Status Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan Lebih Awal dari Tahun Lalu

14
Status Siaga Darurat Karhutla

Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) rencananya akan ditetapkan lebih awal dari tahun sebelumnya oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau.

Musim Kemarau Lebih Awal dari Tahun Lalu

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Riau, M Edy Afrizal mengatakan bahwa prediksi BMKG pada musim kemarau tahun ini akan terjadi lebih awal dari pada tahun sebelumnya.

“Riau dan beberapa daerah lainya di pulau Sumatera akan mengalami dua kali musim kemarau sepanjang tahun 2023 ini,” ungkapnya, Senin (23/1/2023).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pada bulan Februari-Maret itu diprediksi sudah masuk musim kemarau tahap pertama. Sehingga pihaknya harus mempersiapkan diri dari sekarang untuk mengantisipasi karhutla di Provinsi Riau.

Adapun upaya yang dilakukan di antaranya adalah dengan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu pihaknya juga berupaya mengantisipasi sejak dini dengan cara menetapkan status siaga darurat karhutla di Provinsi Riau sejak awal.

Syarat Penetapan Status Siaga Darurat Tingkat Provinsi

Sebagai informasi, untuk menetapkan status siaga darurat tingkat Provinsi Riau diperlukan minimal dua daerah yang menyatakan atau menetapkan status darurat Karhutla.

Edy mengungkapkan, pemerintah pusat telah memberikan arahan kepada pihaknya, agar sesegera mungkin menetapkan status siaga Karhutla.

“Jika memang persyaratan sudah terpenuhi dan situasinya memungkinkan,” ujarnya.

Edy juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini, pihak BPBD Provinsi Riau belum mendapatkan laporan terkait 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau yang dilanda Karhutla. Untuk di Sumatera sendiri, Riau saat ini hanya memiliki sedikit hotspot. Sedangkan daerah yang banyak memiliki hotspot adalah di Provinsi Sumatera Barat.

“Alhamdulillah, sampai hari ini di Provinsi Riau masih nihil Karhutla,” pungkas Edy.

Waspada Cuaca Ekstrem