Mengenal Pelican Crossing di Pekanbaru

102
Pelican Crossing di Pekanbaru

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus membenahi fasilitas bagi pejalan kaki, salah satunya Pelican Crossing di Pekanbaru.

Fasilitas Pelican (Pedestrian Light Control) Crossing ini dipasang tepat di depan Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman.

Dengan demikian, di Kota Pekanbaru telah memiliki tiga Pelican Crossing yang semuanya berada di Jalan Jenderal Sudirman.

Dua titik sebelumnya berada di dekat Gedung Telkom dan satu titik lainnya berada di dekat Hotel Pangeran.

Adapun pemasangan Pelican Crossing di Pekanbaru sendiri adalah untuk memberikan kemudahan bagi pejalan kaki.

Jadi Encik dan Puan semakin mudah menyeberangi jalan yang dipadati oleh kendaraan, dengan metode lampu lalu lintas yang berada di kedua sisi jalan.

Alih-alih berfungsi otomatis seperti lampu lalu lintas pada umumnya, pelican crossing sendiri mesti diaktifkan langsung oleh pengguna jalan yang hendak menyebrang dengan menekan tombol yang telah disediakan.

Usai menekan tombol, lampu lalu lintas akan otomatis berubah merah dan pengendara akan terpaksa berhenti. Selain itu, ada juga lampu yang memberikan aba-aba pada pejalan kaki untuk melintas dengan gambar orang sedang berjalan berwarna hijau.

Hal tersebut menjadi tanda bahwa pejalan kaki leluasa untuk menyebrang dengan durasi waktu 30-45 detik. Selain lampu, pelican crossing juga memberikan tanda berupa suara.

Namun di Pekanbaru sendiri, pelican crossing belum terealisasi sesuai dengan fungsinya. Banyak pengendara bahkan pejalan kaki yang belum tahu dengan keberadaan alat tersebut.

Selain itu, masih banyak juga masyarakat yang melintas secara manual tanpa menekan tombol dengan alasan tidak mengerti. Atau bahkan, ada yang sudah menekan tombol tapi pengendaranya tidak berhenti.

Ini menjadi salah satu bukti, bahwa masih banyak yang belum tahu dengan keberadaan alat tersebut di salah satu jalan utama yang ada di Kota Pekanbaru ini.

Sebenarnya pelican crossing bukanlah hal baru dalam lalu lintas di kota besar di Indonesia. Namun di Pekanbaru, sepertinya alat ini hanya masih uji coba karena belum ada sosialisasi lebih lanjut dari petugas atau pemerintah kota kepada pengendara.

Tidak jarang masyarakat awam yang menyangka alat tersebut hanya sebatas mempercantik kota, atau ada juga yang beranggapan sebagai plang menghabiskan anggaran belaka.

Padahal sejatinya, pelican crossing sendiri sangat besar fungsinya bagi keamanan pengguna jalan apalagi para pejalan kaki. Sayang sekali kalau hanya menjadi alat pajangan.

Di beberapa pemberitaan di media massa juga menyebutkan pelican crossing Pekanbaru masih kurang sosialisasi. Hal tersebut diakui oleh Plt Dishub Kota Pekanbaru Yuliarso, yang dimuat dalam mediacenter.riau.go.id.

Berdasarkan penuturan Yuliarso, kedepannya pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi pelican crossing kepada masyarakat, serta akan ada penambahan di beberapa ruas jalan lainnya di Pekanbaru.

Tentunya kita berharap ya Encik dan Puan, apapun pembangunan yang mengarah pada arah kebaikan dan berdampak positif bagi masyarakat, terealisasi dengan baik dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Sehingga tidak ada anggaran yang keluar dengan sia-sia.

Kita juga berharap dengan pembangunan pelican crossing dapat mengurangi angka kecelakaan berlalu lintas, terutama meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki bukan malah sebaliknya, malapetaka atau bencana.