Suara Anak Muda Riau Tuntut Pengelolaan Sampah Pekanbaru

0
335
Suara Anak Muda Riau

Anak muda di Riau punya suara, hal tersebut dibuktikan dengan dilakukannya aksi pada saat Car Free Day (CFD), Minggu (25/6/2023) kemarin.

Pengelolaan Sampah di Pekanbaru Jadi Sorotan

Aksi puluhan anak muda tersebut berasal dari Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), organisasi mahasiswa pencinta alam, dan organisasi masyarakat sipil. Adapun pengelolaan sampah di Pekanbaru menjadi sorotan suara anak muda Riau tersebut.

Dalam aksi tersebut, rombongan anak muda Riau itu menyuarakan delapan tuntutan politik jelang Pemilu 2024. Tuntutan itu dituangkan dalam bentuk alat peraga banner, photo up, dan beberapa poster tuntutan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dan keadilan antargenerasi.

Lingkungan Hidup yang Sehat Hak Semua Orang

Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak semua orang, termasuk anak muda. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator aksi Julihendri.

Ia menyebut bahwa kerusakan lingkungan hidup akan mengakibatkan anak muda kehilangan hak tersebut. Yang mana konteks politik merupakan akar masalah kerusakan lingkungan hidup.

Menurutnya, momen Pemilu 2024 merupakan waktu yang tepat bagi Anak muda di Riau dalam menyampaikan tuntutannya, tuntutan keadilan antargenerasi.

“Persoalan pengelolaan sampah adalah ancaman kerusakan lingkungan hidup yang paling mudah dilihat,” ujarnya.

Di Kota Pekanbaru sendiri, persoalan pengelolaan sampah merupakan persoalan lingkungan hidup paling menonjol. Pencemaran tanah, air, serta polusi udara merupakan akibat dari pengelolaan sampah yang tidak baik.

“Tentunya kami peduli dengan persoalan ini,” sebut Juli.

Adapun pihaknya meminta agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah yang lebih serius dalam menyelesaikan persoalan sampah ini.

Pertunjukan Seni

Tidak hanya melakukan aksi tuntutan pengelolaan sampah di Pekanbaru maupun di Provinsi Riau. Pertunjukkan seni teater dengan tema ”Kampanye Caleg Penuh Janji Palsu” juga dihadirkan di sini.

Aksi teatrikal itu menceritakan seorang politisi yang sedang obral janji kepada masyarakat. Seperti petani, buruh, nelayan, masyarakat miskin kota, mahasiswa, serta pelajar. Kemudian politisi tersebut juga menjanjikan semua tuntutan yang dikeluhkan oleh masyarakat.

Teatrikal ini dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Raditya Aruna salah seorang pelajar SMA Pekanbaru. Penampilan tersebut ditutup dengan pembacaan 8 tuntutan orang muda Riau terhadap para calon kandidat yang akan maju pada pemilu tahun 2024.

Bebas Sampah

Mengusung tagline ”Kota Bertuah Bebas Sampah”, aksi ini juga mengajak masyarakat dalam bentuk petisi. Dimana tata kelola sampah menjadi salah satu tuntutan orang muda Riau.

Diusungnya tagline ini diharapkan agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan sampah yang hingga kini belum terselesaikan. Demikian yang diungkapkan oleh salah satu inisiator aksi orang muda Riau, Cut Syarifah.

“Seperti dalam tuntutan kami nomor dua,” ujarnya.

Yakni perbaikan sistem pengelolaan sampah dengan melakukan edukasi ke seluruh masyarakat, memberikan sarana dan prasarana yang cukup untuk pengangkutan dan pemilahan sampah, serta memegang tanggung jawab dan kendali penuh atas pengelolaan sampah.

Terakhir orang muda Riau melakukan operasi semut di beberapa area car free day, yaitu di jalan Sudirman, Gajah Mada, dan Cut Nyak Dien. Sampah yang dikumpulkan akan dipilah, kemudian dilakukan brand audit sebagai wujud kepedulian orang muda terhadap isu lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.