Home Blog Page 60

Rest Area Tol Pekanbaru-Dumai Belum Permanen, Ini Alasannya

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengungkapkan alasan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) masih belum memiliki rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) permanen. Walaupun jika dihitung tol ini telah beroperasi selama 2 tahun lebih, sejak dari tahun 2020 lalu.

Alami Keterlambatan Pembebasan Lahan

Koentjoro mengungkapkan, hal itu disebabkan karena mengalami keterlambatan dalam melakukan pembebasan lahan.

“Sementara untuk ruas Tol Pekanbaru-Dumai baru area temporary (sementara) dikarenakan untuk lahan rest area permanen sebelumnya mengalami keterlambatan pembebasan lahan,” ujarnya.

4 Rest Area Sementara

Diketahui pada saat ini Tol Permai hanya memiliki 4 rest area sementara. Yakni KM 45 Jalur A, KM 65 Jalur B, KM 82 Jalur A, dan KM 82 Jalur B.

Koentjoro mengatakan, fasilitas rest area ini tidak kalah dengan rest area permanen. Hal ini karena ada fasilitas seperti SPBU, tenant UMKM, minimarket, musala, dan lainnya.

Ia juga menjelaskan perseroan saat ini ialah mengoperasikan 21 rest area permanen dan 4 rest area sementara. Yang mana sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 28 Tahun 2021. Yakni tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan Pada Jalan Tol.

Total Rest Area di JTTS

Adapun saat ini rest area yang dikelola oleh Hutama Karya di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ada sebanyak 12 unit. Di antaranya:

  • Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) di KM 20 Jalur A dan B, KM 33 Jalur A dan B, KM 49 Jalur A dan B, KM 67 Jalur A dan B, KM 87 Jalur A dan B, KM 116 Jalur A dan B.
  • Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), tepatnya di KM 163 A, KM 172 B, KM 208 A, KM 215 B, KM 234 A, KM 269 B, KM 277 A, KM 306 B, KM 311 A.
Jenis Rest Area

Sebagai informasi, ada tiga tipe rest area yang ada di Indonesia, seperti yang tertera dalam situs resmi bpjt.pu.go.id.

  • Tipe A
    Merupakan rest area yang luas dengan fasilitas paling lengkap. Seperti ATM, toilet, SPBU, klinik kesehatan, bengkel, minimarket, musala, kios, tempat parkir, ruang terbuka hijau, hingga restoran.
  • Tipe B
    Luas areanya lebih kecil daripada rest area Tipe A. Di sini terdapat beberapa fasilitas, mulai dari ATM, toilet, warung atau kios, minimarket, musala, restoran, ruang terbuka hijau, dan tempat parkir.
  • Tipe C
    Ukurannya paling kecil dari rest area tipe lainnya. Meski demikian, fasilitas yang disediakan masih cukup lengkap. Seperti dari toilet, warung atau kios, musala, dan tempat parkir yang sifatnya sementara. Tipe C ini dioperasikan lebih sebagai rest area pendukung, saat volume kendaraan padat di hari tertentu.

Jenis Kesenian di Riau, Yuk Kita Kenali

0

Provinsi yang ibu kotanya berada di Kota Pekanbaru ini juga dikenal memiliki berbagai jenis kesenian melayu Riau.

Jenis Kesenian di Riau ini bermacam-macam, mulai dari musik tradisional, tari, seni rupa, seni teater, dan berbagai macam jenis lainnya. Hingga saat ini bermacam-macam jenis kesenian Riau masih dipertahankan, bahkan masih dilestarikan hingga saat ini.

Untuk dipahami, kesenian merupakan hasil karya seni manusia yang mengungkapkan keindahan serta merupakan ekspresi jiwa dan budaya penciptanya. Kesenian adalah bagian dari budaya dan sarana yang digunakan untuk mengekpresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia, keindahannya juga mempunyai fungsi lain.

Ada 5 Jenis Kesenian Riau

Untuk lebih lanjut, mari kita bahas 5 jenis kesenian Riau yang masih dilestarikan dan wajib diketahui. Berikut di antaranya:

1. Teater

Jenis Kesenian Riau yang selanjutnya adalah seni teater, yakni jenis kesenian pertunjukan drama yang dipentaskan di atas panggung.

Secara spesifik, seni teater merupakan sebuah seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting.

Dalam masyarakat Melayu Bengkalis ada beberapa teater yang cukup dikenal yakni teater bangsawan. Sandiwara atau teater bangsawan merupakan salah satu seni pertunjukan yang berkembang di tanah Melayu, baik Melayu kepulauan maupun Melayu daratan.

Nama bangsawan itu sendiri dipakai kemungkinan disebabkan hampir semua ceritanya mengenai raja-raja dan pembesar kerajaan. Di Bengkalis, teater bangsawan ini sangat terkenal dan sering dipentaskan di panggung-panggung pada hari-hari besar.

2. Ukir

Jenis kesenian Riau selanjutnya adalah kesenian ukiran. Kesenian ukir ini adalah proses mengolah permukaan suatu objek yang berukuran dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan sehingga didapat imaji tertentu.

Mengukir sering dihubungkan pula dengan kegiatan memahat. Namun dua kegiatan ini berbeda, sebab memahat lebih bertujuan untuk menghasilkan benda tiga dimensi. Seni ukir Melayu merupakan ungkapan dinamika kehidupan masyarakat dalam menerjemahkan alam dan menuangkannya dalam karya-karya seni.

Berbagai motif biasanya ditampilkan dalam bentuk garis-garis lengkung atau kombinasi garis garis lengkung tersebut dengan lingkaran-lingkaran elastis, tidak terputus, diukir secara dinamis dan indah.

Bentuk utama dari ukiran Melayu Riau tampak pada penempatan motif dalam komposisi bidang yang memanjang, yang segera terlihat pada ukiran-ukiran timbul maupun terbenam.

3. Rupa

Secara umum seni rupa di Riau lebih kepada flora. Ada pola abstraksi fauna yaitu bentuk tak utuh seperti siku keluang, sisik naga, burung, serangga, kupu-kupu dan lain sebagainya.

Terdapat juga berbagai benda angkasa seperti bintang, bulan, awan dan lain sebagainya. Seni rupa yang berkembang di Riau dibutuhkan dalam media seperti ukiran, anyaman, tenun dan relief.

Umumnya berupa alat alat penangkap ikan seperti lukah, jaring, kajang, tangguk, jala dan lain sebagainya.

4. Musik Tradisi Melayu Riau

Musik tradisi Melayu Riau dibagi dalam dua kategori. Yakni seni musik yang dimainkan sebagai hiburan dan seni musik yang dimainkan sebagai pukau bagi hewan ketika berburu.

Berdasarkan alat musiknya, seni musik dapat dibedakan sesuai dengan penciptaan alat musik tersebut. Alat musik etnik serta nyanyian biasanya berbeda antara satu kampung dengan kampung yang lain. Ada pula alat musik yang diadaptasi dari seni musik bangsa luar.

5. Batik

Tidak hanya di Jawa, Provinsi Riau juga memiliki ciri khas batiknya sendiri. Batik berarti gambar yang ditulis pada kain dengan menggunakan lilin sebagai media sekaligus menutup kain batik. Beberapa motif kain batik Riau yang terkenal saat ini adalah motif Bono, Pucuk Rebung, hingga Istana Siak dan masih banyak lainnya.

Itulah tadi 5 jenis kesenian Riau yang masih dilestarikan hingga saat ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca.

Perbaikan Tugu Selais Pekanbaru Habiskan Anggaran Hingga Rp40 Juta

Tak hanya memakan banyak waktu, perbaikan Tugu Selais Pekanbaru juga memakan anggaran sebesar Rp30-40 juta.

Sudah Mulai Perbaikan

Encik dan Puan, diberitakan pada bulan lalu ikon Kota Pekanbaru Tugu Selais ambruk sehingga harus melakukan perbaikan. Salah satu dari tiga ekor ikan selais tersebut diketahui sudah dilakukan pemasangan penyangga untuk perbaikan.

Perbaikan Dilakukan Langsung di Lokasi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Hendra Afriadi menyampaikan bahwa untuk pelaksaan perbaikan dilakukan langsung di lokasi karena tugu tersebut tidak bisa diangkat.

“Rencana awal tugu diperbaiki di workshop, tapi karena tugu tidak bisa dipindahkan, harus dipasangi besi penyangga di dalamnya,” ujarnya.

Memakan Waktu yang Lama

Hendra juga menyampaikan, bahwa perbaikan tugu tersebut memang membutuhkan waktu yang lama, terutama pada bagian kuningan tugu tersebut. Pekerja di lokasi juga mengganti besi penyangga pada bagian dalam tugu tersebut.

Diprediksi perbaikan tugu ini akan memakan waktu satu bulan hingga satu setengah bulan. Ia berpendapat bahwa dalam menentukan jadwal perbaikan tugu, cuaca termasuk kedalam faktor penentuannya.

Tugu Selais Sudah Berdiri 12 Tahun

Diketahui Tugu Selais Kota Pekanbaru ini berdiri pada tanggal 14 Juli 2011 yang berarti tugu ini telah berdiri selama 12 tahun lamanya. Herman Abdullah selaku Wali Kota Pekanbaru yang menjabat pada masa itu, meresmikan Tugu Ikan Selais yang berada di Jalan Jendral Sudirman.

Siswa SMAN 1 Pelalawan Dikeroyok, Disdik Riau Tegur Panitia Turnamen Futsal

Encik dan Puan, baru-baru ini telah terjadi peristiwa terhadap siswa SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Pelalawan yang dikeroyok usai turnamen futsal.

Siswa SMAN 1 Pelalawan Dikeroyok

Kejadian ini terjadi sesaat sehabis turnamen futsal yang mengakibatkan korban yang berusia 16 tahun tersebut tertekan dan harus bolak-balik rumah sakit akibat babak belur yang ia dapat.

Diduga korban dianiaya oleh tim lawan yakni SMK Hasanah Pekanbaru yang juga merupakan tuan rumah turnamen Futsal Hasanah Cup XIV tahun 2023 yang diselenggarakan di Lapangan Futsal Jidane Sport, Jalan Garuda, Pekanbaru pada hari tanggal 25 Februari 2023 lalu.

Pihak Sekolah Dapat Teguran Tegas

Dinas Pendidikan (Disdik) Riau menyayangkan hal tersebut dapat terjadi dan dibiarkan saja, apalagi kejadian ini terjadi pada saat usai turnamen futsal yang seharusnya menjadi wadah untuk menjalin silaturahmi antar sekolah.

Kepala Bidang SMK Disdik Riau, Arden Simeru mengatakan, ia telah memanggil kepala sekolah SMA 1 Pelalawan dan Kepala SMK Hasanah Pekanbaru untuk diberikan peringatan.

Ia juga mengatakan bahwa ia telah menegur keras panitia pelaksanaan turnamen futsal tersebut dan pihaknya juga meminta kedua sekolah untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara mediasi, dikarenakan keduanya masih dalam usia sekolah.

Disdik Riau Minta Hal Ini Diselesaikan dengan Mediasi

“Kita minta agar persoalan ini dimediasi. Jadi pihak sekolah SMK Hasanah juga sudah bertanggung jawab atas kejadian ini, dan mereka sudah membawa siswa SMAN 1 Pelalawan ke rumah sakit,” ucapnya.

Diketahui orang tua korban yang bernama Desmiyanti mengatakan telah membuat laporan ke Polresta Pekanbaru dengan Laporan Polisi LP/B/186/II/2023/SPKT/POLRESTA PEKANBARU/POLDA RIAU terkait pengeroyokan yang terjadi terhadap anaknya.

Namun, Arden mengatakan agar persoalan ini diselesaikan dengan mediasi saja.

“Iya, memang orang tua korban sudah melaporkan ke pihak yang berwajib. Namun karena anak-anak ini masih usia sekolah pasti mediasi juga yang diinginkan pihak kepolisian,” pungkas Arden.

Kondisi Korban

Desmiyanti selaku orang tua korban menceritakan bagaimana kondisi anaknya ketika sampai rumah sehabis mengikuti turnamen tersebut.

“Awalnya saya tidak tahu anak saya dikeroyok dan dianiaya saat turnamen itu. Temannya anak saya yang memberitahu saya, kata temannya itu, anak saya takut pulang untuk jujur karena merasa tertekan,” jelasnya

Desmiayati mengatakan, hingga saat ini anaknya masih sering merasakan sakit kepala dan lemas hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Ia mengakui awalnya ia tidak cemas, namun lambat laun ia melihat kondisi anaknya yang seperti itu ia merasa sakit hati.

“Dia mengaku dikeroyok oleh pelajar SMK Hasanah lebih dari 3 orang. Kemudian katanya saat dikeroyok pihak panitia tidak ada yang melerai atau membelanya,” ungkapnya.

“Anak saya menjadi trauma dan mengalami gegar otak, orang tua mana yang tidak sedih apabila anaknya dianiaya dan dikeroyok seperti ini. Saya berharap para pelaku yang menganiaya anak saya segera ditangkap dan diproses hukum,” ujarnya.

Evaluasi Layanan Parkir Akan Dilaksanakan Dishub Pekan Depan

Pekan depan dalam Forum Grup Discussion (FGD) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru akan melaksanakan evaluasi layanan parkir tepi jalan umum.

Tujuan Dilakukannya Evaluasi

Evaluasi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dari layanan parkir di Kota Pekanbaru.

Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Yuliarso, mengungkapkan dalam evaluasi layanan parkiran yang dilakukan di FGD nanti, pihaknya akan mendengar semua masukan dari berbagai pihak.

“Terkait penyelenggaraan perparkiran di Kota Pekanbaru. Kita perlu mendengar masukan, kita ingin lebih baik lagi. Salah satunya terkait pelayanan juru parkir yang belum maksimal,” ujar Yuliarso.

Evaluasi Terhadap SPM

Diketahui dalam pelaksanaan evaluasi ini, Dishub Kota Pekanbaru akan melakukan evaluasi terhadap Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang diberikan oleh juru parkir. Tercatat secara keselurusan di Kota Pekanbaru ada sekitaran 2.000 jukir yang akan dievaluasi.

Pihak ketiga yang mengelola parkir juga akan diundang dalam evaluasi ini. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan parkir tepi jalan umum.

Dishub akan meminta kepada pihak ketiga agar para juru parkir yang kerja dalam naungan mereka melakukan SPM dalam melakukan pelayanan parkir di tepi jalanan umum.

Pelayanan Parkir Perlu Ditingkatkan

Yuliarso juga mengatakan, bahwa pendapatan yang diperoleh dari jasa parkir tepi jalan umum ini sudah bagus, namun pelayanan yang diberikan masih perlu ditingkatkan lagi.

“Kemudian untuk layanan memang masih fifty-fifty lah. Karena jukir ini perlu kita lakukan pembinaan. Kita harus kasih pencerahan dan bimbingan untuk menjalankan standar layanan,” ucapnya.

Teknologi Baru Untuk Pembayaran Parkir

Dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan parkir, pihak ketiga pengelola parkir tepi jalan umum saat ini sedang menerapkan teknologi.

Mereka diketahui menerapkan pembayaran non tunai dengan menggunakan mesin Elektronik Data Capture (EDC) yang saat ini telah diterapkan oleh beberapa juru parkir yang ada di Kota Pekanbaru.

Harapannya setelah dilakukan evaluasi ini, kualitas dari layanan parkir tepi jalan umum di Kota Pekanbaru dapat lebih baik lagi dan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan parkir di Kota Pekanbaru.

Bus Listrik RAPP Dikenalkan, Kontribusi Kurangi Emisi Karbon

Sebagai salah satu langkah konkret untuk berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon, PT RAPP (grup APRIL) memperkenalkan bus listrik sebagai moda transportasi karyawan di operasional.

Hal ini juga merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan (sustainability) #APRIL2030 yakni, iklim positif.

Karya Anak Bangsa

Saat ini PT RAPP sudah memiliki 6 unit bus listrik. Bus Listrik buatan PT MAB atau mobil anak bangsa ini memiliki kapasitas baterai 9 pack. Dengan waktu pengecasannya selama 1 jam 40 menit, bus listrik ini mampu menempuh jarak sejauh 250 Km.

Plat Kendaraan Listrik

Plat nomor mobil listrik memiliki perbedaan dengan yang digunakan pada mobil konvensional, yaitu terdapat garis biru yang berada di bagian bawahnya. Salah satu tujuan perbedaan ini ialah untuk memudahkan petugas kepolisian melakukan identifikasi di jalan raya.

Dilengkapi Sensor

Selain nyaman karena suaranya sangat halus dan tidak tercium aroma bahan bakar seperti bus konvensional lainnya, bus listrik juga aman karena dilengkapi sensor dan kamera. Jadi apabila ada kendaraan lain di sisi kanan, sisi kiri, dan di belakang bus, maka akan terlihat di layar monitor juga akan terekam.

Jadi jika supirnya ugal-ugalan atau mengunakan Handphone saat mengemudi, itu juga akan terpantau dan terekam. Kemudian rekaman tersebut hingga 3 bulan mendatang masih bisa dicek. Serupa dengan Black Box kalau di pesawat terbang.

Biaya Perawatan Lebih Rendah

Tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, bus elektrik tentunya memiliki biaya yang lebih rendah dalam perawatan. Kalau dibandingkan dengan bus konvensional, selisihnya bisa mencapai hingga 50-60 persen lho.

Bagaimana menurut Encik dan Puan, tertarik beralih ke kendaraan listrik juga?

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Pekanbaru City Tour Menggunakan Bus Listrik

Selasa (28/2) lalu, tim infopku berkesempatan merasakan sensasi Pekanbaru City Tour menggunakan bus listrik milik PT RAPP (grup APRIL) bersama media dan influencer lainnya.

Rute Pekanbaru City Tour

Rute yang kami tempuh mulai dari jalan Arifin Achmad menuju kampus Unri tepatnya di Fakultas Teknik Program Studi (Prodi) Pulp dan Kertas. Disini kami disambut oleh Koordinator Prodi Evelyn, ST., MSC., MENG., PHD dan para mahasiswa.

Kami diajak tur keliling kampus, sementara itu rombongan mahasiswa mencoba sensasi menaiki bus listrik mengelilingi area kampus.

Setelah itu dilanjutkan ke salah satu cagar budaya Kota Pekanbaru yaitu Rumah Singgah Tuan Kadi di tepian sungai Siak.

Disini rombongan disambut oleh petugas dari Dinas Pariwisata Kota pekanbaru dan dijelaskan tentang sejarah singkat Rumah singgah Tuan Kadi.

Setelah itu, kami diajak masuk melihat bagian dalam rumah dan melihat koleksi foto Pekanbaru Tempo Dulu. Di sana juga ada foto Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura ke-12, yaitu Sultan Syarif Kasim II.

Sensasi Menaiki Bus Listrik

Perjalanan terasa sangat nyaman karena bus listrik ini suaranya sangat halus dan tidak berisik. AC nya sangat sejuk seperti kendaraan jenis VIP. Pastinya kita tidak tercium aroma asap ataupun bau bahan bakar, sebagaimana bus konvensional lainnya.

Kita juga merasa aman karena mobil ini dilengkapi tujuh kamera di beberapa sisi. Selain itu juga ada fitur-fitur keselamatan lainnya untuk membantu sopir dalam mengoperasikan bus.

Setelah puas berkeliling, perjalanan diakhiri dengan istirahat sekaligus makan siang bersama di salah satu rumah makan melayu di kawasan Simpang Tiga Pekanbaru.

Peralihan ke bus listrik ini merupakan salah satu langkah konkret APRIL untuk mengurangi emisi karbon sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan #APRIL2030 yakni, iklim positif.

Penyebab Kelangkaan Minyakita Pekanbaru Masih Ditelusuri Pemko

Terkait penyebab kelangkaan Minyakita yang pernah terjadi di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu, saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Kota Pekanbaru masih melakukan penelurusan.

Meninjau ke Beberapa Distributor

Asisten II Pemko Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan bahwa pihaknya sudah meninjau ke beberapa distributor yang ada di Kota Pekanbaru. Hal ini guna mencari tahu penyebab kelangkaan Minyakita yang terjadi di Kota Pekanbaru saat ini.

Namun keterangan yang didapatkan dari para distributor, lanjutnya, bahwa penyebab kelangkaan Minyakita tersebut karena belum adanya suplai dari produsen.

“Kita sudah melakukan peninjauan kepada pihak distributor. Mereka memang mengakui bahwa terjadi kekurangan suplai dari pihak produsen,” ucap Ingot, Selasa (28/2/2023).

Perlu Ditinjau Lebih Lanjut Lagi

Ia berpendapat bahwa Pemko Pekanbaru perlu melakukan peninjauan terhadap kelangkaan Minyakita lebih lanjut lagi. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan sebab kelangkaan Minyakita tidak bisa dipastikan hanya melalui pihak distributor saja.

“Di bawah distributor kan ada pengecer, ada retail, kemudian ada produsen. Jadi nanti masih akan kita lakukan peninjauan lagi bagaimana peredaran minyak kita di lokasi-lokasi itu,” ujar Asisten II Pemko Pekanbaru tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa alasan Pemko Pekanbaru menanggapi kehilangan minyakita dari peredaraan ini dengan serius ialah karena minyak goreng merupakan salah satu komoditi yang dapat menyumbang kenaikan angka inflasi di Pekanbaru.

Oleh karenanya, pihaknya terus berupaya jangan sampai terjadi kelangkaan minyakita ini. Ia menginginkan agar suplai minyakita di pasaran Kota Pekanbaru tetap lancar.

“Sehingga harga normal dan tidak terjadi kenaikan angka inflasi,” pungkas Ingot Ahmad Hutasuhut.

Minta Penambahan Kuota

Untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng kemasan subsidi ini, pemerintah pusat sudah membuat kebijakan bahwa akan dilakukan penambahan kuota Minyakita. Diketahui bahwa per tanggal 1 Februari yang lalu, pemerintah pusat telah menyampaikan surat ke produsen untuk penambahan kuota.

Adapun untuk kuota yang ditambah tersebut, diperkirakan akan cukup hingga 3 bulan mendatang atau sampai lebaran Idulfitri. Di samping itu, untuk kuota Minyakita ini juga akan diperbanyak. Sebagai contoh, jika distributor tersebut mengalami kekurangan kuota dalam satu hari kurang, maka dapat memintanya lagi.

Anak Berkebutuhan Khusus, Ini Yang Perlu Diketahui

0

Pernahkah Encik dan Puan mendengar istilah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)? Nah kali ini kita akan mengenal lebih jauh tentang ABK dan bagaimana sebaiknya memperlakukan mereka.

Istilah ABK sebenarnya merupakan pengganti istilah lama yang lebih dikenal dengan anak cacat atau penyandang cacat.

Memahami Kondisi ABK

Memiliki anak merupakan suatu anugerah yang sangat patut disyukuri. Karena begitu banyak pasangan yang mendambakan untuk memperoleh keturunan, namun terkadang belum terwujud.

Akan tetapi, tidak semua anak yang terlahir bisa dalam kondisi normal dan terlihat sempurna. Karena beberapa faktor, seorang anak dapat terlahir dengan kekurangan dan kelebihan kemampuan khususnya yang sekarang dikenal dengan sebutan ABK.

Pentingnya bagi kita untuk mengenal ABK agar tidak terjadi salah penangangan atau perlakuan bukan saja hanya orang tua. Tapi juga bagi orang lain, seperti saudara, tetangga, guru, dan lain-lain.

Menurut Wikipedia, Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memiliki karakteristik yang berbeda dari anak pada umumnya yang lebih mengarah pada ketidakmampuan secara fisik, emosional, mental, intelektual atau sosial. 

Dengan adanya perbedaan karakteristik tersebut maka hambatan yang dimiliki tiap anak juga berbeda sehingga perlakuan yang diberikan juga harus disesuaikan dengan kemampuan dan potensi yang mereka miliki.

Jenis-jenis ABK

Adapun beberapa pengelompokan anak ABK adalah sebagai berikut:

1. Tunanetra

Anak yang mengalami kondisi tunanetra mengalami gangguan berupa keterbatasan dalam penghlihataan atau kebutaan pada indra mata.

2. Tunarungu

Gangguan pendengaran atau disebut tunarungu mengakibatkan kondisi pada indra pendengarannya terganggu, baik hanya sebagian maupun keseluruhan. Kondisi ini membuat anak mengalami keterbatasan pada komunikasi secara verbal.

3. Tunagrahita

Tunagrahita adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan perkembangan secara mental yang mengakibatkan sulit dalam beraktivitas sosial, komuikasi hingga akademi.

4. Tunadaksa

Tunadaksa adalah kondisi kelainan atau cacat fisik yang terjadi pada anak pada anggota tulang, sendi atau otot di tubuhnya.

5. Tunalaras

Anak yang memiliki gangguan secara emosi disebut dengan tunalaras. Pada kondisi ini anak sering mengalami kesulitan untuk mengontrol emosinya, sehingga sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

6. Kesulitan belajar

Slow learner atau kesulitan belajar adalah kondisi dimana anak-anak butuh waktu yang lama untuk merespon, berpikir, beradaptasi dibandingkan anak seusianya. Pada anak slow learner ini diperlukan pengulangan secara berkala untuk mempelajari sesuatu.

7. Anak Berbakat

Anak berbakat atau sering menggunakan istilah gifted, adalah kondisi dimana anak memiliki kecerdasan yang melampui usia rata-ratanya. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus untuk menyalurkan potensi dirinya.

8. ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan mental yang terjadi pada anak dengan ciri sulit memusatkan fokus dan perhatian. Pada kondisi ini anak akan mengalami kesulitan mengatur perilakunya dan menjadi hiperaktif.

9. Autisme

Kondisi Autisme adalah gangguan perkembangan mental yang kompleks dimana anak mengalami kesulitan berkomunikasi, interaksi sosial, hingga aktivitas sehari-hari.

Pohon di Sudirman Pekanbaru Akan Dipindah, Tunggu Instruksi Pemprov

Sebanyak 72 pohon pelindung terkena dampak dari proyek pelebaran di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Adapun saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) Riau terkait hal tersebut.

72 Pohon Akan Dibongkar

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Langgeng mengungkapkan bahwa akan dilakukan pembongkaran terhadap pohon besar sebanyak 72 pohon yang tumbuh di sepanjang trotoar Jalan Sudirman.

Ia juga mengatakan bahwa teknis untuk memindahkan pohon tersebut tidaklah mudah, mengingat pohon yang berada di trotoar jalan tersebut sangat lah besar dan subur. Serta untuk mencabut pohon di atas trotoar jalan tersebut tidak bisa menggunakan alat biasa.

”Itu pembongkaran pohon pakai alat khusus, atau semacam alat berat seperti itu sepertinya. Namun teknis kapan dimulai ya masih koordinasi dengan pihak Pemprov Riau. Mereka belum ada informasi terbaru ke kami,” ujarnya.

Lokasi Pemindahan Belum Dapat Diketahui

Langgeng mengakui dirinya belum mengetahui pasti kemana pohon-pohon tersebut akan dipindahkan.

”Dipindah ke mana pohon-pohon itu nantinya belum pasti. Yang penting pohon akan ditanam kembali, tidak dibuang begitu saja,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR PKPP) Riau Arief Setiawan mengatakan bahwa proses pelebaran jalan tersebut tidak akan sampai menebang atau memotong pohon yang ada di sepanjang jalan.

”Jadi pelebaran jalan nantinya tidak ada pohon yang ditebang. Karena saat ini kami punya program Riau Hijau, sehingga pohon yang ada akan tetap dijaga,” pungkas Arief.