Zero Waste Gowes: Kampanye Bebas Sampah Plastik Sambil Bersepeda

105
Zero Waste Gowes

Zero Waste Gowes menjadi ajang kampanye duo goweser yang melakukan perjalanan menggunakan sepeda dari Jogja menuju Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam, untuk mengkampanyekan gerakan bebas sampah plastik.

Adalah Rafli Purnama dan Maia Lan yang sudah melewati 9 Provinsi dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

Keduanya berangkat kampanye zero waste gowes dari titik nol kilometer Yogyakarta menuju titik nol Sabang pada hari Selasa tanggal 20 Oktober 2020 lalu. Pada Senin (23/11/2020) lalu, mereka tiba di Kota Pekanbaru.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Adapun kehadiran mereka adalah untuk mengisi acara workshop Plastik Upcycling: D.I.Y Triangle Reflector yang diadakan oleh komunitas Siku Keluang di Rumah Budaya Siku Keluang, Selasa (24/10/2020).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Rafli mengungkapkan bahwa di setiap daerah yang mereka singgahi, mereka akan berbagi ilmu tentang bagaimana bijak dalam menggunakan sampah plastik sehingga masyarakat tidak lagi menimbun sampah.

Bahkan selama perjalanan gowes, semaksimal mungkin mereka tidak menggunakan sampah plastik. Kalaupun memang harus menggunakan plastik, seperti membeli mie instan atau cookies, sampahnya akan dikumpulkan atau didaur ulang sehingga tidak menjadi sampah yang merusak lingkungan.

Tidak hanya mengkampanyekan gerakan bebas sampah, dua bikepacker ini juga menggunakan sepeda dan peralatan yang ramah lingkungan. Contohnya menyulap jerigen bekas menjadi tempat peralatan kemah, pakaian, pakaian serta barang-barang lainnya.

“Kami tidak bawa tas, karena kan tas itu kalau udah lama jadi sampah lagi. Kalo jerigen bekas gini kan bisa dipakai lama dan bisa dimanfaatkan untuk yang lainnya lagi,” jelas Rafli.

Sementara itu, Maia mengaku selama beberapa lama melakukan perjalanan, banyak hal dan pengalaman baru yang dirasakan keduanya.

“Banyak orang baik yang kita temui selama di perjalanan,” ungkap Maia.

Maia menjelaskan, kampanye pengurangan sampah plastik ini tidak hanya dilakukan ia bersama Rafli pada saat bikepacker ini saja, namun telah menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Menurut Maia, di negara asalnya Spanyol saat ini juga mengolah sampah plastik menjadi kerajinan dan benda yang bermanfaat.

“Kami tidak punya target, bisa jadi selesai bulan depan, atau tahun depan. Kami juga menikmati tiap kota yang kami kunjungi,” ungkap Maia.

Maia dan Rafli menerangkan, tujuan utama mereka berkampanye saat ini karena menjamurnya para goweser namun kebanyakan tidak memperhatikan lingkungan seperti sampah plastik.

Untuk itu, melalui aksi ini, Maia dan Rafli ingin mengajak masyarakat Indonesia khususnya para goweser untuk bijak dalam pengelolaan sampah plastik dan sebisa mungkin untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.