Vaksinasi Covid-19, Gimana Rasanya?

114
Vaksinasi Covid-19

Pemerintah saat ini tengah menggalakkan vaksinasi Covid-19 di tengah pandemi yang belum berakhir. Hal tersebut bertujuan agar membentuk herd immunity di tengah masyakarat.

Encik dan Puan pasti banyak mempertanyakan apa rasanya disuntik vaksin? Bagaimana efek setelah vaksinasi? Atau pertanyaan-pertanyaan lainnya seputar pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Baiklah, untuk sedikit menjawab rasa penasaran Encik dan Puan, penulis akan mencoba sedikit berbagi informasi terkait apa rasanya disuntik vaksin dan bagaimana seharusnya.

Pengalaman penulis saat pelaksanaan vaksinasi massal, penulis mengantri cukup lama karena akan melewati beberapa tahapan.

Mulai dari meja registrasi, pengecekan suhu tubuh dan tensi, kemudian pengecekan kondisi kesehatan melalui beberapa pertanyaan oleh dokter, baru sampai di meja penyuntikan vaksin.

Untuk itu, sebelum vaksinasi sebaiknya Encik dan Puan makan atau sarapan terlebih dahulu jangan sampai perut kosong karena proses antri yang lama dan masa tunggu selama observasi setelah vaksin dikhawatirkan akan menyebabkan penyakit tertentu.

Untuk pertanyaan bagaimana rasanya setelah divaksin? Dari pengalaman penulis, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak ada rasa sakit yang luar biasa, tidak ada gatal-gatal, atau lain sebagainya. Cuma sedikit nyeri disuntik dan hanya menyebabkan sedikit mengantuk.

Untuk efek lainnya, sampai sejauh ini setelah empat hari divaksinasi belum ada menunjukkan gejala apa-apa, baik itu pembengkakan di area penyuntikan atau hal-hal lainnya. Jadi rasanya setelah divaksin itu tidak ada bedanya dari sebelum divaksin, tidak ada tanda-tanda yang fatal, sesak nafas, dan lainnya.

Dari pengalaman penulis, rasanya tidak perlu ada yang mesti ditakutkan dengan vaksinasi Covid-19 ini, justru dari dulu kita telah melewati beberapa kali proses imunisasi yang juga disuntikkan ke tubuh.

Lalu bagaimana dengan orang yang mempunyai penyakit bawaan bisa atau tidak untuk vaksinasi? Apakah boleh vaksin? Balik lagi ke pembahasan awal, sebelum divaksin Encik dan Puan akan diberikan pertanyaan oleh dokter ataupun petugas dari rumah sakit tempat Encik dan Puan akan divaksin.

Jika memang tidak bisa divaksin, maka akan langsung diputuskan oleh petugas begitu pula sebaliknya. Tidak ada yang namanya asal divaksin tanpa melewati proses. Bahkan petugas atau vaksinatornya pun telah diberikan pelatihan terlebih dahulu dan bukan sembarangan orang.

So, sampai sejauh ini menurut penulis banyak informasi yang beredar terkait vaksinasi ini yang belum tentu kebenarannya, untuk itu mari kita sama-sama bijak menerima informasi.

Jika menurut pemerintah vaksinasi salah satu langkah awal untuk mengendalikan penularan Covid19, maka mari kita dukung program tersebut. Tentu kita sama-sama berharap agar pandemi ini segera berakhir dan kita kembali bisa hidup dengan normal.

Yuk terus semangat kita semua pasti bisa melewati ini semua.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)