PSPS Krisis Lini Belakang, Dzumafo-Nzekou Sodor Banaken

23

Pendaftaran pemain putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2013 berakhir, Jumat (24/5) mendatang. Hingga saat ini, PSPS baru mendaftarkan satu pemain asing yakni Camara Namory. Ini dikarenakan PSPS kesulitan mendapatkan pemain yang cocok secara finansial tim dan kualitas.

Kesulitan PSPS ini mendapat perhatian dari dua mantan pemain PSPS asal Kamerun, Dzumafo Epandi Herman yang kini membela Sriwijaya FC dan Patrice Nzekou yang kini berbaju Persiba.

Keduanya menyodor Banaken Bassoken ke manajemen PSPS.

“Dzumafo dan Nzekou membantu kami mencari pemain asing untuk memperkuat PSPS. Mereka yang mengatahui siapa kawan mereka yang tak punya klub dan mau pindah klub. Mereka menyodorkan Banaken yang saat ini tak punya klub,” ujar caretaker pelatih PSPS, Afrizal Tanjung, Selasa (21/5).

Mantan pelatih PS Siak ini berharap Banaken benar-benar bergabung dengan PSPS.

Pasalnya, pemain yang musim lalu membela Persijap Jepara di kompetisi IPL ini sangat diperlukan untuk mengisi posisi bek tengah yang ditinggalkan Jaques Joel Tsimi hengkang ke Persisam.

“Sebenarnya kami perlu dua pemain asing untuk mengisi posisi striker dan bek. Tapi kalau memang hanya ada bek, kami sangat bersyukur karena lini belakang memang memerlukan pemain asing terutama yang berpostur tinggi untuk berduet dengan striker tim lain yang umumnya tinggi-tinggi,” ujarnya.

Anak-anak Askar Bertuah berangkat menuju Papua, Selasa (21/5) dengan membawa 16 pemain. Kiper senior Fance Harianto tak dibawa.

Dengan demikian maka PSPS mengandalkan duet kiper muda yakni Susanto dan Ade Chandra. Tak hanya itu, PSPS pun hanya diperkuat satu pemain asing yakni Camara Namory.

Sedangkan pemain 13 pemain lainnya adalah Dodi Satria, Gusrifen, Novi H, Danil Junaidi, Hadison, Hasbullah, Rusdianto, Dika Hanggara, Pawira Putra,  April Hadi, M Zahrul Azhar, M Isnaini dan Yudi Rianto. (Riau Pos)