Home Blog Page 134

Data Covid-19 di Riau Hari Ini: Sembuh 961, Total Kasus 111.423

Data Covid-19 di Riau Hari Ini (Kamis, 12/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 704 kasus, pasien sembuh bertambah 961 kasus, dan 35 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 111.423 kasus.

Dari Data Covid-19 di Riau Hari Ini, sebanyak 95.651 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.316 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 11.331 orang isolasi mandiri, serta 3.125 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Data Covid-19 di Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.516 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 231 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.493 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.385 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 407 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Data Covid-19 di Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.774 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.540 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 513.190 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Riau Kembali Berlakukan Penyekatan di Perbatasan Provinsi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan kembali melakukan penyekatan di perbatasan provinsi untuk mengurangi mobilisasi orang masuk Riau. Pasalnya kasus di Riau banyak terdapat warga dari provinsi tetangga.

“Makanya kami sudah buat kesimpulan untuk melakukan penyekatan-penyekatan kembali di daerah perbatasan provinsi, antara dengan Sumbar, Sumut dan juga dengan Jambi,” terangnya.

Dengan penyekatan itu diharapkan dapat mengurangi mobilisasi orang dari luar Riau, sehingga penularan COVID-19 di Riau dapat dikendali.

Empat Kabupaten Kota di Riau Masuk PPKM Level 4

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengatakan saat ini ada empat kabupaten kota di Riau yang masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

“Pemerintah pusat telah menetapkan adanya empat daerah di Riau yang masuk PPKM Level 4. Ada yang dari Level 3 meningkat levelnya menjadi Level 4. Saat ini, Pekanbaru, Dumai, Siak dan Rokan Hulu (Rohul) masuk PPKM Level 4,” kata Gubri di Posko Penanganan Covid-19 Riau, Rabu (11/8/2021).

Untuk itu, ia pun mengimbau agar kabupaten kota yang saat ini masih berada di Level 3, agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan penyebaran COVID-19.

Ia juga berharap semoga daerah-daerah yang masuk PPPKM Level 3 dapat turun level dan zona resikonya penularannya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Efek Samping Vaksin COVID-19, Ini Cara Mengatasinya

0

Berikut ini penulis jabarkan beberapa cara mengatasi efek samping vaksin COVID-19 yang saat ini diselenggarakan oleh pemerintah, baik itu menggunakan Vaksin Sinovac maupun Vaksin Astrazeneca.

Penyuntikan vaksinasi COVID-19 ini memang bisa mengakibatkan berbagai efek samping, misalnya efeknya berat maupun sedang.

Namun Encik dan Puan tidak perlu khawatir, karena dalam tulisan ini akan dijawab beberapa cara mengatasi efek samping vaksin COVID-19 tersebut.

Sehingga dengan demikian, tidak ada lagi muncul keraguan dalam diri Encik dan Puan ketika hendak melaksanakan vaksinasi karena sudah ada beberapa langkah yang bisa dijadikan acuan. Yuk simak beberapa tips berikut ini:

Vaksin Sinovac

Dilansir dari detikhealth, vaksin Sinovac mengakibatkan dua macam efek samping, yaitu efek samping lokal dan efek samping sistemik. Adapun efek samping lokal, seperti:

  • Nyeri
  • Indurasi atau iritasi
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Kemudian, efek samping sistemik, yaitu:

  • Myalgia atau nyeri otot
  • Fatigue atau kelelahan
  • Demam
Vaksin Astrazeneca

Berbeda dari Sinovac, justru efek samping vaksin Astrazeneca dibagi dalam tiga kelompok, yaitu:

  1. Sangat umum (dirasakan > 1 dari 10 orang), dengan gejala berikut:
    • Nyeri, gatal dan rasa panas di area suntikan
    • Merasa tidak enak badan
    • Menggigil atau demam
    • Sakit kepala
    • Mual
    • Nyeri sendi atau nyeri otot
  2. Umum (dirasakan 1 dari 10 orang), berikut gejala-gejalanya:
    • Bengkak, kemerahan dan benjolan di area suntikan
    • Demam
    • Muntah atau diare
    • Radang tenggorokan
    • Pilek atau batuk
    • Menggigil
  3. Jarang (dirasakan > 1 dari 100 orang), ini yang dirasakan:
    • Nafsu makan menurun
    • Sakit perut
    • Kelenjar getah bening membesar
    • Keringat berlebihan
    • Kulit gatal atau ruam
Cara mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ada beberapa cara mengatasi efek samping vaksin COVID-19, diantaranya:

  • Kompres area bekas penyuntikan yang terasa sakit menggunakan air dingin dan kain basah untuk mengurangi peradangan.
  • Untuk mengurangi nyeri pada tangan, coba lakukan olahraga ringan. Aktivis fisik dipercaya bisa memperlancar aliran darah dan mengurangi peradangan pada area penyuntikan.
  • Perbanyak minum air putih untuk mengurangi resiko dehidrasi akibat keringat saat demam.
  • Gunakan pakaian longgar agar tubuh merasa nyaman, sirkulasi udara pun terjaga.
  • Jika diperlukan, minum obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen atau antihistamin untuk mengatasi efek samping vaksin. Namun CDC menyarankan konsultasi dulu dengan dokter demi keamanan.

Itulah beberapa cara mengatasi efek samping vaksin COVID-19 khususnya menggunakan vaksin Sinovac dan Astrazeneca. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjadi referensi bagi Encik dan Puan.

Tetap jaga kesehatan ya Encik dan Puan, semoga kita selalu sehat dan terlindungi dari COVID-19.

Data Covid19 di Riau Hari Ini: Tambah 1.175, Total Kasus 110.720

Data Covid19 di Riau Hari Ini (Rabu, 11/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 1.175 kasus, pasien sembuh bertambah 1.067 kasus, dan 55 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 110.720 kasus.

Dari Data Covid19 di Riau Hari Ini, sebanyak 94.692 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.309 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 11.629 orang isolasi mandiri, serta 3.090 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Data Covid19 di Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.432 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 244 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.396 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.387 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 405 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Data Covid19 di Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 4.969 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.579 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 510.416 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Riau Kembali Berlakukan Penyekatan di Perbatasan Provinsi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan kembali melakukan penyekatan di perbatasan provinsi untuk mengurangi mobilisasi orang masuk Riau. Pasalnya kasus di Riau banyak terdapat warga dari provinsi tetangga.

“Makanya kami sudah buat kesimpulan untuk melakukan penyekatan-penyekatan kembali di daerah perbatasan provinsi, antara dengan Sumbar, Sumut dan juga dengan Jambi,” terangnya.

Dengan penyekatan itu diharapkan dapat mengurangi mobilisasi orang dari luar Riau, sehingga penularan COVID-19 di Riau dapat dikendali.

Empat Kabupaten Kota di Riau Masuk PPKM Level 4

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengatakan saat ini ada empat kabupaten kota di Riau yang masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

“Pemerintah pusat telah menetapkan adanya empat daerah di Riau yang masuk PPKM Level 4. Ada yang dari Level 3 meningkat levelnya menjadi Level 4. Saat ini, Pekanbaru, Dumai, Siak dan Rokan Hulu (Rohul) masuk PPKM Level 4,” kata Gubri di Posko Penanganan Covid-19 Riau, Rabu (11/8/2021).

Untuk itu, ia pun mengimbau agar kabupaten kota yang saat ini masih berada di Level 3, agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan penyebaran COVID-19.

Ia juga berharap semoga daerah-daerah yang masuk PPPKM Level 3 dapat turun level dan zona resikonya penularannya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Furnilux Home Living, Furniture Dengan Desain Kekinian

0

Bagi yang sedang mencari pusat furniture dengan desain kekinian, tak ada salahnya melirik aneka produk Furnilux Home Living. Furnilux hadir untuk memenuhi kebutuhan Encik dan Puan akan Furniture untuk mempercantik tampilan rumahnya.

Berdiri Sejak  Tahun 2000

Furnilux Home Living sendiri telah berdiri sejak tahun 2000 lalu. Sebagai brand furniture dengan desain kekinian, Furnilux selalu memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Baik dari segi pelayanan maupun bahan yang digunakan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Warna Yang Menarik

Dengan mengusung produk furniture kekinian, warna yang ditampilkan oleh brand ini sangat menarik. Ditambah lagi warna-warnanya yang mempesona, seperti warna putih, hitam, coklat atau perpaduan putih dan warna lainnya, sehingga terlihat lebih mewah.

Bahan Yang Solid dan Kokoh

Selain keunggulan dari pusat furniture dengan desain kekinian, Furnilux Home Living juga menggunakan bahan medium-density fiberboard (mdf) plus kayu solid sehingga perabotan rumah yang diciptakan menjadi lebih kokoh dan tahan bongkar pasang.

Tidak hanya itu, salah satu brand furniture terbaik ini juga menggunakan kayu kering dioven dan telah di treatment vacuum system sehingga anti rayap, serta menjadikan brand Furnilux Home Living memiliki kualitas produk yang super.

Dikerjakan Oleh Tenaga Profesional

Hasil yang bagus tentunya tidak terlepas dari para pekerja yang luar biasa dan profesional. Produk yang dihasilkan tentunya dilengkapi dengan peralatan yang canggih, sehingga hasil karyanya sudah tidak diragukan lagi.

Dapat Dibeli di Toko Perabot Terdekat

Untuk mendapatkan produk-produk unik di pusat furniture dengan desain kekinian ini cukup mudah, karena produknya telah tersebar di toko-toko perabot di seluruh Indonesia.

Atau yang penasaran mengintip karya terbaiknya bisa dilihat melalui laman Instagramnya di @furniluxhomeliving dan bisa ditanyakan langsung perihal harga dan informasi-informasi yang Encik dan Puan butuhkan.

Jadi silahkan dipilih furniture sesuai kebutuhan Encik dan Puan, bisa langsung dipesan meskipun tidak bertatap muka atau khawatir tertular COVID-19 karena furniture ini juga melayani secara online.

Data Covid di Riau Hari Ini: Sembuh 1.679, Total Kasus 109.550

Data Covid di Riau Hari Ini (Selasa, 10/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 1.262 kasus, pasien sembuh bertambah 1.679 kasus, dan 56 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 109.550 kasus.

Dari Data Covid di Riau Hari Ini, sebanyak 93.635 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.339 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 11.541 orang isolasi mandiri, serta 3.035 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Data Covid di Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.360 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 255 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.337 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.367 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 401 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Data Covid di Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 4.894 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.531 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 505.447 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 1.000 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Riau Siapkan Rumah Sakit Darurat dan Rumah Oksigen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan rumah sakit darurat dan rumah oksigen untuk mengatisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

Pasalnya saat ini kasus COVID-19 di Riau terjadi peningkatan, dimana kasus harian pasien COVID-19 diatas 1.000 kasus perhari. Sehingga dibutuhkan penambahan sarana untuk penanganan pasien COVID-19.

Langkah antisipasi yang disiapkan diantaranya membuat rumah sakit darurat di Asrama Haji dengan kapasitas 50-10 tempat tidur. Kemudian penambahan ruang isolasi di balai pertanian.

Termasuk rumah oksigen gotong royong di Gelanggang Olahraga Remaja dan Lanud Roesmin Nurjadin.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Penyekatan Jalan Saat PPKM, Waktunya Disudahi

0

Penyekatan jalan saat PPKM level 4 di Kota Pekanbaru menyebabkan terjadinya kemacetan dan penumpukan kendaraan.

Niat baik pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19, memang harus diapresiasi. Masyarakat pun harus lebih patuh dan taat, dalam memberlakukan protokol kesehatan.

Namun ada satu hal yang sepertinya harus disampaikan kepada pemerintah khususnya Kota Pekanbaru untuk mengkaji ulang, kebijakan terkait dengan penyekatan jalan saat PPKM level 4 terutama pada jam-jam sibuk.

Bukan berarti, ketika masyarakat menolak terkait kebijakan ini, karena tidak patuh dengan ketentuan. Hanya saja, rasanya penting bagi pemerintah untuk mengkaji ulang. Apakah dengan cara penyekatan jalan bisa mengurangi kerumunan, atau malah menciptakan kerumunan baru.

Jawabannya, tentu malah menciptakan kerumunan baru. Bahkan di gang-gang atau jalan jalan yang lebih sempit. Jaga jarak bahkan tidak lagi bisa dilakukan, apalagi kalau sudah di jalanan.

Akibat penyekatan, perjalanan yang tadinya singkat memakan waktu lebih lama. Jarak tempuh yang tadinya lebih pendek, menjadi lebih panjang. Bagi pekerja jarak tempuh yang semakin panjang, akan menambah biaya dua kali lipat.

Banyak studi yang menyebutkan bahwa Covid-19, diakibatkan oleh imun yang menurun, dalam situasi saat ini apakah menjadikan imun masyarakat lebih kuat atau sebaliknya.

Jika memang kebijakan untuk menyelamatkan masyarakat dari Covid-19, ada baiknya pemerinta kembali mengkaji terkait dengan penyekatan terutama di jalanan dalam kota dalam setiap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Data Corona di Riau Hari Ini: Sembuh 1.500, Total Kasus 108.316

Data Corona di Riau Hari Ini (Senin, 9/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 784 kasus, pasien sembuh bertambah 1.500 kasus, dan 52 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 108.316 kasus.

Dari Data Corona di Riau Hari Ini, sebanyak 91.963 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.362 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 12.012 orang isolasi mandiri, serta 2.979 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Data Corona di Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.238 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 272 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.217 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.350 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 399 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Data Corona di Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.363 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.092 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 500.553 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 1.000 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Riau Siapkan Rumah Sakit Darurat dan Rumah Oksigen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan rumah sakit darurat dan rumah oksigen untuk mengatisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

Pasalnya saat ini kasus COVID-19 di Riau terjadi peningkatan, dimana kasus harian pasien COVID-19 diatas 1.000 kasus perhari. Sehingga dibutuhkan penambahan sarana untuk penanganan pasien COVID-19.

Langkah antisipasi yang disiapkan diantaranya membuat rumah sakit darurat di Asrama Haji dengan kapasitas 50-10 tempat tidur. Kemudian penambahan ruang isolasi di balai pertanian.

Termasuk rumah oksigen gotong royong di Gelanggang Olahraga Remaja dan Lanud Roesmin Nurjadin.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Data Corona Riau Hari Ini: Sembuh 1.941, Total Kasus 107.532

Data Corona Riau Hari Ini (Minggu, 8/8/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun Data Corona Riau Hari Ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.156 kasus, pasien sembuh bertambah 1.941 kasus, dan 27 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 107.532 kasus.

Dari Data Corona Riau Hari Ini, sebanyak 90.466 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.356 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 12.783 orang isolasi mandiri, serta 2.927 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Data Corona Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.182 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 265 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.149 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.372 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 396 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Data Corona Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 4.458 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.096 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 497.190 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 1.000 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Riau Siapkan Rumah Sakit Darurat dan Rumah Oksigen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan rumah sakit darurat dan rumah oksigen untuk mengatisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

Pasalnya saat ini kasus COVID-19 di Riau terjadi peningkatan, dimana kasus harian pasien COVID-19 diatas 1.000 kasus perhari. Sehingga dibutuhkan penambahan sarana untuk penanganan pasien COVID-19.

Langkah antisipasi yang disiapkan diantaranya membuat rumah sakit darurat di Asrama Haji dengan kapasitas 50-10 tempat tidur. Kemudian penambahan ruang isolasi di balai pertanian.

Termasuk rumah oksigen gotong royong di Gelanggang Olahraga Remaja dan Lanud Roesmin Nurjadin.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Patuhi Prokes COVID-19, Jangan Sampai PPKM Diperpanjang Lagi

dr Indra Yovi dalam konferensi pers, Kamis (5/8) di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, menyebutkan untuk penurunan peningkatan penyebaran COVID-19 kuncinya kembali kepada masyarakat.

Yakni untuk terus waspada dan terus disiplin menegakan protokol kesehatan. Untuk melihat keberhasilan PPKM tersebut, menurutnya bisa dilihat minimal dua minggu setelah pelaksanaan PPKM.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami tujuan dari pelaksanaan PPKM ini, sehingga penyebaran COVID-19 bisa teratasi dengan maksimal.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Hal Penting Tentang ASI Yang Harus Diperhatikan

Berbicara mengenai Air Susu Ibu (ASI), tentunya semua paham manfaatnya untuk tumbuh kembang anak. Namun ada hal penting tentang ASI yang harus diperhatikan.

ASI merupakan suatu cairan yang super penting untuk diberikan kepada anak. Karena saat ibu menyusui ibu akan melihat anak dengan kasih sayang, dan merasakan detak jantung bayinya.

Ada berbagai hal penting tentang ASI yang harus diperhatikan terkait dengan menyusui, yang harus dilakukan oleh seorang ibu untuk memberikan air susunya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memyusui diantaranya:

  1. Dagu dan Payudara ibu harus nempel.
  2. Ritme anak menyusui yang yang harus diperhatikan. Artinya adalah saat menyusui bayi melakukannya dengan perlahan.
  3. Posisi bayi harus menghadap ke ibu.
  4. Waktu menyusui jika posisinya bener 10 sampai 15 menit akan cukup.

Kenyamanan yang juga bisa dirasakan oleh seorang ibu dan anak timbul saat menyusui, karena anak akan bersentuhan dengan ibu secara langsung.

“Saat menyusui, ibu harus melihat dan mengelus si bayi, jangan menyusui sambil main gadget atau aktivitas lain. Ini akan berpengaruh terhadap sikap anak ketika dewasa,” ungkap dr. Dewi Robinar, Sp.Ak.

Untuk menghindari bengkak pada payudara ibu, menyusui harus dilakukan dengan cara bergantian. Dimulai dari kanan, kemudian kiri.

Jika akan kembali menyusui harus terlebih dahulu dimulai dari kiri. Minggu pertama, Puan pastikan selama 7 hari, minimal 12 sampai 14 dalam sehari.

Data Covid Riau Hari Ini: Total Kasus 106.376

Data Covid Riau Hari Ini (Sabtu, 7/8/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun Data Covid Riau Hari Ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.259 kasus, pasien sembuh bertambah 1.044 kasus, dan 51 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 106.376 kasus.

Dari Data Covid Riau Hari Ini, sebanyak 88.526 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.376 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 13.574 orang isolasi mandiri, serta 2.900 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Data Covid19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.055 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 271 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 97.960 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.431 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 393 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Data Covid19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 4.856 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.338 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 492.732 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 1.000 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Riau Siapkan Rumah Sakit Darurat dan Rumah Oksigen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan rumah sakit darurat dan rumah oksigen untuk mengatisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

Pasalnya saat ini kasus COVID-19 di Riau terjadi peningkatan, dimana kasus harian pasien COVID-19 diatas 1.000 kasus perhari. Sehingga dibutuhkan penambahan sarana untuk penanganan pasien COVID-19.

Langkah antisipasi yang disiapkan diantaranya membuat rumah sakit darurat di Asrama Haji dengan kapasitas 50-10 tempat tidur. Kemudian penambahan ruang isolasi di balai pertanian.

Termasuk rumah oksigen gotong royong di Gelanggang Olahraga Remaja dan Lanud Roesmin Nurjadin.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Patuhi Prokes COVID-19, Jangan Sampai PPKM Diperpanjang Lagi

dr Indra Yovi dalam konferensi pers, Kamis (5/8) di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, menyebutkan untuk penurunan peningkatan penyebaran COVID-19 kuncinya kembali kepada masyarakat.

Yakni untuk terus waspada dan terus disiplin menegakan protokol kesehatan. Untuk melihat keberhasilan PPKM tersebut, menurutnya bisa dilihat minimal dua minggu setelah pelaksanaan PPKM.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami tujuan dari pelaksanaan PPKM ini, sehingga penyebaran COVID-19 bisa teratasi dengan maksimal.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)