat respon positif dari Dirut dan jajaran PT Angkasa Pura. Dirut PT Angkasa Pura II Tri S Sunnoko menyebutkan bahwa pihaknya sangat mendukung rencana pembangunan kawasan Kota Bandar Udara yang ditawarkan Walikota itu.

Bahkan ia mengatakan bahwa ide dari Walikota Pekanbaru tersebut merupakan pemikiran yang sudah sangat nasional bahkan belum terpikirkan oleh jajaran nasional.

Seperti yang telah kami kutip dari mediacenter.riau.go.id, Walikota menawarkan kepada PT Angkasa Pura, Pemprov Riau serta pemerintah pusat untuk membangun kawasan Aero city.

Walikota menjelaskan, rencana pembangunan kawasan Bandar udara itu di kawasan Pekansikawan yakni akan berada di kawasan perbatasan mungkin dengan Siak, Kampar, maupun Pelalawan.

Kalah Saing Dengan Tarif TMP, Sopir Angkot Mogok

oplet-hijau-panam

Kenaikan tarif angkot membuat para angkot sepi penumpang serta ditambah pula dengan tarif bus Trans Metro Pekanbaru yang tidak mengalami kenaikan, sehingga membuat sejumlah sopir angkot melakukan aksi mogok.

Salah seorang sopir angkot jurusan Jalan Jenderal Sudirman – Kubang, Aris yang diwawancarai oleh Gagasan Riau, Rabu (19/11) mengeluhkan sepinya penumpang yang lebih memilih naik bus TMP yang masih menerapkan tarif lama.

Sebelumnya, pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pekanbaru telah memutuskan untuk menaikkan tarif angkot sebesar 20 persen menjadi Rp 4.000, namun untuk tarif angkutan massal Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) hingga saat ini masih menerapkan harga lama Rp3.000. Oleh karena itu banyak penumpang yang memilih menggunakan TMP dibanding angkot.

Beberapa pihak sopir mengancam akan melakukan aksi mogok hingga malam hari jika permintaan mereka tidak segera ditanggapi oleh pemerintah.

Sementara itu, Saiful Alam, Ketua Organda Pekanbaru berjanji akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan walikota untuk meminta tarif yang seimbang antara Bus TMP dengan tarif angkot saat ini.

Ia berujar, bahwa sopir angkot sudah sepatutnya mendapatkan subsidi karena selama ini angkot banyak mengangkut pelajar di Pekanbaru.

PLN Bangun Tower Transmisi Untuk Atasi Krisis Listrik

ilustrasi
ilustrasi

Setelah sebelumnya pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) menyatakan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PTLG) Tenayan Raya, kini pimpinan dan manajemen PLN yang menyatakan akan membangun tower Transmisi  PLN di Pekanbaru.

Hal ini seolah menjadi titik terang dalam mengatasi krisis listrik yang selama ini dialami oleh kota Pekanbaru.

Seperti yang telah dilansir GoRiau, Direktur Pengembangan PT PLN Persero Pusat, Murtaqi Syamsuddinn, menyebutkan bahwa saat ini Kementerian ESDM dan PT PLN telah diintruksikan oleh Presiden RI Jokowi untuk melakukan percepatan penyediaan listrik sebanyak 35.000 MW, termasuk Riau tentunya.

PLN sendiri juga turut serta menggesa dalam penyelesaian Pembangunan PLTU Teluk Lembu yang nantinya akan mampu menghasilkan listrik sebesar 210 MW dan ditambah lagi dengan PLTG di Tenayan Raya Pekanbaru.

Ia telah merencanakan pembangunan tower transmisi listrik di wilayah Rumbai dan interkoneksi hingga ke Malaysia, diharapkan pada tahun 2015 sebagian besar kebutuhan listrik di Pekanbaru sudah bisa teratasi secara  bertahap.

Wujudkan Pekanbaru Sebagai City Gas

d230deb71a1de291bb3962fj7-26436
Sumber: Humas Pemko

Pemko Pekanbaru memiliki visi besar untuk mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai city gas, untuk mewujudkannya Pemko bersama PGN kembali siap bekerja sama.

Diharapkan dengan terwujudnya Pekanbaru sebagai city gas, masyarakat mampu memanfaatkan gas untuk berbagai kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan transportasi. Sehingga dapat mengurangi dampak kenaikan BBM.

Saat ini pihak PGN sudah mulai menerapkan penggunaan gas sebagai pengganti bahan bakar bagi kendaraan operasional milik PGN.

Berdasarkan informasi yang kami rangkum dari GoRiau, Walikota menyebutkan bahwa Pemko Pekanbaru akan menjadi pilot project dalam upaya penggunaan gas sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak untuk kendaraan dinas.

Pemko Gandeng PGN Untuk Atasi Krisis Listrik

Sumber: Humas Pemko
Sumber: Humas Pemko

Untuk mengatasi krisis listrik, Pemko Pekanbaru mengadakan pertemuan dengan direksi Perusahaan Gas Negara (PGN) pusat, Selasa (18/11) di kantor PGN pusat Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas tentang rencana pembangunan pembangkit listrik bertenaga gas (PLTG) sebagai upaya mengatasi kekurangan listrik di Pekanbaru saat ini.

Dalam pertemuan tersebut Walikota menyapaikan keinginannya serta berkomitmen untuk bekerjasama dengan PGN dalam penyedian bahan bakar gas untuk pembangkit listrik tenaga gas di Pekanbaru.

Seperti yang kami kutip dari GoRiau, Commercial Director  & COO PGN Pusat Jobi Triananda menyatakan dukungan terhadap keinginan Walikota tersebut. Bahkan ia mengagumi dengan visi Walikota yang ingin mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani.

Saat ini Riau mengalami defisit daya listrik sebesar 520 MW, diharapkan dengan dibangunnya PLTG tersebut mampu menghasilkan daya listrik 200 hingga 300 MW yang mana akan membantu PLTG Teluk lembu yang saat ini memiliki kapasitas 200 MW.

Pasar Agus Salim Dibenahi, Bakal Jadi Kawasan Wisata

agusalim

Masih ingat dengan wacana Walikota Pekanbaru yang ingin menjadikan pasar Agus Salim sebagai “Malioboro” nya Pekanbaru?

Saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru, terus melakukan pembenahan terhadap Pasar Agus Salim.

Setelah memindahkan sejumlah pedagang ke lokasi lain, saat ini pengaspalan dan pembuatan trotoar sedang dilakukan ditargetkan akan selesai akhir Desember 2014 mendatang.

Berdasarkan informasi yang telah kami rangkum dari mediacenter.riau.go.id, Pasar Agus Salim ini nantinya akan multi fungsi.

Saat pagi hari akan dijadikan sebagai tempat pedagang sayur dan di malam harinya menjadi kawasan wisata dan bersantai karena disini dijual berbagai kuliner dan souvenir.

Para pedagang sayur akan ditempatkan ke dalam bekas ruko yang diputihkan, bukan  lagi di badan jalan. Sehingga tidak menganggu lalu lintas di Jalan Agus Salim.

Di kawasan ini akan dibangun pedestrian, sehingga masyarakat dapat menikmati suasana malam dengan berjalan kaki di sepanjang Jalan Agus Salim. Pedestrian ini nantinya akan tembus ke Jalan Achmad Yani.

Dampak Kenaikan BBM, Harga Ongkos Oplet Naik

oplet-hijau-panam

Setelah pemerintah menaikkan harga BBM premium dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 lalu solar dari Rp5.500 menjadi Rp7.500 yang mulai berlaku Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB kemarin, berdampak pada kenaikan ongkos angkutan umum oplet.

Supir angkutan oplet berbagai jurusan dalam kota Pekanbaru menaikkan harga ongkos dari Rp3.000 menjadi Rp4.000 per penumpang sejak Selasa (18/11) kemarin.

Salah seorang supir oplet jurusan Panam, Azwar menyatakan bahwa ongkos untuk anak sekolah juga mengalami kenaikan hargasebesar Rp1.000 yang mana sebelumnya dari Rp2.000 naik menjadi Rp.3.000.

Seperti yang kami kutip dari Riau Aktual, kenaikan ongkos tersebut merupakan kesepakatan sesama supir oplet.