Siaga Darurat Karhutla Riau Telah Dicabut

31
siaga karhutla dicabut

Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau secara resmi telah dicabut. Pencabutan status tersebut dilakukan oleh Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau pada tanggal 30 November 2022 lalu.

Alasan Dicabut

Sebagaimana diketahui Encik dan Puan, pada saat ini cuaca di Provinsi Riau telah mengalami peralihan musim yaitu dari musin kemarau ke musim penghujan. Hal ini lah yang menjadi alasan dicabutnya Siaga Darurat Karhutla Riau.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edy Frizal mengatakan, saat ini telah terjadi perubahan cuaca di Provinsi Riau. Dimana lima kabupaten/kota di Riau telah menetapkan status siaga darurat banjir. Diungkapkannya, hal ini dikarenakan curah hujan pada Provinsi Riau saat ini terus mengalami peningkatan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Prediksi BMKG

Ia mengungkapkan, berhubungan dengan prediksi BMKG bahwa tahun depan cuaca mengalami ketidakpastian. Yang mana hal ini berarti bisa saja saat musim kemarau terjadi hujan ataupun sebaliknya.

Karena itu pihaknya diminta untuk hati-hati terhadap perubahan cuaca tersebut. Meskipun hasil analisa dari BMKG, kemungkinan musim panas terjadi mulai bulan Maret 2023 mendatang. Menurut Edy Frizal, kemungkinan tahun depan untuk penetapan status siaga darurat Karhutla di Provinsi Riau akan ditetapkan mulai Maret.

“Kalau saat inikan mulai Februari (status Siaga Darurat Karhutla Riau, red),” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBPBD) Provinsi Riau tersebut.

Sebagai bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Riau, BPBD Riau telah melakukan penyiagaan personil dan peralatan untuk membantu masyarakat.

Tetap Siaga

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada BPBD kabupaten/kota di Provinsi Riau untuk siap siaga dan meningkatkan kewaspadaan. Yang mana dalam kondisi cuaca saat ini, telah terjadi peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

“‎Kami meminta kepada BPBD Kabupaten/Kota di Provinsi Riau agar menyiapkan semua peralatan dan personel, termasuk juga hal logistik. Jika memerlukan bantuan, segera laporkan kepada kami,” pungkasnya.