Home Blog Page 129

Update Sembuh Covid-19 Riau Hari Ini 181, Total Kasus 126.644

Update Sembuh Covid-19 Riau Hari Ini (Senin, 20/9/2021) bertambah 181 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 153 kasus, dan 7 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 126.644 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, update sembuh Covid-19 Riau mencapai 121.267 orang. 232 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.131 orang isolasi mandiri, serta 4.014 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 113.542 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 70 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 109.447 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.569 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 456 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 11.688 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 9.229 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 667.018 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Seluruh Kecamatan di Pekanbaru Keluar Zona Merah Risiko COVID-19

Berdasarkan data terbaru dari Tim Satgas Penanganan Covid-19, seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru sudah keluar dari zona merah penyebaran COVID-19.

“Dari 15 kecamatan, terdapat 9 kecamatan zona orange dan 6 kecamatan zona kuning berdasarkan data tanggal 12 September 2021,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldi Eka Putra, Selasa (14/9/2021).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Sembuh Covid19 Riau Hari Ini 198, Total Kasus 126.504

Update Sembuh Covid19 Riau Hari Ini (Minggu, 19/9/2021) bertambah 198 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 81 kasus, dan 9 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 126.504 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, update sembuh Covid19 Riau mencapai 121.092 orang. 233 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.172 orang isolasi mandiri, serta 4.007 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 113.531 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 65 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 109.442 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.569 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 455 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 4.197 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.037 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 655.330 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Seluruh Kecamatan di Pekanbaru Keluar Zona Merah Risiko COVID-19

Berdasarkan data terbaru dari Tim Satgas Penanganan Covid-19, seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru sudah keluar dari zona merah penyebaran COVID-19.

“Dari 15 kecamatan, terdapat 9 kecamatan zona orange dan 6 kecamatan zona kuning berdasarkan data tanggal 12 September 2021,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldi Eka Putra, Selasa (14/9/2021).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Sembuh Covid Riau Hari Ini 217, Total Kasus 126.443

Update Sembuh Covid Riau Hari Ini (Sabtu, 18/9/2021) bertambah 217 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 113 kasus, dan 6 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 126.443 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, update sembuh Covid Riau mencapai 120.911 orang. 224 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.310 orang isolasi mandiri, serta 3.998 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 113.524 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 68 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 109.433 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.569 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 454 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.906 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 1.809 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 651.133 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Seluruh Kecamatan di Pekanbaru Keluar Zona Merah Risiko COVID-19

Berdasarkan data terbaru dari Tim Satgas Penanganan Covid-19, seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru sudah keluar dari zona merah penyebaran COVID-19.

“Dari 15 kecamatan, terdapat 9 kecamatan zona orange dan 6 kecamatan zona kuning berdasarkan data tanggal 12 September 2021,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldi Eka Putra, Selasa (14/9/2021).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Sembuh Corona Riau Hari Ini 221, Total Kasus 126.350

Update Sembuh Corona Riau Hari Ini (Jumat, 17/9/2021) bertambah 221 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 142 kasus, dan 9 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 126.350 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, update sembuh Corona Riau mencapai 120.717 orang. 251 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.390 orang isolasi mandiri, serta 3.992 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 113.164 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 64 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 108.985 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.661 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 454 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.025 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 1.887 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 649.227 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Seluruh Kecamatan di Pekanbaru Keluar Zona Merah Risiko COVID-19

Berdasarkan data terbaru dari Tim Satgas Penanganan Covid-19, seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru sudah keluar dari zona merah penyebaran COVID-19.

“Dari 15 kecamatan, terdapat 9 kecamatan zona orange dan 6 kecamatan zona kuning berdasarkan data tanggal 12 September 2021,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldi Eka Putra, Selasa (14/9/2021).

TPID Award 2021, Pekanbaru dan Dumai Urai Sejarah

Bank Indonesia Wilayah Riau menyelenggarakan TPID Award 2021 di kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Kamis (16/9/2021).

TPID Award 2021 merupakan penghargaan kepada kepala daerah yang memang memiliki langkah dan hasil konkert dalam mengendalikan inflasi di daerahnya.

Penghargaan ini diberikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Riau, Decymus, kepada Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, dan Wali Kota Dumai, Paisal.

Sejarah Baru

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Decymus, menyampaikan bahwa raihan TPID Kota Pekanbaru dan TPID Kota Dumai merupakan sejarah baru.

Karena untuk pertama kalinya, Kota Pekanbaru berhasil memperoleh gelar TPID Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Sumatera.

Keberhasilan tersebut adalah hasil penilaian kinerja tahun 2020 pada ajang bergengsi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Award (TPID Award) tahun 2021.

Penghargaan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, dan Bank Indonesia yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, 25 Agustus 2021 lalu.

Langkah Strategis

Diharapkan langkah-langkah strategis tetap dilanjutkan dalam forum TPID untuk memperkuat pengendalian inflasi, sekaligus mempertahankan dan mendorong TPID se-Riau.

Selain itu untuk juga meraih penghargaan pada penyelenggaraan TPID Award pada tahun berikutnya.

Pertama, tetap menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, utamanya barang kebutuhan pokok, dengan mengatasi kendala produksi dan gangguan distribusi.

Kedua, pengendalian inflasi diperluas tidak hanya pada stabilisasi harga saja tapi juga pengembangan sektor-sektor ekonomi produktif.

Dalam hal ini, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan UMKM dengan mengenalkan teknologi dan mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian menjadi barang jadi.

Ketiga, mendorong petani dan UMKM naik kelas dengan mengenalkan pada platform digital untuk memperluas pemasaran dan memperpendek rantai distribusi.

Pasien Corona Riau Sembuh Hari Ini 136, Total Kasus 126.244

Pasien Covid Riau Sembuh Hari Ini (Kamis, 16/9/2021) bertambah 136 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 109 kasus, dan 6 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 126.244 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, pasien Corona Riau sembuh mencapai 120.536 orang. 273 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.485 orang isolasi mandiri, serta 3.985 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 112.763 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 52 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 108.521 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.737 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 453 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.983 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 1.861 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 647.202 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Seluruh Kecamatan di Pekanbaru Keluar Zona Merah Risiko COVID-19

Berdasarkan data terbaru dari Tim Satgas Penanganan Covid-19, seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru sudah keluar dari zona merah penyebaran COVID-19.

“Dari 15 kecamatan, terdapat 9 kecamatan zona orange dan 6 kecamatan zona kuning berdasarkan data tanggal 12 September 2021,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldi Eka Putra, Selasa (14/9/2021).

Mengenal Sungai Siak, Sejarah dan Asal-Usulnya

0

Sebagai warga Riau, tentunya Encik dan Puan mengenal Sungai Siak. Sungai sepanjang 370 Km ini melewati 5 wilayah di Provinsi Riau, yakni Kabupaten Siak, Bengkalis, Pekanbaru, Kampar, dan Rokan Hulu.

Terdalam di Indonesia

Sungai Siak juga dikenal sebagai sungai terdalam di Indonesia, dulu kedalamannya mencapai 30 meter. Namun akibat pendangkalan, kini kedalamannya hanya sekitar 18 meter.

Pendangkalan ini terjadi karena Sungai Siak merupakan jalur yang dilintasi oleh kapal-kapal besar seperti Tanker serta Peti Kemas. Dulu sungai ini berfungsi sebagai jalur perdagangan dari Sumatera menuju pelabuhan antar bangsa di Melaka.

Selain itu, adanya kapal cepat atau speed boat juga mempercepat terjadinya abrasi pada tepian sungai. Sehingga pendangkalan tidak dapat dihindari. Meski demikian, kini tidak banyak transportasi sungai yang melintasi Sungai Siak lagi.

Sumber Perekonomian

Di sepanjang tepi sungai Siak, terdapat banyak pabrik seperti pabrik kelapa sawit, pabrik pengolahan kayu, dan juga pabrik kertas.

Sungai Siak menjadi jalur transportasi penting di Riau yang turut menunjang pasokan kebutuhan barang hingga ke Pekanbaru, serta sebagai jalur pengangkutan produk komoditas Riau.

Di sungai ini beroperasi dua pelabuhan Pelindo 1, yaitu Pelabuhan Sei Pakning yang berada di muara sungai dan Pelabuhan Perawang yang berada di kilometer 144. Sedangkan di Pekanbaru sendiri, dulu terdapat Pelabuhan Pelindo 1 yang berada di Pasar Bawah.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Asal-usul Sungai Siak

Asal-usul nama Sungai Siak sendiri tidak diketahui tahun berapa sebenarnya, karena sangat terbatasnya bukti pemberitaan serta peninggalan sejarahnya.

Meski demikian, berdasarkan sumber sejarah kuno zaman Hindu-Budha, diketahui bahwa yang disebut Siak adalah sebuah kerajaan yang berlokasi di salah satu tempat di sepanjang Sungai Siak.

    • Dahulu Bernama Sungai Jantan

Sebelum bernama Siak, sungai ini dahulu dikenal dengan nama Sungai Jantan. Akan tetapi, terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Sungai Siak yang awalnya berada di kawasan Kuantan dekat Sabak Auh. Akibat perpindahan tersebut, maka nama Sungai Jantan berubah menjadi Sungai Siak.

    • Erat Dengan Kerajaan Siak

Dalam berbagai sumber sejarah Indonesia yang ditulis para pujangga zaman Hindu-Budha maupun para sejarawan Indonesia modern dan asing, penyebutan kata “Siak” memang telah ada. Yang mana saat ini telah menjadi sebuah nama sungai yang di sepanjang aliran sungainya, terdapat jejak peninggalan Kerajaan Siak.

Arti Kata Siak

Bermacam-macam pendatang yang mengartikan kata “Siak”. Ada yang mengatakan bahwa artinya “pedas” dalam bahasa Tapanuli Selatan. Apabila diartikan demikian, tentunya ada latar belakang yang berhubungan antara keduanya. Nyatanya fakta sejarah tidak menunjukkan hal tersebut.

    • Suak

Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa kata “Siak” sama dengan kata “Suak”. Meski penggunaan kedua kata tersebut tidaklah sama dan saling berdiri sendiri.

Arti kata “Suak” sendiri adalah suatu tempat atau kampung yang dialiri oleh anak sungai kecil yang banyak terdapat di sepanjang Sungai Siak. Seperti Suak Rengas, Suak Lanjut, Suak Santai, Suak Nyonya, dan sebagainya.

Sementara itu, kata “Siak” sendiri digunakan untuk penyebutan nama sungai dan kota. Sehingga disimpulkan bahwa kata “Siak” bukanlah turunan kata dari “Suak”.

    • Erat Dengan Islam

Dalam anggapan masyarakat Melayu, kata “Siak” sangat erat dengan agama Islam. Dimana orang Siak merupakan orang yang ahli agama Islam. Sehingga jika seseorang menekuni agama Islam dalam hidupnya, dapat disebut sebagai orang Siak. Hal tersebut dikarenakan, dahulu daerah Siak merupakan kerajaan Islam yang dipengaruhi Melaka dan Johor.

    • Nama Tumbuhan

Yang terakhir, ada pendapat yang menyebut bahwa “Siak” berasal dari nama tumbuh-tumbuhan sejenis perdu yang tumbuh di aliran Sungai Siak, maupun di sekitar Kerajaan Siak. Tanaman yang bernama “siak-siak” tersebut, oleh masyarakat setempat digunakan sebagai bahan obat-obatan dan wangi-wangian.

Jika dihubungkan dengan Teori Diketengahkan oleh J. Kern., Profesor Pubotjoroko dan Profesor Muhammad Yamin tentang pemberian nama kerajaan/raja berdasarkan flora dan fauna, pendapat ini bisa saja benar.

Seperti halnya kebanyakan kerajaan nusantara yang diambil dari nama tumbuh-tumbuhan. Kerajaan Majapahit, diambil dari nama pohon “Maja” yang buahnya pahit. Kemudian Kerajaan Tarumanegara, dari pohon “Tarum”. Lalu Kerajaan Johor dari nama pohon “Johar”.

Sementara itu, nama raja nusantara kebanyakan diambil dari nama hewan. Seperti Hayam Wuruk yang berasal dari kata “hayam/ayam”, “Sisingamangaraja” dari kata “singa”, dan Gajah Mada dari kata “gajah”.

Penutup

Demikianlah penjabaran mengenal Sungai Siak, sejarah, dan asal-usulnya, semoga melalui tulisan ini Encik dan Puan lebih mengenal Sungai Siak ya. Terlepas dari fakta sejarahnya, Sungai Siak memiliki sisi eksotis dan mitosnya sendiri yang masih menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Pasien Covid Riau Sembuh Hari Ini 192, Total Kasus 126.135

Pasien Covid Riau Sembuh Hari Ini (Rabu, 15/9/2021) bertambah 192 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 118 kasus, dan 8 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 126.135 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, pasien Covid Riau sembuh mencapai 120.400 orang. 273 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.485 orang isolasi mandiri, serta 3.977 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 112.506 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 51 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 107.913 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.089 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 453 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.020 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 1.855 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 645.219 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Seluruh Kecamatan di Pekanbaru Keluar Zona Merah Risiko COVID-19

Berdasarkan data terbaru dari Tim Satgas Penanganan Covid-19, seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru sudah keluar dari zona merah penyebaran COVID-19.

“Dari 15 kecamatan, terdapat 9 kecamatan zona orange dan 6 kecamatan zona kuning berdasarkan data tanggal 12 September 2021,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldi Eka Putra, Selasa (14/9/2021).

Bakso Rusuk Joss Pekanbaru, Unik, Viral, dan Fenomenal

0

Ncik dan Puan masih ada yang belum nyobain Bakso Rusuk Joss Pekanbaru? Lokasinya berada di Jalan Arifin Ahmad No. 66. Resmi dibuka pada awal Maret 2021 lalu, ini merupakan outlet ke-11.

Yang membedakannya dengan bakso lain pada umumnya, di sini menyajikan aneka varian bakso dengan bentuk yang tidak biasa, seperti Bakso Lava dan Bakso Hostplate Jablay.

Tentunya isi dan rasa dari kedua menu ini juga tidak biasa, bakso lava yang berisi cabai rawit  setan yang merupakan salah satu cabai terpedas di dunia. Tidak lupa pula menu Bakso Hotplate Jablay juga diolah menggunakan cabai rawit setan.

Harga makanan di sini beragam, mulai dari Rp20.000-Rp185.000. Untuk menikmati salah satu jenis minumannya, Ncik dan Puan cukup menyiapkan uang minimal Rp18.000.

Untuk penggemar makanan pedas, menu Bakso Lava sangat direkomendasikan untuk Ncik dan Puan. Selain rasanya yang pedas, bakso ini juga memiliki ukuran yang cukup besar sehingga dapat dinikmati bersama keluarga dan kerabat. Harga dari Bakso Lava ini sebesar Rp128.000.

Bakso Rusuk Joss juga sudah direview oleh banyak Youtuber Indonesia dan telah diliput oleh banyak stasiun televisi Indonesia.

Untuk Ncik dan Puan yang penasaran dengan Bakso Rusuk Joss yang unik, viral, dan fenomenal ini, Ncik dan Puan langsung datang ke outlet Bakso Rusuk Joss Pekanbaru ya.

Pasien Covid19 Riau Sembuh Hari Ini 215, Total Kasus 126.032

Pasien Covid19 Riau Sembuh Hari Ini (Selasa, 14/9/2021) bertambah 215 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 152 kasus, dan 9 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 126.032 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, pasien Covid 19 Riau sembuh mencapai 120.227 orang. 304 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.532 orang isolasi mandiri, serta 3.969 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 112.504 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 59 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 107.903 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.089 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 453 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 6.943 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 6.709 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 643.199 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Seluruh Kecamatan di Pekanbaru Keluar Zona Merah Risiko COVID-19

Berdasarkan data terbaru dari Tim Satgas Penanganan Covid-19, seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru sudah keluar dari zona merah penyebaran COVID-19.

“Dari 15 kecamatan, terdapat 9 kecamatan zona orange dan 6 kecamatan zona kuning berdasarkan data tanggal 12 September 2021,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldi Eka Putra, Selasa (14/9/2021).