Mengatur Jam Tidur Saat Puasa, Ini Tipsnya

190
Mengatur Jam Tidur Saat Puasa

Mengatur jam tidur saat puasa sangat penting. Selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan, pola istirahat akan berbeda. Ketika malam hari, Encik dan Puan harus bangun untuk menyiapkan dan bersantap sahur.

Bulan Ramadan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah amal kebaikan. Meski demikian, aktivitas sehari-hari tetap harus berjalan. Mengantuk di siang hari sering menjadi masalah. Pola istirahat yang tepat dapat mengatasinya.

Mengantuk saat Puasa? Atur Pola Tidur Selama Bulan Puasa

Mengantuk saat puasa sering menjadi masalah yang mengganggu produktivitas. Sedangkan seharusnya ibadah selama bulan Ramadan bukan alasan untuk mengurangi aktivitas atau menurunkan kemampuan bekerja.

Ketika menjalankan ibadah puasa, shalat tarawih, tadarus dan bangun malam untuk menyiapkan dan santap sahur akan berpengaruh pada tubuh. Jika sebelumnya Encik dan Puan terbiasa bangun jam 4 pagi, sekarang sebelum jam 3 harus sudah bersiap sahur.

Apabila tidak mengantisipasinya, hal ini dapat menyebabkan tubuh menjadi lesu dan mengantuk sehingga menurunkan produktivitas. Encik dan Puan dapat mengatur pola tidur yang cukup dan berkualitas. Kebutuhan istirahat akan terpenuhi kembali. Apa saja yang dapat Encik dan Puan lakukan untuk mengatur tidur saat puasa? Simak ulasannya berikut:

  • Tidur lebih awal

Jika sebelum Ramadan, Encik dan Puan biasa begadang, tinggalkan. Tidurlah lebih awal dari untuk memberi waktu istirahat yang cukup bagi tubuh. Atur jadwal antara beribadah dan istirahat dengan baik.

Setelah selesai shalat Isya dan Tarawih, sempatkan untuk bertadarus sebentar. Setelah itu segera masuk kamar untuk beristirahat. Dengan waktu tidur lebih awal, Encik dan Puan dapat bangun saat sahur dalam kondisi tidak mengantuk lagi.

  • Tidur siang

Tidur siang dapat mengganti jam istirahat yang kurang pada malam hari. Tidak harus lama, 30 sampai 45 menit merupakan waktu yang cukup untuk membuat semua organ tubuh beristirahat.

Coba manfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Jika bekerja kantoran, gunakan beberapa menit jam istirahat setelah shalat untuk memejamkan mata sejenak. Meski tidak terlalu lama, namun cara ini cukup ampuh untuk menambah jam istirahat bagi tubuh.

  • Perhatikan kualitas tidur

Ini hal yang sangat penting. Dalam urusan tidur, bukan hanya masalah berapa lama waktunya, tetapi juga bagaimana kualitasnya. Usahakan ketika tidur malam, Encik dan Puan benar-benar mendapatkan suasana yang nyaman.

Matikan atau ganti lampu dengan yang tidak terlalu terang. Jauhkan juga dari suara berisik. Sebaiknya tidak meletakkan HP di dekat tempat tidur. Hal ini dapat mengurangi kualitas tidur Encik dan Puan. Mematikan perangkat ini ketika istirahat merupakan pilihan yang tepat.

  • Atur ruang tidur dengan baik

Pengaturan ruang tidur yang baik akan membuat istitarahat lebih berkualitas. Singkirkan semua barang yang tidak dibutuhkan. Letakkan bantal dan guling seperlunya saja. Encik dan Puan dapat menyimpan lebihnya di lemari atau ruang lain sehingga kamar tidur menjadi lebih lega.

Encik dan Puan juga dapat menyalakan aroma terapi yang dapat menenangkan. Pilih yang aromanya soft sehingga tidak mengganggu indra penciuman. Rasa rileks yang keluar dapat membuat pikiran menjadi fresh dan istirahat lebih berkualitas.

  • Jaga pola makan menjelang tidur

Salah satu kebiasaan yang keliru selama Ramadan adalah mengkonsumsi banyak makanan ketika berbuka. Bahkan kadang masih bertambah dengan menyantap beberapa jenis menjelang tidur.

Kebiasaan ini kurang bagus bagi kesehatan dan kualitas tidur. Selama beristirahat, seharusnya organ tubuh tidak bekerja keras. Namun jika masih ada makanan di saluran pencernaan, maka organ tetap akan bekerja memprosesnya.

Hal ini menyebabkan kualitas tidur menurun, bahkan dapat menjadikan rasa kantuk hilang. Atur pola makan dan jangan menikmati apapun, kecuali air minum beberapa menit menjelang jam istirahat.

  • Tidur setelah makan sahur

Kebiasaan ini banyak yang menganggap kurang produktif dan menyebabkan rasa malas sepanjang hari. Namun Encik dan Puan perlu melakukannya jika jumlah jam tidur masih kurang dan tidak dapat mencukupinya pada siang hari. Tidur cukup saat puasa sangat penting.

Manfaatkan waktu setelah subuh sebelum beraktivitas untuk menambah jam istirahat bisa menjadi alternatif. Tidak harus lama, 30 menit sudah cukup untuk membuat tubuh Encik dan Puan mendapat istirahat sesuai kebutuhan.

  • Atur jadwal tidur dan bangun di jam yang sama

Rasa lelah, lemas dan mengantuk sepanjang hari dapat muncul karena jam biologis yang tidak teratur. Untuk mengatasinya, tidur dan bangunlah setiap hari pada jam yang sama.

Dengan demikian, proses-proses dalam tubuh dapat menyesuaikan dan organ dapat bekerja secara lebih sempurna. Tidur dan bangun yang tidak teratur juga dapat menyusahkan diri Encik dan Puan sendiri. Bahkan berpotensi untuk bangun melebihi dari jam yang direncanakan.

Mengatur jam tidur saat puasa sebenarnya mudah selama Encik dan Puan paham kebutuhan dan waktu yang ada. Manfaatkan dengan sebaiknya. Bukan hanya lama atau jumlah jam tidur, tetapi juga perhatikan kualitasnya.

Selain suasana yang tenang, pakaian yang Encik dan Puan kenakan juga berpengaruh pada kenyaman selama beristirahat. Hindari pakaian yang sempit dan berbahan kaku karena akan menghambat peredaran darah serta oksigen selama tidur.

Perlengkapan tidur yang bersih dan nyaman, seperti sprei, pewangi ruangan dan pakaian dapat mempengaruhi kualitas istirahat. Gunakan pakaian berbahan lembut dan nyaman seperti koleksi dari Serene Set.

Encik dan Puan bisa mendapatkan berbagai koleksi dari Serena Set dengan harga terjangkau di Blibli. Koleksi model terbaru, bahan berkualitas dengan cutting rapi menjadi jaminan produk ini. Blibli hanya menyediakan produk terbaik sehingga selalu membuat pelanggan puas.