Home Blog Page 349

#beritaPKU Bekas Kantor PU Jadi Ruang Terbuka Hijau

Eks Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau akan disulap menjadi ruang terbuka hijau. Ini dilakukan sebagai komitmen menciptakan kenyamanan dan keasrian di pusat kota yang terus bersolek dengan pembangunannya.

Langkah itu merupakan dukungan untuk mewujudkan green city sebagai salah satu indikator daerah maju yang ramah lingkungan. Progres tersebut direalisasikan, setelah gedung baru di Jalan SM Amin dioperasionalkan.

Informasi itu diutarakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau SF Hariyanto, Jumat (17/5). Dia menilai, kantor yang sudah berumur 40 tahun lebih itu sudah dikonsep sedemikian rupa untuk menjadi ruang terbuka hijau dan tempat bersantai masyarakat.

‘’Berbagai tawaran datang, namun kami tetap komit untuk menjadikan kantor PU lama ini menjadi kawasan ruang terbuka hijau. Karena, di Pekanbaru, kawasan itu masih sangat terbatas,’’ tuturnya.

Saat ditanyakan mengenai konsep ruang terbuka hijau yang dimaksud, dia mengatakan nantinya eks kantor PU akan ditanami pepohonan yang rindang. Selain itu, akan dilengkapi dengan pertamanan dan tempat peristirahatan sederhana menyerupai taman kota.

‘’Kami akan membuat senyaman mungkin. Yang pasti, suasana asri tetap prioritas. Masyarakat dapat berolahraga dan bersantai dikawasan tersebut,’’ ulas Hariyanto.

Tidak hanya itu, dia juga menambahkan, bahwa kawasan ruang terbuka hijau akan didukung dengan sarana transportasi terbaik. Jalan Ahmad Yani dan Jalan Riau di sekitar kawasan ruang terbuka hijau akan diperlebar. Ini diperlukan untuk mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.

Sementara saat disinggung mengenai progres gedung PU, dia mengatakan progres pengerjaan gedung delapan lantai itu sudah 95 persen.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan finalisasi untuk beberapa aspek penunjang, seperti halaman parkir dan penyempurnaan dari beberapa asepk fisik lainnya.

Gedung yang berwarna biru dengan dilengkapi balai wartawan dan auditorium itu akan dioperasionalkan pertengahan Juni mendatang. Sehingga, implementasi ruang terbuka hijau untuk eks kantor PU dapat segera terealisasi. (Riau Pos)

#beritaPKU BSM Naik, Disdik Verifikasi Data Siswa Penerima

Kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan menaikkan Bantuan Siswa Miskin (BSM) bagi siswa keluarga kurang mampu disambut antusias Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau.

‘’Ini kan hanya untuk pegawai sekretariat saja. Jumlahnya tidak banyak. Selain itu, honorer dan PTT juga dinilai perlu dilakukan pengkajian terlebih dahulu.

Salah satunya adalah menyesuaikan data penerima BSM dari seluruh jenjang pendidikan kabupaten/kota se-Riau.  Sebab, memang BSM yang selama ini disalurkan berasal dari pos anggaran APBN dan Disdik Provinsi hanya bertugas sebagai instansi yang melakukan verifikasi data saja.

“Kami pelajari dulu, karena dalam penyaluran BSM ini semuanya urusan pusat langsung ke siswa. Kami berperan mengumpulkan berdasarkan data Lembar Informasi Data Individual (LIDI) siswa yang kami himpun dari kabupaten/kota dan dikirimkan ke pusat,” kata Kepala Disdik Provinsi Riau HM Wardan, Jumat (17/5).

Sehingga, lanjut Wardan jika memang akan ada kenaikan maka semuanya diserahkan kepada pusat. Sebab juga berpengaruh dengan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan kebijaka pemerintah. Karena dana langsung dari APBN maka Provinsi dalam hal ini menerima selama kuota penerima tidak berkurang.

Memang, setiap tahunnya, pelajar SD, SMP dan SMA yang menerima BSM di Riau mencapai total puluhan ribu. Dengan tempo penerimaan setiap tahun di mana rencana kenaikan Kemendikbud dari Rp350 ribu ke Rp450 ribu pada tingkat SD setiap tahun.

Sementara tingkat SMP naik Rp190 ribu dari sebelumnya Rp560 ribu menjadi Rp750 ribu. dan untuk tingkat SMA tetap menerima Rp1 juta setiap tahun.

“Kalau memang akan ada kenaikan, tentu itu akan sangat membantu para siswa kurang mampu untuk mengenyam pendidikan lebih baik di setiap tingkatan,” singkatnya menambahkan.

Berdasarkan data sementara untuk tingkat SMA, Pekanbaru terdapat sebanyak 1.052 penerima BSM. Dumai 413 siswa, Bengkalis 1.482, Kampar 1.331, Siak 746, Pelalawan 646, Kuansing 1.042, Rohul 1.373, Rohil 692, Inhil 1.411, Inhu 854, dan Meranti 1.650. (Riau Pos)

#Nasional 2030, Indonesia Butuh 113 Juta ‘Tenaga Kerja Pintar’

0

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dinaungi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pada 2030 Indonesia membutuhkan 113 juta tenaga kerja terdidik.

“Saat ini hanya 55 juta tenaga kerja terdidik (skilled workers). Di 2030 akan menyentuh angka 113 juta tenaga kerja terdidik (skilled workers) yang dibutuhkan,” kata Sekretaris Jenderal Menteri Keuangan Kiagus Badaruddin saat pelatihan terkait anggaran pendidikan di Hotel Marbela Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2013).

Dia menjelaskan, untuk peluang pasar di 2030 akan mencapai USD1,8 Triliun pada sektor jasa, pertanian dan perikanan, sumber daya alam dan pendidikan. “Saat ini hanya USD 0,5 Triliun peluang pasar pada sektor jasa, pertanian dan perikanan, sumber daya alam dan pendidikan,” jelasnya.

Sedangkan untuk Produk Domestik Bruto (PDB) menurut Ki Agus, Indonesia  di 2030 akan menyumbang 86 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dari 71 persen populasi di perkotaan. “Ini jauh meningkat dari saat ini yang menyumbang 74 persen PDB dari 53 persen populasi perkotaan,” ucap Ki Agus.

Lanjut Ki Agus mengungkapkan, saat ini perekonomian Indonesia menduduki di 16 besar perekonomian dunia. Namun di 2030 perekonomian kita akan di 7 besar perekonomian dunia. (Okezone News)

PSPS Pekanbaru Berupaya Hindari Degradasi

0

Pelatih PSPS Pekanbaru, Riau, berupaya agar timnya terhindar dari jurang degradasi karena saat ini berada pada peringkat sementara 17 dari 18 tim yang mengikuti kompetisi putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2012/2013.

“Masih banyak lagi pertandingan yang harus dilakoni tim PSPS dan kedepannya kita akan berusaha keras agar mampu mencuri poin baik dipartai tandang maupun kandang,” kata pelatih PSPS Pekanbaru, Afrizal, Kamis.

Dia mengatakan, upaya yang dilakukan yakni dengan memaksimalkan para pemain muda untuk dapat tampil pada kompetisi kandang maupun tandang.

Meski manajemen PSPS saat ini mengalami kendala keuangan, namun pihaknya memaklumi karena belum ada sponsor yang bersedia mendanai tim.

Saat ini PSPS Pekanbaru telah mengantongi 14 poin dari 19 kali bertanding, tiga kali memang, lima kali imbang dan 11 kali tumbang.

Namun PSPS berada diatas Persidafon, Sorong, Papua Barat dan dibawah Persita Tangerang, Banten terpaut satu poin. (Antara Riau)

PSPS juga sempat pindah markas dari Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, ke Stadion Tuanku Tambusai di Bangkinang, Kabupaten Kampar, sekitar 60 km arah Barat Pekanbaru.

Bahkan Bupati Kampar, Jefry Noer sempat memberikan suntikan dana sekitar Rp900 juta, tapi tidak mampu membangkitkan gairah tim untuk menapak ke tangga papan tengah klassemen.

Dalam putaran kedua ISL, maka PSPS harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah ditumbangkan Persiba, Balikpapan dengan skor 1-2 dan Barito Putra dengan skor 1-3.

Sebelumnya, PSPS kembali kehilangan dua pemain pilar yakni Ambrizal dan Ade Suhendra, yang hengkang ke klub lain menjelang putaran kedua ISL 2012/2013.

Bahkan Ambrizal mengikuti jejak tujuh pemain PSPS yang hengkang ke tim lain seperti Glen Paloakan, M. Ilham, Slamet Riyadi, Trias Budi dan Amin Syarifudin, setelah pelatih Mundari Karya juga mundur dari jabatannya sebagai pelatih.

#beritaPKU Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Pedagang Jembatan Penyebrangan

Petugas Satpol PP Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, berupaya menertibkan sejumlah pedagang yang berjualan di jembatan penyeberangan orang di atas jalan protokol.

“Keberadaan pedagang di jembatan penyeberangan orang itu sudah menyalahi maka perlu ditertibkan,” kata Kepala Satpol PP Pemkot Pekanbaru, Baharudin, di Pekanbaru, Kamis.

Dia mengatakan, pihaknya banyak menerima laporan tentang keberadaan pedagang di jembatan penyeberangan yang dianggap menganggu bagi pejalan kaki.

Sejumlah jembatan penyeberangan orang di jalan Sudirman dan Tuanku Tambusai dijadikan sebagai tempat berjualan bagi pedagang dengan alasan karena banyak dilalui warga.

Padahal warga mengeluh tentang keberadaan pedagang di lokasi tersebut terutama ketika hujan turun mereka kesulitan untuk mencari tempat berteduh akibat sebagian sudah dipenuhi barang dagangan.

Meski beberapa waktu lalu petugas Satpol PP pernah melakukan penertiban, namun ketika aparat lengah maka pedagang kembali mengelar usaha mereka di jembatan tersebut.

Demikian pula pihak Pemkot Pekanbaru pernah mengusulkan kepada pedagang untuk berjualan di pasar Sukaramai tapi mereka enggan pindah dan tetap berusaha di jembatan itu.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT mengatakan pihaknya berupaya untuk menertibkan jembatan penyeberangan karena belakangan ini dianggap tidak berfungsi maksimal.

Dia mengatakan keberadaan jembatan penyeberangan hanya untuk pemasangan reklame dan untuk berjualan bagi pedagang maka ditinjau kembali manfaatnya.

Pihaknya menyesalkan ada pengusaha yang membangun jembatan penyeberangan di jalan Sudirman dekat kantor DPRD Provinsi Riau, tapi hingga kini tidak berfungsi karena hanya tinggal rangka baja saja.

Firdaus menambahkan, pihaknya akan memanggil pengusaha tersebut dan bila memang jembatan itu tidak berfungsi maka lebih baik dibongkar.

“Dari pada jembatan itu tidak berfungsi maksimal untuk penyeberangan dan dianggap mubazir lebih baik dibongkar,” katanya. (Antara Riau)

#beritaPKU Listrik Pekanbaru Padam Akibat Kerusakan Jaringan

PT PLN Cabang Pekanbaru menyatakan terpaksa melakukan pemadaman listrik tidak terjadwal akibat adanya kerusakan di sejumlah jaringan, sebagai dampak dari hujan deras pada Rabu malam (15/5).

“Banyak pohon tumbang mengakibatkan kerusakan di jaringan kabel listrik, sampai sekarang proses perbaikan belum sepenuhnya sempurna,” kata Humas PLN Cabang Pekanbaru, Dharmawi, di Pekanbaru, Kamis.

Ia membenarkan pemadaman tersebut di luar dari jadwal, sehingga PLN memohon pengertian dari masyarakat yang merasa dirugikan.

“Ini force majeure, kejadian di luar kendali kami,” katanya.

Sejumlah daerah di Pekanbaru, termasuk pusat perkantoran, mengalami beberapa kali pemadaman listrik tak terjadwal. Ketika hujan deras disertai angin kencang pada Rabu malam (15/5), aliran listrik mendadak putus hingga lebih dari tiga jam.

Aliran listrik kembali terjadi pada Kamis pagi, seperti di Jalan Sumatera, layanan PLN terputus selama sekitar dua jam.

Kemudian, aliran listrik kembali putus sekitar pukul 13.30 WIB dan belum bisa dipastikan kapan mengalir lagi.

“Kami mohon maaf dengan kondisi ini. Secepatnya kami akan melakukan perbaikan,” kata Dharmawi. (Antara Riau)

#eventPKU Digelar 19-23 Juni, Pekanbaru Expo 2013 Prioritaskan Perusahaan Lokal

Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Pekanbaru dalam pelaksanaan Pekanbaru Expo tahun ini untuk menyambut Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 229 yang jatuh pada 23 Juni 2013 mendatang akan memberikan sentuhan yang berbeda dengan pelaksanaan pada tahun 2012 lalu. Dimana, Pekanbaru Expo 2013 lebih memberdayakan pengusaha lokal ketimbang pengusaha luar.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, El Sabrina, Kamis (16/5/2013).

Menurut Elsyabrina, akan ada 90 stand yang disediakan untuk para pengusaha yang ingin mempromosikan produk unggulannya di Pekanbaru Expo. Maka dari itu dirinya menghimbau kepada seluruh pengusaha-pengusaha kecil dan menengah untuk proaktif dalam pagelaran Pekanbaru Expo tersebut.

“Pekanbaru Expo memang kita dari Disperindag yang dipercaya menyelenggarakannya, biasanya kita menggunakan EO (Event Organizer) pusat, namun untuk tahun ini kita mencoba memberdayakan rekan-rekan pengusaha EO lokal kita untuk bisa berkarya di negerinya sendiri,” terangnya.

Lanjut, Ia mengatakan EO lokal yang dipercayakan untuk menyelenggarakan ivent Pekanbaru Expo yakni Pro Design. Kepada pengusaha yang ingin melibatkan diri dalam berpromo di Pekanbaru Expo, El menghimbau untuk segera menghubungi Pro Design di Jalan Kijang nomor 11 Kota Pekanbaru.

“Kepada seluruh pelaku usaha, BUMN, rumah sakit dan lainnya yang beroperasional di Kota Pekanbaru,agar bisa berpromosi untuk ikut serta memeriahkan hari jadi Kota Pekanbaru ini dengan keikutsertaannya dalam promo melalui Pekanbaru Expo ini,” Terang El lagi.

El juga menambahkan, 90 stan yang disediakan ini terdiri dari 50 indor (dalam ruangan) dan 40 untuk outdor (luar ruangan). Sementara yang di luar ini stannya dipersembahkan untuk pedagang kecil.

“Masih sama dengan Pekanbaru Expo tahun lalu, bedanya karena lokal kita berharap kita manfaatkan untuk usaha lokal, nanti baru dari luar, kalau dari luar itu juga ada bertanya. Mereka banyak karena ada ISG di Kota Pekanbaru, mereka banyak targetnya di Riau Expo, bukan di Pekanbaru Expo ini,” Tutupnya. (Riau Terkini)

#Nasional Sudah Difotokopi Berkali-kali, e-KTP Terbukti Masih Terbaca Card Reader

0

Imbauan Kemendagri soal e-KTP tak boleh difotokopi juga mengejutkan anggota komisi II DPR. Bahkan, ketua komisi II Agun Gunanjar yang mengaku e-KTP-nya sudah difotokopi berulangkali, meminta agar diuji dalam card reader. Bagaimana hasilnya?

“KTP saya sudah nggak kehitung jumlah fotokopinya sudah bolak-balik, saya kaget ketika dipertanyakan dilarang difotokopi,” kata ketua komisi II Agun Gunanjar, sambil menunjukkan e-KTP miliknya dalam rapat Komisi II dengan Kemendagri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2013).

“Dalam pikiran saya, tidak semua pelayanan publik yang tak terhindarkan memfotokopi e-KTP,” lanjut Agun.

Ia kemudian menuturkan, salah satu alasan Agun memfotokopi e-KTP adalah untuk keperluan perbankan. Karenanya ia mengusulkan agar e-KTP tetap bisa difotokopi untuk beberapa kepentingan.

“Jadi saya usulkan boleh difotokopi tapi kontak dengan bank, tapi yang dibawa bukan fotokopinya. Tetap dengan surat kuasa tapi yang dibawa KTP aslinya, bukan fotokopi,” ucapnya.

“Artinya tak menutup kemungkinan aspek pelayanan publik lain yang harus pakai fotokopi. Jadi tak sesederhana itu bagi rakyat.

Agun kemudian meminta e-KTPnya dibaca dalam card reader yang sebelumnya dipamerkan Kemendagri. Pertama dicoba dalam card reader asal Amerika dan Korea oleh beberapa staf Kemendagri.

E-KTP disentuhkan untuk membaca chip di dalam e-KTP, maka klik! Muncullah data identitas ketua komisi II itu yang ditampilkan juga dalam layar di depan ruang rapat.

Kemudian dites dengan card reader buatan BPPT, namun rupanya alat berwarna putih itu tak langsung merespon chip dalam e-KTP buatan BPPT.

“Yang BPPT belum bisa,” seru Agun disambut riuh kecil beberapa anggota komisi II.

Tapi sekitar 2 menit kemudian akhirnya terbaca juga chip yang ada dalam e-KTP milik Agun. Tak hanya itu, seorang anggota komisi II juga melakukan hal yang sama, namun dengan menyebutkan nomor NIK e-KTP sehingga muncul identitas dimaksud. (Detiknews)

#beritaPKU 2014, Pekanbaru Bangun Sirkuit Balapan

Masih maraknya anak-anak remaja yang membuat perkumpulan geng motor bahkan kebanyakan menjurus pada tindak kenakalan remaja dan kriminalitas. Untuk mengantisipasi dan menyalurkan hobi mereka berpacu dengan kecepatan Pemerintah Kota Pekanbaru telah persiapkan lahan seluas 20 hektar untuk membuat sirkuit balapan di Kulim kecamatan Tenayan Raya.

Hal tersebut disampaikan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, Rabu (15/05/2013).

Dikatakannya, melihat banyaknya remaja yang masuk-masuk geng motor untuk menyalurkan hobi bahkan menjadi sebuah perkumpulan untuk melakukan tindak kriminalitas dan kenakalan remaja. Pemerintah bersama seluruh pihak harus secepatnya mencarikan solusi dan antisipasinya.

“Kita dari Pemerintah tahun depan akan membuat sirkuit, supaya anak-anak kita bisa menyalurkan bakatnya pada tempatnya, selain itu dari pihak keamanan dan orang tua juga harus melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak diluaran,” terang Firdaus.

Dikatakannya, bahwa saat ini Pemko sedang dalam pembuatan DED (desaigns engenering develoment) dan master plan nya, setelah itu pada tahun 2014 akan dilakukan pengerjaan fisiknya. Dan jelang rancana tersebut terealisasi dirinya berharap kepada setiap orang untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak.

“Maka dari itu, kita menghimbau kepada setiap orang tua untuk mengawasi dan mengenali siapa teman dari anak kita, jangan sampai mereka salah pergaulan, sementara untuk pihak kepolisian kita juga berharap untuk meningkatkan pengawasannya terhadap tindak tindak kriminalitas,” tutupnya. (Riau Terkini)

#beritaPKU Supir Lama Trans Metro Terancam Dipecat

Aksi protes berujung mogok yang dilakukan puluhan supir Transmetro Pekanbaru (TMP) berbuntut panjang. Setelah mereka tidak mengopersikan bus Transmetro selama tiga hari, mereka pun terancam diberhentikan. Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika (Dishubkomimfo) Pekanbaru pun mencari supir pengganti mereka, sehingga bus Transmetro beroperasi kembali. Warga yang sudah langganan bus Transmetro pun senang.

Bus Transmetro Pekanbaru sudah beroperasi seperti biasa. Penumpang pun sudah ramai menunggu di halte pada pada pagi hari, siang dan sore. Pada umumnya penumpang adalah pelajar, pekerja, masyarakat umum dan juga ada pegawai negeri. Hanya saja, penumpang merasa sedikit berbeda, karena wajah supir bus hari Rabu ini wajah baru, belum familiar di mata penumpang.

Yeni (23) warga Jalan Kartama, Mapoyan Damai mengaku lega dan senang bus Transmetro beroperasi kembali. Dua hari bus Transmetro tidak beroperasi, ia harus gantian dengan adiknya diantar pergi kerja oleh kakaknya, sehingga ia harus berangkat kerja lebih pagi dari biasanya.

“Lega dan senang, karena tidak perlu lagi bergegas berkemas sejak pagi untuk pergi kerja. Kemarin saat bus Transmetro tidak beroperasi dua hari, saya harus cepat berkemas, karena harus gantian dengan adik diantar kakak. Biasanya saya pergi kerja pukul 08.00 WIB, kemarin itu pukul 07.00 WIB sudah berangkat,” ungkap perempuan yang bekerja di sebuah hotel di Pelita Pantai ini.

Menurut Yeni, ia baru tahu kalau penyebab bus Transmetro tidak beroperasi karena supirnya mogok. Ia tahu dari baca koran di tempat ia bekerja. Ia pun merasa aneh dengan supir bus, karena supir yang menyetir bus berbeda dari supir biasanya.

“Saya baru tahu kalau bus tidak beroperasi gara supirnya mogok, tadi baca koran di kantor. Tadi saat saya naik bus juga sedikit heran, karena supirnya tidak supir yang biasa. Saya sudah kenal wajah supir yang biasa,” sebut Yeni.

Kepala Dishubkominfo Pekanbaru, Dedi Gusriadi menyebutkan, sesuai dengan arahan wali kota yang meminta untuk mengutamakan pelayanan dan kepentingan masyarakat, maka pihaknya mencari supir pengganti untuk mengoperasikan bus Transmetro pada Rabu (15/5).

“Pak wali kota menegaskan, jika supir bus yang lama pada Rabu masih mogok, harus ada supir untuk mengoperasikan bus. Ini untuk pelayanan dan kepentingan masyarakat, karena pelayanan dan kepentingan masyarakat lebih diutamakan daripada kepentingan kelompok. Maka, kami sudah mencari 14 orang supir pengganti untuk mengoperasikan bus, sehingga wajar kalau masyarakat merasa baru dengan supir hari ini (kemarin),” ungkap Dedi.

Berhubung jumlah supir belum bisa dibuat dua shif, maka jam operasi bus akan dikurangi dari hari biasa. Jam operasi sampai malam berkemungkinan hanya sampai pukul 21.00 WIB. Kalau biasanya sampai pukul 22.00 WIB.

“Untuk sementara ini jam operasi dikurangi dulu, kami harap pengertian masyarakat. Jumlah supir pengganti belum cukup untuk dibuat dua shif,” sebut Dedi.

Untuk supir yang lama, kata Dedi, mereka terancam dipecat, karena sudah melanggar kontrak kerja. Namun, pihaknya masih memberikan kesempatan untuk tetap bergabung bagi yang masih mau. Jika tidak, kontrak mereka akan diputus.

“Sampai saat ini kami masih menunggu sikap dari supir yang lama, apakah mereka masih ingin bergabung atau tidak. Jika nanti sudah pasti mereka sudah tidak mau, maka akan dicari supir baru sebanyak yang tidak mau tersebut, termasuk kernet. Kalau saat ini, ada dua orang supir dan lima orang kernet yang lama yang sudah kembali bekerja,” terang Dedi.

Terkait rencana supir bus akan melakukan aksi demonstrasi besok (hari ini) ke Dishubkominfo, Dedi menegaskan, silahkan saja melakukan aksi demonstrasi. Namun menurut Dedi, apa permintaan dari para supir sudah diakomodir, bahkan wali kota langsung yang memberikan kepastian untuk mengabulkan permintaan mereka itu.

“Saat mereka demo pada hari Senin lalu, kami sudah langsung pertemukan mereka dengan wali kota. Mereka kan sudah sampaikan permintaan mereka, dan wali kota sudah memberikan kepastian permintaan mereka itu dikabulkan. Kalau mereka mau demo lagi, silahkan saja,” tutur Dedi. (Tribun Pekanbaru)