Bisnis Minyak Jelantah Yang Kini Menjanjikan

356
Bisnis Minyak Jelantah

Minyak jelantah atau minyak bekas tidak selamanya menjadi limbah yang hanya dibuang begitu saja. Ternyata bisnis minyak jelantah kini menjanjikan, bahkan bisa diekspor untuk diolah menjadi biodiesel.

Hal ini dibuktikan oleh beberapa orang anak muda asal Pekanbaru Riau yang tergabung dalam CV. Arah Baru Sejahtera. Mereka berhasil menyulap minyak jelantah menjadi sumber bisnis yang cukup menjanjikan dan berkembang di Kota Pekanbaru.

Upaya Mencegah Pencemaran

Selain berbisnis, adanya penampungan minyak jelantah ini sekaligus sebagai upaya menyelamatkan bumi dari pencemaran tanah yang dilalui minyak jelantah dan terjadinya penyumbatan saluran air yang bisa mengakibatkan banjir.

Minyak jelantah itu sendiri merupakan minyak bekas pemakaian, bisa dalam kebutuhan rumah tangga, kebutuhan restoran dan lainnya, yang meliputi minyak sawit dan segala minyak goreng lainnya.

Peduli Kesehatan

 

bankjelantah.pekanbaru_123511561_166698751795959_6098256365055088159_nPimpinan CV. Arah Baru Sejahtera, M Rizky Ramadhan menjelaskan, selain peduli lingkungan kehadiran bisnis minyak bekas ini juga wujud peduli kesehatan.

Dimana banyak pelaku usaha UMKM yang mungkin bahan dasar membuat usahanya dari minyak goreng, takutnya daripada dibuang atau disalahgunakan yang membahayakan kesehatan bisa dikumpulkan dan dijual kembali.

“Kita peduli lingkungan sekaligus peduli kesehatan, kita hadirkan program Bank Jelantah membantu masyarakat dan pelaku usaha dari pada dibuang bisa dijual lagi bisa juga ditukar dengan sembako, emas atau uang,” ucapnya di Pekanbaru, Sabtu (28/8/2021).

Mulai Diekspor

Rizky bercerita, ia memulai bisnis minyak jelantah ini sejaki tahun 2018 lalu dan mulai berbadan hukum pada tahun 2019 lalu.

Awalnya kelompok anak muda ini kesulitan mendapatkan minyak jelantah. Karena masyarakat belum sepenuhnya tahu minyak tersebut bisa diolah kembali dan bahkan bisa dijual kembali. Justru banyak yang meragukan dan takut disalahgunakan.

Namun dengan memberikan pemahaman sekaligus sosialisasi kepada masyarakat, akhirnya hingga kini bisnis minyak jelantahnya berkembang dan memiliki banyak mitra di kabupaten/kota se-Riau melalui program Bank Jelantah.

Terkumpul Hingga 2 Ton Per Hari

Rizky menyebutkan, per harinya ia bisa mengumpulkan satu sampai dua ton minyak jelantah yang disuplai dari Bank Jelantah dari Kabupaten/Kota se Riau.

Sedangkan untuk ekspornya dilakukan sekali sebulan dengan kapasitas satu sampai dua kontainer, dengan jumlah minyak jelantah per kontainernya sebanyak 21 ton.

“Sekarang antusias masyarakat sudah cukup tinggi untuk menjual minyak jelantahnya karena kan bisa dijadikan uang lagi. Volume minyak jelantah kita berkurang selama pandemi, mungkin karena banyak tempat makan yang tutup, biasanya sebulan kita bisa ekspor tiga kontainer per bulan,” ucapnya.

 

Sempat Ditipu

Perjalanan bisnis tidak berjalan mulus begitu saja. Bahkan bisnis minyak jelantah milik Rizky juga sempat beberapa kali ditipu oleh supplier yang berbuat curang karena mencampur minyak jelantah dengan oli atau lainnya.

Namun menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan bagi ia dan rekan-rekannya untuk berbuat lebih baik lagi dan lebih teliti lagi ketika membeli jelantah dari para penjual minyak jelantah.

“Namanya bisnis tidak mungkin berjalan mulus, sempat juga kena tipu. Tapi diambil pelajaran saja semuanya,” ungkapnya.

Spesifikasi Yang Berbeda

Rizky menjelaskan, minyak jelantah yang telah dikumpulkan dari para supplier akan difilter dan dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu. Setelah spesifikasinya cocok dengan permintaan perusahaan luar negeri, baru kemudian diekspor.

Pemuda lulus Ilmu Hukum Universitas Lancang Kuning ini mengungkapkan, masing-masing negara memiliki spesifikasi tersendiri untuk minyak jelantah tersebut. Untuk itu ia mengekspor minyak bekas ini tergantung cocoknya spesifikasi dari negara mana.

“Kita ekspor kadang ke Singapura, ada juga sampai ke Italia dan Amsterdam. Tergantung spesifikasi apa yang mereka butuhkan. Itu diuji dulu di laboratorium Politeknik Kampar,” ungkapnya.

Aneka Olahan dari Minyak Jelantah

Minyak jelantah ini tidak hanya bisa diolah sebagai biodiesel, tetapi juga bisnis yang cukup menjanjikan bahkan bisa diekspor keluar negeri.

Seperti bisa diolah menjadi lilin, sabun dan lain sebagainya. Namun alasanya ekspor untuk biodiesel, karena menurutnya biodiesel menjadi salah satu olahan yang menjanjikan karena sumber energi terbarukan.

Untuk diketahui, biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono–alkyl ester dari rantai panjang asam lemak.

Dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaru seperti minyak sayur atau lemak hewan, dan salah satunya bisa dibuat menggunakan minyak jelantah.

“Di luar negeri orang sudah menggunakan biodiesel, karena lebih ramah lingkungan dan sumber energi terbarukan,” sebutnya.

Harga Minyak Jelantah

bankjelantah.pekanbaru_101053062_284497229261144_68623884842128700_n

Untuk harga minyak jelantah per kilonya dibeli dengan harga Rp7.000 dan itu merupakan harga standar. Jika volume jelantahnya lebih tinggi, maka bisa dibeli dengan harga yang tinggi pula.

“Untuk mengumpulkan minyak jelantah ini kita juga bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Cinta Ummat dalam program sedekah jelantah, dan juga dengan Bank Sampah Pekanbaru, serta komunitas pegiat lingkungan lainnya,” ungkapnya.

Rizky berharap ke depannya minyak jelantah ini tidak hanya diekspor kemudian diolah negara luar menjadi biodiesel, namun bisa diolah sendiri di Provinsi Riau.

Kendala

Ia mengakui, saat ini keterbatasan dalam pengelolaan biodiesel minyak jelantah ini adalah harga mesin yang cukup mahal, SDM yang belum mumpuni, serta belum adanya pasar yang jelas ke mana biodiesel tersebut akan disalurkan.

“Tentu kita berharap kita juga mengolah sendiri, tapi saat ini kita masih terbatas. Sebetulnya di Politeknik Kampar itu sudah bisa mengolahnya jadi biodiesel tapi karena pasarnya belum ada jadi belum dilanjutkan,” tuturnya.

Kontak

Bagi Encik dan Puan yang ingin menjual minyak jelantahnya bisa melalui Bank Jelantah atau langsung ke kantornya di Kompleks Pergudangan Golden City Nomor B10 Jalan Air Hitam Kota Pekanbaru.

Atau bisa juga menghubungi melalui instagram bankjelantah_pekanbaru atau kontak person 085264385912/082298354357.