Category Archives: #beritaPKU

Tiap Hari Kamis, Wako Naik TMP ke Kantor

Transmetro

Tiap hari Kamis mulai bulan depan, Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus ST MT akan naik Trans Metro Pekanbaru (TMP) menuju ke Kantor Walikota Pekanbaru. Hal ini sesuai dengan visi Wali Kota Pekanbaru yang mencanangkan Kamis tanpa polusi. Kebijakan ini juga berlaku untuk seluruh PNS yang akan datang ke Kantor Walikota Pekanbaru.

Selain bisa mengurangi polusi juga dapat mengurangi kemacetan di jalan, demikian yang diungkapkan oleh Walikota Pekanbaru, H Firdaus ST MT, Rabu (29/10).

Walikota berharap Kota Pekanbaru menjadi asri, alami dan bebas polusi. Bahkan, Pemko akan segera memfinalisasi Perwako tentang Kamis Tanpa Polusi ini agar program ini secepatnya  bisa dilaksanakan.

Wako juga  menghimbau agar PNS bisa langsung menerapkan kebijakan tersebut agar dapat menjadi contoh kepada masyarakat. Karena dengan tidak menggunakan angkutan pribadi ke kantor dan menggunakan angkutan umum ataupun menggunakan sepeda untuk pergi bekerja itu adalah hal yang lebih baik.

Jika ada PNS yang tidak juga melaksanakannya, maka akan ada sangsi administrasi yang akan dikenakan kepada PNS tersebut.

Sumber: pekanbaru.go.id

Penertiban PKL Dimulai November

Sumber: Riau Terkini
Sumber: Riau Terkini

Demi mengembalikan fungsi jalur lambat di Jalan Soekarno-Hatta, Pemko dengan tegas menyatakan tidak akan ada lagi dispensasi kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan badan jalan terutama jalur lambat untuk berjualan.

Awal November ini, seluruh PKL wajib pindah ke lokasi lainnya. Namun, jika masih berjualan maka Tim Yustisi yang dikomandoi Satpol PP Pekanbaru akan melakukan tindakan tegas.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Selasa (28/10), mengatakan PKL Pasar Pagi Arengka akan ditempatkan kebagian dalam pasar agar tidak menggangu pengguna jalan. Lebih jauh diterangkan Ingot, bahwa Pemko Pekanbaru akan tetap menjaga komitmen untuk melakukan penertiban sesuai dengan peraturan daerah (Perda).

“Perlu diketahui bahwa jalur lambat pasar pagi arengka ini bukan milik pedagang saja, tapi milik masyarakat umum lainnya. Jika kita tidak tindak  itu, maka Pemko Pekanbaru secara tidak langgung sudah melanggar hak-hak masyarakat pengguna jalan tersebut,” tutup Ingot.

Sumber: pekanbaru.go.id

Polda Riau Sediakan Pengawalan untuk Nasabah Bank

20141013_013444_kapolda riau

Maraknya tindak kriminal di Pekanbaru saat ini membuat resah warga Pekanbaru. Tak hanya beraksi di malam hari, tapi juga tak takut beraksi di siang hari di tengah keramaian.

Oleh karena itu, Kepala Polisi Daerah Riau Brigjen Dolly Bambang Hermawan mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menyediakan personel untuk pengawalan nasabah bank yang hendak mengambil uang dengan jumlah besar. Ia menyebutkan bahwa pengawalan ini tidak dipungut biaya.

“Kalau ada yang meminta pembayaran atas tugas pengawalan itu laporkan,” kata Brigjen Dolly, Selasa (28/10), seperti yang kami kutip dari mediacenter.riau.go.id.

Demikian, pernyataan Brigjen Dolly dalam menanggapi banyaknya kasus perampokan dan penjambretan yang kini sedang marak. Bahkan saat ini, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru sedang menyusun strategi untuk menindak para pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) yang marak terjadi di Pekanbaru.

Semoga saja dengan tindak lanjut dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru ini dapat mengurangi tindak kriminal di Kota Pekanbaru.

PLTU Tenayan Raya Tahun Depan Beroperasi, Pekanbaru Bebas Krisis Listrik

unduhan
Sumber: skyscrapercity

Pada April tahun 2015 mendatang, PT PLN Wilayah Riau Kepulauan Riau (WRKR) akan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya yang berpakasitas 2×110 Megawatt. Diprediksi, Kota Pekanbaru akan terbebas dari krisis listrik.

Demikian yang diungkapkan oleh General Manager PT PLN Wilayah Riau Kepulauan Riau (WRKR) Dodi Pangaribuan, Selasa (28/10) di Pekanbaru, seperti yang dikutip dari mediacenter.riau.go.id.

Sebenarnya jika dari segi pembangkit, PLTU Tenayan Raya sudah bisa dioperasikan akhir Desember 2014 ini. Namun untuk pengoperasiannya masih terkendala masalah transmisi, sehingga listrik yang dihasilkan tidak bisa disalurkan. Karena terkait pembebasan lahan yang akan dibangun tower transmisi.

Oleh karena itu pihak PLN WRKR saat ini sedang berkoordiasi dengan Pemko Pekanbaru untuk membebaskan lahan yang terkena pembangunan tower transmisi tersebut. Ada 28 titik yang akan dibebaskan, diperkirakan akan rampung menjelang akhir tahun.

Ia menyebutkan bahwa tower transmisi ini akan dipergunakan untuk menyalurkan listrik dari PLTU Tenayan Raya ke sejumlah gardu induk. Sementara ini, untuk penyaluran arus listrik baru diprioritaskan ke gardu induk di Teluk Lembu.

Tahun Depan Naik TMP Cukup dengan e-Ticketing

Mulai tahun depan naik bus Trans Metro Pekanbaru tidak perlu lagi membayar karcis, karena PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) selaku pengelola bus TMP akan menggunakan smart card atau sistem e-Tiketing. Dengan menggunkan sistem e-Tiketing masyarakat tidak perlu membayar tiket menggunakan uang tunai lagi.

Heri Susanto, selaku Dirut PD Pembangunan menjelaskan saat ini pihaknya telah melakukan beberapa persiapan untuk memantapkan penggunaan sistem smartcard sebagai pengganti tiket. Bahkan para pegawainya saat ini akan diberikan pelatihan untuk mempersiapkan sistem smartcard tersebut.

Seperti yang dikutip dari pekanbaru.go.id ia mengatakan akan bekerja sama dengan Bank BRI dalam penggunaan sistem smartcard sebagai pengganti tiket. Adapun biaya yang diperlukan sekitar Rp3,6 M untuk mengoperasikannya.

Selama ini kita cukup membayar Rp 3000 sudah bisa berkeliling naik bus Trans Metro, semoga dengan adanya sistem e-Ticketing ini pelayanan Trans Metro semakin baik ke depannya ;)

Sumber: pekanbaru.go.id

Kini, Peserta BPJS Kesehatan Pekanbaru Dapat Berobat di 15 Rumah Sakit

Kini, para peserta BPJS kesehatan Pekanbaru dapat berobat di 15 Rumah Sakit di Pekanbaru berikut ini:

RSUD Arifin Achmad
Jl. Diponegoro No 2
Kode Pos 28285
Telp     : 0761-21618
Fax      : 0761-20253
E-mail   : hikrsudaa@yahoo.co.id
RS Awal Bros Pekanbaru
Jl. Jenderal Sudirman No 117
Kode Pos 28282
Telp     : 0761-47333
Fax      : 0761-47222
E-mail : mkt.pku@awalbros.com
RS Khusus Bedah & Kebidanan Syafira
Jl. Jenderal Sudirman No 134
Kode Pos 28282
Telp    : 0761-856517
Fax     : 0761-41887
RS Yayasan Abdurrab
Jl. Jendral Sudirman No 410
Kode Pos 28125
Telp     : 0761-35464, 35467
Fax      : 0761-831194
E-mail   : rsprofdrtabranirab@yahoo.co.id
RS Nusalima
Jl. Ronggowarsito No 40
Telp      : 0761-66565
Fax       : 0761-66568
E-mail    : ira_rsnusalima@yahoo.com
RS Lancang Kuning
Jl. Ronggowarsito Ujung No 5A
Telp    : 0761-859273
Fax     : 0761-34672
RSU Pekanbaru Medical Center
Jl. Lembaga Pemasyarakatan No 25, Gobah
Kode Pos 28131
Telp     : 0761-848100
Fax      : 0761-859510
E-mail   : rspmc.pku@gmail.com
RS Ahmad Yani
Jl. Ahmad Yani No 73
Telp      : 0761-23954
Fax       : 0761-856370
E-mail    : rs_ayanipku@yahoo.com
RS Kepolisian Pekanbaru
Jl. Kartini No 14
Telp      : 0761-21431
Fax       : 0761-21431
RS Islam Ibnu Sina
Jl. Melati No 60
Kode Pos 28122
Telp     : 0761-24242
Fax      : 0761-35698
E-mail   : rsiis@rsi-ibnusina.com
RSAB Eria Bunda
Jl. KH. Ahmad Dahlan No 163
Kode Pos 28128
Telp      : 0761-23100
Fax       : 0761-857013
E-mail    : layanan@rsia-eriabunda.com
RSIA Andini
Jl. Tuanku Tambusai No 55
Kode Pos 28282
Telp      : 0761-33649
Fax       : 0761-33850
RSUD Petala Bumi
Jl. Dr. Soetomo No 65
Kode Pos 28142
Telp      : 0761-23024
Fax       : 0761-561031
E-mail    : rspetalabumi@yahoo.co.id
RSIA Zainab
Jl. Ronggo warsito I No 01
Telp      : 0761-24000/2544
Fax       : 0761-859448
E-mail   : rszainab@yahoo.com
RS Andini Rumbai
Kode Pos 53171
Telp    : 0761-53171

Demikian dijelaskan oleh Kepala Unit Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru Asti Putri Dewi Santri di Pekanbaru, Rabu (1/10), peserta BPJS Kesehatan dapat dirujuk ke rumah sakit tersebut jika memang dalam kondisi parah atau butuh pertolongan medis komplit.

Saat ini, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru yang terdata lebih dari 1,4 juta peserta. Lebih dari 70 persennya berasal dari kategori masyarakat mandiri.

Seperti yang kami kutip dari mediacenter.riau.go.id, Kepala Wilayah BPJS Kesehatan Sumbagteng, Benjamin Saut mengatakan bahwa selain dari masyarakat mandiri, ada 250 ribu peserta yang berasal dari PNS, TNI dan Polri

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pekanbaru, Meiryanto, menambahkan, untuk perusahaan yang sudah mendaftarkan karyawan beserta keluarganya sebagai peserta ada sebanyak 1.070 dari 1.141 perusahaan yang telah melakukan registrasi.

Dia menuturkan, saat ini masih ada sekitar 2.000 perusahaan di Pekanbaru yang belum melakukan registrasi kepesertaan. (MCRiau)

#beritaPKU Air Asia Batal Terbang, Penumpang Diinapkan di Hotel

Pesawat Air Asia yang mengalami kerusakan teknis di Pekanbaru akhirnya batal berangkat. Penumpang yang sempat protes akhirnya diinapkan di hotel.

Demikian disampaikan Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Ibnu Hasan, Jumat (24/5/2013) di Pekanbaru.

Menurut Ibnu, pihak maskapai Air Asia telah memutuskan pesawat batal terbang dengan tujuan Medan, Sumut. Hal ini diakibatkan onderdil pesawat yang dibawa dari Jakarta baru tiba sore hari tadi.

“Karena itu, pihak Air Asia membatalkan penerbangannya malam ini. Rencananya besok pagi baru pesawat bisa diberangkatkan ke Medan,” kata Ibnu.

Karena pembatalan ini, lanjut Ibnu, pihak Air Asia memberikan kompensasi kepada calon penumpangnya untuk menginap di hotel.

“Tadi memang sempat banyak protes dari calon penumpangnya akibat keterlambatan ini. Namun solusi yang diberikan, mereka diinapkan di hotel,” kata Ibnu.

Pesawat Air Asia yang datang dari Jakarta ini, seharusnya terbang pada pukul 13.00 WIB dari Pekanbaru menuju Medan. Namun hingga pukul 20:30 WIB, pesawat belum juga terbang karena mengalami kendala teknis. (Detiknews)

#beritaPKU Delay 7 Jam, Penumpang Air Asia Protes di Bandara SSK II

Para penumpang maskapai Air Asia kesal. Mereka protes atas keterlambatan lebih dari 7 jam di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru.

Demikian disampaikan Airport Duty Manager SSK II Pekanbaru Ibnu Hasan, Jumat (24/5/2013) di Pekanbaru. Menurut Ibnu, pesawat Air Asia ini mestinya berangkat dari Pekanbaru menuju Medan pada pukul 13.00 WIB.

Namun hingga pukul 20.30 WIB, pesawat tersebut belum bisa terbang. Keterlambatan ini disebabkan adanya kerusakan teknis.

“Karena keterlambatan ini penumpang tadi pada sempat protes. Mereka protes karena tidak ada kepastian kapan pesawat akan berangkat,” kata Ibnu.

Melihat ada keributan, lantas pihak Bandara SSK mencoba memfasilitasi. “Memang ada protes dari penumpang, dan itu pasti terjadi karena keterlambatan. Namun tidak sampai ada keributan, karena kita cepat mengantisipasinya,” kata Ibnu. (Detiknews)

#beritaPKU Pekanbaru Juara Umum O2SN SMA

Kota Pekanbaru juara Umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA tingkat Provinsi  Riau. Gelar itu kembali diraih Pekanbaru setelah kontingennya berhasil mengondol tujuh medali emas, satu perak dan satu perunggu dari lima cabang olahraga yang dipertandingkan.

Medali emas paling banyak diraih di cabang pencak silat. Ada tiga emas yang diraih masing-masing oleh Rahmad Riadi di kelas B tanding putra,  Rizkhi Fandriadi di nomor tunggal putra dan Lisma di kelas F tanding putri. Sementara di cabang Karate satu-satunya medali emas diraih Aryo Permana Putra di nomor Kata perorangan putra.

Berikutnya, di cabang atletik, medali emas Pekanbaru disumbangkan Ulfah Rizkiyah Mukhtar di nomor lompat jauh putri. Lalu, Teguh Hermelindo di cabang bulu tangkis dan terakhir oleh Ilya Dwita Putri di cabang tenis meja putri.

Sementara itu, juara umum kedua diraih Kabupaten Bengkalis yang berhasil mengumpulkan empat medali emas, empat perak dan tiga perunggu. Satu medali emas diperoleh Ajeng Sawitri dari cabang Karate di nomor Kumite -53 kilogram putri. Selanjutnya, oleh Wahdaniya pada cabang pencak silat di nomor B tanding putri, Nadia Maidina dari cabang atletik nomor Lari 100 meter putri serta Ochia pada cabang bulu tangkis putri.

Medali Perak Bengkalis diperoleh Muhammad Tripa Rezky dari cabang karate nomor Kumite -61 kilogram putra, Fajar Azni Agus dari cabang pencak silat nomor tunggal putra,  Putri Wulandari kelas F tanding putri pencak silat dan Muslima dari cabang atletik nomor lompat jauh putri.

Sedangkan medali perunggu diraih Wendi Alfitri pada cabang karate nomor Kumite +61 kilogram, Nanda Khorianto pada cabang atletik nomor lari 100 meter putra serta Ericson di cabang bulu tangkis.

Sementara Kabupaten Kampar menempati posisi ketiga dengan perolehan tiga medali emas, empat perak dan satu perunggu. Emas masing-masing diraih Mai Aprilisma Wati pada cabang karate nomor Kata perorangan putri dan Citra Widya Anggraini dinomor Kumite +53 kilogram putri. Selanjutnya, oleh Rezki Rido Putra di cabang pencak silat nomor F tanding putra.

Selanjutnya, medali perak diraih Niko Ardian di cabang karate nomor Kata perorangan putra, Arsy Abi Midya di cabang pencak silat nomor B tanding putra dan oleh Rio Jaka Pamungkas pada nomor lompat jauh putra cabang atletik. Sementara, medali perunggu diraih Vera Mita Swastika di nomor Kumite -53 kilogram putri cabang karate.

Untuk nomor lainnya pada cabang karate medali emas nomor Kumite +61 kilogram putra diraih Yogi Prasetyo dari Siak, dan nomor kumite -61 kilogram putra diraih Samuel Simamora dari Pelalawan. Untuk medali emas pada cabang pencak silat kelas tunggal putri diraih Lita Novi Puspandini dari Siak. Medali emas nomor lari 100 meter putra dan nomor lompat jauh putra cabang atletik diraih Atlet dari Rokan Hilir. Masing-masingnya oleh Heri Sukandi dan Gunawan.

Selanjutnya di nomor loncat tinggi putra diraih Fajar Angga Wandana dari Pelalawan dan nomor Loncat Tinggi putri diraih Syarifah Lailatul Hikmah dari Kota Dumai. Medali emas cabang tenis meja putra diraih Charles Liem dari Kepulauan Meranti.

Ketua pelaksana, Affan SSos yang hadir dalam acara penutupan 02SN, Rabu malam kemarin menjelaskan, dari segi kualitas peserta tahun ini, persaingan terlihat begitu ketat. Bahkan, semua daerah mendapat medali. Peraihan medali di tiap jenis juga tak lebih dari tiga. Namun, setelah melalui persaingan ketat itu, Kota Pekanbaru berhasil keluar menjadi juara umum dengan raihan total medali tujuh buah.

Sehabis ini, O2SN akan menjalani tingkat nasional di Balikpapan. Sebelum itu, Disdik Riau akan menggelar pusat pelatihan untuk membentuk mental dan jiwa bersaing peserta. Apalagi, di tingkat nasional, mental bertanding kerap menjadi kelemahan kontingen asal Riau. “Karena itulah perlu dibentuk lewat pusat pelatihan,” paparnya.

Menurut dia, di tingkat nasional, kontingen Riau biasanya selalu mengharumkan nama daerah. Meskipun medali tak terlalu banyak, tapi setidaknya Riau mampu meraih beberapa medali. Misalnya di Palembang Riau berhasil meraih dua medali di cabang pencak silat. Karena itu, siswa yang nantinya bertanding diharap mampu juga melanjutkan kebanggaan ini. “Yang penting saat perlombaan tingkat nasional nanti, jangan takut dengan provinsi lain,” kata Affan.

Tak hanya itu, Affan juga berharap peserta yang akan berlaga di tingkat nasional segera menyelesaikan masalah administrasi. Jika administrasi peserta tidak lengkap sampai batas waktu yang ditentukan, maka Disdik akan mengirim pemenang kedua. “Di tingkat nasional tidak ada toleransi. Kalau administrasi tidak lengkap akan langsung di didiskualifikasi,” ungkap Affan.

Sementara itu, Kasi SMK Disdik, Zudi Santosa yang mewakili Kadisdik menjelaskan, O2SN merupakan wujud atau upaya pemerintah memberi pelayanan pendidikan yang baik bagi siswa. Pelayanan pendidikan tidak hanya mentransformasi ilmu pasti ataupun sosial. Tapi Disdik dituntut mampu melihat bakat siswa. Sehingga bisa disalurkan.

Dalam olahraga, siswa bisa bentuk jiwa sportifitas. Siswa berani jujur membela kebenaran. Sementara di bidang seni, siswa tidak saja menguasai akademik. Tapi juga mampu menunjukkan bakatnya. Dengan seni, siswa dapat menyampaikan pesan sosial dan rasa cinta.

#beritaPKU Praktisi: Jembatan Siak III Gagal Konstruksi

Praktisi kontraktor konsturiksi di Riau, Syakirman, menyatakan pembangunan jembatan Siak III gagal konstruksi. Sebab, jembatan itu tak bisa dilewati oleh kendaraan sesuai perencanaan awal.

Ia juga memberi keterangan, gagal konstruksi, menurut undang undang, keputusan presiden, maupun peraturan pemerintah tentang konstruksi, adalah tindakan melanggar hukum.

“Jembatan itu dibangun dengan kapasitas kumulatif 250 ton, dan untuk bisa dilalui sebuah kendaraan dengan bobot maksimal 40 ton. Sekarang hanya mobil-mobil kecil saja yang bisa lewat. Apakah itu namanya tidak memboroskan anggaran dan merugikan masyarakat?,” ujar Syakirman kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (23/5/2013).

Ketua Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia ini memberi keterangan, menurut pengamatannya telah terjadi keslahan pada konstruksi baja jembatan itu. “Baja tidak bisa diperbaiki, hanya bisa diganti. Pada berbagai kesempatan, termasuk di depan anggota DPRD Riau dan penegak hukum di Riau beberapa waktu lalu, saya sudah katakan, gagal konstruksi ini harus diberi sanksi. Hukum harus ditegakkan dulu. Baru soal ganti mengganti,” ujar Syakirman.
Lantas, dari sisi anggaran, Syakirman mengatakan, ahli teknik maupun praktisi konstruksi paham bahwa jembatan dengan biaya ratusan miliar, bukan untuk dilalui seperti sekarang ini.

Beberapa waktu lalu, terungkap ada retakan pada bagian sayap jembatan di sisi arah Rumbai. Menurut Syakirman, kondisi itu tidak mengkhawatirkan. “Itu tidak perlu sampai dikaji oleh ahli teknik lah, orang tahu memang sayap itu dibuat tidak ada hubungan secara teknik konstruksi dengan bentang utama jembatan. Keretakan itu bisa diperbaiki oleh lulusan STM dengan tukang bangunan biasa saja. Saya ingin katakan, persoalan gagal konstruksi ini yang paling vital untuk dibahas,” ujar Syakirman.

Sementara itu, mengenai pendapatnya tentang gagal konstruksi itu, Syakirman mengaku sudah mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Pekanbaru beberapa waktu lalu. “Gugatan itu soal tidak berfungsinya jembatan Siak III sebagaimana perencanaan awal. Sekarang dibangun Jembatan Siak IV, apa semuanya orang nanti akan dipaksa memadati jembatan itu, kalau begitu untuk apa Siak III dibangun dengan biaya sebesar itu?,” ujar Syakirman. (Tribun Pekanbaru)