Home Blog Page 47

Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan, Peluang Karir Menjanjikan

0

Masih bingung untuk menentukan jurusan kuliah dan butuh referensi? 6 jurusan kuliah berikut ini bisa jadi paling dibutuhkan untuk menentukan masa depan.

1. Kesehatan

Salah satu jurusan kuliah yang tidak pernah sepi peminat dan selalu dicari para lulusannya adalah jurusan Kesehatan. Jurusan Kesehatan ini termasuk seperti Kedokteran, Perawat, Farmasi, Radiologi, hingga Kesehatan Masyarakat.

Tentunya lulusannya akan sangat dibutuhkan 5-10 tahun mendatang. Peluang karir dari para lulusan ini juga terbuka luas, maka kamu bisa jadikan pilihan jurusan Kesehatan masuk dalam daftar impian tahun ini.

2. Sistem Informasi

5-10 tahun lagi, dunia digital akan semakin berkembang. Lalu salah satu jurusan kuliah paling dibutuhkan lainnya adalah Sistem Informasi.

Tidak perlu bingung mau jadi apa setelah lulus dari jurusan kuliah satu ini. Di era perkembangan digital saat ini para lulusan Sistem Informasi banyak dibutuhkan. Mulai dari posisi IT, IT Analyst, Web Developer, Data Scientist, Database Administrator, Network Administrator dan lain-lain.

3. Desain Komunikasi Visual (DKV)

Perkembangan digital dan industri kreatif menjadi benang yang saling terhubung. Maka tak heran, para lulusan dari DKV banyak dicari oleh perusahaan dan pengusaha.

Jangan ragu untuk mengambil jurusan kuliah ini, sebab para lulusannya memiliki prospek kerja di bidang Illustrator, Web Designer, Graphic Designer, Creative Director, Visual Designer, Art Director, Animator, Content Creator, dan lain-lain.

4. Manajemen dan Bisnis

Jurusan kuliah yang juga masih menjadi favorit di Indonesia adalah Manajemen dan Bisnis yang juga masih akan berpeluang beberapa tahun ke depan.

Pelaku usaha hingga perusahaan yang terus berkembang membutuhkan para lulusan Manajemen dan Bisnis untuk perannya mengembangkan dan menjalankan perusahaan.

Lulusan Manajemen dan Bisnis juga masih banyak dicari hingga sekarang. Nilai plusnya, para lulusan ini juga banyak yang menjadi wirausaha lho!

5. Bahasa Asing

Globalisasi semakin hari semakin melebar. Budaya dan bahasa terus menjadi perbincangan hangat. Namun kendala bahasa saat ini tampaknya bukannya menjadi halangan.

Nah melihat peluang ini, jurusan kuliah Bahasa Asing akan menjadi prospek karir yang menjanjikan. Selain bisa memahami bahasa dan budaya asing, para lulusan jurusan Bahasa Asing juga bisa mengembangkan ilmunya untuk masyarakat sekitar seperti menjadi translator, guru bahasa asing, tour guide, freelance penulis bahasa asing dan lain-lain.

6. Marketing

Jika mendengar kata Marketing mungkin para anak jaman sekarang akan menutup sebelah mata. Tapi jika disematkan kata Digital Marketing sepertinya akan menarik ya!

Nah perkembangan ilmu dan teknologi buat jurusan kuliah Marketing makin hari makin berkembang. Para lulusannya akan lebih dibutuhkan jika lebih paham dengan dunia marketing plus dunia digital.

Jurusan kuliah satu ini juga punya prospek kerja yang bisa jadi cuan lho!

Tol Padang-Pekanbaru Direncanakan Selesai Tahun 2024

Encik dan puan, saat  ini dikabarkan pemerintah merencanakan menyeselaikan Tol Padang-Pekanbaru pada tahun 2024.

Pembebasan Lahan

Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Irsyad Syafar menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapatkan cara bagaimana agar pembebasan lahan terselesaikan dengan cepat.

Diketahui Irsyad melakukan studi banding pada Senin (8/5/2023) lalu. Ia menyebutkan ada beberapa kendala yang membuat Tol Padang-Pekanbaru terlambat.

Untuk ruas jalan Tol Padang-Pekanbaru, khususnya di jalur Padang-Sicincin-Padang Panjang-Bukittinggi, dan Payakumbuh banyak melewati tanah pemukiman warga.

Tak hanya tanah pemukiman warga saja yang membuat pengerjaan terlambat, kawasan tanah ulayat, tanah adat dan ladang masyarakat juga membuat pengerjaan Tol Pada-Pekanbaru juga terlambat.

“Memang banyak melewati tanah masyarakat. Sangat kecil persentasenya melewati perkebunan besar dan hutan. Saya melihat kalau Tol Pekanbaru-Bangkinang itu kebun sawit, tidak ada permukiman masyarakat. Padang-Sicincin itu rumah, sawah masyarakat yang dilewati. Tentu wajar bila ada gejolak masyarakat,” ujarnya.

Pada saat pembebasan lahan, banyak masyarakat yang menolak tanah ulayat, rumah serta tanah adat terbelah oleh jalan tol.

Untuk ruas jalan Tol Padang hingga Padang Panjang tak banyak hutan dan juga perkebunan.

“Kalau kebun besar itu kan hak pakai. Jadi gampang pembebasannya. Begitu juga ruas Bukittinggi-Payakumbuh menjelang Pangkalan, nyaris semua itu tanah masyarakat,” ungkap Irsyad.

Walaupun begitu, DPRD sumbar tetap akan melakukan pengawasan terhadap penyelesaian Tol Padang-Pekanbaru.

Sosialisasi Keuntungan Pembangunan Jalan Tol

Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keuntungan pembangunan jalan tol jika cepat terselesaikan. Jika pembangunan cepat terlesaikan, maka akan dengan mudah mengakses jalan antara Pekanbaru-Padang.

Dengan begitu, Ia berpendapat bahwa akan ada dampak yang positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Kami berharap masya­rakat dapat bekerja sama, dikompromikanlah pilihan jalurnya ini. Kalau orang Riau lancar ke Sumbar, kan pendapatan orang Sumbar naik,” harapnya.

Manfaat Pembangunan Tol

Nantinya ruas Tol Padang-Pekanbaru ini kan bermanfaat bagi perekonomian dan pariwisata kedua daerah tersebut.

Biasanya, untuk menempuh perjalanan Padang-Pekanbaru dibutuhkan waktu selama 9 jam melalui jalan arteri. Namun dengan adanya tol ini waktu tempuh bisa menjadi kisaran 3 jam saja dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam.

Tidak hanya menyingkat waktu perjalanan, tol ini juga dapat membuat kelancaran distribusi logistik antar dua wilayah tersebut. tol ini dapat menghubungkan dua pelabukan laut yang berada di Padang dan Dumai.

Jalan Tol Padang-Pekanbaru ini memiliki panjang dengan total 254 kilometer dan terdiri dari enam seksi yakni  Seksi 1 Padang-Sicincin, Seksi 2 Sicincin Bukittinggi, Seksi 3 Bukittinggi-Payakumbuh, Seksi 4 Payakumbuh-Pangkalan, Seksi 5 Pangkalan-Bangkinang, dan Seksi 6 Bangkinang-Pekanbaru.

Tol Padang-Pekanbaru ini merupakan bagian dari sirip (koridor pendukung) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang nantinya akan menjadi penghubung antara Provinsi Riau dan Sumbar.

Tilang Manual di Pekanbaru Akan Diberlakukan Kembali

0

Tilang manual di Pekanbaru akan diberlakukan kembali oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru. Pemberlakukan tilang manual ini adalah untuk para pelanggar lalu lintas.

Tilang Manual dengan Sistem E-tilang

Untuk pelanggaran yang terjaring akan dikenai tindakan tilang manual dengan mekanisme  e-tilang. Sistem pada e-tilang ini sama dengan seperti sebelumnya. Dimana Pada sistem ini petugas akan melakukan penginputan data pelanggar dengan memalui aplikasi e-tilang.

Selanjutnya, petugas akan memberikan surat tilang kepada pengendara yang melanggar lalu lintas.

Nantinya, pelanggar yang sudah ditilang harus melakukan sidang atau membayar denda ke kas negara melalui Bank BRI. Setelah sebelumnya mendapatkan nomor Briva yang sudah dikirim ke nomor handphone pelanggar.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Birgitta Atvina Wijayanti menyampaikan, bahwa tilang manual di Pekanbaru ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya pelanggaran lalu lintas.

Birgitta mengatakan, penindakan ini dilakukan kepada pelanggaran lalu lintas khususnya yang belum tertangkap dalam ETLE.

Pelanggaran yang Tidak Dapat Diketahui dari ETLE

Birgitta Atvina Wijayanti juga menguraikan apa saja pelanggaran yang dimaksud, sebagai berikut:

  1. Pengendara di bawah umur
  2. Berboncengan lebih dari satu orang
  3. Menggunakan handphone saat berkendara
  4. Menerobos lalu lampu merah
  5. Tidak menggunakan helm SNI
  6. Melawan arus lalu lintas
  7. Melampaui batas kecepatan
  8. Berkendara dalam pengaruh alkohol
  9. Kelengkapan kendaraan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan
  10. Menggunakan kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya
  11. Kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor
  12. Kendaraan Over Dimensi Over Loading
  13. Bentuk pelanggaran lainnya

Selain itu ia juga menyampaikan bahwa personel yang berada di lapangan akan kembali menilang secara langsung seperti biasanya. Adapun diberlakukannya tilang manual ini dikarenakan ada beberapa jenis pelanggaran yang tidak dapat ditangkap oleh kamera ETLE atau ELTE Mobile.

Ia mengaku bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait rencana kembalinya penilangan manual lewat skeman e-tilang ini ke masyarakat pada awal bulan Mei 2023 ini.

Dengan diberlakukannya kembali tilang manual ini, diharapkan encik dan puan mematuhi segala aturan lalu lintas ya. Demi keselamatan dan kenyamanan saat berkendara di jalan.

Wilayah Terpanas Provinsi Riau, Jangan Lupa Gunakan Tabir Surya!

Menjadi salah satu provinsi terpanas di Indonesia, Provisi Riau memiliki dua wilayah dengan suhu tertinggi. Namun, apakah Encik dan Puan tahu daerah manakah yang menjadi wilayah terpanas di Riau?

Kota Terpanas di Provinsi Riau
1. Kota Pekanbaru

Kota yang menduduki posisi pertama sebagai kota terpanas ialah Kota Pekanbaru. Merupakan ibukota dari Provinsi Riau, Kota Bertuah ini merupakan salah satu kota di Pulau Sumatera yang menjadi sentra ekonomi terbesar.

Kota Pekanbaru juga memiliki tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang cukup tinggi. Adapun jumlah penduduk Kota Pekanbaru pada tahun 2022 adalah sebanyak 1.085.000 jiwa.

Memiliki suhu kota yang panas bukan berarti tidak memiliki tempat wisata. Kota Pekanbaru memiliki beberapa tempat wisata yang ramai dikunjungi. Di antaranya seperti Taman Rekreasi Alam Mayang, Danau Bandar Khayangan Lembah Sari (Danau Buatan), Asia Heritage, serta berbagai wisata alam lainnya.

2. Kabupaten Bengkalis

Posisi kedua diduduki oleh Kabupaten Bengkalis sebagai wilayah terpanas di Provinsi Riau. Bengkalis juga merupakan salah satu dari Kabupaten terluas di Provinsi Riau. Adapun Kabupaten ini memiliki luas wilayah sebesar 6.975,41 km².

Bengkalis merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang terletak di kawasan pesisir Selat Melaka. Yang mana mencakup daratan bagian timur Pulau Sumatera dan wilayah kepulauan.

Jumlah penduduk di Kabupaten Bengkalis ialah sebanyak 593.397 jiwa pada tahun 2020. Semenntara suhu di Kabupaten Bengkalis ini dapat mencapai 37 derajat celcius pada saat musim kemarau.

Gunakan Tabir Surya

Nah, itulah wilayah terpanas yang ada di Provinsi Riau yang dapat Encik dan Puan ketahui. Jika encik dan puan berniat untuk mengunjungi wilayah ini atau ingin tinggal di sana, sangat disarankan untuk menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit agar terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung dan baju yang tidak tebal agar tidak kepanasan saat keluar rumah.

Pendatang Pekanbaru Bertambah, Sekdako: Jangan Pengangguran

Pendatang Kota Pekanbaru kian bertambah yang mengakibatkan kota semakin padat. Hal ini dapat terlihat dari arus lalu lintas yang macet setiap harinya.

Pendatang Kota Pekanbaru

Usai mudik dari Idul Fitri 1444H beberapa waktu lalu, tidak sedikit masyarakat membawa saudaranya ke kota. Tujuan mereka datang ke Kota Pekanbaru dari kampung halamannya ialah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi.

Hal ini dikarenakan Kota Pekanbaru merupakan ibu kota dari Provinsi Riau yang berarti Kota Pekanbaru merupakan pusat dari bisnis dan juga jasa.

Pendatangan Jangan Pengangguran

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Indra Pomi Nasution menyampaikan kepada para pendatang untuk langsung mencari pekerjaan di kota ini. Selain itu ia berpesan kepada para pendatang harus memiliki keahlian atau keterampilan dalam dunia kerja.

Indra mengakui bahwa ia tidak menginginkan dengan kedatangan pendatang ke Kota Pekanbaru malah menambah angka pengangguran.

Angka pengangguran di Pekanbaru sendiri sudah mencapai 6,4 persen yang mana kondisi ini tentu saja berdampak pada angka kemiskinan juga. Dimana pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat ada 35,96 ribu jiwa pengangguran di Kota Pekanbaru pada tahun 2022.

“Kalau menganggur lagi di Pekanbaru jangan, tentu bisa menambah tingkat pengangguran dan kemiskinan kita,” ujar Sekdako Pekanbaru, Senin (8/5/2023).

Ia juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru akan melakukan langkah antisipasi terhadap arus urbanisasi pasca Idul Fitri 1444H. Ia tak mengelak bahwa arus urbanisasi ini emang biasa terjadi setelah libur lebaran.

Pendatang Harus Miliki Keterampilan Bekerja

Di Kota Pekanbaru sendiri banyak yang membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja terampil serta profesional. Apalagi banyak lowongan pekerjaan yang membutuhkan calon karyawan yang berpengalaman.

“Kita berharap nantinya calon tenaga kerja yang datang ke Kota Pekanbaru terampil dan memiliki keahlian,” ujar Indra Pomi.

Maka dari itu, bagi Encik dan Puan yang ingin merantau ke Kota Pekanbaru sangat disarankan untuk memiliki keterampilann dalam bekerja ya. Agar tidak menjadi pengangguran dan menambah angka kemiskinan di Kota Pekanbaru.

CFD di Pekanbaru Masih Ditiadakan, Dishub Lakukan Evaluasi

Hingga saat ini, Car Free Day (CFD) di Kota Pekanbaru masih ditiadakan, ini dikarenakan Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru akan melakukan evaluasi.

Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) merupakan kegiatan yang dilaksanakan kota Pekanbaru di setiap weekend. Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, sehingga polisi udara dapat berkurang.

Evaluasi CFD Pekanbaru

Tak hanya bertujuan untuk mengurangi polusi udara, CFD juga terdapat aktivitas terkait Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dimana saat pelaksanaan CFD, dapat menjadi lahan keuntungan bagi pelaku UMKM tersebut.

Evaluasi yang dilakukan pada kegiatan CFD ini berupa merapikan UMKM yang berjualan kuliner di wilayah CFD tersebut. Demikian yang diungkapkan oleh Kadishub Kota Pekanbaru, Yuliarso.

Menurutnya lokasi tersebut sudah menjadi wisata kuliner dan mirip seperti pasar pagi. Maka dari itu ia mengatakan untuk harus melakukan evaluasi dan merapikan lokasi CFD.

“Dengan merumuskan kembali dan mendata siapa saja yang bertanggung jawab dalam kegiatan CFD ini,” ungkapnya.

Dikarenakan saat ini masih bulan Syawal, hal ini menjadi waktu untuk melakukan evaluasi kegiatan CFD ini.

Walau CFD belum berlangsung, tetapi masyarakat banyak melaksanakan CFD di lokasi tersebut. Hal tersebut juga berlaku pada pelaku UMKM yang berjualan di Jalan Jalan Cut Nyak Dien di depan Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau.

Car Free Day

Pada kegiatan CFD kita bisa melakukan berbagai macam kegiatan fisik seperti bersepeda, jalan pagi, jogging, dan lain sebagainya.

Dengan adanya kegiatan CFD ini kita dapat beraktivitas tanpa adanya kendaraan bermotor sehingga udara pada daerah tersebut terasa lebih segar, menyejukkan dan bebas dari polusi.

Pemerintah Kota Pekanbaru mengadakan kegiatan Car Free Day (CDF) ini setiap hari Minggu pagi di Jalan jendral Sudirman sekitar Tugu Zapin.

Adapun selama masa pandemi Covid-19 yang lalu, pelaksanaan CFD di Kota Pekanbaru dihentikan.

Lalu barulah digelar kembali pada tanggal 12 Juni 2022 yang lalu.

Tol Rengat-Pekanbaru, Pemprov Riau Umumkan Penetapan Lokasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah melakukan penetapkan lokasi (penlok) pembangunan Tol Rengat-Pekanbaru seksi Junctions Pekanbaru – Interchange Siak. Adapun lokasinya berada di Kabupaten Kampar.

Lokasi Pembangunan Tol

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau SF Hariyanto mengungkapkan bahwa rencananya lokasi pembangunan tol tersebut akan terletak di Kecamatan Tapung dan Tambang, Kabupaten Kampar.

“Lokasi tanah nantinya tersebar di keempat desa dengan luas 234,994 hektare,” ujarnya.

Lebih lanjut Sekdaprov Riau menjelaskan, untuk penetapan lokasi pembangunan ruas Tol Rengat-Pekanbaru di Kabupaten Kampar sudah pihaknya umumkan. Adapun lokasi dan luas tanahnya tersebar di empat desa di Kecamatan Tapung dan Tambang.

Diungkapkan Sekdaprov Riau bahwa ruas jalan di lokasi Kecamatan Tapung berada di Desa Karya Indah seluas 100,170 hektare. Lalu di Kecamatan Tambang di Desa Rimbo Panjang seluas 59,531 hektare. Kemudian Desa Tarai Bangun seluas 31,350 hektare. Serta di Desa Kuala seluas 43,933 hektare.

Lama Proses Pengadaan Tanah

Setelah ditetapkannya penlok tersebut, maka akan segera dilakukan ganti rugi lahan. Kemudian baru akan dilakukan pembangunan jalan tol.

SF Hariyanto juga mengatakan bahwa penlok ini akan dilakukan proses pengadaan tanah pembangunan jalan tol. Proses ini diperkirakan akan berlangsung selma 28 minggu.

“Untuk perkiraan pembangunan jalan tol ini akan selesai selama 30 bulan (2 tahun dan 6 bulan). Terhitung sejak selesainya proses pengadaan tanah,” ujarnya.

Pihaknya berharap bahwa pembangunan ruas jalan tol Rengat-Pekanbaru dapat mempermudah akses transportasi simpul jasa distribusi dari dan ke pusat-pusat kegiatan.

“Yang pasti meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat. Memperlancar pasokan logistik, yang dilalui jalan tol agar berkembang dengan pesat,” tegasnya.

Seluruh Tol di Riau Akan Terkoneksi

Meski penlok tersebut berada di ruas Tol Pekanbaru-Rengat, namun segmen yang akan dibangun akan menghubungkan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Tol Pekanbaru-Bangkinang.

Sehingga nantinya tol ini juga akan terhubung dengan tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang. Sedangkan exit tol akan ada dua, yakni berada di dekat jembatan Siak II serta di daerah Rimbo Panjang, Kampar.

Helikopter Water Bombing Riau dari Luar Negeri

Tiga helikopter water bombing akan dikirim ke Provinsi Riau untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dimana dua diantaranya berasal dari luar negeri.

Bantuan Helikopter Water Bombing

Dalam upaya mengatasi Karhutla di beberapa daerah Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meminta bantuan helikopter water bombing kepada pemerintah pusat.

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan bantuan berupa pengiriman tiga helikopter water bombing untuk mengantisipasi dan penanggulangan bencana Karhutla di Provinsi Riau pada tahun 2023 ini.

Tiga helikopter tersebut saat ini sedang dalam proses pengiriman ke Riau. Setelah sebelumnya satu unit helikopter patroli telah sampai di Riau.

Dua Helikopter Berasal dari Luar Negeri

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa alasan tiga helikopter masih dalam proses pengiriman ialah disebabkan dua diantaranya dikirim dari luar negeri.

Ia mengungkapkan dua helikopter tersebut berasal dari Malaysia dan Australia. Sementara satu lagi berasal dari Papua. Adapun proses administrasi terkait pengiriman helikopter water bombing dari luar negeri harus sesuai prosedur administrasi perhubungan.

“Hal ini lah yang membuat waktu pengiriman membutuhkan waktu yang cukup lama,” ungkap Gubri.

Tak hanya dari luar negeri, bantuan helikopter water bombing untuk Provinsi Riau juga didapatkan dari Papua. Namun helikopter dari Papua tersebut harus dikirim terlebih dahulu ke jakarta untuk dilakukan maintenace.

Sebelumnya, Pemprov Riau telah mendapatkan bantuan helikopter patroli. Bersama dengan TNI, Polri, dan beberapa instansi lainnya, Pemprov Riau terus melakukan upaya untuk memberikan sosialisasi terkait pencegahan karhutla kepada masyarakat Provinsi Riau.

“Agar Riau terbebas dari karhutla yang menyebabkan bencana kabut asap, semoga dengan upaya tersebut, karhutla dapat diatasi dengan baik,” harap Syamsuar.

Kondisi Karhutla Saat Ini

Sementara itu Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau M Edy Afrizal menyampaikan terkait kondisi Karhutla di Riau saat ini. Ia  mengatakan saat ini petugas tinggal melakukan pendinginan di daerah Dumai saja dan untuk daerah lainnya sudah berhasil dipadamkan.

“Karhutla tinggal di Dumai, itupun sudah dalam tahap pendinginan. Masih ada asap-asap sedikit,” ungkapnya.

Covid-19 Indonesia Akan Dicabut Status Daruratnya

Indonesia akan menyusul pencabutan status darurat COVID-19 setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakhiri Public Health Emergency and International Concern (PHEIC) pada Jumat (5/5/2023).

Pencabutan Status Darurat COVID-19

Sementara untuk di Indonesia sendiri saat ini belum bisa memastikan kapan pengumuman pencabutan status COVID-19 akan dilakukan. Demikian yang diungkapkan oleh Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Mohammad Syahril.

Lebih lanjut Syahril mengatakan, kemungkinan besar vaksin tidak lagi menjadi persyaratan untuk melakukan perjalanan. Hal tersebut setelah pencabutan status darurat COVID-19 secara resmi dilakukan.

Adapun nantinya anggaran yang digunakan untuk perawatan COVID-19, dan vaksin akan dialihkan kepada pembiayaan-pembiayaan yang lain. Meski vaksin tak lagi gratis, jika memiliki BPJS maka akan masuk ke dalam cover BPJS. Namun, jika tidak memiliki BPJS maka masyarakat harus membayar.

Tetap Waspada Virus COVID

Pihaknya tetap engimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko penularan virus ini walaupun status darurat COVID-19 akan dicabut. Hal tersebut karena kasus COVID-19 ini akan terus dilaporkan.

Pasalnya beberapa orang memiliki risiko besar bergejala berat ketika terkena virus ini, dikarenakan memiliki penyakit  penyerta.

“Virus COVID-19 masih ada di sekitar kita, sehingga masyarakat harus tetap waspada. Kelompok lansia dan pasien dengan penyakit penyerta masih memiliki risiko paling tinggi, sehingga vaksinasi harus tetap dilakukan,” ujarnya, Sabtu (6/5/2023).

Proyek Mangkrak Provinsi Riau, Gubri Minta Lakukan Audit

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta Inspektorat Provinsi Riau dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit terhadap proyek mangkrak di Provinsi Riau.

Proyek Mangkrak di Provinsi Riau

Sebagaimana diketahui, Proyek payung elektrik di Masjid Raya An-Nur menjadi salah satu proyek mangkrak yang sedang dilakukan audit

Gubri sendiri telah melakukan tinjauan ke tiga lokasi proyek Pemerintah Provinsi Riau di Pekanbaru. Ia mengatakan telah memberikan tugas kepada inspektorat dan BPKP untuk melakukan audit ke semua proyek mangkrak.

Adapun hal tersebut, ungkapnya, agar dapat diketahui apa yang permasalahannya. Hal tersebut karena rencananya, proyek mangkrak ini akan dilanjutkan lagi pembangunannya. Pihaknya sendiri ingin semua proyek mangkrak tersebut dapat selesai sesuai harapan.

“Semakin cepat auditnya, semakin tahu kita, sehingga nanti kita dapat bisa melakukan langkah-langkah berikutnya,” ujarnya.

Syamsuar juga dengan tegas menyerahkan pemeriksaan kepada Inspektorat dan BPKP untuk menghitung pembukuan terkait keuangan pembangunan proyek yang mangkrak. Untuk itu pihaknya akan melihat anggarannya bagaimana. Terutama yang menyangkut kerugian daerah, inikan juga harus diperhitungkan.

“Hanya BPKP dan Inspektorat itulah yang bisa menghitungnya,” ucap Mantan Bupati Siak tersebut.

Beberapa proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2023 banyak yang tidak terselesaikan dan mengakibatkan perusahaan yang mengerjakan harus memutuskan kontrak.

Nilai proyek Mangkrak Rp461 miliar

Nilai proyek yang kontraknya diputus tersebut ada sebesar Rp461 miliar yang terdiri dari 16 paket putus kontrak di tahun 2022 di tiga dinas dengan nilai Rp187 miliar, dan 30 paket luncuran di dua dinas dengan nilai Rp274 miliar.

Untuk 16 paket putus  kontrak pada tahun 2022 dirincikan sebagai berikut, dari Dinas PUPR-PKPP senilai Rp166 miliar, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau Rp20 miliar dan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau Rp313 juta.

Kemudian, untuk 30 paket luncuran pada tahun 2022 terdiri dari Dinas PUPR-PKPP senilai Rp258 miliar dan di RSUD Arifin Achmad Rp16 miliar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau SF Hariyanto mengaku kesal akibat melihat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) yang tak sesuai harapan. Ia menilai kinerja OPD tidak maksimal dalam melaksanakan program pemerintah.

Sekdaprov Riau mengatakan, pada tahun 2021 ada putus kontrak 9 paket dan luncuran 15 paket. Kemudian, pada 2022 putus kontrak 16 paket dan luncuran 30 paket yang putus kontrak.

“Peningkatan yang luar biasa, jelas ada yang salah dan janggal ini, misalnya dalam proses lelangnya,” ujarnya.

Jika dikalkulasi, paket yang putus kontak ini berjumlah hingga Rp461miliar. Pihaknya juga menyayangkan dana yang ada saja tidak bisa terserap maksimal, bahkan ada yang sampai putus kontrak.

Menurutnya hal ini yang harus dibenahi demi menjawab keluhan-keluhan masyarakat, seperti masalah soal jalan rusak dan lain-lainnya.

“Coba dipikir kita selalu bilang kurang uang untuk memperbaiki infrastruktur,” ujar Sekdaprov Riau.