Home Blog Page 133

Kasus Positif Covid19 Riau Capai 116.514

Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini (Rabu, 18/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 595 kasus, pasien sembuh bertambah 1.101 orang, dan 30 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 116.514 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 102.965 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.110 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 9.096 orang isolasi mandiri, serta 3.343 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.900 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 171 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.980 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.329 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 420 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.557 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.281 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 539.448 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Tingkat Keterisian Tempat Tidur Pasien COVID-19 di Riau Menurun

Gubri mengatakan bahwa tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien COVID-19 di Riau menurun, dari 98 persen menjadi 56 persen.

Menurunnya tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di Riau, seiring menurunnya kasus positif COVID-19 di Riau. Dimana penambahan kasus harian pasien Covid-19 di Riau biasanya di atas 1.000 kasus, saat ini sudah di bawah 1.000 kasus perhari.

Kadiskes Sarankan Vaksinasi di Puskesmas

Pemerintah Provinsi Riau, kembali kembali mendapat bantuan kuota vaksin Sinovac sebanyak 3.680 vial dari Kementerian Kesehatan. Vaksin tersebut tiba di UPT instalasi farmasi yang ada di Jalan Kesehatan, Kota Pekanbaru, pada Selasa (17/8/2021) dini hari. Selanjutnya, akan didistribusikan ke kabupaten kota di Riau.

Selain vaksin Sinovac, dalam waktu bersamaan pihaknya juga menerima vaksin Moderna sebanyak 2.500 vial. Vaksin tersebut juga saat ini sudah diperbolehkan untuk vaksin bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, berharap, dengan adanya tambahan vaksin ini, bisa meningkatkan program vaksinasi untuk memutus penyebaran COVID-19 di Provinsi Riau.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk mempriotitaskan pelaksanaan vaksinasi di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan, jika digelar pada vaksinasi massal,” kata Mimi, Selasa (17/8/2021) di Pekanbaru.

Vaksin Moderna Untuk Masyarakat Akan Didistribusikan

Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) Riau akan mendistribusikan vaksin jenis Moderna bagi masyarakat. Hanya saja pelaksanaanya, sesuai ketersediaan dan pengriman dari pemerintah pusat, secara bertahap.

Mimi mengaku, jika vaksin Moderna untuk masyarakat tersebut, jumlahnya mencapai sebanyak 9.670 vial.

“Yang sudah diterima Riau baru sebanyak 4.500 vial, dimana tahap pertama sebanyak 2.000 vial dan tahap kedua 2.500 vial yang sebelumnya sudah dibagikan ke seluruh kabupaten kota se Riau,” katanya.

Pendistribusian vaksin moderna ini jelas Mimi, tidak sama dengan vaksin jenis lainya dan menunggu informasi dari daerah. Karena ini juga terkait keterbatasan tempat penyimpanan di daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Sementara itu Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kasus Positif Covid Riau Capai 115.925

Kasus Positif Covid Riau Hari Ini (Selasa, 17/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 820 kasus, pasien sembuh bertambah 1.541 orang, dan 33 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 115.925 kasus.

Dari Kasus Positif Covid Riau Hari Ini, sebanyak 101.873 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.179 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 9.560 orang isolasi mandiri, serta 3.313 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.883 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 192 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.942 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.329 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 420 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 5.228 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.885 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 535.891 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Kadiskes Sarankan Vaksinasi di Puskesmas

Pemerintah Provinsi Riau, kembali kembali mendapat bantuan kuota vaksin Sinovac sebanyak 3.680 vial dari Kementerian Kesehatan. Vaksin tersebut tiba di UPT instalasi farmasi yang ada di Jalan Kesehatan, Kota Pekanbaru, pada Selasa (17/8/2021) dini hari. Selanjutnya, akan didistribusikan ke kabupaten kota di Riau.

Selain vaksin Sinovac, dalam waktu bersamaan pihaknya juga menerima vaksin Moderna sebanyak 2.500 vial. Vaksin tersebut juga saat ini sudah diperbolehkan untuk vaksin bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, berharap, dengan adanya tambahan vaksin ini, bisa meningkatkan program vaksinasi untuk memutus penyebaran COVID-19 di Provinsi Riau.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk mempriotitaskan pelaksanaan vaksinasi di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan, jika digelar pada vaksinasi massal,” kata Mimi, Selasa (17/8/2021) di Pekanbaru.

Vaksin Moderna Untuk Masyarakat Akan Didistribusikan

Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) Riau akan mendistribusikan vaksin jenis Moderna bagi masyarakat. Hanya saja pelaksanaanya, sesuai ketersediaan dan pengriman dari pemerintah pusat, secara bertahap.

Mimi mengaku, jika vaksin Moderna untuk masyarakat tersebut, jumlahnya mencapai sebanyak 9.670 vial.

“Yang sudah diterima Riau baru sebanyak 4.500 vial, dimana tahap pertama sebanyak 2.000 vial dan tahap kedua 2.500 vial yang sebelumnya sudah dibagikan ke seluruh kabupaten kota se Riau,” katanya.

Pendistribusian vaksin moderna ini jelas Mimi, tidak sama dengan vaksin jenis lainya dan menunggu informasi dari daerah. Karena ini juga terkait keterbatasan tempat penyimpanan di daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Sementara itu Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kecukupan Energi, Kunci Kebangkitan Negeri

0

Tahukah Encik dan Puan jika kecukupan energi menjadi kunci dari kebangkitan negeri? Karena pada dasarnya energi yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari adalah energi fosil yang terdiri dari minyak bumi, gas bumi, dan batu bara.

Energi Baru Terbarukan

Ketika berbicara energi fosil yang ada, Provinsi Riau memiliki sumber dari Minyak Bumi dan Gas Bumi, cukup besar. Namun apakah hal tersebut merupakan hal yang patut untuk didiamkan tanpa inovasi? Tentu tidak.

Meskipun sebagai daerah penghasil energi minyak bumi dan gas bumi, Provinsi Riau tidak bisa melupakan untuk turut serta dalam berbagai pengembangan energi baru terbarukan.

Dikutip dari Pertamina Power, Energi Terbarukan merupakan salah satu sumber energi yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan menyumbang kepada bauran energi nasional dan membantu usaha mitigasi dampak perubahan iklim global.

Sumber energi ini digunakan hampir di seluruh dunia yang telah memanfaatkan energi terbarukan sebagai sumber energi strategis untuk mengantisipasi krisis energi.

Disebutkan oleh Rudi Hasan Saleh Kepala Seksi Pengujian UPT Laboratorium Pengujian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, bahwa cadangan yang ada saat ini memang diprediksi akan cukup hingga 2050 mendatang, dalam hal ini yang dimaksud adalah minyak bumi.

Memiliki Peran Sentral

Kecukupan energi untuk negeri merupakan peran yang sangat sentral. Kecukupan dan ketahanan energi seolah menjadi kunci dalam bangkitnya negeri.

Bayangkan jika, dalam situasi pandemi kondisi kecukupan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang juga merupakan bagian penting dari energi tidak mencukupi.

Akan terjadi berbagai kesulitan yang tidak bisa dibayangkan, dimana berbagai pasokan distribusi akan tersendat dalam penyalurannya. Terutama bantuan-bantuan logistik, baik obat-obatan serta alat kesehatan juga akan terkendala.

Namun ada satu lagi, energi yang sangat penting dibutuhkan pada keadaan saat ini, yaitu listrik. Bagaimana ketergantungannya kegiatan belajar mengajar hingga bekerja kepada energi listrik. Jika pasokan listrik tidak memadai tentu akan menyebabkan banyak kegiatan dan kenyamanan yang terganggu.

Penggerak Pembangunan

Energi juga merupakan penggerak pembangunan. Pentingnya pengembangan sektor energi baru terbarukan juga tidak bisa dikesampingkan.

Pemanfaatan panas matahari, biogas dari limbah sawit, biomasa dari limbah cangkang sawit rasanya bisa memberikan bantuan. Jika memang produksi minyak bumi dan gas bumi tidak menemukan cadangan baru.

Dalam membangkitkan Negeri Cukup dan mandirinya energi merupakan sebuah kunci. Pentingnya inovasi, juga menjadi inti dari kemandirian energi untuk seluruh negeri.

Karena dalam hal ini tidak hanya Provinsi Riau yang harus memahaminya, namun seluruh Kepala daerah di seluruh Indonesia harus menyadari peran kunci dari kecukupan dan kemandirian energi.

Update Kasus Corona Riau Hari Ini: Sembuh 1.686, Total Kasus 115.108

Update Kasus Corona Riau Hari Ini (Senin, 16/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 614 kasus, pasien sembuh bertambah 1.686 orang, dan 42 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 115.108 kasus.

Dari Update Kasus Corona Riau Hari Ini, sebanyak 100.336 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.191 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 10.301 orang isolasi mandiri, serta 3.280 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Update Kasus Corona Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.793 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 181 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.844 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.351 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 417 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Update Kasus Corona Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.789 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.475 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 530.663 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

100 Oxygen Concentrator bBantuan Presiden tiba di Pekanbaru

100 Oxygen Concentrator dan 300 obat-obatan bantuan dari Presiden Jokowi diterbangkan khusus, menggunakan pesawat hercules hercules C-130/A-1319. Tiba di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Minggu (15/8/2021) pukul 15.00 WIB

100 Oxygen Concentrator ini akan dialokasikan bagi pasien kondisi sedang dan berat, di daerah-daerah yang membutuhkan. Terutama di daerah kepulauan, yang jaraknya jauh dari Rumah Sakit.

Tujuannya dengan tersedianya Oxygen Concentrator di daerah pelosok, agar bisa meringankan pasien sebelum mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.

Sementara itu, 300 Obat-obatan ini akan diberikan untuk pasien yang terpapar Covid-19. Baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi mandiri.

“Kita akan lihat nanti, dimana daerah yang kasus aktifnya banyak itu porsinya akan yang akan kita lebih banyak,” kata Gubri Syamsuar.

Empat Kabupaten Kota di Riau Masuk PPKM Level 4

Gubri Syamsuar mengatakan saat ini ada empat kabupaten kota di Riau yang masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

“Pemerintah pusat telah menetapkan adanya empat daerah di Riau yang masuk PPKM Level 4. Ada yang dari Level 3 meningkat levelnya menjadi Level 4. Saat ini, Pekanbaru, Dumai, Siak dan Rokan Hulu (Rohul) masuk PPKM Level 4,” kata Gubri di Posko Penanganan Covid-19 Riau, Rabu (11/8/2021).

Untuk itu, ia pun mengimbau agar kabupaten kota yang saat ini masih berada di Level 3, agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan penyebaran COVID-19.

Ia juga berharap semoga daerah-daerah yang masuk PPPKM Level 3 dapat turun level dan zona resikonya penularannya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Update Kasus Covid-19 Riau Hari Ini: Total Kasus 114.499

Update Kasus Covid-19 Riau Hari Ini (Minggu, 15/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 938 kasus, pasien sembuh bertambah 848 kasus, dan 52 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 114.499 kasus.

Dari Update Kasus Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 98.653 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.222 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 11.386 orang isolasi mandiri, serta 3.238 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Update Kasus Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.687 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 172 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.778 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.323 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 414 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Update Kasus Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 4.476 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.050 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 527.874 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

100 Oxygen Concentrator bBantuan Presiden tiba di Pekanbaru

100 Oxygen Concentrator dan 300 obat-obatan bantuan dari Presiden Jokowi diterbangkan khusus, menggunakan pesawat hercules hercules C-130/A-1319. Tiba di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Minggu (15/8/2021) pukul 15.00 WIB

100 Oxygen Concentrator ini akan dialokasikan bagi pasien kondisi sedang dan berat, di daerah-daerah yang membutuhkan. Terutama di daerah kepulauan, yang jaraknya jauh dari Rumah Sakit.

Tujuannya dengan tersedianya Oxygen Concentrator di daerah pelosok, agar bisa meringankan pasien sebelum mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.

Sementara itu, 300 Obat-obatan ini akan diberikan untuk pasien yang terpapar Covid-19. Baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi mandiri.

“Kita akan lihat nanti, dimana daerah yang kasus aktifnya banyak itu porsinya akan yang akan kita lebih banyak,” kata Gubri Syamsuar.

Empat Kabupaten Kota di Riau Masuk PPKM Level 4

Gubri Syamsuar mengatakan saat ini ada empat kabupaten kota di Riau yang masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

“Pemerintah pusat telah menetapkan adanya empat daerah di Riau yang masuk PPKM Level 4. Ada yang dari Level 3 meningkat levelnya menjadi Level 4. Saat ini, Pekanbaru, Dumai, Siak dan Rokan Hulu (Rohul) masuk PPKM Level 4,” kata Gubri di Posko Penanganan Covid-19 Riau, Rabu (11/8/2021).

Untuk itu, ia pun mengimbau agar kabupaten kota yang saat ini masih berada di Level 3, agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan penyebaran COVID-19.

Ia juga berharap semoga daerah-daerah yang masuk PPPKM Level 3 dapat turun level dan zona resikonya penularannya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Mengenal Long Covid dan Cara Mengatasinya

0

Akhir-akhir ini istilah long Covid sering kita dengar. Melalui tulisan ini, mari kita mengenal long Covid dan cara mengatasinya.

Sering dialami penyintas Covid

Usai terpapar COVID-19, kebanyakan penderita di Indonesia mengalami gejala long COVID yang mengganggu kesehatan. Bahkan kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang cukup lama dan mengganggu saat beraktifitas.

Dikutip dari kontan.co.id, long COVID adalah kondisi tidak normal yang bisa terjadi pasca-sembuh dari COVID-19. Long COVID menyebabkan penyintas COVID-19 merasakan sejumlah gejala infeksi virus corona dalam jangka lama.

Tanda-tanda penyintas COVID-19 mengalami long COVID

Tanda-tanda penyintas terkena long COVID ini beragam, bahkan bagi penderita COVID-19 dengan gejala berat mengalami long COVID lebih serius dibandingkan ketika terkena COVID-19. Umumnya tanda long COVID dibagi tiga macam, yakni:

  • Tanda Long COVID yang biasa terjadi
    1. Sesak napas atau napas pendek-pendek
    2. Gampang lelah, terutama setelah banyak beraktivitas
    3. Susah konsentrasi
    4. Batuk
    5. Sakit dada, perut, dan kepala
    6. Detak jantung cepat atau jantung berdebar-debar
    7. Nyeri sendi atau otot
    8. Badan sakit seperti ditusuk jarum
    9. Diare
    10. Gangguan tidur seperti susah tidur atau tidur terus-menerus
    11. Demam
    12. Pusing saat berdiri
    13. Ruam
    14. Suasana hati jadi lebih muram
    15. Hidung tidak bisa mencium bau, atau kepekaan indra penciuman berkurang
    16. Lidah tidak ada rasa, atau kepekaan indra perasa terganggu
    17. Perubahan siklus haid
  • Kondisi long COVID pada penderita COVID-19 gejala berat

Pada penyintas COVID-19 gejala berat, setelah sembuh dari COVID biasanya akan mengalami kondisi autoimun atau yang juga sering disebut multiorgan yang memengaruhi sebagian besar sistem tubuh, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, kulit, dan otak.

Kondisi ini terjadi ketika sistem daya tahan tubuh tanpa sengaja menyerang sel sehat di tubuh, menyebabkan peradangan, dan memicu kerusakan di sebagian jaringan tubuh. Akibatnya penyintas COVID-19 bisa mengalami sindrom inflamasi multisistem atau multisystem inflammatory syndrome (MIS).

  • Gejala long COVID setelah penyintas sembuh dari rawat inap

Setelah sembuh dari penyakit COVID-19 yang dirawat inap biasanya mengalami beberapa efek kesehatan. Efek ini termasuk badan sangat lemas, susah berpikir, sampai gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

PTSD ini kebanyakan terjadi karena kesehatan mental yang terganggu akibat isolasi serta masalah ekonomi saat terpapar virus corona. Yang mengalami gejala ini disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila gejala tidak kunjung membaik.

Cara mengatasi long COVID

CDC mengungkapkan cara terbaik untuk mencegah kondisi long COVID adalah dengan mendapatkan vaksinasi terhadap COVID-19 sesegera mungkin, meskipun beberapa orang dengan kondisi long covid dilaporkan mengalami perbaikan gejala setelah divaksin, penelitian masih diperlukan untuk menentukan efek vaksinasi pada kondisi pasca-COVID-19.

Dikutip dari kompas.com, menurut British Heart Foundation, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola gejala long COVID, yaitu:

  • Mengelola kelelahan dan sulit bernapas
    1. Tidak terlalu memaksa diri ketika beraktivitas.
    2. Mencoba memecah tugas harian menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dikerjakan secara bergantian agar lebih mudah dijalani dan tidak memicu kelelahan
    3. Menentukan waktu terbaik dalam sehari untuk melakukan aktivitas tertentu berdasarkan tingkat energi kita.
    4. Meluangkan waktu untuk istirahat singkat lebih sering alih-alih istirahat panjang. Ini sama dengan beristirahat sebelum kita lelah.
    5. Jangan berhenti melakukan hal-hal yang memicu sesak napas. Sebab, otot akan menjadi lebih lemah jika kita berhenti menggunakannya, yang mana akan membuat kita semakin sesak napas ketika suatu saat mencoba menggunakannya.
    6. Meningkatkan porsi olahraga secara bertahap. Misalnya, memulai dengan jalan santai atau latihan kekuatan ringan, kemudian meningkatkan porsi dan intensitasnya dari hari ke hari.
    7. Menggunakan tongkat berjalan jika diperlukan sehingga kita dapat bertumpu padanya ketika merasa sesak napas saat beraktivitas.
  • Meningkatkan suasana hati
    1. Berbaiklah pada diri kita sendiri selama masa pemulihan. Siapkan diri untuk menghadapi adanya hal-hal buruk di hari tertentu.
    2. Menjaga relasi dengan orang-orang terdekat agar tetap bahagia, terutama teman dan keluarga
    3. Membangun rutinitas harian sehingga suasana hati lebih terjaga dan memberikan perasaan stabil
    4. Tetap bergerak agar tubuh melepaskan endorfin dan meningkatkan suasana hati
    5. Mengatasi masalah berpikir atau ingatan
    6. Buat catatan untuk mengingat hal-hal penting, seperti poin pada rapat atau jadwal pemeriksaan kesehatan
    7. Mencoba mengurangi distraksi
    8. Membuat perencanaan ketika akan menghadapi situasi baru atau kompleks. Bagi itu menjadi beberapa langkah dan teruslah mengecek perencanaan tersebut untuk memastikan kita mampu mengikutinya dengan baik.
Meredakan nyeri otot atau sendi

Melakukan latihan fleksibilitas, seperti peregangan, yoga dan tai chi, hingga latihan kekuatan seperti naik tangga, angkat beban, hingga menggunakan resistance bands. Berkonsultasilah dengan dokter sebelum memulai rencana olahraga baru.

Itulah beberapa penjelasan terkait apa itu long COVID dan cara mengatasinya, jadi bagi Encik dan Puan penyintas COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh namun masih mengalami gejala-gejala tersebut, bisa mengikuti cara-cara itu.

Jangan abaikan protokol kesehatan ya Encik dan Puan, karena kita tidak pernah tahu orang-orang di sekitar kita aman dari COVID. Mari saling menjaga dan saling melindungi!

Update Kasus Covid19 Riau Hari Ini: Total Kasus 113.563

Update Kasus Covid19 Riau Hari Ini (Sabtu, 14/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 1.072 kasus, pasien sembuh bertambah 1.323 kasus, dan 31 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 113.563 kasus.

Dari Update Kasus Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 97.811 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.299 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 11.267 orang isolasi mandiri, serta 3.186 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Update Kasus Covid19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.648 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 195 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.689 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.350 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 414 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Update Kasus Covid19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 5.166 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.748 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 523.398 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Riau Kembali Berlakukan Penyekatan di Perbatasan Provinsi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan kembali melakukan penyekatan di perbatasan provinsi untuk mengurangi mobilisasi orang masuk Riau. Pasalnya kasus di Riau banyak terdapat warga dari provinsi tetangga.

“Makanya kami sudah buat kesimpulan untuk melakukan penyekatan-penyekatan kembali di daerah perbatasan provinsi, antara dengan Sumbar, Sumut dan juga dengan Jambi,” terangnya.

Dengan penyekatan itu diharapkan dapat mengurangi mobilisasi orang dari luar Riau, sehingga penularan COVID-19 di Riau dapat dikendali.

Empat Kabupaten Kota di Riau Masuk PPKM Level 4

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengatakan saat ini ada empat kabupaten kota di Riau yang masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

“Pemerintah pusat telah menetapkan adanya empat daerah di Riau yang masuk PPKM Level 4. Ada yang dari Level 3 meningkat levelnya menjadi Level 4. Saat ini, Pekanbaru, Dumai, Siak dan Rokan Hulu (Rohul) masuk PPKM Level 4,” kata Gubri di Posko Penanganan Covid-19 Riau, Rabu (11/8/2021).

Untuk itu, ia pun mengimbau agar kabupaten kota yang saat ini masih berada di Level 3, agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan penyebaran COVID-19.

Ia juga berharap semoga daerah-daerah yang masuk PPPKM Level 3 dapat turun level dan zona resikonya penularannya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Jaga Kesehatan Masa Pandemi, Ini 7 Tipsnya

0

Jaga kesehatan masa pandemi COVID-19 ini sangat penting, agar kesehatan tidak menurun dan yang paling penting tidak sampai terpapar virus Corona.

Sejak Indonesia dilanda pandemi Corona, sudah banyak sekali masyarakat yang terpapar bahkan banyak nyawa yang jadi korban. Untuk itu sudah sewajarnya Encik dan Puan peduli dengan kesehatan.

Tetap beraktivitas untuk mencari nafkah atau melakukan kegiatan lainnya sudah tidak dapat dihindari lagi pada masa sulit ini. Namun memastikan diri dan orang tersayang agar tetap sehat menjadi poin utama.

Mari simak 7 tips menjaga kesehatan masa pandemi COVID-19 yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

Makan makanan yang sehat

Tidak hanya masa pandemi, makan makanan yang sehat sangat penting bagi kesehatan. Hindari mengkonsumsi makanan berlebihan juga menjadi faktor utama menjaga kesehatan.

Pola makan harus diperhatikan, hindari makan terlalu banyak kandungan gula, lemak berlebih dan lainnya, upayakan agar kandungan gizi dalam makanan terpenuhi dengan baik.

Selain itu, Encik dan Puan juga disarankan untuk memperbanyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.

Banyak minum air putih

Salah satu cara virus Corona menyerang tubuh manusia masuk melalui mulut, sehingga akan mengakibatkan batuk, sakit tenggorokan dan penyakit lainnya.

Untuk itu, ahli kesehatan menyarankan agar perbanyak minum air putih atau bila perlu minum dengan air hangat.

Olahraga teratur

Sesibuk apapun atau hanya di rumah saja, olahraga teratur juga menjadi kunci kesehatan, yuk rutin olahraga agar tetap sehat, meningkatkan mood dan membuat tubuh lebih bugar.

Istirahat yang cukup

Urusan pekerjaan atau urusan lainnya jangan sampai membuat Encik dan Puan mengabaikan pentingnya istirahat yang cukup, karena ini penting sekali untuk menjaga kesehatan masa pandemi ini.

Menjaga kesehatan mental

Tidak stres, menjaga kesehatan mental, dan berpikir positif juga bisa membuat tubuh tetap sehat. Menjalin komunikasi yang baik dengan orang terdekat juga penting apalagi jika hanya beraktivitas di rumah saja.

Jangan biarkan mental dan pikiran Encik dan Puan selalu berpikir negatif karena dikhawatirkan akan berakibat fatal bagi kesehatan.

Selalu menjaga kebersihan

Selain mencuci tangan dengan rutin, menjaga kebersihan pakain, tempat tinggal atau tempat bekerja harus menjadi perhatian. Bisa jadi di tempat yang tidak terduga justru banyak virus atau kuman yang menempel sehingga menggangu kesehatan.

Patuhi Protokol Kesehatan

Setelah beberapa tips menjaga kesehatan di masa pandemi tersebut diatas terpenuhi, maka protokol kesehatan harus terus dijalankan.

Sesuai anjuran pemerintah, protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M jangan sampai kendor, yaitu, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Itulah 7 tips jaga kesehatan di masa pandemi COVID-19, mari sama-sama menjaga dan saling menguatkan agar pandemi ini segera berakhir.

Update Kasus Covid Riau Hari Ini: Sembuh 842, Total Kasus 112.491

Update Kasus Covid Riau Hari Ini (Jumat, 13/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 1.071 kasus, pasien sembuh bertambah 842 kasus, dan 30 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 112.491 kasus.

Dari Update Kasus Covid Riau Hari Ini, sebanyak 96.491 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.301 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 11.544 orang isolasi mandiri, serta 3.155 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Update Kasus Covid Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 102.553 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 213 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 98.544 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.385 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 411 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Update Kasus Covid Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 5.042 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.735 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 518.232 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Riau Kembali Berlakukan Penyekatan di Perbatasan Provinsi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan kembali melakukan penyekatan di perbatasan provinsi untuk mengurangi mobilisasi orang masuk Riau. Pasalnya kasus di Riau banyak terdapat warga dari provinsi tetangga.

“Makanya kami sudah buat kesimpulan untuk melakukan penyekatan-penyekatan kembali di daerah perbatasan provinsi, antara dengan Sumbar, Sumut dan juga dengan Jambi,” terangnya.

Dengan penyekatan itu diharapkan dapat mengurangi mobilisasi orang dari luar Riau, sehingga penularan COVID-19 di Riau dapat dikendali.

Empat Kabupaten Kota di Riau Masuk PPKM Level 4

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengatakan saat ini ada empat kabupaten kota di Riau yang masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

“Pemerintah pusat telah menetapkan adanya empat daerah di Riau yang masuk PPKM Level 4. Ada yang dari Level 3 meningkat levelnya menjadi Level 4. Saat ini, Pekanbaru, Dumai, Siak dan Rokan Hulu (Rohul) masuk PPKM Level 4,” kata Gubri di Posko Penanganan Covid-19 Riau, Rabu (11/8/2021).

Untuk itu, ia pun mengimbau agar kabupaten kota yang saat ini masih berada di Level 3, agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan penyebaran COVID-19.

Ia juga berharap semoga daerah-daerah yang masuk PPPKM Level 3 dapat turun level dan zona resikonya penularannya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

BNI Mobile Banking, Satu Aplikasi Bisa Segala Transaksi

0

BNI menghadirkan satu aplikasi yang bisa jadi solusi segala transaksi, yaitu dengan menggunakan aplikasi BNI Mobile Banking.

Aplikasi ini bisa digunakan kapan dan dimana saja dengan berbagai fitur-fitur menarik dan sangat mudah untuk diakses oleh siapa saja.

Bisa Segala Transaksi

Masa Pandemi COVID-19 ini, transaksi tunai sangat dibatasi untuk menghindari penyebaran virus corona. Oleh karena itu transaksi elektronik menjadi solusi terbaik, salah satunya dengan menggunakan BNI Mobile Banking.

Mau bayar tagihan, bayar ini itu pakai QR, beli pulsa atau token listrik, investasi, wujudkan mimpi, ajukan pinjaman, transfer ke luar negeri, bahkan buka rekening cukup dengan selfie menggunakan handphone masing-masing.

Tidak hanya transaksi untuk bayar listrik atau transaksi lainnya, uniknya aplikasi ini juga bisa menjadi solusi kirim hadiah ke orang-orang tersayang, dengan banyak pilihan super menarik.

Bisa jadi dengan menggunakan menu transfer, top up pulsa hingga e-Wallet dijamin bikin orang-orang makin tambah sayang karena kadonya sangat bermanfaat dan paling dibutuhkan.

Download Aplikasinya

Bagi yang belum punya aplikasi ini tidak perlu khawatir, Encik dan Puan bisa download dan aktivasi sekarang di Google Play Store dan App Store atau untuk info lanjut, hubungi BNI Call 1500046.

Aplikasi ini merupakan fasilitas layanan perbankan yang memudahkan Encik dan Puan untuk bertransaksi langsung melalui smartphone, aman, mudah, dan cepat.

Dilansir di laman resmi BNI, Mobile Banking ini memberikan layanan transaksi informasi saldo, transfer, pembayaran tagihan telepon, pembayaran kartu kredit, pembayaran tiket pesawat, pembelian pulsa, pembukaan rekening Taplus, pembukaan rekening Deposito, dan lain-lain.

Selain itu, bagi yang ingin bertransaksi luar negeri, aplikasi ini juga dapat diaktivasikan dan digunakan hanya dengan satu aplikasi tersebut.

Cara Aktivasi

Bagi Encik dan Puan yang ingin menggunakan aplikasi ini dapat mengunjungi cabang terdekat untuk melakukan registrasi, untuk selanjutnya melakukan aktivasi di aplikasi BNI Mobile Banking dengan cara sebagai berikut:

  • Input User ID
  • Input Nomor Kartu Debit
  • Pilih Lokasi Negara
  • Masukkan Kode OTP
  • Input MPIN
  • Input Password Transaksi

Selain mengunjungi cabang terdekat, registrasi dan aktivasi dapat langsung dilakukan melalui smartphone setelah mengunduh aplikasi tersebut.

Yuk tunggu apalagi, nikmati satu aplikasi yang bisa segala transaksi melalui BNI Mobile Banking! Belum punya Tabungan BNI? Gampang, buka tabungan cukup selfie langsung di BNI Mobile Banking. Psst, banyakin juga transaksi karena banyak hadiah menanti!