Update Kasus Covid19 Riau Hari Ini: Tambah 288, Total 23.016

182
Update Kasus Covid19 Riau Hari

Update Kasus Covid19 Riau Hari Ini (Kamis, 17/12/2020) bertambah sebanyak 288 orang, 200 pasien yang telah sembuh, dan 5 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 22.728 kasus menjadi 23.016 kasus.

Dari Total Kasus Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 20.653 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 631 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.027 orang isolasi mandiri, serta 525 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Adapun untuk pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia yaitu Ny S (65) warga Rohul, Tn S (60) warga Rohul, Tn IBE (48) warga Pekanbaru, Ny SY (44) warga Pekanbaru, dan Tn J (55) warga Bengkalis.

Ke-288 tambahan pasien positif Corona di Riau diantaranya berasal dari Bengkalis 3 kasus, Inhil 6 kasus, Inhu 117 kasus, Kampar 4 kasus, Dumai 17 kasus, Pekanbaru 87 kasus, Kuansing 1 kasus, Pelalawan 3 kasus, Rohil 22 kasus, Rohul 8 kasus, Siak 16 kasus, dan dari provinsi lain 4 kasus.

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 60.058 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 22 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 56.436 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.433 orang. Sementara itu, suspek yang meninggal dunia berjumlah 167 orang.

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 861 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 751 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 188.707 sampel.

Jelang libur natal dan baru (nataru) mendatang, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuat kegiatan ataupun pesta yang mengumpulkan banyak orang.

Meski pemerintah telah mengurangi jumlah hari libur dan cuti bersama akhir tahun sebagai pengganti cuti bersama idul fitri, namun masyarakat diprediksi masih akan pergi liburan pada akhir tahun nanti.

Oleh karenanya, dr Wildan kembali menegaskan agar menghindari kerumunan terutama di tempat-tempat wisata. Jika terpaksa harus pergi liburan ke tempat wisata, bisa pastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat.

Tidak hanya kepada pengunjung, ia meminta kepada pihak pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan serta menyiapkan fasilitas pendukung agar pengunjungnya patuh menjalankan protokol kesehatan.