Update Kasus Covid-19 Riau Hari Ini: Tambah 186, Total 23.200

150
Update Kasus Covid-19 Riau Hari

Update Kasus Covid-19 Riau Hari Ini (Jumat, 18/12/2020) bertambah sebanyak 186 orang, 99 pasien yang telah sembuh, dan 9 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 23.200 kasus.

Dari Total Kasus Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 20.849 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 587 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.230 orang isolasi mandiri, serta 534 pasien yang telah meninggal.

Adapun untuk pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia yaitu Tuan I (83) warga Kampar, Tuan ANB (74) warga Kampar, Ny S (70) warga Pekanbaru, Ny K (52) warga Pekanbaru, J (55) warga Rohul, ASI (30) warga Rohul, W (61) warga Rohul, SN (52) warga Inhil, dan Tuan D (55) warga Pelalawan.

Ke-186 tambahan pasien positif Corona di Riau diantaranya berasal dari Bengkalis 41 kasus, Dumai 35 kasus, Inhil 8 kasus, Inhu 3 kasus, Kampar 5 kasus, Pekanbaru 55 kasus, Pelalawan 1 kasus, Rohil 14 kasus, Rohul 9 kasus, Siak 10 kasus, dan dari provinsi lain 5 kasus.

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 60.276 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 22 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 56.573 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.514 orang. Sementara itu, suspek yang meninggal dunia berjumlah 167 orang.

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 885 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 724 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 189.592 sampel.

Jelang libur natal dan baru (nataru) mendatang, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuat kegiatan ataupun pesta yang mengumpulkan banyak orang.

Meski pemerintah telah mengurangi jumlah hari libur dan cuti bersama akhir tahun sebagai pengganti cuti bersama idul fitri, namun masyarakat diprediksi masih akan pergi liburan pada akhir tahun nanti.

Oleh karenanya, dr Wildan kembali menegaskan agar menghindari kerumunan terutama di tempat-tempat wisata. Jika terpaksa harus pergi liburan ke tempat wisata, bisa pastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat.

Tidak hanya kepada pengunjung, ia meminta kepada pihak pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan serta menyiapkan fasilitas pendukung agar pengunjungnya patuh menjalankan protokol kesehatan.