Wisata Sejarah di Pekanbaru, Ini Rekomendasinya

155
Wisata Sejarah di Pekanbaru

Encik dan Puan ingin mengunjungi tempat bersejarah di Kota Pekanbaru? Ini rekomendasi wisata sejarah di Pekanbaru.

Sama dengan daerah lainnya, Kita Pekanbaru juga memiliki sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari.

Untuk akses ke lokasi wisata sejarah di Pekanbaru ini cukup mudah diakses, karena letaknya yang tidak begitu jauh dari pusat kota.

Adapun beberapa rekomendasi wisata sejarah di Pekanbaru tersebut, diantaranya:

1. Museum Sang Nila Utama

Satu-satunya museum di Kota Pekanbaru ini menyimpan warisan-warisan budaya Melayu Riau. Di antaranya seperti pakaian adat pernikahan, permainan tradisional, alat musik, artefak dan lainnya. Museum ini berlokasi di satu kompleks kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Pekanbaru.

Alamat: Jalan Jenderal Sudirman No.194.

2. Masjid Raya Pekanbaru

Juga dikenal dengan nama Masjid Raya Senapelan, merupakan salah satu masjid tertua di Provinsi Riau yang terletak di Kota Pekanbaru. Masjid ini dibangun pada abad ke-18.

Pendirian masjid ini berlangsung selama 10 tahun yang dimulai pada 1927 dan selesai pada 1937. Bangunan masjid ini sendiri didirikan di atas tanah waqaf milik Haji Muhammad dan Hajjah Sa’diyah. Pembangunannya melibatkan masyarakat Siak secara gotong royong.

Alamat: Jalan Senapelan No. 128, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

3. Rumah Tuan Kadi

Berbentuk rumah panggung berarsitek Melayu yang dibangun oleh H Nurdin Putih (mertua Tuan Qadhi H Zakaria) sekitar tahun 1895.

Rumah ini terletak di tepi Sungai Siak, sekarang tepatnya di bawah Jembatan Siak III atau Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah. Rumah panggung kayu berbentuk limas ini merupakan dan berfungsi sebagai rumah singgah bagi Sultan Siak Sri Indrapura apabila berkunjung ke Senapelan (Pekanbaru).

Di tempat inilah Sultan Siak beserta pengiringnya beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Istana Hinggap yang terletak persis di belakang Mesjid Raya Pekanbaru atau sekitar 1.000 kaki ke arah tenggara.

Alamat: Jalan Perdagangan, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

4. Prasasti Pengibaran Merah Putih Pertama di Pekanbaru

Rekomendasi wisata sejarah di Pekanbaru selanjutnya adalah cagar budaya prasasti pengibaran bendera merah putih pertama di Pekanbaru.

Prasasti pengibaran merah putih pertama ini sekarang berada persis di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas Jalan Ahmad Yani. Tugu ini didirikan sebagai peringatan atas peristiwa pengibaran Sang Merah Putih untuk pertama kalinya di Pekanbaru.

Yaitu di atas atap Kantor PTT, pada tanggal 15 September 1945. Tugu ini diresmikan oleh Gubernur Riau Soebrantas Siswanto, pada tanggal 10 November 1978.

Alamat: Jalan Ahmad Yani, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

5. Tugu Titik Nol Kilometer Pekanbaru

Tugu tersebut lokasinya berada di sekitaran Pasar Wisata Pasar Bawah, tepatnya di kawasan bekas pelabuhan Pelindo I. Jika Encik dan Puan ingin berkunjung ke sini, tugu tersebut terletak di sebelah kiri pintu masuk pelabuhan Pelindo.

Alamat: Jalan Perdagangan, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

6. Monumen Kereta Api

Juga dikenal dengan nama Monumen Lokomotif, merupakan salah satu bukti dari usaha Jepang untuk membangun jaringan kereta yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat Sumatera.

Rencana ini merupakan lanjutan dari program Belanda sebelum Perang Dunia II. Perencaan awal adalah untuk membuka jalur dari Muaro Sijunjung-Pekanbaru.

Alamat: Komplek Taman Makam Pahlawan Kerja, Jalan Kharuddin Nasution, Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya.

7. Rumah Tenun Kampung Bandar

Sejarahnya, rumah ini merupakan milik pribadi yakni milik H. Yahya yang tinggal bersama istri dan kelima anaknya.

Selain milik pribadi rumah ini pernah tempat berkumpulnya pejuang Fisabilillah, dapur umum dan gudang logistik pada masa pra kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan masa pasca kemerdekaan rumah ini pernah ditempati oleh TNI saat pemberontakan PRRI yang terjadi di Sumatera Bagian Tengah.

Rumah ini pernah juga ditempati oleh imam besar Masjid Raya yaitu KH. Muhammad Sech beliau juga menantu dari H.Yahya. Selanjutnya rumah ini ditempati oleh anak H.Yahya yaitu Hj. Ramnah yang tinggal ditempat itu bersama suaminya H. Ibrahim dan juga bersama keempat anaknya.

Pada saat ditempati oleh Hj. Ramnah ini rumah ini digunakan sebagai aktifitas bertenun, tempat anak-anak mengaji dan juga menokat. Rumah ini sempat kosong dan baru dijadikan rumah tempat bertenun hingga kini.

Alamat: Jalan Perdagangan No. 206, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

8. Surau Al-Irhaash

Merupakan surau pertama dan tertua di ibukota Provinsi Riau. Bangunan surau didirikan pada tahun 1925 di masa penjajahan Belanda. Pada zaman perang kemerdekaan, surau ini difungsikan sebagai markas pejuang kemerdekaan fisabililah.

Alamat: Jalan Senapelan No.49, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

9. Istana Hinggap

Wisata sejarah di Pekanbaru yang terakhir adalah Istana Hinggap. Pada Masa Sultan Syarif Qasim XII, Istana Hinggap merupakan rumah Inap Sultan Siak XII. Rumah ini berdiri pada Tahun 1929 yang dibangun oleh arsitektur dari Belanda yang mempunyai aliran model rumah Eropa dan Turki.

Alamat: Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.