Home Blog Page 130

Restoran Kamanusa Pekanbaru, Sajikan Makanan Nusantara

0

Restoran Kamanusa Pekanbaru merupakan tempat makan yang memiliki konsep dan citarasa nusantara yang kaya akan rempah-rempah di beragam menu khasnya.

Restoran Kamanusa Pekanbaru memiliki 3 signature menu yaitu ayam woku, ayam rica, dan tongseng ayam. Soal rasanya sudah pasti enak dan recommended untuk referensi makan malam bersama keluarga dan teman.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Yang membuat tempat makan ini berbeda dari tempat makan pada umumnya adalah Kamanusa buka mulai pukul 17.00-00.00 WIB. Jadi sangat pas untuk Ncik dan Puan yang ingin menikmati menu makan malam dengan citarasa nusantara yang lezat.

Selain 3 menu andalannya, Kamanusa juga menyajikan menu nusantara lainnya seperti, nasi goreng, mie goreng, dan aneka sayur yang tentunya juga diolah dengan rempah dan bumbu-bumbu lokal.

Tidak hanya menyediakan makanan saja, di sini juga tersedia aneka minuman. Dengan varian jus buah, teh, dan kopi juga disajikan untuk pelengkap kala menyantap makanan.

Ncik dan Puan yang penasaran dan ingin mencoba ayam woku, ayam rica, dan tongseng ayam andalan Kamanusa, langsung saja datang ke Jalan H.R Soebrantas No. 11, tepatnya di sebelah Pegadaian Syariah Panam Pekanbaru.

Pasien Covid 19 Riau Sembuh Hari Ini 289, Total Kasus 125.880

Pasien Covid 19 Riau Sembuh Hari Ini (Senin, 13/9/2021) bertambah 289 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 100 kasus, dan 15 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 125.880 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, pasien Covid 19 Riau sembuh mencapai 120.014 orang. 313 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.593 orang isolasi mandiri, serta 3.960 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 111.594 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 66 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 106.911 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.164 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 453 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.509 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 1.468 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 636.256 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Pasien Sembuh Covid 19 Riau Hari Ini 516, Total Kasus 125.795

Pasien Sembuh Covid 19 di Riau Hari Ini (Minggu, 12/9/2021) bertambah 516 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 166 kasus, dan 9 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 125.795 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, pasien sembuh Covid 19 di Riau mencapai 119.741 orang. 331 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.778 orang isolasi mandiri, serta 3.945 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 111.516 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 59 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 106.356 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.649 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 452 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.458 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.164 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 634.747 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Sembuh Corona di Riau Hari Ini 320, Total Kasus 125.644

Sembuh Corona di Riau Hari Ini (Sabtu, 11/9/2021) bertambah 320 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 169 kasus, dan 10 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 125.644 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, angka sembuh Corona di Riau mencapai 119.239 orang. 354 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.115 orang isolasi mandiri, serta 3.936 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 111.510 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 65 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 106.346 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.649 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 450 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.256 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.953 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 631.289 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Sembuh Covid-19 di Riau Hari Ini 435, Total Kasus 125.490

Sembuh Covid-19 di Riau Hari Ini (Jumat, 10/9/2021) bertambah 435 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 177 kasus, dan 12 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 125.490 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, angka sembuh Covid-19 di Riau mencapai 118.938 orang. 371 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.255 orang isolasi mandiri, serta 3.926 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 110.330 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 71 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 105.394 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.415 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 450 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.713 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.411 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 628.033 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Sembuh Covid 19 di Riau Hari Ini 344, Total Kasus 125.328

Sembuh Covid 19 di Riau Hari Ini (Kamis, 9/9/2021) bertambah 462 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 209 kasus, dan 22 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 125.328 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, angka sembuh Covid 19 di Riau mencapai 118.521 orang. 399 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.494 orang isolasi mandiri, serta 3.914 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 109.852 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 76 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 104.937 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.389 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 450 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.731 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.358 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 624.320 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Sembuh Covid19 di Riau Hari Ini 462, Total Kasus 125.134

Sembuh Covid19 di Riau Hari Ini (Rabu, 8/9/2021) bertambah 462 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 228 kasus, dan 13 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 125.134 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, angka sembuh Covid19 di Riau mencapai 118.203 orang. 423 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.616 orang isolasi mandiri, serta 3.892 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 108.991 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 89 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 104.029 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.424 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 449 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.676 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.344 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 620.589 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

SIM Drive Thru Pekanbaru, Begini Cara Perpanjangannya

0

Di masa pandemi, layanan SIM Keliling Pekanbaru tidak beroperasional. Oleh karenanya, Polda Riau meluncurkan layanan SIM Drive Thru Pekanbaru.

Layanan SIM Drive Thru Pekanbaru ini berada di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, yang diresmikan oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono pada 20 Mei 2021 lalu.

Melayani SKCK

Tidak hanya perpanjangan SIM A dan C, layanan Drive Thru Polda Riau ini juga bisa untuk pembuatan dan perpanjangan SKCK.

Adapun tujuan berdirinya layanan Drive Thru Polda Riau tersebut untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan terbaik dalam pelayanan kepolisian secara terpadu.

Cara Perpanjang SIM

Berikut ini tata cara perpanjangan SIM melalui layanan Drive Thru Polda Riau tersebut yakni:

Namun, sebelum mengisi formulir pendaftaran online, maka diwajibkan mengurus persyaratan antara lain:

  • Surat Psikologi di SATPAS RSDC Pekanbaru & SATPAS POLRES Wilayah RIAU
  • Surat Kesehatan di SATPAS RSDC Pekanbaru & SATPAS POLRES Wilayah RIAU
  • e-KTP
  • SIM yang masih berlaku

Selanjutnya, persyaratan tersebut diatas di foto dan di-upload saat melakukan pendaftaran online dan mendapatkan Nomor Registrasi Online Pendaftaran (Screenshot).

Kemudian isi formulir yang disediakan dalam Aplikasi Pelayanan Terpadu Polda Riau Online sesuai dengan layanan yang diinginkan, dan mengambil produk yang sudah jadi melalui skema drive thru di Gedung Pelayanan Terpadu Polda Riau.

Setelah data selesai di upload, petugas akan melakukan verifikasi dan hasil verifikasi bisa dicek statusnya dengan memasukan Nomor Registrasi Online.

Setelah itu akan muncul notifikasi dan balasannya, jika hasil dari cek status apabila lengkap maka bisa cetak atau screenshoot hasil cek status.

Selanjutnya, Encik dan Puan datang pada waktu yang tertera dalam bukti registrasi online dengan membawa serta persyaratan secara fisik (KTP Asli, SIM Asli, Surat keterangan kesehatan dan surat keterangan Psikologi) ke lokasi pelayanan Drive Thru Polda Riau.

Terakhir, pemohon SIM bisa melakukan pembayaran PNBP SIM, sidik jari, tanda tangan, foto dan pencetakan. SIM pun sudah bisa didapatkan.

Nah itulah tata cara perpanjangan SIM melalui layanan Drive Thru Polda Riau semoga bisa bermanfaat ya Encik dan Puan!

Sembuh Covid di Riau Hari Ini 487, Total Kasus 124.697

Sembuh Covid di Riau Hari Ini (Senin, 6/9/2021) bertambah 487 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 149 kasus, dan 29 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 124.697 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, angka sembuh Covid di Riau mencapai 117.395 orang. 470 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.971 orang isolasi mandiri, serta 3.861 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 107.707 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 92 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 102.546 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.621 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 448 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.300 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.176 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 613.305 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Angka Sembuh Corona Riau Hari Ini 492, Total Kasus 124.380

Angka Sembuh Corona Riau Hari Ini (Sabtu, 4/9/2021) bertambah 492 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 214 kasus, dan 30 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 124.380 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, angka sembuh Corona Riau mencapai 116.419 orang. 515 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.635 orang isolasi mandiri, serta 3.811 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 107.072 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 102 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 101.880 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.645 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 445 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.202 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.935 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 608.019 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Antisipasi Badai Sitokin, Ini Yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengingatkan pasien COVID-19 terutama yang menjalani isolasi mandiri dirumah untuk mewaspadai badai sitokin.

Meskipun badai sitokin telah lama ditemukan di Riau, namun belakangan ini badai ini baru menjadi perbincangan masyarakat.

Dijelaskan dr Yovi, memang tidak semua pasien COVID-19 yang mengalami badai sitokin meninggal dunia. Karena kematian akibat badai sitokin tersebut bisa diantisipasi jika pasien langsung diberikan penangangan medis sebelum kondisinya memburuk.

Badai sitokin merupakan salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh penderita COVID-19. Kondisi ini perlu diwaspadai dan perlu ditangani secara intensif, bila dibiarkan tanpa penanganan, badai sitokin dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga menyebabkan kematian.

Sitokin merupakan salah satu protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, sitokin membantu sistem imun berkoordinasi dengan baik dalam melawan bakteri atau virus penyebab infeksi.

Namun, jika diproduksi secara berlebihan, sitokin justru dapat menyebabkan kerusakan di dalam tubuh. Inilah yang disebut sebagai badai sitokin.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.