Category Archives: #beritaPKU

Tahun Ini Pemko Bangun City Walk

City Walk Jalan Sudirman
City Walk Jalan Sudirman

Di tahun 2015 ini Pemko Pekanbaru menganggarkan dana sebesar Rp25 miliar untuk membangun fasilitas city walk atau ruas jalan untuk pejalan kaki di pinggir jalan dalam kota.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga Pekanbaru, Azmi. Ia menyebutkan bahwa program ini akan segera selesai tahun ini.

Sejak tahun 2014 yang lalu, Dinas Bina Marga sudah mulai membangun city walk. Namun, pembangunan city walk baru direalisasikan di sepanjang Jalan Agus Salim saja. Seperti yang kita ketahui, fasilitas city walk di Jalan Agus Salim, saat ini digunakan oleh para pedagang kaki lima sehingga terkesan bebas berjualan di fasilitas publik tersebut.

Kedepannya city walk akan dimulai dari Jalan Imam Bonjol, Jalan Teratai hingga jalan Ahmad Yani di depan Rumah Sakit Santa Maria. Kemudian nantinya untuk wilayah dalam kota  akan saling terhubungi dengan sarana  city walk yang dibangun.

Sumber: Hallo Riau

Kasih Papa, Pejabat Pemko Naik TMP

B64acDHCQAIMzG5

Mulai hari Kamis (8/1) ini gerakan Hari Kamis Bersih Tanpa Polusi Asap (Kasih Papa) resmi dijalankan. Gerakan ini akan dilakukan setiap hari Kamis.

Adapun gerakan ini berupa larangan menggunakan kendaraan bermotor yang berlaku untuk pegawai dan pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Terlihat beberapa Pejabat Pemko Pekanbaru sedang naik angkutan umum, antara lain Sekda Kota Pekanbaru Syukri Harto beserta istri D Febriani naik angkutan umum ke kantor Walikota.

Diharapkan program Kasihpapa di lingkungan PNS Pemko Pekanbaru ini dapat menular kepada masyarakat agar kemacetan lalulaintas dan polusi asap bisa dikurangi.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

Sulit Kembangkan Wisata Alam, Pemko Beralih ke Wisata MICE

042314_wandirana_1

Pemko Pekanbaru kini tengah berupaya membenahi sektor pariwisata, terutama dibidang wisata Meeetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE).

Diakui Walikota Pekanbaru, bahwa sulit untuk mengembangkan objek wisata alam di Pekanbaru. Potensi wisata alam yang sangat terbatas dan sulitnya mendapatkan investor yang benar-benar mau menanamkan modalnya menyebabkan sulitnya wisata alam di Pekanbaru untuk berkembang. Oleh karena itu, ungkap Walikota, pihaknya akan beralih mengembangkan wisata MICE.

Dengan terwujudnya wisata MICE di Pekanbaru maka kota Pekanbaru akan menjadi tempat tujuan pertemuan-pertemuan besar, menjadi tujuan liburan para karyawan perusahaan-perusahaan luar kota Pekanbaru, serta tempat digelarnya event-event besar serta pameran-pameran bertaraf nasional dan internasional.

Seperti yang kita ketahui bahwa pembangunan di kota Pekanbaru yang pesat sangat memungkinkan mewujudkan hal tersebut. Adanya berbagai fasilitas seperti hotel, pusat berbelanjaan, pusat pertunjukan kebudayaan dan sebagainya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

Jalur Lambat Pasar Pagi Arengka Segera Diaspal

20-Jalur-LambatOK

Jalur lambat Jalan Soekarno Hatta yang berada di depan Pasar Pagi Arengka akan segera diaspal pada tahun 2015 ini agar dapat segera digunakan. Hal tersebut diungkapkan oleh Azmi ST MT, Kepala Dinas Bina Marga Pekanbaru,  Senin (5/1).

Ia menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pengerukkan drainase untuk membuang lumpur dan sampah yang menumpuk di sepanjang jalur lambat itu sepanjang 150 meter.

Jalur lambat ini sudah ditimbun dengan tanah agar nantinya dapat diperlebar lagi dan diaspal. Lalu disekitarnya akan dilengkapi oleh bunga-bunga di pinggir jalannya. Seperti yang kita ketahui, bertahun-tahun lamanya jalur lambat ini terlihat kumuh dan semrawut akibat banyaknya pedagang kaki lima berjualan di atasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

BBM Turun, Ongkos TMP Disesuaikan

Trans_Metro_Pekanbaru

Setelah pemerintah menurunkan harga BBM sejak tanggal 1 Januari 2015 lalu yang semula premium Rp8500 menjadi Rp7600 dan solar dari Rp7500 menjadi Rp7250, pihak pengelola bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) mempertimbangkan akan menurunkan tarifnya.

Seperti yang dijelaskan oleh Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Heri Susanti, Senin (5/1), untuk menurunkan tarif TMP tersebut pihaknya masih menunggu usulan Organisasi Angkuran Daerah (Organda) untuk disesuaikan dengan tarif angkutan umum.

Seperti yang diketahui, tarif bus TMP ini awalnya Rp3.000 per penumbang. Namun saat terjadi kenaikan harga BBM, tarifnya naik menjadi Rp 4.000 per penumpang.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

Pekanbaru Kini Miliki Bus Air

B6GauiUCEAAYKyY

Hari Selasa (30/12) kemarin, Pemerintah Kota Pekanbaru menerima satu unit bus air dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penyerahan bus air tersebut diterima oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi di Pelabuhan Sungai Duku.

Dengan panjang 15,2 meter, lebar 4 meter dan bobot 15-25 knot yang menggunakan mesin 2 x 200 PK, bus air ini mampu membawa 50 orang penumpang dengan fasilitas pendukungnya antara lain seperti AC, CCTV, toilet, dapur dan lainnya.

Bus air ini diberi nama ‘Senapelan’ yang nantinya akan melayani rute Sungai Duku-Okura melalui jalur sungai Siak. Arsyadjuliandi Rachman menuturkan bahwa bus air ini dapat mengurangi beban lalu lintas darat, karena saat ini jalur sungai Siak sudah dapat dijadikan jalur transportasi umum.

Jika nantinya peminatnya banyak, bukan tidak mungkin tahun depan akan ditambah lagi. Dengan adanya bus air ini dapat memperlancar transportasi di kawasan pinggiran sungai Siak, seperti sungai Duku bahkan hingga ke Okura, jelas Ayat Cahyadi.

sumber: mediacenter.riau.go.id

Maskapai Nusantara Air Buka Rute Tanjung Pinang-Pekanbaru

Nusantara_BAe_146-200QT_Bidini

Kabar gembira bagi anda yang ingin menuju ke Tanjung Pinang. Setelah maskapai Sky Aviation yang menerbangi rute ini terakhir sejak Mei 2014 lalu, mulai Senin (29/12) ini, maskapai Nusantara Air dengan armada pesawat jenis fokker ATR 72-500 berkapasitas 66 tempat duduk membuka rute penerbangan langsung Tanjungpinang-Pekanbaru.

Penerbangan ini berlangsung sebanyak tiga kali dalam seminggu. Dari bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang, berangkat pada pukul 08.20 WIB setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu. Sedangkan dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru pada pukul 10.00 WIB. Demikian penjelasan dari Aljihad, Direktur Utama Perusahaan Daerah Anambas Sejahtera, Sabtu (27/12).

Penerbangan selama satu jam ini sendiri merupakan atas kerja sama PT Nusantara Air Charter dengan Perusahaan Daerah Anambas Sejahtera. Pembukaan rute Tanjungpinang- Pekanbaru dikarenakan tingginya permintaan dari masyarakat Kota Pekanbaru dan masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya. Selama ini, masyarakat Pinang yang ingin ke Pekanbaru harus melalui Bandara Hang Nadim, Batam.

Adapun harga tiket bervariasi, berdasarkan penuturan Suhardi, Manajer Nusantara Air, berkisar antara Rp 600 ribu sampai 800 ribu per orang. M Nasrul, Direktur Keuangan Perusda Anambas Sejahtera, menjelaskan  bahwa rute Tanjungpinang-Pekanbaru ini tidak disubsidi.

Sumber: Batam Pos

Pekanbaru Bakal Jadi Kota Metropolitan, Siap Saingi Medan

042314_wandirana_1

Perkembangan Kota Pekanbaru yang pesat diyakini dalam waktu tiga hingga lima tahun lagi bakal menyaingi Kota Medan. Apa pasal? Dalam tiga tahun terakhir ini saja pembangunan infrastruktur, sektor properti ritel, apartemen, hotel, dan perkantoran tumbuh subur di Kota Pekanbaru. Pendapat ini disampaikan oleh Erjoni Suwikar, Direktur Keuangan Basko Group.

Seperti yang kita ketahui bahwa Kota Pekanbaru bersih, bahkan mendapat 10 Piala Adipura. Serta lalu lintasnya tidak terlalu macet. Bahkan, dua tahun terakhir saja ada banyak pengembangan hotel dan tempat makan baru.

Dengan penduduknya yang hampir 1 juta jiwa itu, Kota Pekanbaru memiliki banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh publik. Antara lain perpustakaan wilayah (puswil) Soeman HS dan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang ongkosnya terjangkau oleh masyarakat.

Berdasarkan catatan Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Pekanbaru, nilai realisasi investasi yang sudah masuk per November 2014 saja mencapai Rp 4,09 triliun. Terjadi kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang hanya mencapai Rp 1,5 triliun.

Dengan perkembangan Kota Pekanbaru yang pesat ini, apalagi dengan pertumbuhan ekonomi sekitar delapan persen sehingga menjadi magnet yang kuat bagi para investor. Jadi bukan tidak mungkin dalam waktu tiga hingga lima tahun lagi Kota Pekanbaru bakal mengalahkan Kota Medan. Anda setuju? ;)

Sumber: Kompas

Parkir Liar di Pekanbaru Akan Segera Ditertibkan

berita_114788_800x600_taksi

Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) akan melakukan penertiban  terkait maraknya parkir liar yang meresahkan masyarakat Kota Pekanbaru. Hal tersebut disampaikan oleh Adi Rumzi, Kepala UPTD Parkir, Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membayar kepada yang meminta uang parkir dan tidak memiliki identitas. Adapun petugas parkir yang legal itu, ungkapnya, selalu memberikan karcis dan memiliki seragam parkir.

Ia juga menjelaskan bahwa tindakan oknum yang mengaku sebagai petugas parkir itu merupakan tindakan pungli karena mereka bukanlah petugas parkir dan tidak punya hak meminta uang parkir kepada pemilik kendaraan.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

Tahun Depan, Landasan Pacu Bandara SSK II Diperluas

ssk2

Pada pertengahan tahun depan, landasan pacu Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru akan diperluas dari yang sebelumnya 2.250 meter menjadi sepanjang 2.600 meter. Demikian yang disampaikan oleh General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Arif Darmawan, Rabu (24/12).

Walaupun pada tahun 2014 penumpang transportasi udara sedang mengalami tren penurunan sekitar empat persen dibanding tahun 2013, tetapi perluasan landasan pacu bandara merupakan kebutuhan masyarakat karena diprediksi dalam 5 sampai 10 tahun kedepan jumlah penumpang angkutan udara akan mengalami peningkatan. Sehingga kapasitas bandara tersebut dirasa perlu ditingkatkan baik dari sisi darat maupun sisi udara.

Berdasarkan data yang berasal dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, saat ini jumlah penumpang pada tahun 2014 diperkirakan sekitar 3,6 juta jiwa dengan kapasitas bandara yang sanggup menampung penumpang sebanyak 4 juta jiwa per tahun.

Hingga saat ini masih ada 10 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan domestik dan internasional di Pekanbaru antara lain Air Asia, Batik Air, Citilink, Firefly, Garuda Indonesia, Air Asia, Lion Air, Malindo Air, Silk Air dan Susi Air.

Sementara itu, ada tiga maskapai yang menghentikan operasi di Pekanbaru yakni Sriwijaya Air, Mandala Tigerair dan Sky Aviation. Adapun penghentian tersebut karena rute yang diterbangi oleh maskapai tersebut dianggap tidak ekonomis untuk menutup biaya operasional. Demikian penjelasan dari Wendy Yolanda Pasaribu, Sekretaris Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Indonesia (Astindo) Riau.

Sumber: Hallo Riau