Category Archives: Berita Pekanbaru

#beritaPKU Air Asia Batal Terbang, Penumpang Diinapkan di Hotel

Pesawat Air Asia yang mengalami kerusakan teknis di Pekanbaru akhirnya batal berangkat. Penumpang yang sempat protes akhirnya diinapkan di hotel.

Demikian disampaikan Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Ibnu Hasan, Jumat (24/5/2013) di Pekanbaru.

Menurut Ibnu, pihak maskapai Air Asia telah memutuskan pesawat batal terbang dengan tujuan Medan, Sumut. Hal ini diakibatkan onderdil pesawat yang dibawa dari Jakarta baru tiba sore hari tadi.

“Karena itu, pihak Air Asia membatalkan penerbangannya malam ini. Rencananya besok pagi baru pesawat bisa diberangkatkan ke Medan,” kata Ibnu.

Karena pembatalan ini, lanjut Ibnu, pihak Air Asia memberikan kompensasi kepada calon penumpangnya untuk menginap di hotel.

“Tadi memang sempat banyak protes dari calon penumpangnya akibat keterlambatan ini. Namun solusi yang diberikan, mereka diinapkan di hotel,” kata Ibnu.

Pesawat Air Asia yang datang dari Jakarta ini, seharusnya terbang pada pukul 13.00 WIB dari Pekanbaru menuju Medan. Namun hingga pukul 20:30 WIB, pesawat belum juga terbang karena mengalami kendala teknis. (Detiknews)

#beritaPKU Delay 7 Jam, Penumpang Air Asia Protes di Bandara SSK II

Para penumpang maskapai Air Asia kesal. Mereka protes atas keterlambatan lebih dari 7 jam di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru.

Demikian disampaikan Airport Duty Manager SSK II Pekanbaru Ibnu Hasan, Jumat (24/5/2013) di Pekanbaru. Menurut Ibnu, pesawat Air Asia ini mestinya berangkat dari Pekanbaru menuju Medan pada pukul 13.00 WIB.

Namun hingga pukul 20.30 WIB, pesawat tersebut belum bisa terbang. Keterlambatan ini disebabkan adanya kerusakan teknis.

“Karena keterlambatan ini penumpang tadi pada sempat protes. Mereka protes karena tidak ada kepastian kapan pesawat akan berangkat,” kata Ibnu.

Melihat ada keributan, lantas pihak Bandara SSK mencoba memfasilitasi. “Memang ada protes dari penumpang, dan itu pasti terjadi karena keterlambatan. Namun tidak sampai ada keributan, karena kita cepat mengantisipasinya,” kata Ibnu. (Detiknews)

#beritaPKU Pekanbaru Juara Umum O2SN SMA

Kota Pekanbaru juara Umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA tingkat Provinsi  Riau. Gelar itu kembali diraih Pekanbaru setelah kontingennya berhasil mengondol tujuh medali emas, satu perak dan satu perunggu dari lima cabang olahraga yang dipertandingkan.

Medali emas paling banyak diraih di cabang pencak silat. Ada tiga emas yang diraih masing-masing oleh Rahmad Riadi di kelas B tanding putra,  Rizkhi Fandriadi di nomor tunggal putra dan Lisma di kelas F tanding putri. Sementara di cabang Karate satu-satunya medali emas diraih Aryo Permana Putra di nomor Kata perorangan putra.

Berikutnya, di cabang atletik, medali emas Pekanbaru disumbangkan Ulfah Rizkiyah Mukhtar di nomor lompat jauh putri. Lalu, Teguh Hermelindo di cabang bulu tangkis dan terakhir oleh Ilya Dwita Putri di cabang tenis meja putri.

Sementara itu, juara umum kedua diraih Kabupaten Bengkalis yang berhasil mengumpulkan empat medali emas, empat perak dan tiga perunggu. Satu medali emas diperoleh Ajeng Sawitri dari cabang Karate di nomor Kumite -53 kilogram putri. Selanjutnya, oleh Wahdaniya pada cabang pencak silat di nomor B tanding putri, Nadia Maidina dari cabang atletik nomor Lari 100 meter putri serta Ochia pada cabang bulu tangkis putri.

Medali Perak Bengkalis diperoleh Muhammad Tripa Rezky dari cabang karate nomor Kumite -61 kilogram putra, Fajar Azni Agus dari cabang pencak silat nomor tunggal putra,  Putri Wulandari kelas F tanding putri pencak silat dan Muslima dari cabang atletik nomor lompat jauh putri.

Sedangkan medali perunggu diraih Wendi Alfitri pada cabang karate nomor Kumite +61 kilogram, Nanda Khorianto pada cabang atletik nomor lari 100 meter putra serta Ericson di cabang bulu tangkis.

Sementara Kabupaten Kampar menempati posisi ketiga dengan perolehan tiga medali emas, empat perak dan satu perunggu. Emas masing-masing diraih Mai Aprilisma Wati pada cabang karate nomor Kata perorangan putri dan Citra Widya Anggraini dinomor Kumite +53 kilogram putri. Selanjutnya, oleh Rezki Rido Putra di cabang pencak silat nomor F tanding putra.

Selanjutnya, medali perak diraih Niko Ardian di cabang karate nomor Kata perorangan putra, Arsy Abi Midya di cabang pencak silat nomor B tanding putra dan oleh Rio Jaka Pamungkas pada nomor lompat jauh putra cabang atletik. Sementara, medali perunggu diraih Vera Mita Swastika di nomor Kumite -53 kilogram putri cabang karate.

Untuk nomor lainnya pada cabang karate medali emas nomor Kumite +61 kilogram putra diraih Yogi Prasetyo dari Siak, dan nomor kumite -61 kilogram putra diraih Samuel Simamora dari Pelalawan. Untuk medali emas pada cabang pencak silat kelas tunggal putri diraih Lita Novi Puspandini dari Siak. Medali emas nomor lari 100 meter putra dan nomor lompat jauh putra cabang atletik diraih Atlet dari Rokan Hilir. Masing-masingnya oleh Heri Sukandi dan Gunawan.

Selanjutnya di nomor loncat tinggi putra diraih Fajar Angga Wandana dari Pelalawan dan nomor Loncat Tinggi putri diraih Syarifah Lailatul Hikmah dari Kota Dumai. Medali emas cabang tenis meja putra diraih Charles Liem dari Kepulauan Meranti.

Ketua pelaksana, Affan SSos yang hadir dalam acara penutupan 02SN, Rabu malam kemarin menjelaskan, dari segi kualitas peserta tahun ini, persaingan terlihat begitu ketat. Bahkan, semua daerah mendapat medali. Peraihan medali di tiap jenis juga tak lebih dari tiga. Namun, setelah melalui persaingan ketat itu, Kota Pekanbaru berhasil keluar menjadi juara umum dengan raihan total medali tujuh buah.

Sehabis ini, O2SN akan menjalani tingkat nasional di Balikpapan. Sebelum itu, Disdik Riau akan menggelar pusat pelatihan untuk membentuk mental dan jiwa bersaing peserta. Apalagi, di tingkat nasional, mental bertanding kerap menjadi kelemahan kontingen asal Riau. “Karena itulah perlu dibentuk lewat pusat pelatihan,” paparnya.

Menurut dia, di tingkat nasional, kontingen Riau biasanya selalu mengharumkan nama daerah. Meskipun medali tak terlalu banyak, tapi setidaknya Riau mampu meraih beberapa medali. Misalnya di Palembang Riau berhasil meraih dua medali di cabang pencak silat. Karena itu, siswa yang nantinya bertanding diharap mampu juga melanjutkan kebanggaan ini. “Yang penting saat perlombaan tingkat nasional nanti, jangan takut dengan provinsi lain,” kata Affan.

Tak hanya itu, Affan juga berharap peserta yang akan berlaga di tingkat nasional segera menyelesaikan masalah administrasi. Jika administrasi peserta tidak lengkap sampai batas waktu yang ditentukan, maka Disdik akan mengirim pemenang kedua. “Di tingkat nasional tidak ada toleransi. Kalau administrasi tidak lengkap akan langsung di didiskualifikasi,” ungkap Affan.

Sementara itu, Kasi SMK Disdik, Zudi Santosa yang mewakili Kadisdik menjelaskan, O2SN merupakan wujud atau upaya pemerintah memberi pelayanan pendidikan yang baik bagi siswa. Pelayanan pendidikan tidak hanya mentransformasi ilmu pasti ataupun sosial. Tapi Disdik dituntut mampu melihat bakat siswa. Sehingga bisa disalurkan.

Dalam olahraga, siswa bisa bentuk jiwa sportifitas. Siswa berani jujur membela kebenaran. Sementara di bidang seni, siswa tidak saja menguasai akademik. Tapi juga mampu menunjukkan bakatnya. Dengan seni, siswa dapat menyampaikan pesan sosial dan rasa cinta.

#beritaPKU Praktisi: Jembatan Siak III Gagal Konstruksi

Praktisi kontraktor konsturiksi di Riau, Syakirman, menyatakan pembangunan jembatan Siak III gagal konstruksi. Sebab, jembatan itu tak bisa dilewati oleh kendaraan sesuai perencanaan awal.

Ia juga memberi keterangan, gagal konstruksi, menurut undang undang, keputusan presiden, maupun peraturan pemerintah tentang konstruksi, adalah tindakan melanggar hukum.

“Jembatan itu dibangun dengan kapasitas kumulatif 250 ton, dan untuk bisa dilalui sebuah kendaraan dengan bobot maksimal 40 ton. Sekarang hanya mobil-mobil kecil saja yang bisa lewat. Apakah itu namanya tidak memboroskan anggaran dan merugikan masyarakat?,” ujar Syakirman kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (23/5/2013).

Ketua Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia ini memberi keterangan, menurut pengamatannya telah terjadi keslahan pada konstruksi baja jembatan itu. “Baja tidak bisa diperbaiki, hanya bisa diganti. Pada berbagai kesempatan, termasuk di depan anggota DPRD Riau dan penegak hukum di Riau beberapa waktu lalu, saya sudah katakan, gagal konstruksi ini harus diberi sanksi. Hukum harus ditegakkan dulu. Baru soal ganti mengganti,” ujar Syakirman.
Lantas, dari sisi anggaran, Syakirman mengatakan, ahli teknik maupun praktisi konstruksi paham bahwa jembatan dengan biaya ratusan miliar, bukan untuk dilalui seperti sekarang ini.

Beberapa waktu lalu, terungkap ada retakan pada bagian sayap jembatan di sisi arah Rumbai. Menurut Syakirman, kondisi itu tidak mengkhawatirkan. “Itu tidak perlu sampai dikaji oleh ahli teknik lah, orang tahu memang sayap itu dibuat tidak ada hubungan secara teknik konstruksi dengan bentang utama jembatan. Keretakan itu bisa diperbaiki oleh lulusan STM dengan tukang bangunan biasa saja. Saya ingin katakan, persoalan gagal konstruksi ini yang paling vital untuk dibahas,” ujar Syakirman.

Sementara itu, mengenai pendapatnya tentang gagal konstruksi itu, Syakirman mengaku sudah mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Pekanbaru beberapa waktu lalu. “Gugatan itu soal tidak berfungsinya jembatan Siak III sebagaimana perencanaan awal. Sekarang dibangun Jembatan Siak IV, apa semuanya orang nanti akan dipaksa memadati jembatan itu, kalau begitu untuk apa Siak III dibangun dengan biaya sebesar itu?,” ujar Syakirman. (Tribun Pekanbaru)

#beritaPKU Angka Kematian Ibu Melahirkan Rendah

Angka kematian ibu saat melahirkan di Kota Pekanbaru, Riau, tercatat sebanyak 14 kasus per 100 ribu kelahiran hidup (kasus tahun 2012) atau masih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

“Kasus ini muncul lebih akibat terjadinya perdarahan dan pre-ekalamsi atau keracunan kehamilan hingga mengakibatkan ibu hamil saat melahirkan itu meninggal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dr. Rini Hermiyati, dalam keterangannya di Pekanbaru, Kamis.

Ia menyatakan itu yang dikaitkan dengan data dan penelitian tentang kualitas penduduk Indonesia 2011 bahwa tercatat Angka Kematian Ibu (AKI atau MMR) Indonesia masih tinggi yakni tercatat sebesar 228/100.000 kelahiran hidup. Selanjutnya angka kematian bayi usia 0-11 bulan (AKB-IMR) nasional juga adalah 34 per 1.000 kelahiran hidup.

Berbeda dengan data nasional tersebut, menurut Rini, angka kematian bayi usia 0-11 bulan (AKB-IMR) di Kota Pekanbaru selama tahun 2012 sebanyak 31 orang per 1.000 kelahiran hidup.

Kendati angka AKI ini masih rendah, katanya, namun demikian Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya memprioritaskan kegiatan pemberdayaan ibu hamil dan bayi melalui kegiatan kampanye hidup sehat, usia perkawinan jangan terlalu muda dan revitalisasi Puskesmas.

“Revitalisasi tersebut antara lain melalui kegiatan peningkatan kualitas pelayanan Puskesmas dengan membangun pelayanan obstetri neonatus emergency dasar atau Poned,” katanya.

Keberadaan Poned tersebut, katanya, bisa mendukung tim medis untuk memberikan tindakan yang lebih cepat pada ibu hamil dan bayinya.

Pelayanan profesional di ruang Poned Puskesmas Sidomulyo diberikan dengan sistem operasionalnya sesuai ditetapkan menkes dengan mengutamakan pelayanan yang murah pada masyarakat.

“Keberadaan Puskesmas Poned dilengkapi dengan kamar rawat inap ini, ke depan dapat dimanfaatkan masyarakat melalui persalinan Jampersal, pemeriksaan ibu hamil praktik dokter spesialis kandungan, spesialis anak,” katanya.

Pelayanan lainnya yang disediakan juga termasuk kelas senam ibu hamil, program brain booster bagi ibu hamil dan konsultasi gizi dan ruangnya penanganan uteri.

Di Kota Pekanbaru, tambahnya  baru terdapat dua ruang Poned selain Puskesmas di Kecamatan Sidomulyo juga di Puskesmas Kecamatan Rumbai dilengkapi dengan dokter spesialis syaraf, kandungan dan spesialis anak. (Antara Riau)

#beritaPKU Jangan Sampai Kota Jadi Hutan Reklame

Ketua Fraksi Partai Golkar, Roni Amril menegaskan, saat ini pemasangan reklame di Pekanbaru tidak beraturan dan banyak melanggar estetika. Penempatannya pun banyak yang tidak sesuai dan merusak keindahan kota.

‘’Saya hanya berharap jangan sampai Kota Pekanbaru ini menjadi hutan reklame yang tidak tertata dengan aturan yang sudah dibuat, dan saya yakin jika dibiarkan kondisinya akan makin parah,’’ ungkap Roni, Kamis (23/5).

Dia menegaskan, saat ini disebutkan Pemko sedang melakukan sosialisasi terhadap aturan baru soal pemasangan baru reklame, dan menganggap reklame dan sejenisnya yang terpajang saat ini disebut ilegal.

‘’Terus lakukan sosialisasi itu supaya semua tahu,’’ tuturnya.

Dilanjutkannya, terhadap reklame yang ada itu tidak memenuhi standar titik, kualifikasi, spesifikasi, keselamatan dan estetika yang telah ditetapkan dalam Perwako. ‘’Ini harus dikejar oleh Pemko dan dibongkar. Jika pemiliknya enggan maka Pemko yang harus membongkarnya,’’ tegas Roni.

Pemko pun dikatakannya, yang timnya itu dari Dinas Tata Kota harus segera mendata untuk ke depannya, habisnya kapan masa pemasangan. ‘’Kalau ilegal bongkar. Atau kami usulkan  saat izin baru Pemko harus minta biaya bongkarnya diawal pemberian izin. Pemerintah harus tegas,’’ ungkapnya lagi.

Langkah penertiban ini tentu supaya wajah kota tidak rusak oleh banyaknya reklame yang tidak sesuai dengan Perwako. Untuk jalan Sudirman misalkan harusnya jalan Sudirman itu tidak semua reklame bisa dipasang di jalan protokol. Begitu juga dengan jalan-jalan yang lain, harusnya ditentukan reklame seperti apa yang bisa dipasang di Jalan Sudirman jangan asal. ‘’Harus ada filter, dan selektif dari Pemko,’’ singkatnya.

Ditegaskan Roni lagi, Pemko harus kontrol soal ini. Dia minta jangan ada yang bocor, semua harus ditata dan diawasi, harus punya tim.

‘’Kita tidak pungkiri pemasangan reklame ini banyak yang bocor di Pekanbaru, dan setiap pemasangan reklame harus ada kajiannya. Artinya mau seramai apa pun reklame yang dipasang  tapi harus melalui kajian dan aturan yang ada serta dapat dipertanggungjawabkan,’’ tuturnya.

Dia juga menegaskan supaya kondisi saat ini tidak ada yang mencari keuntungan pribadi. ‘’Jangan sehat di kondisi , pengaturan yang sakit. Artinya jangan gunakan karut marut reklame ini untuk kepentingan pribadi,’’ tutupnya. (Riau Pos)

#beritaPKU 50 Bus untuk Koridor Baru

Pembangunan 180 halte baru Trans Metro Pekanbaru sampai Rabu (22/5), terlihat belum kunjung rampung. Rata-rata proses pembangunan haltenya baru selesai kerangka serta lantainya, itupun belum sempurna. Atap ratusan halte pun belum satupun terpasang, namun demikian optimis pengoperasian 50 bus bekas dapat berjalan sesuai yang ditargetkan 23 Juni bertepatan dengan HUT Kota Pekanbaru.

Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Heri Susanto, mengatakan segala persiapan jelang pengoperasian 50 bus tersebut terus berjalan. Diharapkan dia proses lelang yang sedang berjalan di LPSE dapat rampung sesuai yang ditargetkan sehingga pengoperasian bus tersebut tidak mundur. Kriteria puluhan bus yang akan dioperasikan pada koridor baru tersebut dalam kondisi tidak baru alias bus bekas dengan tahun pembuatan paling rendah tahun 2012.

‘’Tentang merk bus yang akan disewa ini belum pasti, namun bisa saja merek Hino atau yang lain dan nilai sewa bus itu sebesar Rp7,5 miliar serta bus sudah dipakai paling rendah tahun 2012,’’ ujar Heri kemarin.

Kriteria bus yang akan disewa PD Pembangunan tersebut pun berukuran sedang yang berukuran seperti bus kota yang beroperasi di Pekanbaru. Untuk periode pertama sewa bus yang pakai untuk koridor baru tersebut dengan jangka waktu paling lama enam bulan. Jadi enam bulan kedua bisa jadi dilanjutkan sewa atau membeli bus. Sampil berjalan enam bulan pertama tersebut PD Pembanguan terus melakukan pengkajian secara teknis dan ekonomis. Sehingga menjadi pertimbangan ke depan apakah lebih ekonomis membeli bus seperti yang direncanakan awal atau sistem sewa tetap dilanjutkan setelah enam bulan pertama.

‘’Bisa jadi setelah enam bulan sewa pertama selesai ke depannya bisa membeli atau juga melanjutkan sewanya, namun ini tetap terus dikaji PD Pembangunan bekerja sama dengan konsultan,’’ terang dia. Ditambahkan Heri, menjelang pengoperasian 50 bus tersebut diperlukan sekitar 115 sopir baru untuk sistem shif bergantian, setiap bus ada dua sopir. Saat ini lowongan sopir masih dibuka PD Pembangunan. (Riau Pos)

#beritaPKU Lama tak Mendampingi Firdaus, Istri Walikota Dikabarkan Sedang Sakit

Kehadiran Walikota Pekanbaru Firdaus di setiap kegiatan yang diresmikan atau dipimpinnya belakangan terasa ada yang kurang lengkap. Orang nomor satu di Pemko Pekanbaru tersebut selalu datang sendiri, tanpa Asmiati, sang istri. Sementara wakilnya, Ayat Cahyadi hampir selalu tampi ‘mesra’ dengan istrinya di setiap acara.

Ketidakhadiran istri walikota menjadi pertanyaan tersendiri bagi kebanyakan masyarakat kota Pekanbaru. Safrina seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Sukajadi mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui siapa sebenarnya istri orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini.

“Jujur saya tidak tahu siapa istri walikota sekarang ini, jika saja berpapasan muka atau jumpa di jalan pasti saya lewatkan saja,”ungkapnya Safrina, Kamis (23/05/2013).

Hal senada juga diungkapkan salah seorang PNS di jajaran Pemerintahan Kota Pekanbaru yang enggan disebutkan namanya, ia mengatakan hampir disetiap agenda pemerintah kota Pekanbaru Walikota tidak pernah didampingi sang istri.

“Jauh berbeda dari Walikota terdahulu, setiap acara pemko selalu didampingi oleh sang istri,”katanya.

“Ya, jika kondisinya tidak memungkinkan apakah harus dipaksakan, itu semata karena gangguan dari kesehatannya,”tutupnya. (Riau Terkini)

#eKTP_PKU Perekaman e-KTP Harus Selesai Juni 2013

Sampai tahun 2013 ini, penduduk Pekanbaru yang berumur 17 tahun ke atas dan sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) tercatat sebanyak 637.784 jiwa. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 102 tahun 2012 tentang Kependudukan, pemberlakuan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) akan dilakukan mulai awal tahun 2014. Maka, hingga akhir Juni mendatang, sebanyak 637.784 jiwa penduduk Pekanbaru tersebut sudah harus merekamkan datanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pekanbaru, Zulfikar Boechari menyebutkan, dari 637.784 jiwa penduduk Pekanbaru yang sudah memiliki KTP, hingga 20 Mei baru sebanyak 454.905 jiwa yang merekamkan datanya untuk e-KTP. Artinya, masih ada sebanyak 182.879 jiwa lagi yang masih belum merekamkan datanya.

“Khusus untuk mereka yang sudah memiliki KTP sampai hari ini itu, sesuai dengan arahan Kementrian Dalam Negeri, hanya diberikan waktu untuk merekamkan diri sampai akhir bulan Juni mendatang. Artinya, setelah bulan Juni yang direkam hanya mereka yang memasuki umur 17 tahun saja,” ungkap Zulfikar.

Hal ini, kata Zulfikar, sesuai dengan PP Nomor 102 tahun 2012 tentang kependudukan, bahwa pada tahun 2014 KTP biasa sudah tidak berlaku lagi, dan penggunaan e-KTP akan dimulai secara maksimal.

“Untuk itu, kami tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat Pekanbaru untuk segera merekamkan datanya untuk e-KTP. Kami sudah memberikan berbagai kemudahan. Warga Pekanbaru dipersilahkan merekamkan datanya di UPT Disdukcapil mana saja, yakni di 12 kecamatan dengan syarat memperlihatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sekali lagi, ini supaya nanti masyarakat tidak dirugikan setelah pemberlakuan e-KTP dimulai,” jelas Zulfikar.

Menurut Zulfikar, melihat perekaman yang dilakukan UPT Disdukcapil setiap hari di masing-masing kecamatan, tingkat partisipasi untuk merekamkan datanya yang jelas untuk kepentingan masyarakat itu sendiri masih sangat rendah. Rata-rata setiap kecamatan hanya puluhan orang saja yang datang setiap hari, padahal yang belum mereka di setiap kecamatan masih mencapai ribuan orang.

“Dari 182.879 jiwa yang belum merekamkan datanya itu, terbanyak terdapat di Kecamatan Tampan yakni sebanyak 34.804 jiwa, di Marpoyan Damai sebanyak 29.168 jiwa, di Tenayan Raya 24.956 jiwa, di Payung Sekaki sebanyak 18.635 jiwa, di bukit Raya sebanyak 17.141 jiwa, di Rumbai Pesisir sebanyak 10.268 jiwa, di Rumbai sebanyak 9.613 jiwa, di Senapelan sebanyak 7.619 jiwa, di Lima Puluh sebanyak 9.485 jiwa, di Pekanbaru Kota sebanyak 7.674 jiwa, di Sukajadi sebanyak 9.215 jiwa dan di Sail sebanyak 4.301 jiwa,” papar Zulfikar.

Melihat jumlah ini, sebut Zulfikar, jika partisipasi masyarakat untuk merekam tinggi, jumlah 637.784 jiwa itu akan terekam semua. Namun, jika melihat tingkat partisipasi sekarang, berkemungkinan tidak akan tercapai. Jelas mereka akan terkendala dalam urusan administrasi pemerintah, swasta dan perbankkan nantinya.

“Untuk itu, perekaman data untuk e-KTP ini bukanlah untuk pemerintah, melainkan untuk masyarakat, maka masyarakat yang belum mereka sangat diminta untuk merekamkan datanya. Sekali lagi kami sampaikan, masyarakat sendiri nantinya yang akan rugi jika tidak merekamkan datanya sekarang. Maka kami ingatkan, jangan ketika sudah ada keperluan mendesak merekamkan data, karena pencetakan e-KTP dilakukan dipusat, sehingga tidak bisa cepat,” tutur Zulfikar. (Tribun Pekanbaru)

#beritaPKU Akhirnya.. Senin, Lahan Eks Kimar Sarah Diaspal

Pemerintah Provinsi Riau bersama tim terpadu sepakat melanjutkan proses pengaspalan jalan di depan kediaman Kimar Sarah. Proses pengaspalan dijadwalkan pada Senin (27/5), dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

Kesepakatan itu diperoleh dari hasil rapat akhir bersama tim terpadu di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, Rabu (22/5). Dalam kesempatan itu juga dibahas persiapan dan proses pengamanan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Informasi itu dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau SF Hariyanto, usai rapat ketiga kalinya membahas proses kelanjutan jalan bekas lahan Kimar Sarah tersebut. Dalam kesempatan itu, ditargetkan proses pengaspalan tuntas dalam waktu sepekan.

‘’Sesuai hasil kesepakatan rapat, proses pengaspalan akan dilaksanakan Senin ini. Semua persiapan sudah dibahas, tinggal teknis di lapangan saja,’’ urai Hariyanto.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, pihak Polresta Pekanbaru, Satpol PP Provinsi Riau, Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Badan Pertanahan Nasional, perwakilan kecamatan dan pihak Kimar yang diwakili anaknya Abdullah. Dalam kesempatan itu, pihak perwakilan Kimar tetap berusaha mempertahankan argumennya untuk tidak melakukan pengaspalan sebelum syarat yang mereka ajukan dipenuhi.

Kondisi itu sama sekali tidak menghalangi niat tim terpadu untuk tetap melanjutkan proses pengerjaan sarana infrastruktur tersebut. Apalagi, seluruh pihak terkait sudah menyatakan dukungan dan siap mem-back up proses pengaspalan yang berfungsi untuk optimalisasi pelayanan transportasi publik itu.

‘’Saya kira aneh saja, tadi dalam pertemuan sudah diketahui, pihak keluarga sudah menerima uang ganti rugi. Tapi proses pengaspalan juga masih mendapat penolakan. Inikan untuk kepentingan masyarakat, jadi kita sudah menyatukan visi bersama untuk melakukan pengaspalan,’’ paparnya.

Pemerintah Provinsi Riau juga telah mempersiapkan langkah antisipasi, jika proses pengaspalan masih dihalangi oleh pihak Kimar Sarah. Di mana, langkah hukum akan ditempuh, jika hasil pembangunan aset pemerintah dirusak.

Proses pengaspalan dijadwalkan dilakukan pada pukul 08.00 WIB dengan dihadiri seluruh pihak terkait. Alat berat dan material juga dipersiapkan untuk proses finalisasi jalan yang sempat terkendala beberapa waktu terakhir ini.

Suport positif disampaikan pihak Polresta Pekanbaru. Di mana, pihaknya siap melakukan pengamanan saat proses pengaspalan dilakukan. Komitmen itu disampaikan Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Henni Irawati di sela-sela rapat. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Polresta akan berkoordinasi dengan pihak Polsek Tampan dan Satpol PP Provinsi Riau.

Dukungan juga disampaikan perwakilan pihak Kecamatan Tampan, Wagirim. Menurutnya, proses pengaspalan dapat dilanjutkan karena proses administrasi dan ganti rugi lahan sudah dilakukan. ‘’Kita sudah berkali-kali melakukan rapat. Namun, pihak Kimar Sarah juga tidak hadir. Padahal, kita ingin mencari yang terbaik. Saya fikir, proses pengaspalan dapat dilakukan, karena proses hukum sudah selesai untuk ganti rugi,’’ terangnya.

Di tempat yang sama, perwakilan Satpol PP Provinsi Riau, Zakaria mengatakan komitmennya mendukung proses pengamanan di lapangan. ‘’Kita akan turunkan satu pleton saat pengaspalan. Cuma, kita harapkan ada surat resmi dari PU, agar ada dasar kita melakukan pengamanan,’’ sambung Zakaria. (Riau Pos)