Terowongan Perlintasan Gajah, Cegah Satwa Liar Lintasi Tol Pekdum

69
Terowongan Perlintasan Gajah

Pada ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum) sudah dibangun terowongan perlintasan gajah sebanyak enam lintasan. Adapun keenam terowongan tersebut dilintasi gajah di tol tersebut.

Pembangunan terowongan gajah ini dibuat untuk mencegah terjadinya kejadian pada bulan Febuari 2022 lalu ketika seekor Gajah Sumatera liar melintasi jalan tol km 73 +250.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by INFO RIAU (@info_riau)

Presiden Mengunjungi Perlintasan Gajah di Tol Pekanbaru-Dumai

Adapun Presiden Joko Widodo terlihat sedang mengunjungi perlintasan gajah yang beradi di KM 12 ruas Tol Pekanbaru-Dumai, Riau. Menurut pendapatnya, pembangunan infrastruktur harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta menjamin keberlangsungan hidup satwa liar.

“Pembangunan infrastruktur di Tanah Air harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan menjamin keberlangsungan hidup satwa liar,” ungkapnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Terowongan Berdekatan Dengan Habita Gajah

Pembangunan enam terowongan perlintasan gajah ini diperuntukkan untuk sebagai akses bagi para gajah di habitatnya agar dapat melintasi kawasannya dengan nyaman dan aman tanpa adanya gangguan.

Pasalnya, terowongan ini dibangun karena Jalan Tol Pekanbaru-Dumai membelah habitat gajah di dua kota dan dua kabupaten. Untuk diketahui wilayah tersebut merupakan tempat dimana gajah sumatera dilindungi, gajah pada kawasan tersebut terdapat 76 ekor.

Diketahui dari laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), terdapat satu perlintasan di Sungai Tekuana dan lima perlintasan lainnya berada di dekat Suaka Margasatwa Balai Raja.

Terowongan Disesuaikann Dengan Habitat Aslinya.

Ukuran dari terowongan pelintasan gajah ini sebesar 5,1 meter dengan lebar 40 meter. Untuk pada bagian kanan dan kiri jalan sekitar terowongan dibuat pagar pengaman untuk keamanan hewan serta menjaga ekosistemnya. Tentu saja terowongan ini dibuat dengan menyesuaikan dengan habitat aslinya.

Penanaman Pakan di Sepanjangan Lintasan Gajah 

Sebagai langkah preventif agar gajah tidak melewati jalan tol maka, dilakukan penanaman pengkayaan pakan gajah jenis pisang di luar pagar pengaman sepanjang jalur lintasan gajah. Demikian yang disampaikan melalui keterangan resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Di lain sisi, Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara mengatakan bahwa pada kanan dan kiri ruas jalan tol yang menjadi lintasan gajah ditanam dengan menggunakan tanaman yang tidak disukai gajah.

Pada area badan tol akan dipasang marka kejut atau rubber strip sebagai peringatan untuk pengguna jalan agar mengurangi kecepatam pada jalur lintas gajah. Hal di dilakukan demi keamanan bersama.

Fifin juga menyampaikan bahwa untuk memudahkan pemantauan terhadap pergerakan dari gajah, PT Hutama Karya akan mendukung dengan menyediakan GPS Collar. Kemudian, akan dilakukan sosialisasi dan pelatihan untuk tim yang bertugas di jalan Tol Pekanbaru-Dumai.