Mengenal Long Covid dan Cara Mengatasinya

542
Mengenal Long Covid

Akhir-akhir ini istilah long Covid sering kita dengar. Melalui tulisan ini, mari kita mengenal long Covid dan cara mengatasinya.

Sering dialami penyintas Covid

Usai terpapar COVID-19, kebanyakan penderita di Indonesia mengalami gejala long COVID yang mengganggu kesehatan. Bahkan kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang cukup lama dan mengganggu saat beraktifitas.

Dikutip dari kontan.co.id, long COVID adalah kondisi tidak normal yang bisa terjadi pasca-sembuh dari COVID-19. Long COVID menyebabkan penyintas COVID-19 merasakan sejumlah gejala infeksi virus corona dalam jangka lama.

Tanda-tanda penyintas COVID-19 mengalami long COVID

Tanda-tanda penyintas terkena long COVID ini beragam, bahkan bagi penderita COVID-19 dengan gejala berat mengalami long COVID lebih serius dibandingkan ketika terkena COVID-19. Umumnya tanda long COVID dibagi tiga macam, yakni:

  • Tanda Long COVID yang biasa terjadi
    1. Sesak napas atau napas pendek-pendek
    2. Gampang lelah, terutama setelah banyak beraktivitas
    3. Susah konsentrasi
    4. Batuk
    5. Sakit dada, perut, dan kepala
    6. Detak jantung cepat atau jantung berdebar-debar
    7. Nyeri sendi atau otot
    8. Badan sakit seperti ditusuk jarum
    9. Diare
    10. Gangguan tidur seperti susah tidur atau tidur terus-menerus
    11. Demam
    12. Pusing saat berdiri
    13. Ruam
    14. Suasana hati jadi lebih muram
    15. Hidung tidak bisa mencium bau, atau kepekaan indra penciuman berkurang
    16. Lidah tidak ada rasa, atau kepekaan indra perasa terganggu
    17. Perubahan siklus haid
  • Kondisi long COVID pada penderita COVID-19 gejala berat

Pada penyintas COVID-19 gejala berat, setelah sembuh dari COVID biasanya akan mengalami kondisi autoimun atau yang juga sering disebut multiorgan yang memengaruhi sebagian besar sistem tubuh, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, kulit, dan otak.

Kondisi ini terjadi ketika sistem daya tahan tubuh tanpa sengaja menyerang sel sehat di tubuh, menyebabkan peradangan, dan memicu kerusakan di sebagian jaringan tubuh. Akibatnya penyintas COVID-19 bisa mengalami sindrom inflamasi multisistem atau multisystem inflammatory syndrome (MIS).

  • Gejala long COVID setelah penyintas sembuh dari rawat inap

Setelah sembuh dari penyakit COVID-19 yang dirawat inap biasanya mengalami beberapa efek kesehatan. Efek ini termasuk badan sangat lemas, susah berpikir, sampai gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

PTSD ini kebanyakan terjadi karena kesehatan mental yang terganggu akibat isolasi serta masalah ekonomi saat terpapar virus corona. Yang mengalami gejala ini disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila gejala tidak kunjung membaik.

Cara mengatasi long COVID

CDC mengungkapkan cara terbaik untuk mencegah kondisi long COVID adalah dengan mendapatkan vaksinasi terhadap COVID-19 sesegera mungkin, meskipun beberapa orang dengan kondisi long covid dilaporkan mengalami perbaikan gejala setelah divaksin, penelitian masih diperlukan untuk menentukan efek vaksinasi pada kondisi pasca-COVID-19.

Dikutip dari kompas.com, menurut British Heart Foundation, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola gejala long COVID, yaitu:

  • Mengelola kelelahan dan sulit bernapas
    1. Tidak terlalu memaksa diri ketika beraktivitas.
    2. Mencoba memecah tugas harian menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dikerjakan secara bergantian agar lebih mudah dijalani dan tidak memicu kelelahan
    3. Menentukan waktu terbaik dalam sehari untuk melakukan aktivitas tertentu berdasarkan tingkat energi kita.
    4. Meluangkan waktu untuk istirahat singkat lebih sering alih-alih istirahat panjang. Ini sama dengan beristirahat sebelum kita lelah.
    5. Jangan berhenti melakukan hal-hal yang memicu sesak napas. Sebab, otot akan menjadi lebih lemah jika kita berhenti menggunakannya, yang mana akan membuat kita semakin sesak napas ketika suatu saat mencoba menggunakannya.
    6. Meningkatkan porsi olahraga secara bertahap. Misalnya, memulai dengan jalan santai atau latihan kekuatan ringan, kemudian meningkatkan porsi dan intensitasnya dari hari ke hari.
    7. Menggunakan tongkat berjalan jika diperlukan sehingga kita dapat bertumpu padanya ketika merasa sesak napas saat beraktivitas.
  • Meningkatkan suasana hati
    1. Berbaiklah pada diri kita sendiri selama masa pemulihan. Siapkan diri untuk menghadapi adanya hal-hal buruk di hari tertentu.
    2. Menjaga relasi dengan orang-orang terdekat agar tetap bahagia, terutama teman dan keluarga
    3. Membangun rutinitas harian sehingga suasana hati lebih terjaga dan memberikan perasaan stabil
    4. Tetap bergerak agar tubuh melepaskan endorfin dan meningkatkan suasana hati
    5. Mengatasi masalah berpikir atau ingatan
    6. Buat catatan untuk mengingat hal-hal penting, seperti poin pada rapat atau jadwal pemeriksaan kesehatan
    7. Mencoba mengurangi distraksi
    8. Membuat perencanaan ketika akan menghadapi situasi baru atau kompleks. Bagi itu menjadi beberapa langkah dan teruslah mengecek perencanaan tersebut untuk memastikan kita mampu mengikutinya dengan baik.
Meredakan nyeri otot atau sendi

Melakukan latihan fleksibilitas, seperti peregangan, yoga dan tai chi, hingga latihan kekuatan seperti naik tangga, angkat beban, hingga menggunakan resistance bands. Berkonsultasilah dengan dokter sebelum memulai rencana olahraga baru.

Itulah beberapa penjelasan terkait apa itu long COVID dan cara mengatasinya, jadi bagi Encik dan Puan penyintas COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh namun masih mengalami gejala-gejala tersebut, bisa mengikuti cara-cara itu.

Jangan abaikan protokol kesehatan ya Encik dan Puan, karena kita tidak pernah tahu orang-orang di sekitar kita aman dari COVID. Mari saling menjaga dan saling melindungi!