Home Blog Page 78

Riau Garden, Tempat Yang Wajib Kamu Datangi Saat Weekend

Wah panam memang tidak ada matinya nih, selalu ada saja yang baru. Kayak tempat yang baru saja dibuka ini, yaitu Riau garden.

Lokasi

Tempat wisata kuliner dan nonkuliner yang satu ini dapat Encik dan Puan kunjungi saat liburan akhir pekan bersama sahabat serta kerabat terdekat.

Lokasinya sendiri berada di Jalan HR Soebrantas (Seberang Panam square). Jika ditempuh dari pusat kota Pekanbaru, hanya memakan waktu hingga 15 menit saja.

Berada di atas lahan seluas 2 hektare, pusat kuliner ini mengusung taglineYour Favourite Place“. Adapun konsep kawasan ini adalah shopping street di alam terbuka.

Terdapat Banyak Macam Kuliner

Tempat ini memiliki beberapa tenant kuliner yang cukup lengkap. Encik dan Puan juga dapat menemui beragam kuliner seperti cemilan, minuman, hingga makanan berat ada di tempat ini.

Tidak hanya kuliner, ada playground dan beberapa fasilitas lainnya loh!

Tidak hanya kuliner, tempat ini juga mempunyai playground yang dapat digunakan bagi orang tua yang membawa anaknya untuk bermain dengan nyaman dan menyenangkan. Di dalam kawasan ini juga terdapat beberapa fasilitas lainnya seperti pentas seni, hall terbuka, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), fasilitas disabilitas, ruang asi, dan juga agrowisata.

Ternyata ada spot foto yang instagramable di sini

Tidak hanya itu, di Riau garden juga terdapat beberapa spot foto yang instagramable yang dapat digunakan untuk Encik dan Puan yang suka berfoto-foto. Secara keseluruhan tempat wisata ini sudah bagus, tata letak kulinernya juga bagus dan rapi.

Kekurangan

Hanya saja masih ada kekurangannya nih. Seperti tempat parkir yang disediakan terbilang masih kurang. Dimana juga tempat masuk ke lokasi hanya ada satu pintu, baik itu untuk motor dan mobil.

Hal tersebut kemudian yang mengakibatkan kendara motor dan juga mobil berebutan untuk masuk duluan ke dalam tempat wisata tersebut.

Tetapi hal tersebut dapat terbayarkan dengan yang didapatkan di dalam Riau Garden, loh. Jadi, tidak menjadi halangan Encik dan Puan untuk berkunjung ke sini ya..

Wisata Sejarah di Pekanbaru, Ini Rekomendasinya

0

Encik dan Puan ingin mengunjungi tempat bersejarah di Kota Pekanbaru? Ini rekomendasi wisata sejarah di Pekanbaru.

Sama dengan daerah lainnya, Kita Pekanbaru juga memiliki sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari.

Untuk akses ke lokasi wisata sejarah di Pekanbaru ini cukup mudah diakses, karena letaknya yang tidak begitu jauh dari pusat kota.

Adapun beberapa rekomendasi wisata sejarah di Pekanbaru tersebut, diantaranya:

1. Museum Sang Nila Utama

Satu-satunya museum di Kota Pekanbaru ini menyimpan warisan-warisan budaya Melayu Riau. Di antaranya seperti pakaian adat pernikahan, permainan tradisional, alat musik, artefak dan lainnya. Museum ini berlokasi di satu kompleks kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Pekanbaru.

Alamat: Jalan Jenderal Sudirman No.194.

2. Masjid Raya Pekanbaru

Juga dikenal dengan nama Masjid Raya Senapelan, merupakan salah satu masjid tertua di Provinsi Riau yang terletak di Kota Pekanbaru. Masjid ini dibangun pada abad ke-18.

Pendirian masjid ini berlangsung selama 10 tahun yang dimulai pada 1927 dan selesai pada 1937. Bangunan masjid ini sendiri didirikan di atas tanah waqaf milik Haji Muhammad dan Hajjah Sa’diyah. Pembangunannya melibatkan masyarakat Siak secara gotong royong.

Alamat: Jalan Senapelan No. 128, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

3. Rumah Tuan Kadi

Berbentuk rumah panggung berarsitek Melayu yang dibangun oleh H Nurdin Putih (mertua Tuan Qadhi H Zakaria) sekitar tahun 1895.

Rumah ini terletak di tepi Sungai Siak, sekarang tepatnya di bawah Jembatan Siak III atau Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah. Rumah panggung kayu berbentuk limas ini merupakan dan berfungsi sebagai rumah singgah bagi Sultan Siak Sri Indrapura apabila berkunjung ke Senapelan (Pekanbaru).

Di tempat inilah Sultan Siak beserta pengiringnya beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Istana Hinggap yang terletak persis di belakang Mesjid Raya Pekanbaru atau sekitar 1.000 kaki ke arah tenggara.

Alamat: Jalan Perdagangan, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

4. Prasasti Pengibaran Merah Putih Pertama di Pekanbaru

Rekomendasi wisata sejarah di Pekanbaru selanjutnya adalah cagar budaya prasasti pengibaran bendera merah putih pertama di Pekanbaru.

Prasasti pengibaran merah putih pertama ini sekarang berada persis di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas Jalan Ahmad Yani. Tugu ini didirikan sebagai peringatan atas peristiwa pengibaran Sang Merah Putih untuk pertama kalinya di Pekanbaru.

Yaitu di atas atap Kantor PTT, pada tanggal 15 September 1945. Tugu ini diresmikan oleh Gubernur Riau Soebrantas Siswanto, pada tanggal 10 November 1978.

Alamat: Jalan Ahmad Yani, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

5. Tugu Titik Nol Kilometer Pekanbaru

Tugu tersebut lokasinya berada di sekitaran Pasar Wisata Pasar Bawah, tepatnya di kawasan bekas pelabuhan Pelindo I. Jika Encik dan Puan ingin berkunjung ke sini, tugu tersebut terletak di sebelah kiri pintu masuk pelabuhan Pelindo.

Alamat: Jalan Perdagangan, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

6. Monumen Kereta Api

Juga dikenal dengan nama Monumen Lokomotif, merupakan salah satu bukti dari usaha Jepang untuk membangun jaringan kereta yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat Sumatera.

Rencana ini merupakan lanjutan dari program Belanda sebelum Perang Dunia II. Perencaan awal adalah untuk membuka jalur dari Muaro Sijunjung-Pekanbaru.

Alamat: Komplek Taman Makam Pahlawan Kerja, Jalan Kharuddin Nasution, Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya.

7. Rumah Tenun Kampung Bandar

Sejarahnya, rumah ini merupakan milik pribadi yakni milik H. Yahya yang tinggal bersama istri dan kelima anaknya.

Selain milik pribadi rumah ini pernah tempat berkumpulnya pejuang Fisabilillah, dapur umum dan gudang logistik pada masa pra kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan masa pasca kemerdekaan rumah ini pernah ditempati oleh TNI saat pemberontakan PRRI yang terjadi di Sumatera Bagian Tengah.

Rumah ini pernah juga ditempati oleh imam besar Masjid Raya yaitu KH. Muhammad Sech beliau juga menantu dari H.Yahya. Selanjutnya rumah ini ditempati oleh anak H.Yahya yaitu Hj. Ramnah yang tinggal ditempat itu bersama suaminya H. Ibrahim dan juga bersama keempat anaknya.

Pada saat ditempati oleh Hj. Ramnah ini rumah ini digunakan sebagai aktifitas bertenun, tempat anak-anak mengaji dan juga menokat. Rumah ini sempat kosong dan baru dijadikan rumah tempat bertenun hingga kini.

Alamat: Jalan Perdagangan No. 206, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

8. Surau Al-Irhaash

Merupakan surau pertama dan tertua di ibukota Provinsi Riau. Bangunan surau didirikan pada tahun 1925 di masa penjajahan Belanda. Pada zaman perang kemerdekaan, surau ini difungsikan sebagai markas pejuang kemerdekaan fisabililah.

Alamat: Jalan Senapelan No.49, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

9. Istana Hinggap

Wisata sejarah di Pekanbaru yang terakhir adalah Istana Hinggap. Pada Masa Sultan Syarif Qasim XII, Istana Hinggap merupakan rumah Inap Sultan Siak XII. Rumah ini berdiri pada Tahun 1929 yang dibangun oleh arsitektur dari Belanda yang mempunyai aliran model rumah Eropa dan Turki.

Alamat: Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

Oleh-oleh Pekanbaru Kekinian Murah dan Tahan Lama

0

Encik dan Puan lagi mencari oleh-oleh Pekanbaru kekinian murah dan tahan lama? Yuk intip dulu 7 rekomendasi di bawah ini.

Jika berkunjung ke Kota Pekanbaru, Encik dan Puan wajib membeli buah tangan untuk orang tersayang, yakni dengan membeli oleh-oleh Pekanbaru.

Ada banyak jenis oleh-oleh Pekanbaru tahan lama yang bisa Encik dan Puan dapatkan, mulai dari bentuknya kue kering, kue basah, dan lainnya.

Untuk masalah harga tidak perlu khawatir, karena rata-rata oleh-oleh Pekanbaru dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Penasaran apa saja oleh-oleh Pekanbaru kekinian tersebut, berikut ini rekomendasinya:

1. Bolu kemojo

Bolu Kemojo adalah panganan khas Melayu dari Riau. Kue ini sering disajikan pada hajatan, buka puasa, atau perayaan-perayaan hari besar seperti lebaran. Pada umumnya kue ini berwarna hijau kecoklatan.

2. Roti jala

Roti jala merupakan makanan khas Melayu, biasanya makanan ini disuguhkan bersama kuah kari Melayu atau kuah durian.

3. Ketan Talam Durian

Salah satu camilan tradisional dengan cita rasa kekinian yang menjadi makanan khas dari Kota Pekanbaru dan banyak diminati oleh masyarakat. Biasanya orang-orang membeli kue talam durian untuk dijadikan sebagai buah tangan.

4. Lopek Bugih

Oleh-oleh Pekanbaru selanjutnya adalah Lopek Bugih, kue tradisional asal Kampar yang terbuat dari tepung ketan dengan isian gula merah di dalamnya.

5. Kue Asidah

Merupakan salah satu jenis kue khas Riau yang terinspirasi dari makanan khas Arab yang dikreasikan dan disesuaikan dengan lidah masyarakat setempat. Asidah adalah sebuah hidangan yang terbuat dari tepung gandum, terkadang dengan tambahan mentega atau madu.

6. Kue bangkit

Salah satu kuliner khas Riau yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung adalah kue bangkit. Kue ini biasanya dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

7. Kacang pukul

Meski berasal dari Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, kacang oukul ini juga banyak dan mudah dijumpai. Bahkan menjadi salah satu rekomendasi oleh-oleh Pekanbaru.

Kacang pukul merupakan makanan ringan yang berbahan dasar kacang tanah. Kacang ini diolah dengan cara digiling dan dicampur gula serta beberapa bahan tambahan lainnya. Penyajiannya pun dikemas dalam bentuk kecil, sehingga untuk sekali atau dua kali gigit.

Jalan Rusak di Pekanbaru, Lima Jalan Jadi Prioritas Overlay

Apakah Encik dan Puan pernah mendapati jalan rusak di Pekanbaru? Pada saat ini masyarakat banyak mengeluh terkait ruas jalan rusak yang cukup banyak dan juga  parah di Kota Pekanbaru.

PUPR Akan Perbaiki Ruas Jalan yang Rusak

Dengan ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengatakan, akan memperbaiki terhadap Kerusakan ruas jalan  tersebut.

Lima Ruas Jalan Jadi Prioritas

Terdapat lima ruas jalan yang akan menjadi prioritas perbaikan. Perbaikan tersebut akan dilakukan dengan cara overlay atau pengaspalan ulang. Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengungkapkan, Pemko Pekanbaru akan segera memperbaiki jalan.

”Untuk Jalan Parit Indah, Jalan Inpres, Jalan Dharma Bakti ujung, Jalan Suka Karya, dan Jalan Delima itu akan dilakukan overlay tahun depan (2023, red),” ujarnya, Rabu (14/12/2022).

Pemprov Riau Ikut Perbaikan Jalan

Indra Pomi juga mengatakan, Pemko Pekanbaru berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau karena akan melalukan perbaikan terhadap 5-6 ruas jalan yang rusak tersebut.

”Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Sekdaprov Riau. Kemudian dari Pemko akan melakukan perbaikan lebih kurang 10 ruas jalan,” ucapnya.

Jalan Parit Indah Rusak Cukup Parah

Jalan yang memiliki tingkat kerusakan yang parah terdapat di Jalan Parit Indah, Kecamatan Bukit Raya. Menurut Dian yang merupakan salah satu pengendara sepeda motor yang kerap melewati jalan tersebut mengatakan, kerusakan pada Jalan Parit Indah tersebut cukup parah.

Menurut Dian, Jalan tersebut sudah pernah diperbaiki sebelumnya. Namun tidak cukup hanya ditimbun karena jalan tersebut akan kembali rusak. Kerusakan di Jalan Parit Indah tersebut banyak memicu terjadinya kecelakaan, apalagi saat musim hujam tiba.

”Untuk kecelakaan sering banget, rata-rata laka tunggal karena coba menghindari lubang jalan. Makin rawan kalau pas musim penghujan, karena lubang-lubang itu tergenang air, sampai kayak kali atau kubangan,” terang Dian.

Dian berharap jalan tersebut dapat segera diperbaiki dan seharusnya perbaikan jalan ini tidak ditimbun saja, melaikan diperbaiki dengan cara overlay agar tidak sering terjadi kerusakan lagi pada jalan.

”Setahu saya pernah melihat dilakukan perbaikan dengan cara ditimbun saja dan dilakukan tambal sulam tetapi kan hanya bertahan sebentar saja. Tidak lama jalan tersebut kembali rusak,” Ungkap Dian

Pengguna Knalpot Brong Akan Ditindak Tegas Oleh Polresta

Encik dan Puan, saat ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta pekanbaru memberikan himbauan kepada masyarakat pengguna knalpot brong untuk tidak menggunakannya, dikarenkan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Jika masyarakat tidak mendengarkan himbauan tersebut. Maka akan ditindak tegas oleh yang berwajib.

Satlantas melakukan penertiban knalpot yang digunakan masyarakat

Kasatlantas Polresta Pekanbaru Kompol Birgitta Atvina Wijayanti serta pihaknya sedang melakukan operasi penertiban knalpot brong terhadap kendaraan yang digunakan oleh masyarakat.

“Iya benar. Kami sedang melakukan penertiban pada kendaraan yang menggunakan knalpot bising atau brong,” ungkap Birgitta pada Kamis (15/12/2022).

Operasi penertiban knalpot ini dilakukan dengan alasan banyaknya masyarakat yang terganggu kenyamanannya akibat suara bising yang dikeluarkan oleh knalpot tersebut.

Knalpot brong dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan

Birgitta juga mengatakan, penggunaan knalpot brong akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan.

“Selain suaranya yang bising, penggunaan knalpot brong bisa menimbulkan polusi udara yang lebih buruk karena tidak ada filter gas buangnya. Kemudian BBM akan menjadi lebih boros,”  pungkasnya.

Masyrakat yang menggunakan knalpot brong akan ditindak tegas

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas kepada masyarakat yang menggunakan knalpot brong.

pengguna knalpot brong ini melanggar Pasal 285 ayat 1 Jo 105 (3) A UU LLAJ.

“Dapat dipidana kurungan satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. Utuk itu kami imbau agar masyarakat tidak menggunakan knalpot brong dan tertib saat berlalu lintas,” ungakap Birgitta.

100 Ribu Keluarga Berpotensi Memiliki Anak Stunting Akibat Gizi Buruk

Encik dan Puan, 100 ribu kelurga berpotensi memiliki anak stunting. kasus gizi buruk pada anak yang terjadi di Kota Pekanbaru Riau terbilang belum aman.

Hal ini lah yang menyebabkan pertumbuhan pada anak tidak normal atau disebut juga dengan stunting.

Apa itu stunting?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, terserang infeksi yang berulang, maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Seorang anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan menurut usianya lebih dari dua standar deviasi, di bawah ketetapan Standar Pertumbuhan Anak WHO.

100 ribu keluarga berpotensi melahirkan bayi stunting

Di Kota Pekanbaru sendiri terdapat 100 ribu keluarga yang berpotensi melahirkan bayi tidak normal atau stunting.

”Berdasarkan data awal tahun lalu, ada potensi 100 ribu keluarga yang bisa melahirkan bayi dengan pertumbuhan tidak normal,” ujar Kepala Disdalduk KB Kota Pekanbaru, Muhammad Amin.

Keluarga yang berpotensi memiliki anak gizi buruk harus mendapatkan perhatian

Amin juga mengatakan untuk keluarga yang berpotensi memiliki anak gizi buruk harus mendapatkan perhatian secara khusus, hal ini dilakukan agar kelurga tidak sampai melahirkan anak dengan kondisi tidak normal atau stunting.

“Ada 100 ribu keluarga berpotensi melahirkan bayi stunting. Maka kita mengajak masyarakat untuk selalu memantau pertumbuhan anak-anaknya, dengan menimbang berat dan tinggi badan di Posyandu,” pungkas Amin.

Kasus DBD Di Riau Mencapai 2.102 kasus, 14 Diantaranya Meninggal

Sepanjang 2022 kasus DBD di Provinsi Riau Mencapai 2.102 kasus dan terdapat 14 kasus yang meninggal dunia.

Apa itu DBD?

Encik dan Puan, DBD atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk. Biasanya penyakit ini berada di daerah tropis dan subtropis seperti Asia Tenggara.

14 kasus meninggal dunia akibat DBD

Sepanjang tahun 2022 hingga bulan November lalu, sudah ada 14 kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Riau. hal ini dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau

Hingga saat ini  total kasus demam berdarah se-riau sudah mencapai 2.102 kasus

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, Rabu (14/12/2022) menyampaikan, pihaknya sudah memberikan surat kepada Dinas Kesehatan kabupaten kota agar dapat mewaspadai kenaikan kasus demam berdarah di Provinsi Riau ini.

Kota Pekanbaru menjadi kabupaten kota yang memiliki kasus DBD terbanyak

Kasus demam berdarah di Pekanbaru menjadi kasus terbanyak dari seluruh kabupaten kota yang ada di Riau.

“Se Riau memang di Kota Pekanbaru paling tinggi. Kita akan koordinasi dengan Kadiskes Pekanbaru,” pungkas Zainal.

Upaya agar terhindar dari penyakit DBD

Zainal juga menghimbau kepada masyarakat untuk memiliki juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap ruah, hal ini himbau agar kasus demam berdarah dengue ini tidak terus bertambah.

“Mulai dari kamar mandi tempat bersarang. Karena kalau tiga hari sekali kita kuras dan bersihkan, itu pasti tidak ada telur, kalau tidak ada telur tidak ada jentik, dan kalau tak ada jentik pasti tak ada nyamuk. Jadi 3 M itu yang harus di giatkan,” himbaunya.

Encik dan Puan juga dapat melakukan beberapa hal untuk terhindar dari penyakit DBD ini, yakni dengan cara menggunakan pakaian yang tertutup saat mengunjugi daerah yang banyak nyamuk.

Kemudian menggunakan obat nyamuk seperti permetrin dan gunakan AC atau kelambu yang dipasang di ventilasi tempat tidur.

Jika Encik dan Puan merasa mengalami gejala dari demam berdarah, segera lakukan pemeriksaan ke puskesmas atau rumah sakit agar dapat ditindak lanjuti dengan prosedur yang tepat.

Tengku Buwang Asmara Diusul Jadi Pahlawan Nasional, Kenali Sosoknya

Sultan Siak II Sultan Mahammad Abdul Jalil Muzaffar Syah atau dikenal Tengku Buwang Asmara akan diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Kota Siak sebagai pahlawan nasional.

Encik dan Puan, apakah sudah mengenal sosok Tengku Buwang Asmara? ayo kenal beliau lebih lanjut.

Tengku Buwang Asmara sangat ditakuti Belanda

Tengku Buwang Asmara merupakan seorang pejuang yang sangat ditakuti dan disegani Belanda. Tengku Buang pernah berperang menaklukan Belanda di guntung dan sekarang dikenal dengan perang guntung.

Saat Tengku Buwang perang melawan Belanda, strategi yang ia buat sulit dibaca Belanda pada masa itu. Kepiawaiannya di medan perang membuat dirinya tercatat didalam sejarah dan berperan penting dalam mengusir penjajah pada 1746-1760 M.

Peperangan yang dipimpin oleh Tengku dengan Belanda memiliki tujuan yaitu untuk merebut kekuasaan dan pengaruh di Selat Malaka.

Tengku Buwang dinobatkan sebagai Sultan

Tengku Buwang dinobatkan sebagai Sultan pada 1746 M setelah Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah atau Raja Kecil wafat.

“Tengku Buwang Asmara dinobatkan di Buatan tahun 1746 dengan gelar Sultan Mahammad Abdul Jalil Muzaffar Syah,” tulis dalam buku ‘Dari Kebatinan Senapelan ke Bandaraya Pekanbaru’ yang ditulis oleh sejarahwan Suwardi MS, Wan Ghalib, Isjoni dan Zulkarnain.

Kemudian setelah dinobatkan, Tengku buwang mulai melakukan tugasnya yaitu memindahkan tempat kedudukannya ke Sungai Mempura. Hal ini dilakukan demi menghindari dirinya dari perangaruh Belanda.

Namun Belanda tidak pernah mengirim utusan. Hal ini dilakukan agar mendapatkan izin untuk bergadang di Sungai Siak.

Pada akhirnya Belanda mendapatkan izin sementara untuk berdagang dan mendirikan loji di guntung sebagai muara sungai siak.  Adapun syarat yang harus dilakukan ialah syarat perdagangan bebeas dan tidak monopoli.

“Tetapi dalam pelaksanaannya, Belanda telah bertindak lebih jauh karena letak loji sangat strategis di muara Sungai Siak. Belanda dengan kekuatan senjatanya telah memaksa pedagang yang lewat menjual barangnya. Termasuk menetapkan cukai atas orang yang lalu lalang,” dalam buku terebut.

Terjadinya perang guntung

Hal tersebu membuat sultan memprotes dan terjadilah sengketa memuncak yang kemudian terjadi Perang Guntung. Perang ini terjadi pada tahun1750-1760 di Pulau Guntung. Belanda diserang habis-habisan oleh tentara Kerajaan Siak.

Setelah terjadinya penyerangan itu, membuat Belanda kehilangan perdagangannya. Hal itu bisa dilihat dalam laporan Gubernur di Malaka kepada Gubernur Jenderal Batavia pada 8 Maret 1758.

Dalam laporannya, Belanda Mengatakan bahwa ‘Sungai Siak adalah satu-satunya tempat dagang yang menonjol dari yang lainnya. Yang menghasilkan bahan-bahan penting dari jantung Sumatera dan emasnya jadi alat pembayaran yang sangat berharga yang menyebabkan Melaka menjadi terkemuka’.

Karena keberhasilan tersebutlah, nama Tengku Buwang Asmara menjadi sangat terkenal.

Saat ini telah dilakukan pengusulan untuk menjadi Pahlawan Nasional dari Kota Pustaka.

“Sebagai Sultan kedua Kerajaan Siak, Muhammad Abdul Jalil Muzafar Syah atau yang lebih dikenal dengan Tengku Buwang Asmara merupakan salah satu pahlawan yang sangat berjasa,” ujar Bupati Siak, Alfedri dalam akun Instagramnya.

Ia mengetakan Buwang Asmara telah berhasil mengusir belanda di masa kepemimpinannya. Hal tersebutnya yang menjadikan pertimbangan dasar pertimbangan mengusulkan Tengku Buwang Asmara sebagai Pahlawan Nasional.

“Beliau berhasil mengusir kolonial Belanda di masa kepemimpinannya pada tahun 1746-1760 M. Untuk mengenang jasanya dalam melawan dan mengusir penjajah, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak telah mengusulkan Tengku Buang Asmara sebagai Pahlawan Nasional,” pungakasnya.

Senjata Tradisional Riau Yang Perlu Diketahui

0

Encik dan Puan, pada zaman dahulu senjata tradisional Riau ini digunakan sebagai alat membantu dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti pertahanan diri, kebutuhan hidup, ritual keagamaan, dan lain-lain.

Namun zaman sekarang, senjata ini sudah beralih fungsi menjadi benda koleksi ataupun benda antik. Dengan tujuannya adalah untuk melestarikan peninggalan terdahulu serta menjaga nilai sejarah serta makna filosi yang ada di dalamnya sehingga tidak punah dimakan oleh zaman.

Untuk menambah wawasan kita tentang macam-macam senjata tradisional Riau, berikut 9 senjata tradisional Riau:

  1. Tumbuk Lada

Merupakan senjata badik tradisional yang digunakan sebagai alat untuk menusuk musuh dari jarak yang tidak terlalu jauh. Senjata ini memiliki panjang sekitar 29 cm dengan lebar 4 cm.

  1. Pedang Jenawi

Pada zaman dahulu pedang jenawi merupakan senjata yang biasa digunakan oleh para panglima perang. Pedang jenawi memiliki panjang hingga satu meter, pedang ini terbuat dari bahan baku baja, besi dan tembaga dengan kualitas tinggi.

  1. Beladau

Beladau merupakan senjata tradisional yang memiliki ukuran cukup kecil yang bsa dikatakann mirip dengan belati. Namun, senjata ini memiliki bentuk yang melengkung dingga ke ujungnya.

Senjata ini biasanya digunakan untuk menyerang musuh dari jarak dekat. Beladau termasuk kedalam senjata tradisional yang praktis dan mudah untuk dibawa kemana saja karena ukurannya yang terbilang tidak besar.

  1. Pemuras

Senjata tradisional ini menggunakan peluru. Pemuras merupakan senapan berlaiber besar yang memiliki laras yang pendek. Katanya pemuras merupakan senjata yang dibawa oleh bangsa eropa. Senjata ini dikatakan mempunyai bunyi yang sangat kuat dan menggelegar.

  1. Klewang

Ialah senjata tradisional Riau yang memiliki bentuk mirip dengan golok. Senjata ini memiliki ujung bilah yang lebar. Pada zaman dahulu klewang digunakan untuk berperang dengan prajurit kerajaan. Namun, sekarang klewang dipakai untuk membantu dalam produktivitas masyarakat yang memiliki profesi sebagai petani.

  1. Rentaka

Senjata tradisional yang berfungsi seperti meriam ini memiliki berat yang relatif ringan dibandingkan dengan meriam biasanya. Rentaka biasanya dipakai untuk melawan para perompak yang pada saat itu kerap menagih upeti untuk para penguasa.

  1. Lela Rentaka

Merupakan senjata tradisional yang menyerupai meriam. Bentuk dan ukuran dari senjata ini ialah lebih kecil dari meriam. Perbedaan antara lela dan rentaka ialah terletak pada lubang pelurunya.lubang peluru miliki lela lebih besar dibandingkan dengan lubang peluru rentaka.

  1. Keris

Tidak hanya berada terdapat di Pulau Jawa saja, di Riau juga terdapat keris. Keris Riau memiliki keunikan tersendiri, yaitu jumlah dari luk atau lengkukan cendering lebih sedikit dari ukiran yang ada di gagang serta sarungnya lebih banyak motif flora dan tumbuhan.

  1. Terakol

Kemudian yang terakhir ialah terakol, senjata tradisional Riau yang sangat terkenal di kalangan pelaut, pedagang, serta lanun-lanun melayu. Pada awalnya terakol atau terkul menggunkan teknologi “wheel lock” atau kancing roda yang prosesnya dengan membakar serbuk bedil secara otomatis tanpa membutuhkan fius. Bentuk dari terkul ini mirip seperti pistol. Senjata ini merupakan perubahan dari senjata pemura yang diperkecil.

Tilang Elektronik Mobile Pekanbaru: 730 Pelanggaran Lalu Lintas

Encik dan Puan baru-baru ini Tilang Elektronik Mobile Pekanbaru telah diterapkan oleh Direktorat lalulintas Polda Riau.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

730 Pelanggaran Lalu Lintas

Sejak diberlakukannya pada 21 November 2022 lalu, sudah ada ratusan pengendara lalu lintas yang tertangkap telah melanggar peraturan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau Kompol Irnanda Oktora mengungkapkan, operasi tilang elektronik ini sudah dilakukan selama 3 pekan lebih.

“Hasil capture ETLE mobile sampai Selasa (13/12/2022) ini berjumlah 730 pelanggaran,” ungkapnya.

Mayoritas Pesepeda Motor

Irnanda mengatakan, mayoritas pelanggaran lalu lintas ini dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Dimana pelanggaran paling banyak adalah pengendara yang tidak menggunakan helm.

Cara Kerja

Kompol Irnanda mengatakan, Electronic Traffic Law Enforcement mobile ini digunakan untuk menangkap pelanggaran lalu lintas baik pengendara sepeda motor maupun mobil.

Cara kerja ETLE mobile adalah sebagai berikut, Petugas polisi lalu lintas (Polantas) menggunakan kamera ETLE mobile dalam menjalankan aksi tilang ektronik. Kamera tersebut mampu merekan pelanggran lalu lintas dalam bentuk foto.

Jika ditemukannya pelanggaran lalu lintas, petugas akan langsung mengambil foto pelanggar dengan menggunakan kamera khusus ETLE mobile. Kemudian pelanggaran tersebut akan di-input ke dalam sistem ETLE nasional dan akan dikonfirmasi oleh tim di back office.

Dapat Deteksi Pelat Palsu

Selain dapat mengambil foto dari pengendra yang melelakukan pelangaran lalu lintas, kamera ETLE juga dapat mendektesi pengendara yang menggunakan pelat palsu. Irnanda mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pelat palsu. Pasalnya masyarakat yang bersangkutan bisa terjerat pidana dan terancam hukaman penjara.

Akan Didistribuskan ke daerah lain

Irnanda juga mengungkapkan, nanti perangkat ETLE mobile akan ditambah. Tidak hanya di Kota Pekanbaru saja, tetapi perangkat ini akan didistribusikan ke jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) di daerah lainnya di Provinsi Riau.

“Nanti bertahap akan kita tambah perangkat yang ada untuk didistribusikan ke daerah lainnya,” ujarnya.

Surat Pelanggar Dikirim ke Rumah

Lebih lanjut Irnanda menjelaskan, surat konfirmasi pelanggaran akan dikirim ke (alamat rumah) pelanggar. Adapun surat konfirmasi tilang tersebut akan dikirim ke pelanggar kuurn waktu maksimal 2 hari.

Apabila dalam waktu 8 hari tidak dikonfirmasi ke posko Gakkum, maka akan dilakukan pemblokiran STNK.

“Sehingga pada saat membayar pajak, dia tidak bisa melakukannya sebelum dilakukan pembukaan blokir,” jelas Kompol Irnanda.

Di setiap layanan samsat, sudah disediakan loket khusus untuk pembukaan blokir STNK bagi pengendara yang melanggar lalu lintas tersebut. Hal ini dilakukan dengan orang yang bersangkutan akan dikonfirmasi perihal pelanggarannya dan telah dilakukannya tilang.

Kemudian petugas akan mengeluarkan kode Briva yang dapat dipakai untuk membayar denda tilang. setelah dibayar barulah blokir dibuka.

“Setelah itu baru blokir akan dibuka, sehingga pelanggar bisa melakukan pembayaran pajak,” pungkasnya.

Dengan adanya sistem tilang elektronik ini, diimbaukan untuk Encik dan Puan agar tidak melanggar peraturan lalu lintas ya. Supaya tidak terkena tilang elektronik mobile di Pekanbaru ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)