Home Blog Page 124

Kedai Steak Pekanbaru, Hadirkan Steak Terbaik Ala Restoran

0

Ncik dan Puan ingin menikmati menu steak dengan harga yang ramah di kantong? Kedai Steak Pekanbaru jawabannya. Di sini menyajikan menu steak dengan harga yang pas untuk para kawula muda.

Jadi Referensi Menu

Tahukah Encik dan Puan, jika Steak sekarang telah menjadi salah satu referensi menu andalan kala makan siang maupun makan malam? Selain itu steak juga merupakan satu menu western food yang banyak digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Aneka Saus

Kedai Steak Pekanbaru tidak hanya menyajikan steak daging, tetapi juga menyajikan steak ayam. Steak di sini disajikan dengan 5 varian saus yaitu saus Buttermilk, saus BBQ, saus Blackpapper, saus Cheese, dan saus Mushroom lengkap dengan sayuran dan kentang goreng di atas hotplate.

Aneka Saus

Menu dan Harga

Selain itu, ada banyak menu snack seperti, Nugget Ayam, Kulit Ayam Krispi, dan aneka minuman untuk menemani Ncik dan Puan kala nongkrong dan makan di Kedai Steak Pekanbaru. Adapun harga steak di sini mulai dari Rp20 ribuan hingga Rp35 ribuan.

Menu dan harga Kedai Steak Pekanbaru

Promo

Jangan lupa, Kedai Steak lagi mengadakan promo selama bulan Desember. Steak Ayam dapat dinikmati dengan harga hanya Rp16.000 saja khusus untuk para Ladies.

Jadi tunggu apalagi? Buat Puan-puan yuk segera ke Kedai Steak yang ada di Komplek Ruko Melur Bisnis Center Panam, tepatnya di Simpang Tobek Godang Pekanbaru.

Total Sembuh Covid-19 Riau Capai 124.062

Total Sembuh Covid-19 Riau hingga Rabu (1/12/2021) mencapai 124.062 orang. Dimana pasien sembuh bertambah 10 orang, kasus positif bertambah 8 orang, dan nihil pasien yang meninggal.

Sehingga kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai total 128.451 kasus. Sedangkan pasien yang masih dirawat di rumah sakit 27 orang, 246 orang isolasi mandiri, serta 4.116 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 152.955 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 35 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 151.945 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 474 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 501 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.066 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.794 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 881.932 sampel.

Gubri Ingatkan Kepala Sekolah, Protokol Kesehatan Wajib Dipatuhi

Total Sembuh Covid-19 Riau telah mencapai 124.062 orang. Gubernur Riau syamsuar meminta kepada seluruh kepala sekolah di Riau agar mematuhi protokol kesehatan di sekolahnya masing-masing.

Imbauan ini disampaikan Gubri agar tidak lagi terjadi kluster di sekolah yang ada di Riau. Selain itu, Gubri juga menegaskan ‎jika ada sekolah yang ditemukan kluster baru, maka sekolah tersebut harus ditutup sementara sampai kondisi dinyatakan steril dan benar-benar aman.

Cegah Kluster Santri di Sekolah, Ini Saran Ahli Epidemiologi Riau

Ahli Epidemiologi Riau, Dr Wildan Asfan Hasibuan menilai, sebenarnya untuk sekolah yang menerapkan asrama relatif lebih aman. Sebab mobilitas siswa jauh lebih terkendali dan terbatas di lingkungan sekolah atau asrama. Sehingga lebih mudah dikendalikan.

Wildan menegaskan, sebenarnya yang harus diwaspadai adalah para guru dan orang yang keluar masuk ke luar lingkungan sekolah. Mereka lebih besar terpapar virus karena bergaul dengan banyak orang di luar sekolah.

Guru dan orang-orang yang keluar masuk asrama, menurutnya harus dilakukan pemeriksaan Swab minimal sekali seminggu. Hal itu bertujuan untuk memastikan mereka tidak terpapar Covid-19.

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kasus Covid 19 Riau Tambah 9, Total 128.443

Kasus Covid 19 Riau Tambah 9 hari ini (Selasa, 30/11/2021). Angka Kesembuhan Covid Riau Hari Ini bertambah 5 orang. Sementara itu pasien yang meninggal dunia nihil penambahan kasus.

Adapun angka kesembuhan Covid-19 Riau mencapai 124.052 orang dari kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang mencapai total 128.443 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, 26 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 249 orang isolasi mandiri, serta 4.116 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 152.940 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 38 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 151.936 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 466 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 499 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.441 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.109 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 878.866 sampel.

Gubri Ingatkan Kepala Sekolah, Protokol Kesehatan Wajib Dipatuhi

Kasus Covid 19 Riau Tambah sebanyak 9 kasus hari ini. Gubernur Riau syamsuar meminta kepada seluruh kepala sekolah di Riau agar mematuhi protokol kesehatan di sekolahnya masing-masing.

Imbauan ini disampaikan Gubri agar tidak lagi terjadi kluster di sekolah yang ada di Riau. Selain itu, Gubri juga menegaskan ‎jika ada sekolah yang ditemukan kluster baru, maka sekolah tersebut harus ditutup sementara sampai kondisi dinyatakan steril dan benar-benar aman.

Cegah Kluster Santri di Sekolah, Ini Saran Ahli Epidemiologi Riau

Ahli Epidemiologi Riau, Dr Wildan Asfan Hasibuan menilai, sebenarnya untuk sekolah yang menerapkan asrama relatif lebih aman. Sebab mobilitas siswa jauh lebih terkendali dan terbatas di lingkungan sekolah atau asrama. Sehingga lebih mudah dikendalikan.

Wildan menegaskan, sebenarnya yang harus diwaspadai adalah para guru dan orang yang keluar masuk ke luar lingkungan sekolah. Mereka lebih besar terpapar virus karena bergaul dengan banyak orang di luar sekolah.

Guru dan orang-orang yang keluar masuk asrama, menurutnya harus dilakukan pemeriksaan Swab minimal sekali seminggu. Hal itu bertujuan untuk memastikan mereka tidak terpapar Covid-19.

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Bisnis Minyak Jelantah Yang Kini Menjanjikan

Minyak jelantah atau minyak bekas tidak selamanya menjadi limbah yang hanya dibuang begitu saja. Ternyata bisnis minyak jelantah kini menjanjikan, bahkan bisa diekspor untuk diolah menjadi biodiesel.

Hal ini dibuktikan oleh beberapa orang anak muda asal Pekanbaru Riau yang tergabung dalam CV. Arah Baru Sejahtera. Mereka berhasil menyulap minyak jelantah menjadi sumber bisnis yang cukup menjanjikan dan berkembang di Kota Pekanbaru.

Upaya Mencegah Pencemaran

Selain berbisnis, adanya penampungan minyak jelantah ini sekaligus sebagai upaya menyelamatkan bumi dari pencemaran tanah yang dilalui minyak jelantah dan terjadinya penyumbatan saluran air yang bisa mengakibatkan banjir.

Minyak jelantah itu sendiri merupakan minyak bekas pemakaian, bisa dalam kebutuhan rumah tangga, kebutuhan restoran dan lainnya, yang meliputi minyak sawit dan segala minyak goreng lainnya.

Peduli Kesehatan

 

bankjelantah.pekanbaru_123511561_166698751795959_6098256365055088159_nPimpinan CV. Arah Baru Sejahtera, M Rizky Ramadhan menjelaskan, selain peduli lingkungan kehadiran bisnis minyak bekas ini juga wujud peduli kesehatan.

Dimana banyak pelaku usaha UMKM yang mungkin bahan dasar membuat usahanya dari minyak goreng, takutnya daripada dibuang atau disalahgunakan yang membahayakan kesehatan bisa dikumpulkan dan dijual kembali.

“Kita peduli lingkungan sekaligus peduli kesehatan, kita hadirkan program Bank Jelantah membantu masyarakat dan pelaku usaha dari pada dibuang bisa dijual lagi bisa juga ditukar dengan sembako, emas atau uang,” ucapnya di Pekanbaru, Sabtu (28/8/2021).

Mulai Diekspor

Rizky bercerita, ia memulai bisnis minyak jelantah ini sejaki tahun 2018 lalu dan mulai berbadan hukum pada tahun 2019 lalu.

Awalnya kelompok anak muda ini kesulitan mendapatkan minyak jelantah. Karena masyarakat belum sepenuhnya tahu minyak tersebut bisa diolah kembali dan bahkan bisa dijual kembali. Justru banyak yang meragukan dan takut disalahgunakan.

Namun dengan memberikan pemahaman sekaligus sosialisasi kepada masyarakat, akhirnya hingga kini bisnis minyak jelantahnya berkembang dan memiliki banyak mitra di kabupaten/kota se-Riau melalui program Bank Jelantah.

Terkumpul Hingga 2 Ton Per Hari

Rizky menyebutkan, per harinya ia bisa mengumpulkan satu sampai dua ton minyak jelantah yang disuplai dari Bank Jelantah dari Kabupaten/Kota se Riau.

Sedangkan untuk ekspornya dilakukan sekali sebulan dengan kapasitas satu sampai dua kontainer, dengan jumlah minyak jelantah per kontainernya sebanyak 21 ton.

“Sekarang antusias masyarakat sudah cukup tinggi untuk menjual minyak jelantahnya karena kan bisa dijadikan uang lagi. Volume minyak jelantah kita berkurang selama pandemi, mungkin karena banyak tempat makan yang tutup, biasanya sebulan kita bisa ekspor tiga kontainer per bulan,” ucapnya.

 

Sempat Ditipu

Perjalanan bisnis tidak berjalan mulus begitu saja. Bahkan bisnis minyak jelantah milik Rizky juga sempat beberapa kali ditipu oleh supplier yang berbuat curang karena mencampur minyak jelantah dengan oli atau lainnya.

Namun menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan bagi ia dan rekan-rekannya untuk berbuat lebih baik lagi dan lebih teliti lagi ketika membeli jelantah dari para penjual minyak jelantah.

“Namanya bisnis tidak mungkin berjalan mulus, sempat juga kena tipu. Tapi diambil pelajaran saja semuanya,” ungkapnya.

Spesifikasi Yang Berbeda

Rizky menjelaskan, minyak jelantah yang telah dikumpulkan dari para supplier akan difilter dan dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu. Setelah spesifikasinya cocok dengan permintaan perusahaan luar negeri, baru kemudian diekspor.

Pemuda lulus Ilmu Hukum Universitas Lancang Kuning ini mengungkapkan, masing-masing negara memiliki spesifikasi tersendiri untuk minyak jelantah tersebut. Untuk itu ia mengekspor minyak bekas ini tergantung cocoknya spesifikasi dari negara mana.

“Kita ekspor kadang ke Singapura, ada juga sampai ke Italia dan Amsterdam. Tergantung spesifikasi apa yang mereka butuhkan. Itu diuji dulu di laboratorium Politeknik Kampar,” ungkapnya.

Aneka Olahan dari Minyak Jelantah

Minyak jelantah ini tidak hanya bisa diolah sebagai biodiesel, tetapi juga bisnis yang cukup menjanjikan bahkan bisa diekspor keluar negeri.

Seperti bisa diolah menjadi lilin, sabun dan lain sebagainya. Namun alasanya ekspor untuk biodiesel, karena menurutnya biodiesel menjadi salah satu olahan yang menjanjikan karena sumber energi terbarukan.

Untuk diketahui, biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono–alkyl ester dari rantai panjang asam lemak.

Dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaru seperti minyak sayur atau lemak hewan, dan salah satunya bisa dibuat menggunakan minyak jelantah.

“Di luar negeri orang sudah menggunakan biodiesel, karena lebih ramah lingkungan dan sumber energi terbarukan,” sebutnya.

Harga Minyak Jelantah

bankjelantah.pekanbaru_101053062_284497229261144_68623884842128700_n

Untuk harga minyak jelantah per kilonya dibeli dengan harga Rp7.000 dan itu merupakan harga standar. Jika volume jelantahnya lebih tinggi, maka bisa dibeli dengan harga yang tinggi pula.

“Untuk mengumpulkan minyak jelantah ini kita juga bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Cinta Ummat dalam program sedekah jelantah, dan juga dengan Bank Sampah Pekanbaru, serta komunitas pegiat lingkungan lainnya,” ungkapnya.

Rizky berharap ke depannya minyak jelantah ini tidak hanya diekspor kemudian diolah negara luar menjadi biodiesel, namun bisa diolah sendiri di Provinsi Riau.

Kendala

Ia mengakui, saat ini keterbatasan dalam pengelolaan biodiesel minyak jelantah ini adalah harga mesin yang cukup mahal, SDM yang belum mumpuni, serta belum adanya pasar yang jelas ke mana biodiesel tersebut akan disalurkan.

“Tentu kita berharap kita juga mengolah sendiri, tapi saat ini kita masih terbatas. Sebetulnya di Politeknik Kampar itu sudah bisa mengolahnya jadi biodiesel tapi karena pasarnya belum ada jadi belum dilanjutkan,” tuturnya.

Kontak

Bagi Encik dan Puan yang ingin menjual minyak jelantahnya bisa melalui Bank Jelantah atau langsung ke kantornya di Kompleks Pergudangan Golden City Nomor B10 Jalan Air Hitam Kota Pekanbaru.

Atau bisa juga menghubungi melalui instagram bankjelantah_pekanbaru atau kontak person 085264385912/082298354357.

Kasus Covid 19 Riau Tambah 3, Total 128.434

Kasus Covid 19 Riau Tambah 3 hari ini (Senin, 29/11/2021). Angka Kesembuhan Covid Riau Hari Ini bertambah 2 orang. Sementara itu pasien yang meninggal dunia nihil penambahan kasus.

Adapun angka kesembuhan Covid-19 Riau mencapai 124.047 orang dari kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang mencapai total 128.434 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, 27 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 244 orang isolasi mandiri, serta 4.116 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 152.906 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 36 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 151.931 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 440 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 499 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.011 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.778 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 875.425 sampel.

Gubri Ingatkan Kepala Sekolah, Protokol Kesehatan Wajib Dipatuhi

Kasus Covid 19 Riau Tambah sebanyak 3 kasus hari ini, turun dari hari sebelumnya, 27 kasus. Gubernur Riau syamsuar meminta kepada seluruh kepala sekolah di Riau agar mematuhi protokol kesehatan di sekolahnya masing-masing.

Imbauan ini disampaikan Gubri agar tidak lagi terjadi kluster di sekolah yang ada di Riau. Selain itu, Gubri juga menegaskan ‎jika ada sekolah yang ditemukan kluster baru, maka sekolah tersebut harus ditutup sementara sampai kondisi dinyatakan steril dan benar-benar aman.

Cegah Kluster Santri di Sekolah, Ini Saran Ahli Epidemiologi Riau

Ahli Epidemiologi Riau, Dr Wildan Asfan Hasibuan menilai, sebenarnya untuk sekolah yang menerapkan asrama relatif lebih aman. Sebab mobilitas siswa jauh lebih terkendali dan terbatas di lingkungan sekolah atau asrama. Sehingga lebih mudah dikendalikan.

Wildan menegaskan, sebenarnya yang harus diwaspadai adalah para guru dan orang yang keluar masuk ke luar lingkungan sekolah. Mereka lebih besar terpapar virus karena bergaul dengan banyak orang di luar sekolah.

Guru dan orang-orang yang keluar masuk asrama, menurutnya harus dilakukan pemeriksaan Swab minimal sekali seminggu. Hal itu bertujuan untuk memastikan mereka tidak terpapar Covid-19.

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kasus Corona Riau Tambah 27, Total 128.431

Kasus Corona Riau Tambah 27 hari ini (Minggu, 28/11/2021). Angka Kesembuhan Covid Riau Hari Ini bertambah 1 orang. Sementara itu pasien yang meninggal dunia nihil penambahan kasus.

Adapun angka kesembuhan Covid-19 Riau mencapai 124.045 orang dari kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang mencapai total 128.431 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, 26 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 244 orang isolasi mandiri, serta 4.116 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 152.837 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 39 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 151.916 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 383 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 499 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.973 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.684 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 872.414 sampel.

Kabupaten/kota Diminta Masif Lakukan Protokol Kesehatan

Kasus Corona Riau Tambah sebanyak 27 kasus hari ini. Gubernur Riau syamsuar meminta kepada semua pihak terutama pemerintah kabupaten/kota di Riau agar lebih gencar mengingatkan kepada masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam beberapa hari belakangan angka kasus terkonfirmasi di Riau sempat muncul kembali. Kondisi selayaknya menjadi warning bagi semua pihak agar selalu bersikap waspada, walau penambahan kasus tidak begitu signifikan.

Dinkes Riau Ingatkan Sekolah Jangan Abai Protokol Kesehatan

Dinas Kesehatan Provinsi Riau turun langsung memastikan kondisi siswa SMPIT Abdurrab yang saat ini tengah menjalani isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa kasus ini menjadi warning bagi sekolah-sekolah lainnya untuk tidak abai dengan protokol kesehatan.

Ia juga mengingatkan kepada pihak sekolah agar tidak abai menerima tamu sembarangan ke sekolah, karena hal tersebut juga sangat berisiko.

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kasus Covid Riau Tambah 62, Total 128.405

Kasus Covid Riau Tambah 62 hari ini (Sabtu, 27/11/2021). Angka Kesembuhan Covid Riau Hari Ini bertambah 2 orang. Sementara itu pasien yang meninggal dunia nihil penambahan kasus.

Adapun angka kesembuhan Covid-19 Riau mencapai 124.044 orang dari kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang mencapai total 128.405 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, 23 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 222 orang isolasi mandiri, serta 4.116 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 152.828 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 33 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 151.913 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 383 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 499 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.249 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.019 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 869.441 sampel.

Klaster Sekolah di Pekanbaru: Berawal dari 4 Kasus Meningkat Jadi 113

Kasus Covid Riau Tambah sebanyak 62 kasus hari ini. Kenaikan tersebut usai satu sekolah swasta di Kota Pekanbaru menjadi klaster sekolah penyebaran covid-19, sehingga harus tutup sementara.

Hingga hari ini, total 113 kasus berasal dari Klaster SMP Abdurrab Islamic Center. Yang mana awalnya dari 4 kasus baru yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Dari hasil tracing 340 orang yang terdiri dari guru, siswa, guru asuh, pengawas asrama, tukang masak, dan sekuriti, didapat 113 orang positif COVID-19.

Adapun saat ini sekolah tersebut telah ditutup sementara hingga situasi kembali normal dan Dinas Kesehatan Pekanbaru sudah melakukan isolasi terhadap pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Dinkes Riau Ingatkan Sekolah Jangan Abai Protokol Kesehatan

Dinas Kesehatan Provinsi Riau turun langsung memastikan kondisi siswa SMPIT Abdurrab yang saat ini tengah menjalani isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa kasus ini menjadi warning bagi sekolah-sekolah lainnya untuk tidak abai dengan protokol kesehatan.

Ia juga mengingatkan kepada pihak sekolah agar tidak abai menerima tamu sembarangan ke sekolah, karena hal tersebut juga sangat berisiko.

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Mempertahankan Bisnis Masa Pandemi Covid-19, Ini Tipsnya

0

Mempertahankan bisnis masa Pandemi Covid-19 memang tidak mudah. Dunia bisnis dan ekonomi menjadi salah satu yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Diperhitungkan dengan baik

Memang tidak mudah bagi pebisnis untuk berjuang dan bertahan sekarang ini. Jika semua hal diperhitungkan dengan baik mungkin, maka semua masalah dapat diminimalisir dan diatasi dengan baik.

Bahkan di tengah wabah ini, banyak juga pebisnis yang kebanjiran orderan dan berlipat ganda penghasilannya karena pintar memanfaatkan peluang. Namun di sisi lain, banyak sekali usaha yang gulung tikar karena tidak sanggup untuk bertahan mengikuti arus.

Tips Mempertahankan Bisnis Masa Pandemi

Berikut ini beberapa tips untuk mempertahankan bisnis pada masa pandemi Covid-19 yang bisa Encik dan Puan jadikan acuan dalam menjalankan roda bisnis:

  • Perhatikan Kondisi Keuangan

Hal utama dan yang paling utama saat ini adalah memperhatikan kondisi keuangan yang Encik dan Puan miliki, jangan ceroboh dalam bertindak.

Ingat, pandemi ini belum tahu kapan berakhir, jadi usahakan berhemat dan mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Karena jika Encik dan Puan salah dalam mengambil keputusan, maka siap-siap berakibat fatal dengan bisnis yang Encik dan Puan geluti.

  • Menjaga Kondisi Lingkungan Agar Terhindar Dari Pandemi Covid-19

Poin berikutnya, dalam berbisnis saat ini menjaga kondisi lingkungan agar tetap kondusif dan memastikan terhindar dari bahaya Covid19 sangat penting.

Hal yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan tempat penjualan agar tetap bersih dan nyaman. Disamping itu juga, adanya protokol kesehatan yang ketat.

Misalnya larangan masuk bagi yang tidak menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk dan melakukan cek suhu tubuh di pintu masuk.

Barangkali saat ini protokol kesehatan tersebut menjadi hal yang pokok dan penting dalam menjalankan roda bisnis.

  • Komunikasi Yang Baik Dengan Pelanggan dan Karyawan

Komunikasi yang efektif juga menjadi hal yang penting, dengan berkomunikasi yang baik maka akan meminimalisir terjadinya miss komunikasi.

Jika memang tidak memungkinkan untuk membuka gerai, jika tidak ingin pelanggan kecewakan, Encik dan Puan bisa mengkomunikasikan kepada para pelanggannya untuk membeli secara online dengan layanan yang lebih baik.

Begitu juga dengan para karyawan, kondisi seperti ini banyak yang terdampak, termasuk keuangan kantor. Makanya Encik dan Puan mestinya berkomunikasi dengan karyawan solusi terbaik dari masalah yang dihadapi saat ini.

  • Terus Berinovasi dan Berkreasi Mengembangkan Produk Sesuai Kebutuhan

Inovasi dan kreasi juga tidak bisa dihindari, pandemi atau tidak inovasi dalam sebuah produk itu penting supaya menarik pelanggan untuk tetap beratap.

Saat ini, berkreasi dan berinovasi dalam produk sesuai yang dibutuhkan masyarakat sangat diharapkan saat ini, misalnya dengan membuat frozen food yang tahan lama dan mudah disimpan.

  • Memaksimalkan Promosi Melalui Teknologi Pendukung

Usahakan promosi dengan sebaik mungkin, gunakan semua media yang ada, baik itu sosial media pribadi dan juga sosial media bisnis yang digeluti.

Salah satu penentu keberhasilan penjualan juga ditentukan oleh promosi yang gencar, oleh sebab itu, teruslah promosi dan perkenalan produk kita kepada orang lain.

Selain untuk menambah pelanggan, tujuan promosi juga untuk memperkenalkan produk-produk unggulan kita kepada orang lain. Selama luas jangkauan, maka peluang berhasil akan lebih besar.

  • Maksimal Layanan Delivery

Layanan delivery harus diutamakan, kondisi pandemi ini membuat orang malas untuk keluar rumah, peluang ini harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Jangan sampai banyak pelanggan yang beralih ke penjual lain hanya karena kita tidak bisa memanfaatkan peluang yang ada. Stop menunggu pelanggan, usahakan memberikan pelayanan yang terbaik dengan sistema jemput bola.

Itulah beberapa tips yang bisa kami berikan kepada Encik dan Puan, semoga tips ini bisa menjadi gambaran dalam berbisnis saat ini. Semoga segala sesuatu yang terjadi saat ini kembali normal, dan kita hidup seperti sedia kala ya Encik dan Puan.

Kasus Covid-19 Riau Tambah 65, Total 128.343

Kasus Covid-19 Riau Tambah 65 hari ini (Jumat, 26/11/2021). Angka Kesembuhan Covid Riau Hari Ini bertambah 2 orang. Sementara itu pasien yang meninggal dunia nihil penambahan kasus.

Adapun angka kesembuhan Covid-19 Riau mencapai 124.042 orang dari kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang mencapai total 128.343 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, 20 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 165 orang isolasi mandiri, serta 4.116 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 152.748 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 28 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 151.909 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 312 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 499 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.414 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.328 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 866.192 sampel.

Muncul Klaster Sekolah di Pekanbaru, Satu Sekolah Swasta Tutup Sementara

Kasus Covid-19 Riau Tambah sebanyak 65 kasus hari ini. Kenaikan tersebut usai satu sekolah swasta di Kota Pekanbaru menjadi klaster sekolah penyebaran covid-19, sehingga harus tutup sementara.

Adapun lokasi klaster sekolah itu merupakan komplek sekolah terpadu SMP dan SMA. Proses penelusuran terhadap kontak erat pasien positif covid-19 masih berlangsung hingga kini.

“Aktivitas belajar mengajar di sekolah itu kita hentikan sementara karena terhadap kasus positif covid-19,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Kabupaten/kota Diminta Masif Lakukan Protokol Kesehatan

Gubernur Riau syamsuar meminta kepada semua pihak terutama pemerintah kabupaten/kota di Riau agar lebih gencar mengingatkan kepada masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam beberapa hari belakangan angka kasus terkonfirmasi di Riau sempat muncul kembali. Kondisi selayaknya menjadi warning bagi semua pihak agar selalu bersikap waspada, walau penambahan kasus tidak begitu signifikan.

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kasus Covid19 Riau Tambah 16, Total 128.278

Kasus Covid19 Riau Tambah 16 hari ini (Kamis, 25/11/2021). Angka Kesembuhan Covid Riau Hari Ini bertambah 1 orang. Sementara itu pasien yang meninggal dunia nihil penambahan kasus.

Adapun angka kesembuhan Covid-19 Riau mencapai 124.040 orang dari kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang mencapai total 128.278 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, 18 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 104 orang isolasi mandiri, serta 4.116 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 152.685 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 28 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 151.906 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 252 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 499 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.092 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.806 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 862.778 sampel.

Kasus COVID-19 di Luar Negeri Meningkat, Riau Harus Waspada

Kasus Covid19 Riau Tambah sebanyak 16 kasus hari ini. Oleh karenanya, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir meminta agar masyarakat tetap waspada dan tidak abai pada protokol kesehatan.

Ia juga berpesan agar pelaksanaan vaksinasi di daerah terus ditingkatkan. Serta saat pelaksanaan vaksin, juga harus dilaporkan melalui aplikasi yang sudah disediakan.

Kabupaten/kota Diminta Masif Lakukan Protokol Kesehatan

Gubernur Riau syamsuar meminta kepada semua pihak terutama pemerintah kabupaten/kota di Riau agar lebih gencar mengingatkan kepada masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam beberapa hari belakangan angka kasus terkonfirmasi di Riau sempat muncul kembali. Kondisi selayaknya menjadi warning bagi semua pihak agar selalu bersikap waspada, walau penambahan kasus tidak begitu signifikan.

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.