Home Blog Page 50

Upacara Adat Melayu Riau yang Masih Dilestarikan

0

Hampir sama dengan daerah lain di Indonesia, Provinsi Riau juga memiliki upacara adat Melayu Riau yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Mulai dari tradisi tepuk tepung tawar, mandi balimau kasai menyambut Bulan Suci Ramadan, dan masih banyak contoh lainnya.

Encik dan Puan yang asli Suku Melayu Riau, atau yang tinggal di wilayah Melayu Riau, pasti tidak asing lagi dengan upacara adat Melayu Riau yang masih dilestarikan di Riau.

Upacara Adat Melayu Riau yang Masih Dilestarikan
1. Upacara Menyemah Laut

Merupakan tradisi yang bertujuan untuk melestarikan laut dan segala isinya agar bisa memberikan manfaat bagi manusia. Upacara adat yang satu ini umumnya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di pesisir laut Riau.

2. Tepung Tawar

Tradisi tepung tawar merupakan simbol yang dilakukan untuk mendoakan seseorang atas keberhasilannya. Upacara ini merupakan salah satu bagian penting dalam sejumlah prosesi adat istiadat di Riau. Umumnya, tepung tawar ini dilakukan pada acara hajatan adat perkawinan, khataman Alquran, syukuran, hingga prosesi peresmian lainnya.

3. Tradisi Belian

Upacara adat belian merupakan salah satu upacara pengobatan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Riau. Tujuan penyelenggaraan upacara ini adalah untuk meminta kesembuhan atas penyakit yang diderita.

4. Tradisi Merisik

Merisik adalah prosesi adat yang pertama kali dilakukan dalam proses perkawinan. Tujuan dari tradisi merisik adalah untuk menyelidiki keberadaan calon pengantin yang dilakukan oleh pihak laki-laki. Biasanya teknisnya orang tua laki-laki akan datang untuk mencari informasi tentang latar belakang calon istri.

5. Tradisi Petang Megang & Balimau Kasai

Balimau kasai adalah upacara tradisional yang istimewa bagi masyarakat Kampar yang tinggal di provinsi Riau. Sedangkan Petang Megang merupakan tradisi warga Pekanbaru. Kedua kegiatan ini dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan biasanya dilaksanakan sehari sebelum bulan puasa.

Tujuan dari tradisi ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan memasuki bulan Ramadhan.

Itulah tadi 5 upacara adat Melayu Riau yang masih dilestarikan hingga saat ini, semoga informasi ini bermanfaat bagi Encik dan Puan.

Karhutla Dumai-Bengkalis, BPBD Tabur 20 Ton garam di Langit Dumai

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melakukan penaburan 20 ton garam untuk melakukan penanggulangan pemadaman karhutla di Dumai-Bengkalis.

Tindakan ini dilakukan agar penyebaran kebakaran di daerah tersebut tidak meluas. Sebelumnya pemerintah Riau juga mengerahkan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman api.

20 Ton Garam Ditabur di Langit Dumai

Kalaksa BPBD Riau, Edy Afrizal mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan upaya pemadaman api karhutla dengan melaukan penaburan 20 ton garam di langit Dumai.

Lebih detail, Ia mengatakan bahan penyemaian ini menggunakan NaCl 1.000 Kg dan 20 ton garam.

Penyemaian pemadaman karhutla di Dumai-Bengkalis ini juga dibantu oleh turunnya hujan.  Berdasarkan kabar terbaru dari satelit BMKG stasiun Pekanbaru pada sore hari tanggal 24 April 2022, terdapat 66 titik panas atau hotspot di daerah Riau.

Titik terbanyak terletak di daerah Dumai- Bengkalis. Karhutla terjadi di Jalan Parit Purba Selingsing perbatasan Dumai – Bengkalis yang melanda daerah perkebunan kelapa sawit dan juga lahan kosong.

Karhutla tersebut terjadi sejak enam hari lalu dan tim pemadam masih melakukan pemadaman api di daerah tersebut.

Status Siaga Darurat Karhutla

Sebelumnya pada tanggal 15 Februari 2023 Gubernur Riau Syamsuar mengumumkan Status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan atau Karhutla di Riau.

Pengumuman ini disampaikan pada saat rapat koordinasi penanganan Karhutla, di Gedung Daerah Balai Serindit Pekanbaru.

Tak hanya itu, rapat ini juga dihadiri oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 031/Wirabima Brigjen Parlindungan Hutagalung, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Setiawan, dan Danlanal Dumai Kolonel laut Stanley Lekahena serta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Supardi, Sekdaprov Riau SF Hariyanto, dan jajaran terkait lainnya.

Syamsuar mengatakan, bahwa pihaknya telah menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau, penetapan ini dilakukan atas arahan Presiden dan Menko Polhukam.

Status Siaga Darurat Karhutla pada tahun 2023 akan berlaku selama 9 bulan. Di mulai dari tanggal 13 Februarai 2023 hingga 30 November 2023 mendatang.

Ia juga mengatakan, penetapan Status Siaga Darurat Karhutla ini dilakukan setelah dua daerah di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga  terlebih dahulu. Dua daerah tersebut ialah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Bengkalis.

Nama Raja di Riau, Ini Asal-Usulnya

0

Di Provinsi Riau banyak ditemui nama orang dengan awalan Raja. Lalu bagaimanakah asal usulnya? Berikut ini penjelasannya.

Nama Raja sepertinya tidak asing bagi masyarakat di Indonesia saat ini. Tapi di Riau, banyak yang menggunakan nama ini. Saking banyak warga yang menggunakannya, banyak yang berasumsi bahwa pemilik nama Raja pasti berasal dari Riau.

Bagi masyarakat Bumi Melayu Riau, nama Raja tidaklah asing. Sangat banyak nama Raja bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai nama depan seseorang yang berasal dari Riau.

Uniknya, penyandang nama Raja ini ternyata punya alasan tersendiri. Mereka yang bernama Raja mayoritas adalah keturunan dari Raja Indragiri.

Asal-usul

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zein menjelaskan terkait kepemilikan asal-usulnya. Adapun jelasnya, bahwa nama Raja di Riau memang identik berasal dari Rengat Kabupaten Indragiri Hulu.

Yoserizal Zein mengungkapkan, hal ini dimulai sejak masa Kerajaan dan Kesultanan Indragiri. Masa kejayaan kerajaan dan kesultanan Indragiri cukup panjang selama delapan abad.

Kemudian dari 8 abad itu, ada 26 raja dan Sultan dulunya pada masa kerajaan dan kesultanan Indragiri tersebut. Merujuk silsilah itu, pemilik nama Raja biasanya berasal dari keturunan dari raja dan sultan Indragiri.

Sehingga banyaknya sultan dan raja itu, juga membuat banyak keturunannya yang tersebar di Riau dengan nama Raja.

Identik Dengan Rengat

Lebih lanjut Yoserizal menjelaskan bahwa dari silsilah pemilik nama Raja masuk zuriat. Meski demikian, ia tidak mengetahui ini masuk zuriat yang mana, karena ada 26 sultan dan raja berkuasa di sana.

Kadis Kebudayaan Riau tersebut menerangkan, sangat banyak pemilik nama Raja itu, karena kerajaan Indragiri itu lama masanya. Jadi nama Raja itu identik dari Rengat.

Akan tetapi sebenarnya sebut dia, nama Raja ini tidak hanya berasal dari Rengat. Namun ada Raja Rambah Rokan Hulu sampai Kepulauan Riau juga ada.

Sehingga dengan begitu, tidak semua juga pemilik nama Raja keturunan raja. Akan tetapi identiknya di Riau, karena merupakan keturunan Kesultanan Indragiri Rengat.

“Banyak memang pemilik nama Raja. Tak semua juga pemilik nama Raja keturunan raja,” tandas Yoserizal.

Itulah sedikit penjelasan terkait asal usul nama Raja di Riau. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Encik dan Puan.

Sejarah Pendidikan Riau, Dimulai Sejak Masa Kolonial Belanda

0

Di Tanah Melayu Provinsi Riau, sejarah pergerakan dalam pembangunan pendidikan telah melalui proses yang panjang. Untuk itu, mari kita simak bagaimana sejarah pendidikan di Provinsi Riau.

Dimulai Sejak Jaman Belanda

Proses pembangunan pendidikan di Riau melalui jalan panjang diawali dengan pendidikan masa Kolonial Belanda. Dalam sejarah pendidikan di Riau, pada beberapa daerah sudah berdiri Sekolah Rakyat atau sekarang yang dikenal dengan Sekolah Dasar.

Kemudian, berdiri pulak Sekolah Teknologi (ST), dan Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP). Untuk kaum wanita didirikan pula Sekolah Kepandaian Putri (SKP) di Rengat, Tanjungpinang, dan Pekanbaru.

Namun, dalam sejarah pendidikan di Riau, pada tahun 1976 sekolah tersebut dilukuidasi dan ditiadakan. Sebagai penggantinya dibentuklah Sekolah Teknologi Menengah (STM), Sekolah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA).

Kemudian, Sekolah Kepandaian Putri (SKP) yang ditingkatkan menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Tingkat Atas (SKKA) dan akhirnya berubah menjadi Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga (SMKK).

5 Upaya Memajukan Pendidikan di Riau

Adapun 5 upaya mendongkrak pembangunan pendidikan dalam sejarah pendidikan di Riau, yakni:

1. Mencetak Tenaga Guru

Dalam upaya mencetak tenaga guru di Provinsi Riau, maka didirikanlah Sekolah Guru B (SGB) di Taluk Kuantan, Tanjungpinang, dan Bengkalis.

Tidak hanya itu, didirikan pula Lembaga Kursus seperti Kursus Pendidikan Guru disebut KPKPKB yang diperuntukan bagi persiapan mengajar pada tingkat SD.

Perkembangan selanjutnya untuk menciptakan tenaga guru, maka pemerintah mendirikan Sekolah Pendidikan Guru A (SPGA).

Awalnya di Tanjungpinang, kemudian dilanjutkan ke Pekanbaru, Teluk Kuantan, Bengkalis. Selanjutnya bernama Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Terdapat pula SPG didirikan oleh yayasan seperti di Rengat.

2. Upaya Penuhi Kebutuhan Guru

Untuk memenuhi kebutuhan guru agama didirikan Pendidikan Guru Agama (PGAI) 4 tahun dan selanjutnya menjadi PGA 6 tahun seperti di Tanjungpinang dan Pekanbaru.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan pendidikan umum mulai dibangun oleh Pemerintah Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Pendidikan lanjutannya mulai dirintis oleh masyarakat untuk mendirikan SMA Swasta di Pekanbaru sejak tahun 1954.

Kemudian pemerintah mendirikan SMA Negeri di Pekanbaru dan Tanjungpinang, selanjutnya didirikan pula SME Negeri di Tanjungpinang tahun 1956.

3. Pembangunan Perguruan Tinggi

Dalam upaya merintis pendirian perguruan tinggi di Provinsi Riau membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Dimana, dalam sejarah pendidikan di Riau, pembangunan perguruan tinggi dirintis pertama pada tanggal 20Juli 1959. Kemudian terwujud pada tanggal 1 Oktober 1962 berdasarkan surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Republik Indonesia No. 123 Tahun 1962.

Sejarah mencatat bahwa perguruan tinggi negeri di Riau sebagai salah satu wadah untuk pembinaan karier bangsa dan pembangunan Riau di masa yang akan datang.

4. Pendirian Universitas Riau

Cikal bakal pendirian Universitas Riau (UNRI) ini diprakarsai oleh beberapa orang anggota Badan Penasihat Gubernur Tingkat 1 Riau tanggal 20 Juli 1958 dan dikenal dengan Panitia Persiapan Perguruan Tinggi Riau (P3TR).

Adapun para pemrakarsa tersebut adalah Tengku Mahmud Anzam, R.H Muhammad Yunus, Wan Ghalib, Suni Pahar, Ibrahim. Selanjutnya usul tersebut diteruskan kepada Gubernur. Setelah Gubernur menyetujuinya, barulah dibentuk panitia.

Sebagai salah satu persyaratan pendirian UNRI, maka pada tanggal 23 Juli 1962 didirikanlah Yayasan Universitas Riau, dengan demikian segala aset Akademi Administrasi Negara dilimpahkan ke Yayasan Universitas Riau.

5. Pendirian Universitas Islam Riau

Seiring dengan dibentuknya UNRI, Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) juga mendirikan Universitas Islam Riau (UIR), yang merupakan Universitas Swasta yang dikelola di bawah naungan YLPI.

UIR dipimpin oleh Dewan Rektor H. Zaini Kunin dan telah mendapat 4 orang tenaga dosen baru yang diangkat oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Mereka adalah Drs. Asyari Mahmud, A. Kadir Abbas, S.H., Drs. Maridin Arbis, dan Dra. Maimanah Umar. Mereka ini merupakan alumni IAIN Yogyakarta yang berasal dari Riau.

Kemudian UIR tepatnya didirikan tahun 1962, dan telah memiliki Fakultas Tarbiyah, Hukum dan Teknik di Pekanbaru. Sedangkan Fakultas Ushuluddin di Bangkinang, dan Fakultas Syariah di Tembilahan.

Itulah tadi bagaimana sejarah pendidikan di Riau untuk memajukan pendidikan untuk rakyatnya, semoga informasi ini bermanfaat untuk Encik dan Puan yang membutuhkan.

Tradisi Lebaran di Indonesia, Bikin Rindu Momennya!

0

Di setiap negara yang merayakan lebaran pasti memiliki tradisi tersendiri dalam merayakannya, begitu juga di Indonesia.

Setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan, lebaran menjadi salah satu perayaan dan momen paling meriah yang diadakan di Indonesia.

Lewat momen lebaran, banyak tradisi dan budaya yang bikin rindu dengan hal-hal ini.

Ada apa aja ya? Berikut kami rangkum untuk Anda.

Tradisi Lebaran di Indonesia
  1. Mudik

Mudik memang menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Walaupun dilanda kemacetan di jalan raya, para mudik bisa merasakan hal yang sama, yaitu berjalan satu tujuan menuju kampung halaman tercinta.

  1. Ziarah Kubur

Sebelum berkumpul dengan sanak saudara biasanya masyarakat Indonesia akan mengunjungi makam keluarga mereka untuk mengenang dan memberikan doa kepada keluarga yang telah wafat. Hal ini telah menjadi tradisi turun temurun di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

  1. Takbiran

Menjadi ciri malam lebaran, takbiran menjadi awal mula perayaan suka cita menyambut Hari Raya Idul Fitri. Biasanya takbiran dilakukan di masjid maupun arak-arakan keliling oleh beberapa pemuda sambil menggemakan takbir.

  1. Ketupat

Belum afdol rasanya kalau di pagi Hari Raya Idul Fitri tidak memulainya dengan makan ketupat ditambah opor ayam plus rendang. Sajian ketupat menjadi hal yang wajib untuk dimakan pada pagi hari lebaran bagi masyarakat Indonesia.

  1. Silaturahmi rumah ke rumah

Setelah berkumpul dengan keluarga besar, masyarakat Indonesia akan bersiap untuk mengunjungi rumah kerabat dalam rangka silaturahmi Hari Raya Idul Fitri. Pada momen inilah para kerabat dan sanak saudara saling bertemu setelah sekian lama.

  1. Kue

Kue-kue kering hingga kue mentega pasti akan tersaji di meja ketika lebaran tiba. Kue tersebut dijadikan sebagai jamuan untuk para tamu yang mengunjungi rumah untuk bersilaturahmi.

Gak sedikit juga nih para tamu yang penasaran untuk mencicipi kue-kue dari satu rumah ke rumah yang lain.

Nah, itulah beberapa tradisi lebaran yang ada di indonesia, yang mana nih momen yang paling encik dan puan gak bisa lupain di hari lebaran?

Asal Usul Nastar, Kue Lebaran Favorit Sejuta Umat

0

Nastar adalah salah satu kue kering yang wajib ada saat momen lebaran tiba. Sebagai kue lebaran favorit, sudah tahu asal usul nastar, Encik dan Puan? Berikut info yang telah kami rangkum.

Peninggalan Belanda

Asal usul nastar sendiri bermula dari jaman peninggalan Belanda. Jadi kue nastar bukanlah kue asli tanah air ya Encik dan Puan.

Kue kering khas lebaran ini berasal dari bahasa Belanda, yakni Ananas (nanas) dan Taart/tart/pie (kue). Kue dengan isian selai nanas ini memiliki pengaruh dari Belanda yang jika diamati memiliki tampilan layaknya kue kering khas Eropa.

Termasuk Kue Kering

Nastar yang berasal dari Belanda mepunyai bentuk lebih mirip dengan cake. Namun di Indonesia sendiri, nastar termasuk golongan kue kering. Resep Nastar juga memiliki kemiripan dengan olahan pie Belanda yang memiliki isian selai buah-buahan seperti blueberry, apel, dan stroberi.

Biasa Disajikan Saat Hari Besar

Menurut sejarawan kuliner Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman, kue-kue ini biasanya disajikan orang-orang Belanda saat menyambut hari-hari besar seperti Natal.

Selain itu, orang-orang Belanda sering mengirim kue-kue pada keluarga bangsawan pribumi saat hari lebaran tiba. Sejak saat itulah, kue lebaran yang sering kita jumpai menjadi sajian hidangan untuk menyambut tamu saat hari raya lebaran.

Telah Dimodifikasi

Seiring dengan perkembangan zaman, kue-kue dari negara Eropa ini telah menyatu dengan Indonesia serta telah dimodifikasi dari segi bahan dan bentuk. Salah satunya dengan mengganti buah-buah khas Eropa menjadi buah khas Indonesia.

Karena sulitnya mencari buah seperti stroberi dan apel, maka muncullah ide untuk mengganti buah-buahan tersebut. Nanas kemudian dipilih karena merupakan buah yang mudah ditemui.

Nanas juga dipilih karena citarasanya yang asam, manis dan segar sesuai dengan citarasa buah-buahan yang berasal dari Eropa.

Wah ternyata Nastar punya jejak sejarah yang panjang juga ya..

Beli Kue Lebaran di Pekanbaru

Salat Ied Masjid Annur Batal, Lokasinya Pindah Ke Sini

Jika biasanya Masjid Raya Annur Provinsi Riau menggelar Salat Ied, untuk tahun ini lokasinya dipindahkan oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Pindah Lokasi

Karena dibatalkannya pelaksanaan Salat Ied di Masjid Raya Annur Provinsi Riau, lokasi Salat Ied pun dipindahkan. Salat Idulfitri 1444H / 2023M pimpinan di Riau dialihkan dari Masjid Raya Annur ke halaman Kantor Gubernur Riau.

Demikian yang diungkapkan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Provinsi Riau, Masrul Kasmy.

Alasan Pemindahan

Dijelaskan Masrul Kasmi, Masjid Raya Annur Provinsi Riau sendiri saat ini masih dalam masa renovasi. Selain itu perbaikan payung elektrik juga masih belum dilakukan.

Masih Mungkin Digelar di Masjid Annur

Walaupun telah dialihkan di halaman Kantor Gubernur Riau Jalan Sudirman, namun tak menutup kemungkinan bisa tetap digelar di dalam Masjid Raya Annur Provinsi Riau. Terutama bila cuaca hujan.

“Karena bisa saja nanti terjadi sesuatu hal yang tidak dapat diduga, seperti hujan. Jamaah nanti bisa ditampung di dalam Masjid Annur Provinsi Riau,” tuturnya.

Proyek Mangkrak

Proyek payung elektrik Masjid Raya Annur Provinsi Riau kini tengah mandek. Renovasi serta pembuatan payung elektrik Rp40 miliar lebih tersebut tak kunjung tuntas. Proyek tersebut padahal jika sesuai kontrak, maka harusnya telah selesai pada akhir Desember 2022 lalu.

Meski telah diberi perpanjangan waktu sebanyak dua kali, proyek puluhan miliar rupiah tersebut tak juga kunjung tuntas. Padahal sebelumnya Kabid Cipta Karya PUPR Riau Thomas memastikan bahwa proyek tuntas sebelum lebaran.

Adapun rencananya payung elektrik beserta renovasi Masjid Annur senilai Rp42 miliar itu akan dipakai untuk salat Ied oleh Gubernur Riau Syamsuar. Namun sayangnya rencana tersebut gagal karena proyek yang tak kunjung tuntas.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Tinggalkan Rumah Saat Mudik, Ini Imbauan DPKP Pekanbaru

Encik dan Puan yang tinggalkan rumah saat mudik, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru berikan imbauan.

Imbauan ini adalah agar warga Kota Pekanbaru memastikan bahwa rumahnya dalam keadaan aman sebelum meninggalkannya saat mudik lebaran.

Matikan Sambungan Listrik

Adapun hal pertama yang harus dipastikan adalah sambungan listrik. Diungkapkan oleh Kepala DPKP Kota Pekanbaru Burhan Gurning, hal tersebut agar menghindari potensi kebakaran yang diakibatkan oleh korsleting listrik.

“Cabut stop kontak dan alat-alat listrik lainnya, serta pastikan sambungan listrik semua sudah dipadamkan,” ungkapnya, Selasa (18/4/2023).

Cek Keran Air dan Tabung Gas

Selanjutnya Burhan juga meminta warga Kota Pekanbaru untuk memastikan semua keran air sudah dimatikan, lalu tidak lupa untuk mencabut regulator tabung gas. Selain itu juga penting untuk memberi tahu tetangga lain yang tidak mudik ketika hendak bepergian meninggalkan rumah.

“Tujuannya adalah agar tetangga dapat memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya,” ujar Burhan.

Cek Kondisi Kendaraan

Ia juga berpesan saat berkendara, untuk memastikan bawa tabung racun api kecil. Yang bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu juga memastikan kondisi kendaraan telah aman serta dalam kondisi laik untuk melakukan perjalanan mudik.

Tips Lainnya

Selain imbauan dari DPKP Pekanbaru di atas, Encik dan Puan bisa mengikuti beberapa tips berikut ini agar merasa aman tinggalkan rumah saat mudik.

  • Mencuci Piring dan Membersihkan Kamar. Dengan demikian tidak ada piring berjamur karena belum dicuci karena ditinggal selama seminggu.
  • Simpan perhiasan dan barang berharga lainnya di tempat yang aman.
  • Pastikan untuk memeriksa jendela dan pintu telah terkunci, setidaknya dua kali sebelum meninggalkan rumah. Bahkan jika perlu, lakukan kunci ganda agar aman.
  • Jika memiliki hewan peliharaan, titipkan di tempat penitipan atau penampungan hewan yang aman.
  • Sirami tanaman semalaman dan tepat sebelum meninggalkan rumah. Jika perlu tempatkan di daerah yang jauh dari matahari sehingga kelembabannya terjaga.
  • Jangan lupa buang sampah sebelum berangkat mudik. Tentunya Encik dan Puan tak ingin sampah tersebut membusuk, bahkan berbelatung kan? Selain aroma yang dihasilkan tak sedap, juga membahayakan bagi kesehatan.

Jalan Suka Karya Pekanbaru Dioverlay Usai Lebaran

Jalan Suka Karya Pekanbaru rencananya akan di-overlay oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, usai lebaran Idulfitri 1444 H/2023 M. Sebagai informasi, sistem overlay adalah pelapisan aspal ulang.

Siap Action

Seperti diketahui, Jalan Suka Karya merupakan salah satu jalan di Kota Pekanbaru yang mengalami kerusakan parah.

Oleh karenanya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edwar Riansyah mengatakan bahwa pihaknya langsung action usai lebaran. Ia beralasan karena selama lebaran, tidak mungkin jalan Suka Karya tersebut ditutup. Adapun saat ini material dan segala macamnya telah disiapkan oleh pihak kontraktor.

Proses Overlay

Lebih lanjut Edwar mengungkapkan bahwa Jalan Suka Karya yang akan di-overlay nanti memiliki panjang 1,8 kilometer. Sementara itu untuk kondisi jalan yang rusak parah adalah sepanjang 300 meter, yang dimulai dari simpang Jalan HR Soebrantas.

Pihaknya akan dilakukan pemasangan base terlebih dahulu yang dimulai dari simpang Jalan HR Soebrantas hingga 300 meter ke dalam. Setelah jalan yang akan dibase sepanjang 300 meter, kemudian akan langsung di-overlay sepanjang 700 meter lagi ke dalam.

Sementara sepanjang 600 meter lagi ke dalam, tidak akan di-overlay. Hal tersebut, ungkap Edwar, karena 90 persen kondisi jalannya yang masih bagus. Selanjutnya, overlay akan kembali dilanjutkan hingga ke jembatan di perbatasan Pekanbaru-Kampar.

Pihaknya kemudian akan melakukan full overlay, yang dimulai dari titik 0 Jalan Suka Karya hingga jembatan. Dimana ada sepanjang 1.840 meter ke belakang.

Sedangkan terkait anggaran yang digunakan untuk melakukan perbaikan Jalan Suka Karya tersebut, diutarakan Edwar, pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp2,8 miliar yang berasal dari APBD Kota Pekanbaru tahun 2023.

Salat Ied di Pekanbaru, Ada 250 Titik

Pelaksanaan Salat Ied di Pekanbaru direncanakan akan digelar di 250 titik. Demikian yang diungkapkan oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setdaprov) Provinsi Riau, Masrul Kasmy.

Tersebar di Seluruh Kota Pekanbaru

Dikatakan Masrul Kasmy, hal tersebut telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Riau. Sebanyak 250 titik tempat pelaksanaan salat Idul Fitri 1444 Hijriyah tersebut tersebar di seluruh Kota Pekanbaru.

Berdasarkan rapat koordinasi pelaksanaan salat Ied bersama Kanwil Kemenag Riau, Senin (17/4/2023), ada 250 titik Salat Ied di Pekanbaru.

Masrul Kasmy kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menyemarakkan pelaksanaan salat Ied sesuai dengan lokasi yang disiapkan oleh pemerintah daerah masing-masing.

Kapan Lebaran 2023

Terkait jadwal pasti Hari Raya Idulfitri 1444 H tahun 2023, Pemprov Riau hingga kini masih menunggu hasil sidang Isbat yang nantinya akan digelar oleh Kemenag RI.

Sementara itu, pihak Muhammadiyah sendiri telah memastikan Hari Raya Idulfitri 1444H digelar Jumat (21/4/2023). Untuk lokasi salat ied-nya tersebar di 15 lokasi.

Sidang Isbat

Adapun sidang Isbat penetapan Lebaran Idulfitri 2023 atau 1 Syawal 1444H berlangsung di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2023) sore ini secara tertutup.

Rencananya pelaksanaan sidang isbat tersebut akan dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Auditorium HM Rasjidi Kemenag. Meski digelar secara tertutup, kita masih dapat menyaksikannya secara live streaming melalui kanal YouTube Kemenag.

Pemko Gelar Pawai Takbir

Setelah sebelumnya tidak digelar karena pandemi, akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar Pawai Takbir jelang Lebaran Idulfitri 1444H. Direncanakan pawai takbir yang akan berlangsung pada malam Idul Fitri ini akan diadakan di Jalan Gajah Mada Kota Pekanbaru.

Lokasi Salat Ied Pemko

Selain itu Pemko Pekanbaru juga akan melaksanakan rangkaian salat Idulfitri 1444H di Kecamatan Senapelan, Sabtu (22/4/2023). Dalam salat ied yang dihelat di Lapangan Bukit Senapelan tersebut akan diikuti oleh Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun.

Para pejabat Pemko juga akan mengikuti salat ied di Lapangan Bukit Senapelan bersama-sama dengan masyarakat umum.