Home Blog Page 75

Kasus HIV/AIDS di Riau, Gubri Minta LGBT Segera Bertobat

Encik dan Puan, saat ini kasus penyakit HIV/AIDS di Riau sudah menyebar ke mana-mana. Tidak hanya orang dewasa, namun anak yang baru saja lahir bisa saja terjangkit penyakit ini.

Ada banyak penyebab penularan penyakit ini, salah satunya ialah berhubungan seksual baik heteroseksual ataupun sesama jenis.

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan bahwa banyak laporan yang ia terima terkait pelaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang semakin banyak di Provinsi Riau.

Salah Satu Penyebab HIV/AIDS

Mengetahui hal tersebut, Syamsuar meminta pelaku LGBT ini untuk segera bertobat. Hal tersebut dikarenakan pelaku LBGT dituding sebagai salah satu penyebab tingginya kasus HIV/AIDS di Riau.

Ia mengungkapkan bahwa kasus HIV di Provinsi Riau mencapai 8.034 penderita dan 3.711 di antaranya sudah terjangkit AIDS.

Pihaknya beranggapan bahwa peningkatan kasus tersebut salah satunya disebabkan oleh perilaku LGBT. Ia juga meminta masyarakat pelaku LGBT segera bertobat.

“Bagi yang ikut LGBT saya minta segera berubah dan bertobat serta beribadah memohon ampun Sang Pencipta, karena kegiatan tersebut mendatangkan murka Allah SWT,” ujar Syamsuar, Jumat (30/12/2022).

Sanksi Bagi ASN

Syamsuar mengakui bahwa saat ini pihaknya sedang memikirkan sanksi tegas yang cocok jika terdapat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang masuk ke lingkaran LGBT. Sanksi tersebut telah dipersiapkan dan akan diterapkan segera.

“Kami sedang memikirkan tindakan yang akan dilakukan bagi jajaran yang turut menjadi bagian LGBT. Tapi tentunya sanksi pasti ada,” ungkapnya.

Ia juga dengan tegas mengimbau masyarakat untuk bersama-sama turut andil dalam menurunkan kasus HIV/AIDS di Provinsi Riau. Serta menjauhi kelompok LGBT.

Masyarakat Juga Berperan Penting

Ia berpendapat bahwa masyarakat juga berperan sangat penting dalam menurunkan angka HIV/AIDS. Untuk melawan kelompok LGBT, pihaknya mengaku bahwa hal ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa HIV/AIDS memiliki penyebabnya, hanya saja masih belum ada obat penyembuhannya. Untuk itu pihaknya mengajak semua pihak untuk memasifkan sosialisasi bahaya LGBT, karena dapat merusak generasi penerus bangsa.

“Itu (HIV/AIDS dan LGBT, red) menjadi tantangan anak muda, untuk itu kita juga harus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Itulah benteng kita,” tutupnya.

PPKM Resmi Berakhir, RSDC Wisma Atlet Akan Ditutup

0

Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi berakhir..

“Dalam beberapa bulan terakhir, pandemi COVID-19 semakin terkendali. Per 27 Desember 2022, kasus harian 1,7 kasus per 1 juta penduduk,” ungkap Jokowi ujar Jokowi  dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (30/12/2022).

“Setelah mengkaji dan mempertimbangkan tersebut, kita mengkaji 10 bulan, lewat pertimbangan-pertimbangan berdasarkan angka-angka yang ada, pemerintah memutuskan mencabut PPKM,” lanjut beliau.

Sebelumnya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan dalam rangka untuk menggantikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat masa pandemi Corona atau COVID-19 guna mengurangi penyebaran virus ini.

PPKM sendiri diterapkan dengan menggunkan level, dari level 1 hingga level 4. Semakin tinggi level PPKM maka, semakin ketat pembatasan yang dilakukan.

Tidak lama ini sejak kasus corona mulai menurun pemerintah memberlakukan PPKM pada level 1 di seluruh Indonesia.

PPKM Diberhentikan

Jokowi sempat memberitahukan rencana untuk menghentikan PPKM. Menurutnya, Kondisi corona di Indonesia sudah sapat terkendali.

Hal tersebut beliau sampaikan dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2023 dalam siaran akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/12). Awalnya Jokowi mengingatkan kita akan perjuangan Indonesia menghadapi corona yang telah di lalui sejauh ini.

“Saat Delta masuk, kasus harian kita mencapai 56 ribu kasus,” ungkap Jokowi.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pihak pada saat itu memberi usulan agar Indonesia menerapkan lockdown. Tetapi pada saat itu beliau tetap berdiri pada keputusannya untuk tidak melakukan lockdown.

Kemudian Indonesia dihadapi dengan varian baru, yaitu Omicron. Jokowi mengatakan, bahwa kasus corona harian pada saat ini berada diangka ribuan. disinilah jokowoi baru mengatakan bahwa kemungkinan PPKM akan dinyatakan resmi berakhir oleh pemerintah pada akhir tahun.

“Kemarin kasus harian kita berada di angka 1.200 dan mungkin nanti akhir tahun kita akan menyatakan berhenti PSBB, PPKM, kita,” pungkasnya.

Kasus COVID-19 Pada Saat Ini

Pada nyatanya penyebaran virus ini masih terjadi. tetapi, angka penyebaran berada dibawah 1000 kasus. Dilansir dari data Humas BNPB, Kamis (29/12/2022) terdapat sekitar 685 kasusu corono bari dari 34 provinsi di Indonesia.

Jadi total kasus positif corona di Indonesia ialah 6.718.775. dan jumlah kasus sembuh pada Jumat (30/12/2022) sebanyak 1.437 yang mana total keseluruhan kasus sembuh corona sebesar 6.544.228.

Dan dilansir dari data yang sama. terdapat 9 pasisen meninggal dunia akibat korna pada hari ini. Dengan begitu tptal kasus kematian akibat korona terdapat 160.583

Rencana RSDC Wisma Atlet Akan Ditutup

Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran sendiri direncanakan akan tutup pada 31 Desember 2022. Hal ini dikarenakan jumlah kasus positif COVID-19 terus menurun.

Kabar ini diketahui dari potongan gambar surat yang ditandatangani Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Surat bernomor B-404.N/KA BNPB/PD.01.02/11/2022 tersebut berisi perihal ‘Penghentian Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran’.

Di dalam surut tersebut tertulis bahwa RSDC Wisma Atlet akan menghentikan pengoprasiaanya lantaran kasys CIVID-19 menurun serta menurunnya pasien di RSDC Wisma Atlet secara terus menerus.

“Bersama ini kami sampaikan bahwa untuk operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran juga akan dihentikan operasionalnya per 31 Desember 2022,” isi surat tersebut yang terlihat, Jumat (23/12/2022).

Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengungkapkan, RSDC Wisma Atlet tidak ditutup secara menyeluruh. menurutnya, masih ada satu tower yang akan tetap digunakan sebagai tempat untuk menangani pasien sekaligus untuk mengantisispasi kalau saja kondisi kasusu COVID-19 di Tanah Air

“(Surat itu) betul, tetapi masih disisakan satu tower untuk antisipasi perkembangan ke depan,” pungkas Suharyanto.

Fakta Jalan PT SIR Yang Bikin Akses Pekanbaru-Siak Lebih Cepat

0

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah meresmikan Jalan PT Surya Inti Raya (SIR), Rabu (28/12/2022) lalu. Berikut beberapa fakta Jalan PT SIR.

Berada di Areal PT SIR

Jalan penghubung Pekanbaru-Siak di Perawang sepanjang 25 kilometer ini melewati areal perusahaan PT Surya Inti Raya. Jalan tepatnya berada di jalan Simpang Pramuka perbatasan Kabupaten Siak, ruas jalan batas Kabupaten Siak-Perawang, serta Jembatan Sei Pulai sebagai jalan pintas dari Kota Pekanbaru menuju Kabupaten Siak.

Jarak Tempuh Singkat

Melalui Jalan PT SIR tersebut, waktu tempuh antara Pekanbaru ke Siak akan semakin cepat, yaitu hanya sekitar 1,5 jam saja. Jalan PT SIR yang diresmikan ini memiliki 3 jembatan di sepanjang ruas jalan.

Total Rp64,7 Miliar

Pembangunan jalan ini sendiri menghabiskan anggaran Rp64,7 miliar. Berdasarkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, pekerjaannya dibagi dalam 4 tahap kegiatan.

Yaitu pembangunan ruas jalan Simpang Pramuka menuju batas Kabupaten Siak (A) memiliki panjang 3,3 Kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp22.586.349.182.

Kemudian, ruas jalan Simpang Pramuka menuju batas Kabupaten Siak (B) dengan panjang 3,7 Kilometer dan nilai kontrak sebesar Rp21.495.297.549.

Lalu, pembangunan ruas jalan batas Kabupaten Siak menuju Perawang dengan nilai kontrak Rp13.857.432.303 dan panjang penanganan senilai 2,5 Kilometer.

Serta pembangunan jembatan Sei Pulai pada Ruas batas Kabupaten Siak-Perawang memiliki nilai kontrak senilai Rp6.853.721.688.

Sudah Lama Ditunggu Masyarakat

Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau M. Arief Setiawan mengatakan, proyek pembangunan jalan ini merupakan salah satu proyek yang telah lama ditunggu masyarakat setempat.

Ruas Jalan PT SIR ini diharapkan mampu mengurangi waktu tempuh menjadi hanya sekitar 1,5 jam dari Pekanbaru ke Siak.

Sehingga dapat mengurangi cost of mobilitas masyarakat dalam pendistribusian logistik serta mobilitas barang dan orang.

Spesifikasi Jalan

M. Arif menambahkan, pekerjaan pembangunan jalan ini memiliki spesifikasi teknis berupa jenis permukaan perkerasan lentur atau aspal, yang mana memiliki lebar rata-rata 6 meter. Selain itu, pada ruas jalan ini masing-masing memiliki kapasitas muatan sumbu sebesar 8 ton.

“Dengan begitu kita berharap ruas jalan ini dapat berfungsi secara optimal dan maksimal sesuai dengan umur rencananya. Sehingga dapat mengurangi biaya pemeliharaan terhadap ruas jalan yang ada di Provinsi Riau,” ungkapnya.

Kapasitas Lebih Tidak Diperbolehkan

Kepala Dinas PUPR Riau ini melanjutkan, mobil yang melewati jalan penghubung Pekanbaru dan Siak via PT Surya Inti Raya (SIR) tidak boleh melebihi kapasitas.

Jika lebih, kendaraan dan pengemudi akan ditindak oleh pihak dinas perhubungan dan polisi lalu lintas.

“Dinas Perhubungan Kabupaten Siak dan Provinsi Riau serta Polantas akan bekerjasama melakukan penindakan jika ada kendaraan melebih kapasitas yang ditentukan. Proyek pembangunan ruas jalan ini merupakan salah satu proyek pembangunan yang telah ditunggu masyarakat Riau,” pungkasnya.

Nah, itulah beberapa fakta Jalan PT SIR yang dapat Encik dan Puan ketahui. Semoga informasinya bermanfaat ya.

Car Free Day Pada 1 Januari 2023, Dishub Belum Beri Kepastian

Encik dan Puan, Car Free Day di Kota Pekanbaru merupakan kegiatan yang dilakukan dengan bertujuan untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor.

CFD ini selalu dilaksanakan pada akhir pekan. Kegiatan ini berlokasi di Pusat Kota yang berada di Jalan Jendral Sudirman dan sekitarmya.

Ruas jalan yang menjadi lokasi dilaksanakannya kegiatan ini biasanya ditutup. sehingga, masyarakat dapat dengan bebas berjalan kaki dan berolaraga tanpa adanya kendaraan yang berlalu lalang.

Namun, pada minggu (25/12/2022) kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau CFD ini ditiadakan. Hal tersebut dikarenakan bertepatan pada hari perayaan natal 2022.

Hingga saat ini belum ada kepastian dari Pemko Pekanbaru tentang kapan CFD ini akan dilaksanakan kembali.

Belum Ada Informasi Lanjutan

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru hingga saat ini belum memberikan keputusan apakah pada tanggal 1 januari 2023 yang bertepatan pada hari minggu, Car Free Day (CFD) akan kembali diadakan atau ditiadakan.

Masih Dalam Proses Berdiskusi

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pekanbaru, Yuliarso mengatakan bahwa pihaknya masih berdiskusi dengan pihak kepolisian tentang kapan CFD akan dilaksanakan kembali.

“Karena malamnya kami bertugas. Saya belum dapat petunjuk dan arahan. Meski demikian, nanti ada pertimbangan sebelum hari Jumat ini berakhir kami akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti kepolisian dan lainnya,” pungkas Yuliarso.

Sebelumnya Pemerinta Kota (Pemko) Pekanbaru memalui Disnas Perhubungan (Dishub) mengeluarkan pernyataan bahwa Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ditiadakan pada tanngal Minggu (25/12/2022) hal ini disebakan  bertepatan dengan Hari Prayaan Natal 2022.

Fakta Kota Pekanbaru Yang Wajib Diketahui

0

Apakah Encik dan Puan mengetahui fakta dari kota Pekanbaru? Yuk simak beberapa fakta Kota Pekanbaru yang perlu diketahui sebelum berkunjung ke kota madani ini.

Sentral Ekonomi Sumatera

Kota Pekanbaru merupakan ibu kota dari Provinsi Riau, selain itu merupakan kota terbesar di Provinsi Riau. Kota ini merupakan salah satu sentral ekonomi terbesar di Pulau Sumatera, dan termasuk kota dengan tingkat pertumbuhan migrasi dan urbanisasi yang tinggi.

Terletak di Pinggir Sungai

Fakta Kota Pekanbaru selanjutnya adalah, Pekanbaru merupakan kota yang berlokasi di pinggiran Sungai Siak. Sungai yang membelah Kota Pekanbaru ini dikenal sebagai sungai terdalam di Indonesia. Dengan kedalamannya pernah mencapai 30 meter. Akan tetapi karena pendangkalan, kini kedalamannya hanya sekitar 18 meter saja.

Asal Nama Pekanbaru

Awalnya Pekanbaru dikenal dengan nama Senapelan, yang mana Senapelan ini dipimpin oleh kepala suku yang disebut dengan Batin. Senapelan merupakan daerah ladang namun seiring dengan berjalannya waktu daerah ini berubah menjadi perkampungan warga.

Kemudian perkampungan ini berpindah ke tempat yang disebut dengan Dusun Payung Sekaki yang berlokasi dekat dengan tepi Muara Sungai Siak. Namun, masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Senapelan ketimbang nama Dusun Payung Sekaki pada masa itu.

Perkembangan dari daerah Senapelan ini memiliki hubungan yang erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Saat Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah tinggal di Senapelan, ia membangun istananya di Kampung Bukit yang lokasinya berdekatan dengan Perkampungan Senapelan. Banyak yang beranggapan bahwa istana tersebut terletak di masjid raya Pekanbaru sekarang.

Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah juga berinisiatif untuk membuat pekan di Senapelan. namun, hal tersebut tidak dapat berkembang. Usaha tersebut dilanjutkan oleh Raja Muda Muhammad Ali di tempat yang berbeda yaitu di sekitaran pelabuhan yang sekarang.

Nama Pekanbaru diberikan pada hari selasa tanggal 23 Juni 1784 M melalui musyawarah datuk empat suku seperti Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar, dan Kampar.

Jembatan Abdul Jalil Alamuddin Syah

Lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Siak 4, jembatan ini juga merupakan salah satu landmark dari Kota Pekanbaru. Jembatan ini memiliki arsitektur yang unik dan menarik, tidak sedikit masyarakat Pekanbaru menjadikan jembatan ini sebagi spot foto dan tempat gowes.

Jembatan Siak Empat ini berfungsi menghubungkan pusat kota Jalan Jenderal Sudirman ujung dengan Kecamatan Rumbai. Adapun jembatan ini baru selesai dibangun pada tahun 2019. Sebagai informasi jembatan ini mulai dibangun pada tahun 2009 dengan tujuan mendukung pelaksanaan PON XVIII Riau 2012.

Pustaka Soeman Hasibuan

Perpustakaan Soeman Hasibuan merupakan perpustakaan terbesar milik Provinsi Riau yang menyimpan arsip Nasional. Perpustakaan ini termasuk perpustakaan terbesar di Indonesia.

Lokasinya berada di tengah Kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman. Perpustakaan ini menjadi salah satu landmark dari Kota Pekanbaru.

Perpustakaan ini diresmikan pada tahun 2008 oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Gedung perpustakaan ini berfungsi sebagai ruang baca untuk masyarakat. Selain itu juga dapat dimanfaatkan menjadi ruang publik.

Memiliki arsitektur yang unik, gedung perpustakaan ini terinspirasi dari alas baca Quran. Gedung ini juga mirip dengan buku yang sedang terbuka. Perpustakaan ini juga memiliki literatur melayu yang cukup lengkap, yakni di Bilik Melayu.

Masjid Raya An Nur

Merupakan masjid kebanggaan bagi masyarakat Riau dan menjadi ikon Kota Pekanbaru. Hal ini dikarenakan mesjid ini memiliki arsitektur yang megah dan memiliki gaya campuran Melayu, Turki, Arab dan India.

Karena memiliki sedikit kemiripan dengan Taj Mahal, mesjid ini juga disebut-sebut menjadi Taj Mahal-nya Provinsi Riau. Masjid ini dibangun pada tahun 1963 dan selesai pada tahun 1968. Lokasinya sendiri terletak di Jalan Hangtuah, depan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Pekanbaru.

Kota Terpanas

Termasuk ke dalam kota terpanas di Indonesia, Pekanbaru menjadi urutan ketujuh sebagai kota terpanas di Indonesia menurut data yang dilansir oleh katadata.co.id.

Kota Pekanbaru memiliki iklim tropis yang memiliki suhu terendah sebesar 23 derajat celcius pada pagi hari dan 33 derajat celcius pada siang hari. Suhu tersebut merupakan suhu normal di Pekanbaru yang tidak dipengaruhi oleh apapun. Maka, tak heran Kota Pekanbaru termasuk kedalam kota terpanas di Indonesia.

Terdapat Masjid Tertua

Masjid Raya Pekanbaru atau masjid Senapelan merupakan mesjid tertua yang ada di Provinsi Riau. Masjid Raya ini dibangun oleh Sultan Abdul jalil Alamuddin syah sebagai sultan keempat dari kerajaan Siak Sri Indrapura pada Abad ke-18.

Kemudian dilanjutkan pada masa Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang merupakan sultan kelima kerajaan Siak Sri Indrapura. Dengan berjalannya waktu, masjid ini beberapa kali mengalami renovasi. Salah satunya pada pintu gerbang masjid yang diubah menjadi ke arah timur.

Oleh-oleh Khas Pekanbaru

Biasanya saat kita berkunjung ke sebuah daerah pasti kita menjadi buah tangan untuk mejadi oleh-oleh saat kembali ke kota asal kita. Di Pekanbaru sendiri memiliki beberapa oleh-oleh yang paling terkenal. Seperti Bolu Kemojo, Buah Nanas, Lopek Bugih, Dodol Kedondong dan masih banyak lagi.

Jalan PT SIR Dibatasi Untuk Mobil Yang Melebihi Kapasitas

Jalan PT Surya Inti Raya (SIR) baru saja diresmikan oleh Gubernur Riau Syamsuar, Rabu (28/12/2022) yang lalu.

Pada peresmian jalan ini, mobil dengan kapasitas yang melebihi batas tidak diperkenankan untuk melewati jalan ini.

Jika mobil tersebut melebih kapasitas, maka kendaraan serta pengemudi akan ditindak oleh pihak dinas perhubungan dan polisi lalu lintas.

Siap Ditindak

Pada saat peresmian jalan yang menghubungkan antara Pekanbaru dan Siak ini, Gubri mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Siak dan Dishub Provinsi Riau, serta Polantas akan bekerja sama untuk memindak kendaraan yang melebihi kapasitas.

Jalan PT SIR yang diresmikan ini bertepatan di Jalan Simpang Pramuka perbatasan Kabupaten Siak, ruas jalan batas kabupaten Siak-Perawang, serta Jempatan Sei Pulai sebagai jalan pintas dari Kota pekanbaru ke Kabupaten Siak.

Perjuangan Pembangunan

Dalam sambutannya, Syamsuar mengatakan bahwa ia sudah memperjuangkan pembukaan izin ruas jalan ini sejak ia masih menjadi Bupati Siak. Namun dikarenakan jalan tersebut merupakan jalan provinsi, ia belum bisa mengarahkan untuk pembangunan ruas jalan pada waktu itu.

“Makanya pada waktu Allah menakdirkan saya menjadi Gubernur Riau, ini merupakan prioritas kami untuk mempersiapkan jalan ini,” ucapnya.

Selain itu ia mengungkapkan, pembangunan ini juga bertujuan untuk mendukung sektor wisata daerah. Yang mana hal tersebut selaras dengan masukan dari Menteri Pariwisata Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa akses untuk menuju tempat wisata harus memiliki akses jalan yang cepat dan juga bagus.

“Oleh karena itulah, kami tahu persis Siak ini adalah merupakan Kota Wisata. Makanya saya mempersiapkan jalan ini dengan maksud untuk mempercepat sampainya, sehingga ini juga terbantu untuk mewujudkan kota wisata,” ujar Syamsuar.

Ia juga menaruh harap dengan diresmikannya jalan PT SIR ini, masyarakat Provinsi Riau dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin untuk mempermudah akses antar Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak. Pihaknya juga berharap kepada masyarakat Provinsi Riau untuk menjaga jalan ini bersama.

Rayakan Malam Tahun Baru 2023 Dengan Positif Dan Menyenangkan

0

Encik dan Puan malam tahun baru 2023 sudah di depan mata, tidak sedikit dari kita yang menungu momen ini. Pasalnya, pada malam tahun baru kita biasanya akan menghabiskan waktu dengan keluarga ataupun teman terdekat.

Malam tahun baru sangat identik dengan perayaan kembang api dan bakar-barakan. namun, Pemerintah Kota Pekanbaru baru saja mengeluarkan surat edaran terkait pedoman perayaan malam tahun baru yang didalamanya terdapat imbauan untuk tidak menyalakan petasan guna terhindar dari resiko kebakaran.

Selain menyalakan petasan, perayaan tahun baru dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif lainnya. Berikut beberapa rekomendasi kegiatan positif yang dapat Encik dan Puan lakukan saat tahun baru.

Makan Malam Keluarga

Salah satu kegiatan yang bisa Encik dan Puan lakukan saat malam tahun baruan ialah dengan menghabiskan waktu makan malam bersama kelurga.

kamu bisa makan malam kelurga di restoran favorit keluarga atau makan malam dirumah dengan masakan sendiri. Setelah makan malam, kamu bisa melanjutkannya dengan quality time bersama kelurga dengan berbicang-bicang atau menceritakan aktivitas apa yang telah kalian lewati selama satu tahun penuh.

kegiatan ini dapat membagun hubungan keluarga makin harmonis dan erat.

Pesta Kecil dan Bertukar Kado

Mengadakan pesta kecil-kecilan dan bertukar kado merupakan ide yang bagus untuk menghabiskan waktu bersama kelurga, teman, dan juga rekan kerja.

Encik dan Puan dapat mengadakan pesta kecil dengan makan malam bersama, karoke serta tukaran kado.

sebelum tukaran kado kamu bisa berdikusi dulu tentang buget kado yang akan kalian tukarkan agar lebih seru.

Barbeque-an

Malam tahun baruan sangat identik dengan pesta bakar-bakaranya atau barbeque-an.

Kamu bisa mengadakan barbaquean bersama tema atau kerabat di halaman rumah dengan membakar ayam, jagung, ikan dan lain-lain.

Pesta barbeque-an ini dapat dimanfaatkan untuk menjalin keakraban.

Menonton Film Bersama Keluarga

Setelah makan malam bersama, kamu dapat melanjutkannya dengan menonton film bersama dengan keluarga.

Kalian bisa menonton film baru yang belum pernah ditonton atau menonton film kesukaan bersama

Bermain Game

Bermain game bersama teman dan juga keluarga membuat malam tahun baru kalian semakin seru loh. Kalian  bisa bermain kartu uno atau truth or dare, warewolf dan permainan lainnya.

Me Time

Jika Encik dan Puan jauh dari kelurga serta sahabat,Encik dan Puan juga dapat menghabiskan waktu malam tahun baru dengan sendiri loh.

Kamu dapat melakukan kegiatan seperti memonton series favoorit kamu, mendengarkan lagu, menulis jurnal satu tahun sebelumnya atau menulis resolusi tahun baru.

Malam Pergantian Tahun 2023, Warga Diimbau Tidak Konvoi

Pada saat malam pergantian tahun 2023, masyarakat Kota Pekanbaru diiumbau untuk tidak melakukan konvoi kendaraan.

Malam pergantian tahun baru merupakan perayaan yang dilakukan pada saat akhir tahun dan awal tahun. Biasanya masyarakat merayakan malam pergantian tahun dengan berkumbul dengan teman ataupun keluarga seperti konvoi, bermain petasan dan lain-lain.

Namun pada malam pergantian tahun 2023 ini terdapat beberapa imbauan larangan yang harus diperhatikan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk kenyaman dan keamanan bersama.

Tidak Melakukan Konvoi

“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak melakukan konvoi kendaraan pada momen malam pergantian tahun,” ucap Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun.

Tidak Menyalakan Petasan

Lebih lanjut Muflihun juga mengimbau masyarakat Kota Pekanbaru untuk tidak menyalakan petasan pada saat malam pergantian tahun 2023 nantinya. Hal ini bertujuan agar tidak terjadinya ledakan yang dapat menyebabkan kebakaran.

“Bila nanti terjadi kebakaran, bisa saja ada korban jiwa maupun kerugian materil,” jelas Muflihun.

Imbauan terkait larangan menyalakan petasan pada saat malam tahun baru telah tertuang di dalam surat Edaran Wali Kota Pekanbaru tentang Pedoman Pelaksanaan Perayaan Natal 2022 dan tahun baru 2023.

Beberapa Poin dalam surat edaran (SE)

Dalam SE tersebut terdapat juga beberapa poin penting yang perlu masyarakat perhatikan.

Pj Wali Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan. Apalagi pada saat ini Kota Pekanbaru sedang menjalani Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

Pemko juga mengimbau untuk pelaku usaha jasa kepariwisataan, pusat perdagangan, mall dan hiburan memastikan seluruh karyawan maupun pengunjung melaksakan protokol kesehatan.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas bepergian ke luar kota.

“Hal ini untuk melindungi diri dan keluarga dari penyebaran Covid-19, jika harus berpergian keluar kota dan meninggalkan rumah dalam kondisi aman,” pungkasnya.

Dalam surat edaran pemerintah kota juga mengajak masyarakat untuk menciptakan dan mengedepankan sikap toleransi lingkungannya. Masyarakat pun bisa mengoptimalkan peran aktif siskamling yang ada di lingkungan tempat tinggal dan tempat ibadah.

Pintu Keluar Tol Pekbang Macet, Pengendara diminta Isi Saldo di Luar

Senin (26/12/2022) lalu, terjadi kemacetan panjang di pintu keluar (exit toll) Bangkinang Tol Pekanbaru-Bangkinang (Pekbang).

Kemacetan ini disebabkan oleh antrean kendaraan di gerbang keluar Bangkinang. Walaupun tidak separah pada hari pertama pemberlakukan tarif, Minggu (15/12/2022), antrean kendaraan ini mencapai 100 meter dari gerbang tol.

Penjabat Section Head Operation Tol Pekbang pada PT Hutama Karya (HK), Fabian Adi membenarkan bahwa antrean kendaraan pada Tol Pekbang masih terjadi.

“Hari ini tidak separah kemarin. Hari ini, sudah jauh berkurang,” ungkapnya.

Penyebab Macet

Fabian membeberkan penyebab kemacetan panjang tersebut karena banyaknya pengendara tidak memiliki saldo kartu Uang Elektronik (UE).

“Kartu tol yang saldonya kosong mungkin dari kartu yang dibeli saat gratis kemarin, kemudian tidak diisi,” ujar Fabian.

Menurutnya, jumlah pengendara yang tidak memiliki kartu UE tidak seberapa. Akan tetapi banyak pengendara yang tidak memiliki saldo yang cukup atau tidak ada saldo. Hal ini mengakibatkan pengendara harus mengisi saldo terlebih dahulu dan pengendara yang memiliki saldo kurang bergabung di jalur kanan.

Sementara jumlah kendaraan yang memasuki tol sangat banyak. Akibatnya macet di pintu keluar tol Pekbang tidak dapat terelakkan. Sudah berbagai cara dilakukan petugas guna mengurangi kemacetan tersebut.

Upaya Kurangi Macet

Fabian mengatakan, ada personel yang bertugas untuk menemui pengendara saat antre. Bagi pengendara yang tidak memiliki saldo yang cukup, diarahkan ke jalur kiri agar tidak bercampur dengan pengendara yang memiliki saldo cukup.

Kemudian, pengendara yang tidak memiliki saldo cukup tersebut akan didatangi petugas untuk mengisi saldo dalam antrean. Selain itu, pihaknya juga menugaskan personel khusus untuk membantu pengendara melakukan tapping kartu.

Isi Saldo di luar Tol

Untuk mengurangi kemacetan panjang di Jalan tol tersebut Fabian mengatakan, bahwa HK bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan sosialisasi di pintu Tol sungai Pinang. Di antaranya dengan mengimbau masyarakat yang tidak memiliki saldo yang cukup untuk melakukan pengisian atau top up di luar tol.

“Di Pintu Tol Sungai Pinang, kita meminta pengendara yang tidak mempunyai saldo yang cukup, lebih baik melakukan pengisian di luar tol agar tidak terjebak macet,” pungkasnya.

Malam Pergantian Tahun Pekanbaru, Jangan Nyalakan Petasan

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah mengeluarkan pedoman pelaksanaan malam pergantian tahun baru. Yang mana salah satu poin yang terdapat di pedoman tersebut ialah larangan masyarakat untuk menyalakan petasan.

Pedoman pelaksanaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) di Kota Pekanbaru ini terdapat di dalam Surat Edaran (SE) tentang Pedoman Pelaksanaan Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Poin Dalam Surat Edaran

SE Nomor: 25/SE/2022 ini ditandatangi oleh Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pekanbaru Muflihun, Jumat (23/12/2022) lalu. Berikut ini beberapa poin bagi masyarakat dalam SE tersebut:

Patuhi protokol kesehatan

Pertama. Pelaksanaan ibadah Natal 2022 dan peringatan Tahun Baru 2023 tetap mempedomani penerapan protokol kesehatan.

Terapkan protokol kesehatan

Kedua. Pelaku atau penanggung jawab usaha jasa kepariwisataan, pusat perdagangan, mall serta hiburan umum agar dapat menerapkan protokol kesehatan. Yang mana hal ini diterapkan kepada semua pegawai/pengunjung/tamu. Kemudian menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta menjaga norma-norma, etika bersosial, dan bermasyarakat serta prinsip kearifan lokal.

Kurangi Aktivitas Berpergian Keluar Kota

Ketiga. Seluruh masyarakat Kota Pekanbaru diimbau untuk mengurangi aktivitas berpergian keluar kota agar dapat melindungi diri serta keluarga dari penyebaran Covid-19.

Jika harus berpergian keluar kota dan meninggalkan rumah agar memastikan keamanan rumah (mengunci pintu pagar, mematikan lampu dan mencabut kabel listrik perangkat elektronik.

Larangan Menyalakan Petasan

Pj Wali Kota Pekanbaru juga menegaskan untuk tidak menyalakan petasan saat malam pergantian tahun. Yang mana dapat berpotensi terjadinya ledakan, kebakaran, korban manusia, dan barang.

Ciptakan Sikap Toleransi

Keempat. Ciptakan dan kedepankan sikap toleransi di lingkungan terkecil (RT/RW) serta mengoptimalkan peran aktif siskamling yang ada di lingkungan tempat tinggal, tempat ibadah dan lingkungan sekitar untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif dan mencegah timbulnya gangguan keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat.

Memanfaatkan Panggilan Kebencanaan

Kelima. Hubungi panggilan kebencanaan saat terjadi bencana melalui nomor layanan panggilan darurat call center 112. Selain itu juga bisa menghubungi panggilan darurat kebencanaan BPBD Kota Pekanbaru dengan di nomor 0811-7651-464.

Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setko Pekanbaru Syoffaizal mengimbau masyarakat untuk mematuhi apa yang telah diatur dalam SE tersebut.

”Kepada semua pihak, kita harapkan bisa mematuhi aturan yang sudah ditetapkan sehingga tercipta suasana yang kondusif, aman dan nyaman selama pelaksanaan Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.