Home Blog Page 344

#lalinPKU Truk Muatan Seng Terguling Macetkan Jalan Soekarno-Hatta

Satu unit truk muatan seng dengan nomor polisi BM 9176 TH terguling di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Selasa (22/5/13), sekitar pukul 9.00 WIB, berlokasi di dekat Simpang Jalan Lobak (Ardath)

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kecelakaan tersebut memicu macet panjang di Jalan Seota dari arah Jalan Arifin Achmad menuju kota.

Menurut Ade, pengendara sepeda motor yang tepat di belakang truk naas tersebut, sebelum terguling dan muatannya berserak di jalan, truk sempat oleh tiga kali.

“Saya di belakangnya. Truk itu melaju zig-zag tiga kali, sampai akhirnya terguling,” tutur Ade.

Kemacetan panjang arus lalu-lintas juga disebabkan lambannya polisi datang ke lokasi. Hampir satu jam kemudian aparat datang. Kemudian bersama masyarakat, beramai-ramai menggulingkan truk ke tepi jalan.

Menurut petugas kepolisian, Aipda Friadi yang melakukan penyelidikan, dugaan awal truk terguling karena kelebihan muatan seng.

Saat ini truk sudah ditepikan dan arus lalu-lintas mulai normal, namun tetap tersendat, karena banyak pengguna jalan yang sengaja memperlambat laju kendaraan sekedar untuk melihat truk tersebut. (Riau Terkini)

#beritaPKU Pariwisata Sumbang Rp16 Miliar Untuk PAD Pekanbaru

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru Destrayani Bibra mengatakan sektor pariwisata baru bisa menyumbang Rp16 miliar bagi pendapatan asli daerah 2012.

“PAD dari sektor pariwisata baru Rp16 miliar dalam setahun, jumlah itu masih sangat jauh, belum ada apa-apanya dibanding daerah lain seperti Bali dan Bandung,” kata Destrayani Bibra di Pekanbaru, Rabu.

Menurut dia, potensi pariwisata di Pekanbaru memang belum banyak dan tergarap dengan optimal. Meski begitu, berkat pembenahan dan promosi, sejumlah tempat wisata kini cukup dikenal publik seperti Masjid Agung An-Nur dan Pasar Wisata Pasar Bawah.

“Kita akan terus membenahi dan terus menjual dan mempromosikan tempat wisata seperti Pasar Bawah. Mau laku atau tidak laku, itu adalah proses,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya juga terus melakukan upaya memberi penyuluhan sadar wisata kepada pelaku pariwisata dan masyarakat.

“Penyuluhan terus kita lakukan kepada parmuwisata, supir taksi, hingga pelayan di hotel,” ujarnya.

Tim Pakar dari Riau Heritage Dedi Ariandi menyatakan pemerintah daerah harus mengubah paradigma yang kental di masyarakat bahwa kegiatan budaya di Riau adalah suatu hal yang mahal.

Menurut dia, cara pandang pemerintah daerah yang menganggap wisata dengan orientasi proyek, membuat masyarakat menganut pola pikir bahwa menggelar kegiatan budaya adalah sangat mahal.

Contohnya, dalam pagelaran kebudayaan selalu dibuat secara seremonial. Para pejabat selalu disambut kompang, disambut secara besar. Sedangkan masyarakat hanya bertindak sebagai penonton saja,” katanya.

Dedi juga mengkritik pemerintah daerah di Riau sepertinya enggan turun ke “akar rumput” untuk pengembangan wisata dengan mencari pusaka yang layak ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Jika sebuah pusaka diklaim milik negara lain, baru kita sibuk. Padahal, usaha untuk mencari pusaka yang banyak belum diketahui justru tidak ada,” katanya. (Antara Riau)

Keliling Kota Pekanbaru

0

Punya waktu liburan yang singkat? Datang saja ke Pekanbaru, Riau. Liburan akhir pekan ke Pekanbaru, dijamin akan menyenangkan. Meski hanya satu hari, Anda bisa mengunjungi banyak destinasi seru. Jalan-jalan ke banyak tempat menarik di kota ini, dari masjid ala Timur Tengah hingga belanja oleh-oleh khas Melayu pun tidak kelewatan!

Pekanbaru adalah ibu kota Provinsi Riau, kotanya bersih dan tertata rapi. Memasuki Jalan Jendral Sudirman yang menjadi denyut nadi kota, jalur hijau akan memanjakan mata selama perjalanan.

Jalannya yang luas dan bersih. Kendaraan, baik mobil dan motor, semuanya tertib. Bangunan-bangunan dengan arsitektur Melayu sangat menarik perhatian. Salah satunya yang menarik perhatian adalah Raja Ali Haji (Bandar Serai) di Jalan Sudirman atau lebih dikenal dengan nama Arena Purna MTQ. Tempat ini dulunya ditujukan untuk kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional ke-17 pada tahun 1994. Di tengahnya terdapat Anjungan Seni Indus Tintin yang menjadi salah satu Landamark budaya Pekanbaru, juga Akademi Kesenian Melayu Riau.

Pekanbaru punya banyak destinasi yang menarik. Anda bisa berkunjung dan foto-foto di Gedung Tintin. Gedung ini biasanya digunakan untuk acara besar atau pertunjukan. Tak hanya itu, banyak gedung-gedung di Pekanbaru yang dihasi oleh batik khas Melayu yang cantik.

Jangan lupa untuk mengunjungi Museum Sang Nila Utama di Jalan Sudirman. Museum ini menyimpan berbagai koleksi benda-benda seni dan budaya seperti pakaian adat, gaun pengantin, permainan rakyat seperti gasing, alat-alat musik, dan benda-benda bersejarah lainnya dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Riau. Tidak ada tiket masuk bila ingin mengunjungi museum ini.

Tidak jauh dari Museum Sang Nila Utama, terdapat satu bangunan dengan arsitektur Melayu yang sangat kental, yaitu Gedung Taman Budaya Riau. Gedung ini digunakan sebagai tempat pagelaran berbagai kegiatan budaya dan seni Melayu Riau serta kegiatan-kegiatan lainnya.

Tak lupa pula untuk mampir ke Dekranasda Riau yang terletak di ujung Jalan Sisingamangaraja, Dekranasda merupakan pusat cinderamata Riau terlengkap di Pekanbaru. Di sini kita bisa mendapatkan busana Melayu Riau, batik Riau, kain tenun, songket, serta berbagai kerajinan kayu. Selain itu, kita juga dapat melihat proses pembuatan batik Riau yang cantik dan kaya akan warna.

Puas berjalan-jalan ke museum, taman budaya, dan melihat kerajinan khas Riau, siang harinya kita bisa mengunjungi Masjid Agung An-Nur sekaligus melaksanakan shalat zuhur. Masjid An-Nur yang terletak di Jalan Hang Tuah ini merupakan yang termegah di Riau. Bentuk masjid ini bergaya ala Timur Tengah seperti masjid-masjid di Istanbul. Kubahnya berbentuk bulat dan khas.

Mesjid provinsi ini memiliki bentuk bangunan yang cantik dan memiliki fasilitas yang lengkap sebagai Islamic Centre. Lantai bawah masjid merupakan tempat sekretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta tempat pelaksanaan pendidikan Islam. Halaman depannya luas dan tampak apik dengan kolam serta pelataran parkir. banyak masyarakat Riau yang menggunakan lapangan tersebut untuk berolahraga atau bersantai saat pagi dan sore hari. Masjid ini juga menyediakan fasilitas wifi gratis yang membuat orang betah di mesjid.

Selain itu, masih ada landmark Kota Pekanbaru yang mirip dengan landmark Kota Surabaya yaitu Tugu Selais dan juga Tugu Songket.

Jika Surabaya punya Jembatan Suramadu, maka Pekanbaru punya Jembatan Siak. Uniknya, di bawah Jembatan Siak ini merupakan sungai terdalam yag ada di Indonesia lho!

Mau mencari oleh-oleh atau keperluan lain di Pekanbaru? Kita bisa mencarinya di Pasar Bawah yang berada di ujung Jalan Ahmad Yani, di pinggir Sungai Siak. Kita bisa menemukan banyak kios yang menjual cemilan impor dari Singapura, Malaysia, dan Batam. Di sini juga merupakan pusatnya keramik unggulan yang didatangkan langsung dari Taiwan, Cina, dan Italia. Suasana pasarnya ramai tapi bersih dan tidak sumpek.

Menemukan berbagai macam benda unik dan cantik dari Thailand, Taiwan, Malaysia, bahkan Italia dengan harga miring sungguh menjadikan akhir perjalanan ini sangat menyenangkan. Pekanbaru, ternyata kota yang menyimpan banyak keunggulan dan daya tarik dari negara-negara lain.

Untuk oleh-oleh, Anda bisa memburunya di Pasar Bawah. Di sini terdapat bolu kambojo yang nikmat, kerupuk jengkol, hingga aneka makanan khas Melayu. Banyak juga aksesoris cantik di sini. Sehari berkeliling Pekanbaru dijamin puas!

#beritaPKU Kimar Halangi Pekerja Jalan

Meskipun proses ganti rugi telah dilakukan, namun proses pelebaran Jalan Soekarno-Hatta tidak kunjung tuntas. Pasalnya, proses pelebaran yang akan dilakukan kembali dihalangi Kimar Sarah.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran pekerja yang sudah melakukan persiapan. Bahkan, Kimar sempat menawarkan empat syarat sebelum bekas lahannya itu diaspal.

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, SF Hariyanto, Selasa (21/5) di Pekanbaru. Dia mengakui, kondisi itu menjadi kendala untuk melanjutkan proses pelebaran jalan Soekarno Hatta.

‘’Padahal pihak pelaksana menargetkan proses pengaspalan selesai dalam sepekan. Tapi, kalau begini, jelas terkendala di lapangan,’’ terangnya.

Menurutnya, langkah melanjutkan proses pengaspalan, karena Anthony yang notabenenya merupakan anak Kimar Sarah sudah menghadiri rapat kedua beberapa lalu. Dalam pertemuan tersebut, Anthony setuju proses pelebaran dan pengaspalan jalan tersebut dilanjutkan.

Namun, saat pekerja ingin melanjutkan pengerjaan, mantan birokrat Pemprov Riau itu kembali menghalangi. Bahkan, kali ini dengan mengajukan empat syarat khusus.

‘’Ya anehlah, proses ganti rugi telah dilakukan. Uangnya sudah diambil, namun masih minta syarat lagi. Kita juga sudah coba undang rapat, tapi tidak mau hadir. Padahal ini untuk kepentingan publik,’’ papar Hariyanto.

Saat ditanyakan mengenai syarat yang diajukan, dia mengatakan syarat yang diminta Kimar terdiri dari empat poin. Yakni, meminta proses pemecahan surat segera dituntaskan, meminta meninjau kembali harga tanaman, meminta meninjau kondisi sumur bor dan meninjau kembali harga tanah.

‘’Syaratnya tidak logis. Tanah dan tanaman sudah dihitung dan diganti rugi. Bagaimana pula mau ditinjau ulang. Kita tentunya akan bersikap untuk permasalahan tersebut,’’ sambungnya.
Untuk langkah lanjutan, pihak PU bersama instansi terkait kembali merancang rapat akhir. Nantinya, dari rapat akhir tersebut akan ditentukan sikap tegas untuk melanjutkan proses pengerjaan akses transportasi tersebut.

‘’Besok (hari ini, red) kita kembali menggelar rapat akhir. Nantinya, akan ada putusan, karena seluruh pihak, mulai dari kepolisian, satpol PP, Biro Hukum, BPN dan Pengadilan Negeri Pekanbaru kita undang. Kita ingin langkah tegas yang dilakukan tetap dengan santun dan pada koridornya,’’ urai Hariyanto.

Dia menilai, permintaan untuk pemecahan sertifikasi sudah dilakukan. ‘’Saya fikir tidak ada kendala lagi. Ganti rugi sudah dilakukan. Bahkan, pemecahan sertifikat yang diinginkan Kimar sudah kita lakukan bersama BPN. Namun, dia tetap tidak berkeras dengan pertimbangannya sendiri. Yang penting, kalau dengan rapat akhir, saya pastikan proses pelebaran dapat dilanjutkan,’’ tutur Hariyanto. (Riau Pos)

PSPS Krisis Lini Belakang, Dzumafo-Nzekou Sodor Banaken

0

Pendaftaran pemain putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2013 berakhir, Jumat (24/5) mendatang. Hingga saat ini, PSPS baru mendaftarkan satu pemain asing yakni Camara Namory. Ini dikarenakan PSPS kesulitan mendapatkan pemain yang cocok secara finansial tim dan kualitas.

Kesulitan PSPS ini mendapat perhatian dari dua mantan pemain PSPS asal Kamerun, Dzumafo Epandi Herman yang kini membela Sriwijaya FC dan Patrice Nzekou yang kini berbaju Persiba.

Keduanya menyodor Banaken Bassoken ke manajemen PSPS.

“Dzumafo dan Nzekou membantu kami mencari pemain asing untuk memperkuat PSPS. Mereka yang mengatahui siapa kawan mereka yang tak punya klub dan mau pindah klub. Mereka menyodorkan Banaken yang saat ini tak punya klub,” ujar caretaker pelatih PSPS, Afrizal Tanjung, Selasa (21/5).

Mantan pelatih PS Siak ini berharap Banaken benar-benar bergabung dengan PSPS.

Pasalnya, pemain yang musim lalu membela Persijap Jepara di kompetisi IPL ini sangat diperlukan untuk mengisi posisi bek tengah yang ditinggalkan Jaques Joel Tsimi hengkang ke Persisam.

“Sebenarnya kami perlu dua pemain asing untuk mengisi posisi striker dan bek. Tapi kalau memang hanya ada bek, kami sangat bersyukur karena lini belakang memang memerlukan pemain asing terutama yang berpostur tinggi untuk berduet dengan striker tim lain yang umumnya tinggi-tinggi,” ujarnya.

Anak-anak Askar Bertuah berangkat menuju Papua, Selasa (21/5) dengan membawa 16 pemain. Kiper senior Fance Harianto tak dibawa.

Dengan demikian maka PSPS mengandalkan duet kiper muda yakni Susanto dan Ade Chandra. Tak hanya itu, PSPS pun hanya diperkuat satu pemain asing yakni Camara Namory.

Sedangkan pemain 13 pemain lainnya adalah Dodi Satria, Gusrifen, Novi H, Danil Junaidi, Hadison, Hasbullah, Rusdianto, Dika Hanggara, Pawira Putra,  April Hadi, M Zahrul Azhar, M Isnaini dan Yudi Rianto. (Riau Pos)

#wisataPKU Melihat Kemegahan Terminal Bus Termegah di Indonesia, Bandar Raya Payung Sekaki

0

terminalbispekanbaru

Sekilas, bangunannya tidak kalah megah daripada Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Siapa sangka kompleks bangunan di persimpangan Jalan Arteri Siak II Labuh Baru, Payung Sekaki, Pekanbaru, itu hanya terminal bus. Sayang, terminal bus yang konon termegah di Indonesia tersebut lengang.

Namanya sama dengan lokasinya. Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS). Bentuknya khas dengan gerbang kokoh berpilar tiga. Siapa saja yang sempat mengunjunginya bakal berdecak kagum. Kondisinya jauh dari kesan kusam yang sering diidentikkan dengan terminal bus selama ini.

Fasilitas di dalamnya tidak kalah mentereng dan komplet. Toiletnya bersih. Selain itu, ada musala, sejumlah kios dan kantin, ruang informasi dan pengaduan, warung telepon, tempat penitipan barang, serta kantor organisasi angkutan darat.

Yang mungkin tidak ditemukan di terminal bus lain, disediakan penginapan bagi penumpang yang kemalaman. Kapasitasnya sekitar 50 orang, terdiri atas kamar VIP dan kelas ekonomi.

Tarif semalam untuk kelas biasa Rp 40.000-Rp 60.000, sedangkan VIP di atas Rp 100 ribu. “Kalau ada penumpang sampai di terminal pukul tiga dini hari dan tidak ada yang menjemput, mereka bisa menginap dulu di penginapan. Bisa pakai hanya untuk empat jam. Sehingga, pukul tujuh pagi dia bisa ke tempat yang dituju,” ungkap Marjohan, staf administrasi Terminal BRPS.

Dengan berbagai fasilitas dan kemegahan tersebut, tidak heran Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Pria Budi mengungkapkan bahwa tempat itu adalah terminal bus termegah se-Indonesia. Terminal yang dibangun dengan dana Rp 57 miliar tersebut belum punya tandingan.

Bandar Raya Payung Sekaki Pekanbaru tidak hanya megah dalam bentuk fisiknya, bandar tersebut sudah menggunakan sistem komputerisasi terhadap kendaraan yang masuk ke dalam terminal.

Dengan sistem komputerisasi ini setiap kendaraan yang masuk ke terminal dapat ditandai, sehingga mudah diketahui. Dengan demikian semua proses kedatangan maupun keberangkatan kendaraan di teminal ini bisa dilakukan dalam waktu yang lebih cepat.

Kepala Terminal Bandar Raya Payung Sekaki Pekanbaru, Efrizal ketika mengatakan sistem komputerisasi sudah mulai dilaksanakan di terminal BRPS bekerjasama dengan SUN parkir.Diberlakukannya sistem komputerisasi di terminal Bandar Raya Payung Sekaki ini juga seiring dengan diberlakukannya struk dari sistem komputerisasi sebagai bukti bahwa angkutan sudah masuk terminal di Bandar Raya ini.

Galeri Foto :

#beritaPKU Satu Anggota XTC Pekanbaru Serahkan Diri

Seorang anggota geng motor binaan Suardirejo alias Klewang, 57, bernama Alex, 18, menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru, Riau.

“Alex sebelumnya sempat lolos atau melarikan diri ketika hendak kami tangkap di rumahnya di Siak Hulu, Kabupaten Kampar, beberapa waktu lalu,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru Komisaris Arief Fajar Satria di Pekanbaru, Rabu (22/5).

Atas pelarian Alex, pihaknya menyarankan pihak keluarga untuk segera menyerahkan pelaku ke Mapolresta jika telah kembali ke rumahnya. Barulah pada Selasa (21/5) dini hari, pihak keluarga menyerahkan Alex yang telah kembali ke rumahnya di Siak Hulu.

“Penyerahan Alex dilakukan pihak orangtua yang menelepon anggota untuk menjemput Alex ke rumahnya di Siak Hulu,” katanya. Alex, menurut catatan kepolisian, terlibat sejumlah kasus bersama kelompok-kelompok geng motor binaan Klewang. Di antaranya, turut serta melakukan perusakan warnet di Jalan Kelapa Sawit dan Jalan Durian.

Sejauh ini, menurut dia, Alex baru tercatat terlibat aksi perusakan di dua tempat tersebut, tapi akan didalami. “Sampai saat ini, Alex masih terus diperiksa dan dimintai keterangannya oleh penyidik. Siapa pun tidak diperkenankan untuk bertemu Alex selama beberapa hari ini, termasuk pihak keluarga,” katanya.

Dengan demikian, anggota geng motor yang telah berhasil ditahan pihaknya menjadi 17 orang, termasuk pucuk pimpinannya, Klewang. (Metro TV)

Survei: Lihat Timeline Twitter Lebih Penting daripada Sarapan Sehat

0

Sarapan bernutrisi sangat penting untuk menjaga kesehatan dan berat badan tetap ideal. Sayangnya, banyak orang masih menempatkan makan pagi sebagai prioritas ke nomor sekian. Mereka lebih mementingkan membuka social media.

Berdasarkan penelitian terbaru yang melibatkan 2.000 responden menemukan, empat dari 10 orang selalu melewatkan sarapan di rumah. Alasannya karena mereka terlalu asyik mengecek Facebook, Twitter dan email.

Penelitian yang diprakarsai brand biskuit Belvita Breakfast juga menemukan, satu dari tiga orang dewasa selalu memeriksa email di pagi hari. Sementara 25 persen dari responden lebih suka log on ke Facebook dan Twitter untuk terhubung dengan teman-teman dan follower mereka. Aktivitas di dunia maya ini tentu saja menghabiskan waktu mereka sehingga tidak sempat sarapan.

Aktivitas lain yang membuat orang mengesampingkan pentingnya sarapan, adalah terlalu sibuk mengerjakan urusan rumah tangga. Mulai dari menyetrika pakaian, mencuci, menyiapkan bekal makan siang dan makan malam.

“Breakfast (sarapan), secara harfiah berarti ‘breaking the fast’ (membatalkan puasa). Setelah 10-12 jam tanpa makanan, tubuh dan otak kita perlu bahan bakar. Itulah sebabnya kenapa sarapan menjadi jam makan yang paling penting dalam keseharian,” ujar Nutritionist Fiona Hunter, seperti dikutip dari Female First.

Fiona menambahkan, sarapan bukan berarti Anda harus makan nasi lengkap dengan sayur dan lauknya. Juga bukan harus dikonsumsi langsung begitu Anda bangun. Jika Anda tidak punya waktu untuk makan sebelum meninggalkan rumah atau memang tidak bisa makan apapun ketika bagun pagi, sarapan tetap bisa dilakukan saat dalam perjalanan atau begitu sampai kantor.

Sedikitnya satu dari tujuh orang melewatkan sarapan lima hari dalam seminggu karena terlalu sibuk mengurusi masalah lain di rumah. Sementara itu 19 persen orang mengaku hanya punya waktu untuk minum teh atau kopi sebagai ‘pengganti’ sarapan. Padahal, para responden ini tahu betapa pentingnya dan akibatnya jika tidak sarapan.

Satu dari dua orang merasakan lemas karena absen sarapan. Dan 45 persen mengatakan kerja mereka jadi lebih produktif apabila menyempatkan makan sesuatu di pagi hari.

Agar tetap bisa sarapan saat terburu waktu, siapkanlah bahan makanan untuk sarapan di malam hari. Anda bisa menyiapkan makanan yang sederhana dan mudah diolah tapi tetap kaya gizi. Misalnya saja dengan merebus telur di malam hari, lalu simpan di kulkas. Saat pagi, Anda bisa membelahnya jadi potongan-potongan kecil, tambahkan minyak zaitun, merica, selada dan tomat, jadilah salad kaya serat dan protein.

Bisa juga dengan memasak omelette isi sayuran dan daging, atau roti gandum yang dioles selai kacang. Cara yang lebih praktis, blender buah dan sayuran yang dicampur yoghurt untuk menghasilkan smoothies sehat. Apabila benar-benar tidak ada waktu, siapkan stock energy bar dari gandum untuk dimakan di jalan. (Wolipop)

#beritaPKU Gustini : “Kembalikan Fungsi Mesjid Agung”

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Riau, Gustini zuliati, menghimbau kepada pengurus Masjid Raya, An-Nur di jalan Hang Tuah Pekanbaru untuk lebih memperhatikan dan mengembalikan fungsi Mesjid sebagai tempat ibadah bagi masyarakat umum. Hal ini ditukasnya, Senin (20/5/13) di gedung Dewan.

“Seharusnya Masjid Agung itu dikembalikan lagi sebagai tempat ibadah.” Ujarnya.

Meski demikian, Kata gustini, Jangan sampai Masyarakat dibatasi untuk berkunjung ke Mesjid tersebut. Sebab, masih dalam keterangan darinya, jika ada masyarakat yang berkunjung untuk melakukan aktifitas selain ibadah, Seperti Olahraga, Joging atau lainnya, Pengurus Mesjid mesti memberikan arahan kepada masyarakat untuk berpakaian sopan.

“Inilah, tugas dari pengurus, meski kita kembalikan lagi sesuai fungsinya sebagai tempat ibadah, tapi jangan masyarakat dibatasi, boleh untuk olah raga, tapi masyarakat juga harus pahami itu tempat ibadah, walau hanya di halamannya harus berpakaian sopan, paling tidak dengan training namun jangan pakai pakaian ketat,” ucapnya.

Lebih lanjut Beliau menambahkan, sebagai identitas Ibukota Provinsi Riau, Masjid Agung itu juga menjadi salah satu potensi Wisata Religi, dimana banyak masyarakat di luar Provinsi Riau berkunjung ke mesjid tersebut, artinya, apabila tidak dikelola dengan baik, tentu akan mengurangi jumlah pengunjung dari luar Riau.

“Jangan sampai, nanti ketika ada tamu yang datang dan melihat mesjid agung tersebut menjadi terkesan kurang baik,” Sebutnya.

Dengan potensi wisata yang baik, Lanjut Gustini, harusnya pemerintah setempat memberikan apresiasi yang lebih untuk mesjid tersebut, Sebab, selain sering dijadikan tempat olahraga, Fasilitas lain seperti Wudhu dan penunjang lain terlihat tidak terawat.

Oleh karena itu, diteruskan beliau, Pengurus bersama pemerintah terkait, mesti memperbaiki sarana dan prasarana penunjang agar dapat di rasakan masyarakat dengan baik, Khususnya toilet dan tempat wudhu yang sering dikeluhkan.

“Fasilitas di masjid mesti diperbaiki, baik tempat wudhu maupun sarana penunjang lainnya.” Pungkasnya. (Riau24)

#beritaPKU Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tak Penuhi Standar Keselamatan

Melihat jembatan-jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kota Pekanbaru saat ini sangat jauh dari perawatan dan pemeliharan, hal tersebut dapat kita temui di JPO yang ada di jalan Sudirman.

Bukan hanya sebagai tempat penyeberangan orang, tapi sebagai tempat berdagang, dan juga tempat tidurnya anak-anak jalanan. Padahal kondisi dari JPO tersebut telah mulai berkarat, lapuk dan sangat membahayakan untuk keselamatan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Pekanbaru mengakui bahwa di Kota Pekanbaru ini masih ada JPO yang tidak sesuai dengan standar keselamatan, maka dari itu pihaknya telah mengintruksikan Satker terkait untuk segera melakukan pemeliharaan.

“Awalnya pembuatan JPO ini adalah hasil kita bekerja sama dengan pihak ketiga, dan saat ini adalah tugas kita untuk melakukan Pemeliharaanya, meskipun kita tidak menampik masih ada JPO yang keberadaannya membahayakan masyarakat seperti dipasangi iklan diatasnya,” ungkap Walikota Pekanbaru, Selasa (21/05/2013).

Kemudian, Dia juga menambahkan bahwa sebelum pembuatan JPO tersebut pihak Satker terkait telah melakukan kajian-kajian terhadap pembangunan JPO.

“Dimana posisinya, seperti apa bentuknya, pihak dinas Perhubungan telah melakukan berbagai studi, dan ada beberapa JPO yang tidak standar itu karena bekerja sama dengan pihak ketiga,” paparnya.

Sementara untuk peluang pembuatan-pembuatan JPO lainnya, Firdaus mengatakan bahwa hal tersebut pasti akan dilakukan, pasalnya setiap hari perkembangan Kota Pekanbaru semakin pesat, namun hal itu mesti melalui berbagai kajian terlebih dahulu. (Riau Terkini)