5 Pelajaran Keuangan Untuk Anak Paling Penting Diajarkan
Home » Finansial » 5 Pelajaran Keuangan Untuk Anak Paling Penting Diajarkan

5 Pelajaran Keuangan Untuk Anak Paling Penting Diajarkan


Jika kita memiliki anak, keponakan, atau adik yang masih kecil, kita dapat mulai memberikan beberapa pelajaran keuangan untuk anak sejak dini. Karena pada saat masih anak-anak, kita cenderung lebih mudah menyerap pelajaran dan pengetahuan yang diajarkan.

Pelajaran keuangan yang dimaksud di sini tentu bukan teori keuangan dan ekonomi yang agak ribet seperti bagaimana membuat laporan keuangan atau menghitung bunga majemuk bank. Ada beberapa konsep sederhana yang penting untuk diajarkan sejak dini dari halomoney.co,id. Check this out!

1. Pentingnya memiliki visi dan tujuan

Banyak orang terutama para pekerja muda yang tidak memiliki visi dan tujuan hidup saat ini. Mereka bekerja seperti robot, masuk pagi, pulang sore dan menikmati akhir pekan namun hanya mengikuti arus hidup saja. Bekerja hanya dilihat sebagai suatu ‘bagian dari arus kehidupan yang mau tidak mau harus dijalani’, tapi tidak melihat nilai dari pekerjaan itu sendiri dan untuk apa mereka melakukannya. Yang penting dapat duit.

2. Pentingnya menabung

Kecuali kamu memiliki harta warisan yang tidak akan habis tujuh turunan, menabung merupakan hal penting yang perlu dilakukan sejak dini. Jangan menyuruh anak menabung tanpa memberikan pemahaman mengapa ia perlu menabung. Kamu bisa memberinya suatu tujuan menabung seperti membeli mainan favoritnya dengan uang hasil tabungan sendiri, bukan merengek minta dibelikan.

3. Prinsip balas jasa

Balas jasa atau balas budi merupakan konsep keuangan penting lain yang bisa kamu ajarkan agar anak tahu terima kasih. Misalnya begini, kamu berjani memberinya uang jajan tambahan kalau membantu mengerjakan pekerjaan rumah tambahan. Tepati janji tersebut setelah dia melakukannya.

4. Hargai nilai uang

Untuk konsep yang satu ini, kamu bisa melibatkannya dalam bisnis yang kamu jalani ataupun bisnis milik kenalanmu. Contohnya, kamu punya bisnis jualan kue basah. Ajak dia terlibat dalam pembuatan kue basah dan pemasaran kue jualan kamu. Dengan demikian, dia bisa perlahan mengerti bahwa mencari uang itu butuh usaha dan tidak baik untuk dihambur-hamburkan.

5. Jadikan kegagalan sebagai batu loncatan

Jika ia mengalami suatu kegagalan seperti nilai yang kebetulan jelek, jangan dimarahi. Tanyakan baik-baik mengapa ia bisa mendapat nilai jelek dan pikirkan bersama solusinya. Begitu juga dalam bisnis yang melibatkan dia. Kalau dia gagal membantu kamu dalam usaha penjualan kue misalnya, jangan dimarahi atau dibentak tapi fokuslah pada solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Nah, itu dia lima tips keuangan yang dapat kamu ajarkan bagi para anak kecil. Semoga bermanfaat!

About Halomoney

Situs perbandingan finansial terbaik di Indonesia.