Category Archives: #beritaPKU

Jabatan dan Penghargaan Tenas Effendi

5tenas_effendy

Sebagai budayawan terbesar Riau, Tenas Effendi banyak memegang jabaran penting. Berikut ini jabatan yang dipegangnya semasa hidupnya:

  • Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Riau (2000 – 2005)
  • Ketua Dewan Pembina Lembaga Adat Pelalawan (2000–Sekarang)
  • Pembina Lembaga Adat Petalangan (1982 – Sekarang)
  • Pengurus Dewan Kesenian Riau.
  • Pengurus Pondok Seni Rupa Riau (1960 – 1968).
  • Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia Riau (1974 – Sekarang).
  • Pengurus Badan Pembina Kesenian Daerah Riau (1968 – 1978).
  • Pengurus Lembaga Karya Budaya Riau (1960 – 1965).
  • Penasehat Paguyuban Masyarakat Riau (2001 – Sekarang).
  • Memimpin Yayasan Setanggi Riau (1986 – Sekarang).
  • Memimpin Yayasan Serindit (2001 – Sekarang).

Selain itu, Tenas juga mendapatkan beberapa Penghargaan. Ada pun beberapa Penghargaan yang telah diterima oleh Tenas Effendy sebagai Budayawan, antara lain:

  • Memperoleh Gelar adat Sri Budaya Junjungan Negeri oleh Sri Mahkota Setia Negeri Bengkalis (Bupati Bengkalis, H. Syamsurizal), di Balai Adat Melayu Bengkalis.
  • Pada tahun 1997, mendapat penghargaan dari Yayasan Sagang melalui “Anugrah Sagang 1997” dalam kategori Budayawan Terbaik.
  • Pada 17 September 2005, memperoleh Penghargaan gelar akademis tertinggi sebagai Doktor Honoris Causa bidang persuratan atau Kesusasteraan dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Karya-karya Tenas Efendi

Tunjuk_Ajar_Butir_Budaya_Melayu_Riau

Tenas telah menerbitkan 112 buku dengan topik budaya Melayu. Karya-karyanya pun telah diseminarkan di luar negeri, seperti di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand Selatan, Filipina Selatan, bahkan hingga ke Madagaskar.

Karya-karya Tenas Effendy yang ditulis dalam buku-buku yang diterbitkan di dalam dan di luar negeri, antara lain:

  1. Ragam Pantun Melayu (Pekanbaru, 1985)
  2. Nyanyian Budak dalam Kehidupan Orang Melayu (Pekanbaru, 1986)
  3. Nyanyian Panjang Sastra Lisan Orang Petalangan (Buku I, II, III, IV, dan V Pekanbaru, 1998)
  4. Menumbai: Upacara Tradisional Mengambil Madu Lebah di Daerah Riau (Pekanbaru, 1989)
  5. Ungkapan Tradisional Melayu Riau (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1989)
  6. Adat Istiadat dan Upacara Perkawinan di Bekas Kerajaan Pelalawan (Pekanbaru, 1990)
  7. Kelakar Dalam Pantun Melayu (Pekanbaru, 1990)
  8. Tunjuk Ajar dalam Pantun Melayu (Pekanbaru, 1990)
  9. Pakaian Adat Melayu Riau dan Filosofi yang Terkandung di Dalamnya (Pekanbaru, 1992)
  10. Nyanyian Panjang: Sastra Lisan Orang Petalangan Riau yang berkaitan dengan Kesejarahan atau Tambo Pesukuan dan Hutan Tanah Wilayatnya (Pekanbaru,1993)
  11. Sastra Lisan Daerah Riau yang mengandung Nilai Kegotongroyongan dan Tenggang Rasa. (Pekanbaru, 1993)
  12. Pantun Sebagai Media Dakwah dan Tunjuk Ajar Melayu (Pekanbaru, 1993)
  13. Kumpulan Ungkapan Melayu Riau. (Pekanbaru, 1994)
  14. Tunjuk Ajar Melayu, Butir-Butir Budaya Melayu Riau (Dewan Kesenian Riau, Pekanbaru, 1994)
  15. Kebudayaan Melayu Riau dan Permasalahannya (Pekanbaru, 1994)
  16. Lancang Kuning dalam Mitos Melayu Riau. (Pekanbaru, 1970)
  17. Seni Ukir Daerah Riau (Pekanbaru, 1970)
  18. Kesenian Riau (Pekanbaru, 1971)
  19. Syair Perang Siak, Versi Siak dan Pelalawan (Pekanbaru, 1971)
  20. Hulu balang Canang (Pekanbaru, 1972)
  21. Kubu Terakhir, Perjuangan Rakyat Riau Melawan Portugis (Pekanbaru, 1973)
  22. Kelakar Dalam Pantun Melayu (Pekanbaru, 1988)
  23. Silsilah Raja-Raja Melayu di Kerajaan Johor, Riau Lingga dan Pahang (Pekanbaru, 1990)
  24. Tunjuk Ajar Dalam Pantun Melayu (Pekanbaru, 1990)
  25. Pandangan Orang Melayu Terhadap Anak (Pekanbaru, 1989)
  26. The Orang Petalangan Of Riau And Their Forest Environment. Tenas Effendy (International Institute For Asian Studies,The Netherlands, 2002)
  27. Lambang-Lambang Dalam Seni Bangunan Tradisional : Refleksi Nilai Budaya Melayu (Tanjung Pinang, 1986)
  28. Bujang Tan Domang (Ecole Francaised Exfremi Orient The Toyota Fondation Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta, 1997)
  29. Ejekan Terhadap Orang Melayu Riau dan Pantangan Orang Melayu Riau (Pekanbaru, 1994/1995)
  30. Bela Pelihara Anak (Universitas Islam Riau Press, Pekanbaru, 2002)
  31. Syair Nasib Melayu (Singapore, 2002)
  32. Ungkapan Tradisional Daerah Riau Yang Berkaitan Dengan Pembangunan (Pekanbaru, 1989)
  33. Cerita Rakyat Dari Indragiri Hilir (Pekanbaru, 1990)
  34. Banjir Darah di Mempusun (Pekanbaru, 1970)
  35. Tenunan Siak (Pekanbaru, 1971)
  36. Datuk Pawang Perkasa (Pekanbaru, 1973)
  37. Raja Indra Pahlawan (Pekanbaru, 1970)
  38. Lintasan Sejarah Kerajaan Siak (Pekanbaru, 1981)
  39. Hang Nadim (Pekanbaru, 1982)
  40. Lambang dan Falsafah dalam Arsitektur Tradisional dan Ragam Hias Daerah Riau (1986)
  41. Cerita-Cerita Rakyat Daerah Riau (Pekanbaru, 1987)
  42. Bujang Si Undang (Pekanbaru, 1988)
  43. Sutan Peminggir (Pekanbaru, 1988)
  44. Upacara Tepung Tawar (Pekanbaru, 1968)
  45. Orang Talang Di Riau (Pekanbaru, 1994)
  46. Selayang pandang Tentang Nibung dan Serindit (Pekanbaru, 1991)
  47. Lambang dan Falsafah dalam Pakaian Adat Melayu Riau. (Pekanbaru, 1987)
  48. Khasanah Pantun Adat Melayu (Pekanbaru, 1986)
  49. Kubu Terakhir. (Pekanbaru, 1980)
  50. Zapin di Kerajaan Pelalawan (Pekanbaru, 1996)
  51. Marwah Johor Di Kerajaan Pelalawan (Pekanbaru, 1995)
  52. Upacara Mandi Air Jejak Tanah Petalangan (Pekanbaru, 1984)
  53. Upacara Menumbai Di Pohon Sialang (Pekanbaru, 1982)
  54. Bermain Bono di Sungai Kampar (Pekanbaru, 1984)
  55. Adat Berladang di Kerajaan Pelalawan (Pekanbaru, 1984)
  56. Persebatian Melayu (Pekanbaru, 1989)
  57. Tak Melayu Hilang Di Bumi (Pekanbaru, 1980)
  58. Upacara Besolang Simbol Kegotongroyongan Orang Melayu (Pekanbaru, 1978)
  59. Dari Pekantua Ke Pelalawan (Lintasan Sejarah Kerajaan Pelalawan, Pekanbaru, 1987)
  60. Pamakaian Ungkapan dalam Upacara Perkawinan Orang Melayu (Melaka, Malaysia, 1999)
  61. Tunjuk Ajar Petuah Orang Tua-tua (Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, 1995)
  62. Sultan Mahmud Syah I (Marhum Kampar) Dalam Mitos Rakyat Pelalawan (Pekanbaru, 2002)
  63. Pemakaian Ungkapan Dalam Perkawinan Melayu (Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Yogyakarta, 2004)
  64. Tunjuk Ajar Dalam Pantun Melayu (Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Yogyakarta, 2004)
  65. Tunjuk Ajar Melayu (Butir-Butir Melayu Riau) (Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Yogyakarta, 2004)
  66. Pantun Nasehat (Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Yogyakarta, 2005)

dan masih banyak karya tulis Tenas Effendi yang lainnya.

In Memoriam: Tenas Effendy, Putra Terbaik Riau

37tenas

Hari ini, bumi Lancang Kuning tengah berduka. Salah satu putra terbaik yang dimiliki Provinsi Riau, Tengku Nasaruddin Said Effendy atau yang biasa dikenal dengan Tenas Effendy telah berpulang Sabtu (28/2) pada pukul 00.25 WIB di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Beliau lahir pada tanggal 9 November 1936 di Dusun Tanjung Mualim, Desa Kuala Panduk, Kabupaten Pelalawan. Namanya sendiri merupakan pemberian dari ayahnya Tengku Said Umar Muhammad.

Sebagai budayawan, Tenas telah menerbitkan 112 buku dengan topik budaya Melayu. Karya-karyanya pun telah diseminarkan di luar negeri, seperti di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand Selatan, Filipina Selatan, bahkan hingga ke Madagaskar.

Penyingkatan namanya terjadi pada tahun 1957, tujuannya agar ia dapat melakukan penelitian ke daerah-daerah. Karena jika masyarakat mengetahui bahwa peneliti itu adalah seorang Tengku, maka akan ada semacam jarak (gap). Hasil-hasil penelitian ini terutama yang berkenaan dengan sastra lisan direkamnya dalam bentuk kaset yang terkumpul lebih kurang 1.500 rekaman. Ia juga sangat menjunjung tinggi dan amat peduli dengan kemajuan dan perkembangan kebudayaan Melayu.

Tenas pernah mengecap pendidikan di Sekolah Agama Hasyimiah 6 tahun, (tamat 1950), Sekolah Rakyat 6 tahun di Pelalawan (1950),  Sekolah Guru B3 di Bengkalis (1953), dan Sekolah Guru A3 di Padang (1957). Kemudian mendapatkan gelar doktor (HC) dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

Beliau meninggalkan satu orang istri, delapan anak, 19 cucu dan satu cicit. Tenas Effendi akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Jalan Amal, Pasir Putih, Pekanbaru.

Kini, putra kebanggan Riau telah meninggalkan kita semua. Selamat jalan budayawan Riau, H. Tengku Nasaruddin Said Effendy. Karyamu tak lekang oleh waktu. Mari kita doakan beliau, semoga Allah SWT berikan tempat terbaik di sisi-Nya

“Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran”

(dari berbagai sumber)

SEO-SOVED 2015

seo-soved

SEO-SOVED atau Sumatera English Olympics – Sumatra Overland Varsity English Debate ini diadakan oleh English Student Association (ESA) FKIP Universitas Riau. Acara ini dimulai sejak tanggal 22 Februari 2015 hingga tanggal 1 Maret 2015.

Acara ini merupakan yang kedua kalinya setelah tahun lalu yang berlangsung sukses. Saat ini sudah hari kelima iven ini telah berlangsung, jadi bagi yang belum kesini yuk mampir ya.

Berikut ini jadwal acara SEO-SOVED 2015:

jadwal seo-soved

Bandara SSK II dalam Rencana Pemindahan

Saat sekarang ini, kebutuhan transportasi sangat diperlukan masyarakat. Salah satu transportasi cepat adalah pesawat. Di bumi Lancang Kuning ini terdapat pintu masuk via udara yang dibanggakan warga Pekanbaru, yaitu bandara internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru.

Beberapa waktu yang lalu, wacana Pemprov Riau pada tahun 2006 silam, dimana Bandara SSK II Pekanbaru akan dipindahkan ke tempat yang lebih representatif kembali muncul. Hal tersebut disampaikan oleh H Arsyadjuliandi Rachman, selaku Plt Gubri.

Adapun salah satu alasan pemindahan Bandara SSK II adalah peningkatan status Lapangan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru menjadi Tipe A.

Selain itu, lokasi bandara saat ini berada ditengah kota. Sehingga menimbulkan kebisingan, serta mengganggu keselamatan penerbangan karena pesatnya pembangunan gedung dan pemukiman warga. Demikian jelas Bakuini, Airport Duty Bandara SSK II Pekanbaru.

Jika Pemprov Riau menginginkan agar bandara SSK II dapat menjadi embarkasi haji maka landasan pacu bandara harus dapat didarati oleh sebuah pesawat berkapasitas besar seperti Air bus 300. Terang Eddy Sukiatnadi selaku Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan (Dishub) Riau.

Run way yang dibutuhkan agar pesawat jenis tersebut untuk dapat mendarat mulus adalah sepanjang 3.000 meter, sedangkan run way SSK II saat ini hanya mencapai 2.245 meter. Saat ini tengah dalam pengerjaan pemanjangan run way mencapai 2.600 meter.

Untuk lokasi baru yang kemungkinan berada di daerah Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan). Proses pemindahan bandara ini akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penetapan lokasi, pembebasan lahan, sampai ke tahap pembangunan.

(dari berbagai sumber)

Kini Bus TMP Dapat Dipantau via Gadget

Trans_Metro_Pekanbaru

Anda pengguna setia bus Transmetro Pekanbaru? Kini Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan selaku pihak pengelola bus TMP mensosialisasikan sebuah layanan kepada masyarakat untuk melihat keberadaan bus TMP melalui aplikasi Android dan iPhone.

Kita sebagai pengguna dapat mendownload aplikasi tersebut di gpsoo.net, tersedia pilihan untuk platform Android dan iPhone. Cukup masukkan Id transmetro1 dan transmetro2 dengan pasword brttrans11 dan brttrans12.

login

Dengan adanya aplikasi ini, maka akan mempermudah masyarakat yang ingin menaiki bus TMP. Demikian penjelasan dari Direktur PD Pembangunan, Heri Susanto, Rabu (11/2).

Tertarik untuk menggunakannya?

Tahun Ini Pemko Bangun City Walk

City Walk Jalan Sudirman
City Walk Jalan Sudirman

Di tahun 2015 ini Pemko Pekanbaru menganggarkan dana sebesar Rp25 miliar untuk membangun fasilitas city walk atau ruas jalan untuk pejalan kaki di pinggir jalan dalam kota.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga Pekanbaru, Azmi. Ia menyebutkan bahwa program ini akan segera selesai tahun ini.

Sejak tahun 2014 yang lalu, Dinas Bina Marga sudah mulai membangun city walk. Namun, pembangunan city walk baru direalisasikan di sepanjang Jalan Agus Salim saja. Seperti yang kita ketahui, fasilitas city walk di Jalan Agus Salim, saat ini digunakan oleh para pedagang kaki lima sehingga terkesan bebas berjualan di fasilitas publik tersebut.

Kedepannya city walk akan dimulai dari Jalan Imam Bonjol, Jalan Teratai hingga jalan Ahmad Yani di depan Rumah Sakit Santa Maria. Kemudian nantinya untuk wilayah dalam kota  akan saling terhubungi dengan sarana  city walk yang dibangun.

Sumber: Hallo Riau

Kasih Papa, Pejabat Pemko Naik TMP

B64acDHCQAIMzG5

Mulai hari Kamis (8/1) ini gerakan Hari Kamis Bersih Tanpa Polusi Asap (Kasih Papa) resmi dijalankan. Gerakan ini akan dilakukan setiap hari Kamis.

Adapun gerakan ini berupa larangan menggunakan kendaraan bermotor yang berlaku untuk pegawai dan pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Terlihat beberapa Pejabat Pemko Pekanbaru sedang naik angkutan umum, antara lain Sekda Kota Pekanbaru Syukri Harto beserta istri D Febriani naik angkutan umum ke kantor Walikota.

Diharapkan program Kasihpapa di lingkungan PNS Pemko Pekanbaru ini dapat menular kepada masyarakat agar kemacetan lalulaintas dan polusi asap bisa dikurangi.

Sumber: mediacenter.riau.go.id