Rumah Batin Senapelan Akan Jadi Tempat Destinasi Pariwisata

184
Rumah Batin Senapelan

Penerimaan serah terima kunci Cagar Budaya Rumah Batin Senapelan sudah dilakukan oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar kepada ahli waris. Adapun sebelumnya telah dilakukannya pemugaran pada rumah tersebut.

Dilakukannya pemugaran oleh Pemerintah Provinsi Riau

Pemugaran ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan tujuan untuk melestarikan dan mengelolah cagar budaya di Provinsi Riau.

Rumah Batin Senapelan ini sudah dinyatakan sebagi cagar budaya Provinsi Riau pada tahun 2018. Demikian ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal.

Rumah Batin Senapelan ini merupakan cagar budaya yang telah menjadi saksi sejarah tentang berdirinya Kampung Bandar Senapelan. Kampung Bandar Senapelan merupakan kampung yang menjad awal mula berdirinya Kota Pekanbaru.

Pada tahun 1762, Sultan Siak IV memindahkan pusat kekuasaan Siak dari Mempura ke Seneapelan.

“Pada abad ke-15 kawasan Bandar Senapelan inikan dari senapelan sampai ke Mempura jadi sebarannya tentu sangat luas. Perkampungan Batin Senapelan ini lebih tua dari kota Pekanbaru, buktinya adalah tapak bukti itu ada di rumah ini,” kata Raja Yose, Kamis (8/12/2022).

Ia juga menjelaskan, pemugaran ini dilakukan dalam bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap cagar budaya.

“Sebelum dilakukan renovasi, bangunan ini sangat memprihatinkan. Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan sekarang sudah diberikan ke ahli waris,” pungkas Yose.

Barang-barang peninggalan

Beliau juga mengungkapkan, barang-barang sisa peninggalan dari rumah ini akan diletakkan kembali ke rumah tersebut. Yang mana nantinya akan menjadi tempat desitinasi pariwisata kawasan cagar budaya.

Ahli waris Rumah Batin Senapelan

Ahli waris, Eva Riani memberikan rasa terima kasihnya kepada Pemprov Riau yang sudah melakukan renovasi  rumah tersebut dan menetapkan rumah ini menjadi cagar budaya sehingga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

Eva juga berharap, Pemprov Riau dapat memperhatikan serta menjaga cagar budaya ini dan meminta untuk membangun turap demi keamanan bagunan rumah tersebut.

“Untuk sekelilingnya ini belum ada kayak turap untuk keamanan lagi kan, Apalagi ini cagar budaya,” harapnya.

Ia juga mengatakan untuk masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan atau kerja sama, cagar budaya ini dapat dikunjungi dan diterima baik oleh pihaknya.

“Apapun itu, adakan kegiatan yang baik. Kerja sama dengan pihak keluarga kami terima,” pungkasnya.