Home Blog Page 135

Jasa Pembersih Rumah Pekanbaru, Hubungi Amihomeclean

Encik dan Puan yang selama ini kebingungan untuk mencari jasa pembersih rumah Pekanbaru yang profesional? Tenang saja karena saat ini sudah hadir Amihomeclean, jasa pembersih rumah profesional di Pekanbaru.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Terampil dan Profesional

Di Amihomeclean sendiri menawarkan jasa-jasa yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, dan tentunya dikerjakan oleh tenaga profesional dan terampil.

Ada banyak kemudahan lain yang ditawarkan di Amihomeclean sebagai jasa pembersih rumah di Pekanbaru, mulai dari menyediakan pelayanan secara online bahkan pelayanan-pelayanan lainnya.

Aneka Jasa Pembersih Amihomeclean

Selain menawarkan jasa pembersih rumah, juga ada jasa cuci springbed, kasur, sofa, penyemprotan desinfektan kantor, apartemen, membersihkan parit, dan lainnya.

Kehadirannya tentu menjadi solusi tepat bagi Encik dan Puan yang tidak memiliki waktu untuk membersihkan rumah secara berkala.

Namun tetap ingin memastikan rumah tetap bersih dan terhindar dari virus, apalagi masa pandemi seperti ini.

Terapkan Prokes

Tak hanya terampil dan profesional, alat yang digunakan juga canggih dan modern. Selain itu petugasnya wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Jadi Encik dan Puan sebagai pengguna jasanya, tentu prokes menjadi poin utama dalam memilih jasa pembersih rumah dimanapun dan apapun jenisnya. Karena khawatir petugasnya akan membawa virus baru ke rumah kita ya Encik dan Puan.

Kontak

Nah, Untuk informasi lebih lanjut terkait Amihomeclean dan ingin memakai jasanya, Encik dan Puan bisa menghubunginya melalui instagram @amihomeclean atau WhatsApp ke nomor 0823-2072-7771.

Untuk masalah harga jasa yang ditawarkan itu beragam tergantung dengan kapasitas yang akan dikerjakan oleh tim Amihomeclean, mulai dari puluhan ribu bahkan jutaan. Jadi yang penasaran bisa langsung menanyakan kepada kontak yang tertera di atas.

Salam sehat dan salam bersih, semoga dengan adanya Amihomeclean jasa pembersih rumah di Pekanbaru ini bisa menjadi sahabat terbaik kebersihan rumah Encik dan Puan.

Data Covid19 Riau Hari Ini: Tambah 2.213, Total Kasus 105.125

Data Covid19 Riau Hari Ini (Jumat, 6/8/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun Data Covid19 Riau Hari Ini, kasus positif bertambah sebanyak 2.213 kasus, pasien sembuh bertambah 1.113 kasus, dan 55 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 105.125 kasus.

Dari Data Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 87.486 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.374 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 13.416 orang isolasi mandiri, serta 2.849 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Data Covid19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 101.842 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 282 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 97.752 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.416 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 392 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Data Covid19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 7.730 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 7.293 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 487.876 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 1.000 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Riau Siapkan Rumah Sakit Darurat dan Rumah Oksigen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan rumah sakit darurat dan rumah oksigen untuk mengatisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

Pasalnya saat ini kasus COVID-19 di Riau terjadi peningkatan, dimana kasus harian pasien COVID-19 diatas 1.000 kasus perhari. Sehingga dibutuhkan penambahan sarana untuk penanganan pasien COVID-19.

Langkah antisipasi yang disiapkan diantaranya membuat rumah sakit darurat di Asrama Haji dengan kapasitas 50-10 tempat tidur. Kemudian penambahan ruang isolasi di balai pertanian.

Termasuk rumah oksigen gotong royong di Gelanggang Olahraga Remaja dan Lanud Roesmin Nurjadin.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Patuhi Prokes COVID-19, Jangan Sampai PPKM Diperpanjang Lagi

dr Indra Yovi dalam konferensi pers, Kamis (5/8) di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, menyebutkan untuk penurunan peningkatan penyebaran COVID-19 kuncinya kembali kepada masyarakat.

Yakni untuk terus waspada dan terus disiplin menegakan protokol kesehatan. Untuk melihat keberhasilan PPKM tersebut, menurutnya bisa dilihat minimal dua minggu setelah pelaksanaan PPKM.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami tujuan dari pelaksanaan PPKM ini, sehingga penyebaran COVID-19 bisa teratasi dengan maksimal.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Data Covid-19 Riau Hari Ini: Sembuh 1.663, Total Kasus 102.926

Data Covid-19 Riau Hari Ini (Kamis, 5/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 860 kasus, pasien sembuh bertambah 1.663 kasus, dan 35 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 102.926 kasus.

Dari Data Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 86.375 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.392 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 12.365 orang isolasi mandiri, serta 2.794 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Data Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 101.607 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 288 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 97.437 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.493 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 389 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Data Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.845 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.612 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 480.146 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 1.000 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Riau Siapkan Rumah Sakit Darurat dan Rumah Oksigen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan rumah sakit darurat dan rumah oksigen untuk mengatisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

Pasalnya saat ini kasus COVID-19 di Riau terjadi peningkatan, dimana kasus harian pasien COVID-19 diatas 1.000 kasus perhari. Sehingga dibutuhkan penambahan sarana untuk penanganan pasien COVID-19.

Langkah antisipasi yang disiapkan diantaranya membuat rumah sakit darurat di Asrama Haji dengan kapasitas 50-10 tempat tidur. Kemudian penambahan ruang isolasi di balai pertanian.

Termasuk rumah oksigen gotong royong di Gelanggang Olahraga Remaja dan Lanud Roesmin Nurjadin.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akan stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Jubir COVID-19 Riau: Yang Meninggal Rata-rata belum Divaksin

Indra Yovi mengatakan, kasus kematian di Riau beberapa hari ini mengalami peningkatan akibat banyaknya jumlah kasus baru. Yang mana pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Riau rata-rata orang tua yang umurnya di atas 50 tahun ke atas.

“Dan yang meninggal rata-rata belum divaksin. Jadi pentingnya vaksin itu meningkatkan kekebalan terhadap kemungkinan terkena Covid-19 yang berat. Kalau sudah divaksin jika kena COVID-19 kondisinya yang ringan dan sedang saja,” ungkapnya.

Patuhi Prokes COVID-19, Jangan Sampai PPKM Diperpanjang Lagi

dr Indra Yovi dalam konferensi pers, Kamis (5/8) di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, menyebutkan untuk penurunan peningkatan penyebaran COVID-19 kuncinya kembali kepada masyarakat.

Yakni untuk terus waspada dan terus disiplin menegakan protokol kesehatan. Untuk melihat keberhasilan PPKM tersebut, menurutnya bisa dilihat minimal dua minggu setelah pelaksanaan PPKM.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami tujuan dari pelaksanaan PPKM ini, sehingga penyebaran COVID-19 bisa teratasi dengan maksimal.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Info Covid-19 di Riau: Tambah 1.464 Kasus, Total 102.086 Kasus

Update Info Covid-19 di Riau Hari Ini (Rabu, 4/8/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun Update Info Covid-19 di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.464 kasus, pasien sembuh bertambah 553 kasus, dan 46 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 102.086 kasus.

Dari Update Info Covid-19 di Riau Hari Ini, sebanyak 84.713 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.375 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 13.239 orang isolasi mandiri, serta 2.759 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 101.534 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 301 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 97.312 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.538 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 383 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 5.139 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 4.868 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 477.301 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 1.000 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Riau Siapkan Rumah Sakit Darurat dan Rumah Oksigen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan rumah sakit darurat dan rumah oksigen untuk mengatisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

Pasalnya saat ini kasus COVID-19 di Riau terjadi peningkatan, dimana kasus harian pasien COVID-19 diatas 1.000 kasus perhari. Sehingga dibutuhkan penambahan sarana untuk penanganan pasien COVID-19.

Langkah antisipasi yang disiapkan diantaranya membuat rumah sakit darurat di Asrama Haji dengan kapasitas 50-10 tempat tidur. Kemudian penambahan ruang isolasi di balai pertanian.

Termasuk rumah oksigen gotong royong di Gelanggang Olahraga Remaja dan Lanud Roesmin Nurjadin.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akan stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Jubir COVID-19 Riau: Yang Meninggal Rata-rata belum Divaksin

Indra Yovi mengatakan, kasus kematian di Riau beberapa hari ini mengalami peningkatan akibat banyaknya jumlah kasus baru. Yang mana pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Riau rata-rata orang tua yang umurnya di atas 50 tahun ke atas.

“Dan yang meninggal rata-rata belum divaksin. Jadi pentingnya vaksin itu meningkatkan kekebalan terhadap kemungkinan terkena Covid-19 yang berat. Kalau sudah divaksin jika kena COVID-19 kondisinya yang ringan dan sedang saja,” ungkapnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Info Covid19 di Riau: Tambah 1.254 Kasus, Total 100.623 Kasus

Update Info Covid19 di Riau Hari Ini (Selasa, 3/8/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun Update Info Covid19 di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.254 kasus, pasien sembuh bertambah 1.179 kasus, dan 36 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 100.623 kasus.

Dari Update Info Covid19 di Riau Hari Ini, sebanyak 84.161 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.355 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 12.394 orang isolasi mandiri, serta 2.713 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 101.408 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 301 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 97.217 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.508 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 382 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 4.094 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 3.699 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 472.162 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 1.000 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Riau Siapkan Rumah Sakit Darurat dan Rumah Oksigen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan rumah sakit darurat dan rumah oksigen untuk mengatisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

Pasalnya saat ini kasus COVID-19 di Riau terjadi peningkatan, dimana kasus harian pasien COVID-19 diatas 1.000 kasus perhari. Sehingga dibutuhkan penambahan sarana untuk penanganan pasien COVID-19.

Langkah antisipasi yang disiapkan diantaranya membuat rumah sakit darurat di Asrama Haji dengan kapasitas 50-10 tempat tidur. Kemudian penambahan ruang isolasi di balai pertanian.

Termasuk rumah oksigen gotong royong di Gelanggang Olahraga Remaja dan Lanud Roesmin Nurjadin.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akan stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Jubir COVID-19 Riau: Yang Meninggal Rata-rata belum Divaksin

Indra Yovi mengatakan, kasus kematian di Riau beberapa hari ini mengalami peningkatan akibat banyaknya jumlah kasus baru. Yang mana pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Riau rata-rata orang tua yang umurnya di atas 50 tahun ke atas.

“Dan yang meninggal rata-rata belum divaksin. Jadi pentingnya vaksin itu meningkatkan kekebalan terhadap kemungkinan terkena Covid-19 yang berat. Kalau sudah divaksin jika kena COVID-19 kondisinya yang ringan dan sedang saja,” ungkapnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Info Covid di Riau: Tambah 1.077 Kasus, Total 99.380 Kasus

Update Info Covid di Riau Hari Ini (Senin, 2/8/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun Update Info Covid di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.077 kasus, pasien sembuh bertambah 988 kasus, dan 51 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 99.380 kasus.

Dari Update Info Covid di Riau Hari Ini, sebanyak 82.984 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.274 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 12.445 orang isolasi mandiri, serta 2.677 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 101.393 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 308 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 97.197 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.508 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 380 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.498 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 3.225 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 468.068 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akan stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Jubir COVID-19 Riau: Yang Meninggal Rata-rata belum Divaksin

Indra Yovi mengatakan, kasus kematian di Riau beberapa hari ini mengalami peningkatan akibat banyaknya jumlah kasus baru. Yang mana pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Riau rata-rata orang tua yang umurnya di atas 50 tahun ke atas.

“Dan yang meninggal rata-rata belum divaksin. Jadi pentingnya vaksin itu meningkatkan kekebalan terhadap kemungkinan terkena Covid-19 yang berat. Kalau sudah divaksin jika kena COVID-19 kondisinya yang ringan dan sedang saja,” ungkapnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Info Corona di Riau: Tambah 1.202 Kasus, Total 98.310 Kasus

Update Info Corona di Riau Hari Ini (Minggu, 1/8/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun Update Info Corona di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.202 kasus, pasien sembuh bertambah 852 kasus, dan 32 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 98.310 kasus.

Dari Update Info Corona di Riau Hari Ini, sebanyak 81.998 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.283 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 12.403 orang isolasi mandiri, serta 2.626 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 101.178 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 309 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 97.048 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.445 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 376 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 4.131 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 3.837 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 464.570 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akan stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Jubir COVID-19 Riau: Yang Meninggal Rata-rata belum Divaksin

Indra Yovi mengatakan, kasus kematian di Riau beberapa hari ini mengalami peningkatan akibat banyaknya jumlah kasus baru. Yang mana pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Riau rata-rata orang tua yang umurnya di atas 50 tahun ke atas.

“Dan yang meninggal rata-rata belum divaksin. Jadi pentingnya vaksin itu meningkatkan kekebalan terhadap kemungkinan terkena Covid-19 yang berat. Kalau sudah divaksin jika kena COVID-19 kondisinya yang ringan dan sedang saja,” ungkapnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Syarat Perjalanan PPKM Level IV di Kota Pekanbaru

0

Selama pelaksanaan PPKM Level IV, diberlakukan syarat perjalanan PPKM level IV di Kota Pekanbaru. Adapun syarat ini harus dipenuhi bagi Encik dan Puan yang hendak melakukan perjalanan ke Kota Pekanbaru.

Mengikuti Peraturan Pusat

Sehubung dengan pelaksanaan PPKM level 4 di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Kota Pekanbaru, maka syarat perjalanan orang ini harus menyesuaikan instruksi dari pusat.

Dimana, pada masa PPKM level IV ini ada beberapa pembatasan-pembatasan kegiatan yang diberlakukan. Salah satunya mengatur perjalanan orang, baik menggunakan pesawat udara, laut, darat maupun sungai.

Hal ini merujuk pada Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Kota Pekanbaru.

Pemberlakuan 16/SE/SATGAS/2021 sekaligus menggantikan SE 14/2021 dan SE 15/2021 yang mengatur ketentuan perjalanan orang di dalam negeri.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Maka dari itu, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 juga mengeluarkan SE Nomor: 16/SE/SATGAS/2021 untuk memasuki wilayah Pekanbaru maka diperlukan beberapa syarat perjalanan PPKM level IV di Kota Pekanbaru.

Menyusul diperpanjangnya PPKM Level 4 di Kota Pekanbaru, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 juga mengeluarkan SE Nomor 17/SE/SATGAS/2021.

Yang mana pada poin ke-13 terdapat beberapa syarat perjalanan PPKM level IV di Kota Pekanbaru.

Sebagai informasi, dengan diberlakukannya SE Nomor 17/SE/SATGAS/2021 tersebut, maka SE Nomor 16/SE/SATGAS/2021 tidak berlaku lagi.

Syarat perjalanan domestik penggunaan transportasi udara yaitu:
  • Kartu sertifikat vaksin (minimal dosis pertama)
  • Hasil swab PCR H-2
Syarat perjalanan domestik penggunaan transportasi darat atau laut atau sungai antar kota/antar provinsi yakni:
  • Kartu sertifikat vaksin (minimal dosis pertama)
  • Rapid Antigen H-1
Syarat perjalanan domestik penggunaan transportasi darat laut/sungai dalam provinsi yaitu:
  • Sertifikat vaksin minimal dosisi pertama
  • Rapid Antigen H-1

Itulah beberapa persyaratan bagi Encik dan Puan yang ingin melakukan perjalanan ke Kota Pekanbaru, maka syarat perjalanan orang masa PPKM level IV di Kota Pekanbaru ini harus dipenuhi agar tidak disuruh putar balik oleh petugas yang berjaga di perbatasan.

Perkembangan Corona di Riau: Tambah 1.626 Kasus, Total 97.187 Kasus

Perkembangan Corona di Riau Hari Ini (Sabtu, 31/7/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun perkembangan Corona di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.626 kasus, pasien sembuh bertambah 373 kasus, dan 43 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 97.187 kasus.

Dari perkembangan Corona di Riau Hari Ini, sebanyak 81.151 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.300 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 12.078 orang isolasi mandiri, serta 2.594 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 101.013 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 310 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 96.910 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.418 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 375 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 6.398 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 5.295 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 460.439 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akan stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Jubir COVID-19 Riau: Yang Meninggal Rata-rata belum Divaksin

Indra Yovi mengatakan, kasus kematian di Riau beberapa hari ini mengalami peningkatan akibat banyaknya jumlah kasus baru. Yang mana pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Riau rata-rata orang tua yang umurnya di atas 50 tahun ke atas.

“Dan yang meninggal rata-rata belum divaksin. Jadi pentingnya vaksin itu meningkatkan kekebalan terhadap kemungkinan terkena Covid-19 yang berat. Kalau sudah divaksin jika kena COVID-19 kondisinya yang ringan dan sedang saja,” ungkapnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Perkembangan Covid di Riau: Tambah 1.667 Kasus, Total 95.561 Kasus

Perkembangan Covid di Riau Hari Ini (Jumat, 30/7/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun perkembangan Covid di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.667 kasus, pasien sembuh bertambah 909 kasus, dan 43 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 95.561 kasus.

Dari perkembangan Covid di Riau Hari Ini, sebanyak 80.778 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.256 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 10.983 orang isolasi mandiri, serta 2.544 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 100.869 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 322 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 96.740 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.432 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 375 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 5.777 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 4.639 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 454.041 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akan stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)