Sembuh Covid 19 di Riau Hari Ini 344, Total Kasus 125.328

153
Sembuh Covid 19 di Riau

Sembuh Covid 19 di Riau Hari Ini (Kamis, 9/9/2021) bertambah 462 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 209 kasus, dan 22 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 125.328 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, angka sembuh Covid 19 di Riau mencapai 118.521 orang. 399 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.494 orang isolasi mandiri, serta 3.914 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 109.852 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 76 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 104.937 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.389 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 450 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.731 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 3.358 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 624.320 sampel.

Gubri Harap Varian Mu Tidak Masuk ke Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada seluruh warga Riau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab saat ini varian delta sudah masuk ke Riau dan sudah menyebar ke sejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada semua warga agar meningkatkan kewaspadaan, sebab saat ini sudah muncul lagi varian baru yakni varian Mu.

Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar ke Riau, ia kembali menegaskan terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan tegas dan disiplin. Karena tidak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19, selain dengan menjalankan protokol kesehatan.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Disiplin Prokes Cegah Gelombang Ketiga Pandemi

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang ketiga Pandemi COVID-19 menjadi perhatian Satgas Penanganan COVID-19 di Riau.

Pada gelombang kedua pandemi kemarin, kata Yovi, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 2.000-an kasus. Lantas, jika gelombang ketiga tidak terelakan, ia berharap penambahan kasus harian COVID-19 di Riau tidak melebihi 500 kasus.

Untuk itu, Yovi mengingatkan agar prokes tetap dijalankan, agar kekhawatiran gelombang pandemi ketiga tidak terjadi.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.