Home Blog Page 348

Mesjid Agung An-Nur, Taj Mahal nya Indonesia

0

Seperti diketahui, sebagian besar warga Kota Pekanbaru merupakan keturunan Melayu dan pemeluk agama Islam. Tidak mengherankan jika wisata di Pekanbaru tidak jauh dari yang namanya wisata budaya dan religi.

Masjid Agung An-Nur dibangun pada tahun 1963 dan selesai pada tahun 1968. Masjid yang di ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru tersebut saat ini merupakan salah satu yang termegah di Indonesia. Dari segi arsitektur, Masjid Agung An-Nur dipengaruhi oleh gaya Melayu, Turki, Arab, dan India. Tetapi, pada eksteriornya pengaruh India cukup dominan karena dianggap seperti Taj Mahal. Akibatnya, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa Masjid Agung An-Nur merupakan Taj Mahalnya Indonesia.

Sejarah

Secara historis, rencana untuk mendirikan Masjid Agung An-Nur telah ada sejak tahun 1963. Namun baru direalisasikan pada tahun 1966 ketika Kaharuddin Nasution menjadi Gubernur Riau. Pada tanggal 27 Rajab 1388 H atau bertepatan dengan tanggal 19 Oktober 1968 Masjid Agung An-Nur diresmikan penggunaannya oleh Arifin Ahmad, Gubernur Riau waktu itu. Pada tahun 2000 ketika Shaleh Djasit menjadi Gubernur Riau, Masjid Agung An-Nur direnovasi secara besar-besaran. Bila pada masa Gubernur Kaharuddin Nasution areal Masjid An-Nur hanya seluas 4 hektar dengan daya tampung sekitar 2000 jamaah, maka pada masa Gubenur Saleh Djasit areal Masjid Agung An-Nur diperluas hingga mencapai 12,6 hektar dengan daya tampung sekitar 3000 jamaah.

Masjid Agung An-Nur Riau yang kita saksikan begitu megah saat ini bukanlah bangunan asli hasil pembangunan tahun 1966 dan diresmikan tahun 1968. Tapi merupakan bangunan hasil renovasi total dan pembangunan kembali dari masjid Agung An-Nur yang lama. Di pergantian milenium tahun 2000 lalu, pada saat Riau dibawah kepemimpinan gubernur Saleh Djasit, Masjid Agung An-Nur yang lama di rombak total ke bentuknya saat ini.

Dari pembangunan tahun 2000 tersebut luas lahan masjid ini bertambah tiga kali lipat dari sebelumnya yang hanya seluas 4 hektar menjadi 12.6 hektar. Luasnya lahan masjid baru ini memberikan keleluasaan bagi penyediakan lahan terbuka untuk publik Pekanbaru termasuk di dalamnya kawasan taman nan hijau dan lahan parkir yang begitu luas.

Dalam sejarahnya Masjid Agung An-Nur pernah menjadi kampus bagi Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Syarif Kasim Pekabaru di awal pendiriannya hingga tahun 1973. IAIN Sultan Syarif Kasim kini Menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Pekanbaru.

Berikut ini adalah fasilitas Masjid Agung An-Nur Pekanbaru
  • Lantai bawah masjid merupakan tempat sekretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta tempat pelaksanaan pendidikan Islam.
  • Masjid ini juga tersedia fasilitas hot spot gratis tanpa bayar dan free user logon tanpa harus meminta password, jadi apabila anda bawa laptop berfasilitas Wifi anda dapat berinternet sepuasnya!.
  • Di halaman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas, bila sore hari akan ramai dikunjungi masyarakat kota untuk berolahraga atau bersantai.
  • Lahan Parkir Masjid Agung sangat luas, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat dan enam. Lokasinya juga aman, nyaman.

Arsitektur

Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru ini disebut disebut sebagai Taj Mahalnya Indonesia. Bila diamati arsitektural masjid Agung An-Nur memang memiliki beberapa kesamaan dengan Taj Mahal. Arsitektur Masjid ini dirancang oleh Ir. Roseno dengan ukuran 50 X 50 m yang terletak dalam satu pekarangan yang luasnya 400 X 200 m. Kapasitas masjid dapat menampung sekitar 4.500 orang jamaah. Bangunan masjid terdiri dari tiga tingkat. Tingkat atas digunakan untuk sholat, dan tingkat bawah untuk kantor dan ruang pertemuan.

Masjid ini mempunyai tiga buah tangga, 1 buah tangga di bagian muka dan 2 buah tangga di bagian samping. Di bagian atas terdiri dari 13 buah pintu dan bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu dan mempunyai kamar-kamar yang besar dan sebuah aula. Sedangkan tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan masjid ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Azhari Nur dari Jakarta yang ditulis pada tahun 1970.

Lantai bawah masjid merupakan sekretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta ruang ruang kelas tempat pelaksanaan pendidikan Islam. Masjid Agung An-Nur Riau juga dilengkapi dengan eskalator penghubung antara lantai satu dan dua. Di halaman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas

Masjid Agung An Nur juga dilengkapi oleh bermacam fasilitas seperti pendidikan mulai dari playgrup, TK, SD, SMP & SMA, perpustakaan yang lengkap dan fasiltas lain seperti aula dan ruang pertemuan, ruand kelas dan ruang ruang kantor.

 Galeri Foto :

#beritaPKU 40 Sepeda Motor Terjaring Razia Geng Motor

Berhembusnya informasi bahwa masih ada anggota Klewang yang belum ditangkap membuat warga Pekanbaru resah. Untuk mengantisipasi geng motor itu, Jajaran Polresta Pekanbaru kembali melakukan razia.

Kali ini, razia dilakukan di sekitaran jalan menuju bandara Sultan Syarif Qasim II, Sabtu (18/5) malam. Sebanyak 40 Sepeda Motor diamankan.

Razia dimulai sekitar pukul 22.00 WIB. Polisi mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan langsung menyergap para remaja dengan sepeda motornya yang berkumpul ataupun balap-balapan liar di jalanan itu. Begitu polisi datang, remaja-remaja yang umumnya menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi bak motor balap tersebut kocar-kacir.

Namun, tidak sedikit dari mereka yang tak berkutik. Sebanyak 40 sepeda motor modifikasi dan tanpa surat-surat lengkap terpaksa diangkut ke truk untuk diamankan ke Mapolresta Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs. R. A. Ginanjar melalui Kasat Lantas, Kompol M. Mustofa SIK membenarkan razia tersebut. “Ya. Kita melaksakan razia untuk mengantisipasi geng motor dan balap liar yang mana mereka ini sangat meresahkan warga Pekanbaru. Khususnya para pelalu jalan,” katanya kepada wartawan.

Kasat juga mengatakan, pihaknya memang menahan sepeda motor tersebut karena memang surat-surat tidak lengkap dan ada juga sepeda motor yang trondol. “Itukan melanggar Undang-Undang Lalu Lintas. Dan kita amankan ke Mapolresta untuk diproses,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menyelidiki apakah sepeda motor tersebut merupakan milik dari anggota geng motor binaan Klewang, mengingat Sat Reskrim Polresta juga masih mencari anggota Klewang yang terlibat beberapa tindak kejahatan. “Ya, itu juga akan kita dalami nanti,” kata Kasat. (Riau Terkini)

#cuacaPKU Asap Tebal Selimuti Kota Pekanbaru

Cuaca di Kota Pekanbaru beberapa pekan terakhir memang tidak stabil. Panas menyengat. Beberapa kali diwarnai dengan petir menggelegar yang sempat menimbulkan korban jiwa. Ada juga angin puting beliung yang menumbangkan puluhan pohon, seperti yang terjadi Rabu malam (15/5). Kini, asap tebal pula yang menyelimuti seperti yang terjadi di sepanjang hari kemarin, Sabtu (18/5). Sejak pagi bahkan hingga petang, kabut asap masih terasa.

Meski kondisi seperti itu tidak berdampak terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru.

Seperti terlihat di papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpampang di depan gedung kantor wali kota. ISPU menunjukan kualitas udara masih sehat.

‘’Alhamdulillah kualitas udara Pekanbaru tercatat masih dibawah ring 50. Artinya udaranya masih sehat,’’ kata Kepala Laboratorium Udara Badan Lingkungan Hidup (BLH), Syarial, melalui Staf Labor, Marni, Sabtu (19/5).

Menurut Marni, kualitas udara di Kota Pekanbaru masih sehat sejak beberapa hari sebelumnya. Jadi, kabut asap yang tidak disebabkan oleh partikel debu tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

Kualitas udara akan sangat berbahaya jika partikel debu yang tertangkap alat ISPU tersebut mencapai angka hingga ring 100 ke atas.

Artinya udara tidak sehat dan dianjurkan bagi yang ingin beraktifitas keluar rumah harus menggunakan masker. (Riau Pos)

Masjid Raya Senapelan, Masjid Tertua di Pekanbaru

0

Masjid Raya Senapelan merupakan masjid yang bersejarah di Kota Pekanbaru karena dibangun pada abad 18, tepatnya tahun 1762. Dengan demikian masjid yang berada di Jalan Senapelan ini menjadi masjid tertua yang ada di Pekanbaru.

Mengenal Masjid Raya Senapelan

Masjid ini juga merupakan bukti Kerajaan Siak Sri Indrapura pernah bertahta di Pekanbaru (Senapelan). Yaitu di masa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah sebagai Sultan Siak ke-4. Kemudian diteruskan pada masa Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai Sultan Siak ke-5.

Di areal Masjid terdapat sumur mempunyai nilai magis untuk membayar zakat atau nazar yang dihajatkan sebelumnya.

Masih dalam areal kompleks mesjid kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan sebagai pendiri kota Pekanbaru. Marhum Bukit adalah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) memerintah tahun 1766-1780. Sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun 1775 memindahkan ibukota kerajaan dari Mempura Siak ke Senapelan dan beliau mangkat tahun 1780.

Ringkasan Sejarah Pergantian Nama Mesjid Raya Pekanbaru

Masjid Alam (1762)

Diberi nama Masjid Alam yang diambil dari nama kecil Raja Alam ketika dibangun oleh Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah.

Masjid Nur Alam (1775)

Sejalan dengan pembesaran Mesjid Alam yang melibatkan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, Datuk empat Suku, Sayid Osman, dan masyarakat Pekanbaru. Perpindahan secara keseluruhan Kerajaan Siak dari Senapelan (Pekanbaru) kembali ke Siak antara tahun 1784-1810 oleh Sultan Assyaidissarif Ali Abdul Jalil Syarif karena tekanan Belanda. Masjid Nur Alam tetap dibangunkan selasar-nya. Di tahun 1858 dilakukan perluasan selasar oleh Sultan Ismail II.

Masjid Sultan, Mesjid Besar, Mesjid Raya (1889-1908)

Oleh Sultan Hasyim (Assyaidissarif Hasyim Abdul Jalil Syafuddin), Masjid Nur Alam dipindahkan 40 langkah dari posisi semula ke arah matahari terbit. Penyebutan nama Masjid Sultan atau Masjid Besar atau Masjid Raya karena mesjid itu dipindahkan oleh Sultan, bentuknya lebih besar dari semula dan sehingga lebih ramai.

Masjid Raya (1935)

Pembangunan masjid dari bahan semen dan batu yang letaknya berdekatan dan masih dalam satu areal dengan mesjid lama pada masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim II. Masjid ini menjadi aset sejarah sebagai bukti sejarah Kerajaan Siak yang berakhir pada tahun 1946 ketika bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

#wisataPKU Museum Sang Nila Utama: Museum Sejarah & Budaya Melayu Riau

0

Museum Sang Nila Utama adalah salah satu museum terbesar dan terlengkap di Pekanbaru. Museum ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman, sebuah jalan utama yang menghubungkan antara Bandara Sultan Syarif Kasim II dengan pusat kota.

Koleksi Museum Sang Nila Utama cukup lengkap, berjumlah 4.298 buah. Berupa koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologi, sejarah, numismatik/heraldik, filologi, keramik, dan senirupa.

Jadwal berkunjung di Museum Sang Nila Utama :

Selasa – Kamis: 08.00 – 15.30 WIB

Jumat: 08.00 – 11.00 & 14.00 – 16.00

Sabtu dan Minggu: 08.00 – 14.00

Senin & Hari libur nasional: Tutup

Karcis masuk  : Gratis

Bagian yang cukup menonjol di museum ini adalah beberapa koleksi yang berupa merupakan salah satu ciri khas Riau, yaitu pertambangan minyak bumi. Tidak bisa dipungkiri lagi, daerah Riau khususnya Dumai dan Duri merupakan penghasil minyak bumi yang dikelola oleh Chevron.

Koleksi peralatan dan barang-barang tambang seperti mata bor, replika pompa ayun, batuan pembentuk minyak bumi, dan crude oil atau minyak mentah menjadi koleksi paling unik yang jarang ditemukan di museum lainnya.

Selebihnya, koleksi Museum Sang Nila Utama berisi aneka koleksi hewan yang telah diawetkan, koleksi benda-benda bersejarah (replika Candi Muara Takus, senapan, pedang), dan koleksi hasil kebudayaan (pakaian dan rumah adat dari berbagai kabupaten, keris buatan Riau, batik, keramik dari China, kerajinan dari logam, dan lain-lain). Selain itu terdapat pula koleksi foto-foto gubernur yang pernah memimpin Riau.

Jika dilihat, Museum Sang Nila Utama di Pekanbaru cukup terawat, rapi, dan memiliki koleksi yang cukup lengkap. Hanya saja seperti halnya museum lain di Indonesia, pengunjung yang datang ke museum tidak banyak.

Yuk berkunjung ke Museum Sang Nila Utama, biar bisa mengenal lebih dekat kebudayaan di bumi Lancang Kuning ini.

#ISG_2013 Komisi C DPRD DKI : Mau Gelar ISG, Jakarta Punya Dana ?

0

Kesiapan Jakarta sebagai tuan rumah perhelatan Islamic Solidarity Games (ISG) diragukan. Selain kondisi sarana dan prasarana, pendanaannya pun dipertanyakan. Apalagi anggaran ISG yang mencapai Rp200 miliar tak dianggarkan dalam APBD DKI 2013.

Tak heran banyak kalangan mendesak Pemprov DKI kembali berpikir ulang untuk menyelenggaran event olahraga tersebut. “Harus dipikirkan terutama soal pendanaan. Jangan sampai dipaksakan sehingga penyelenggaraannya tidak maksimal,” kata anggota Komisi C DPRD DKI, Ahmad Husin Alaydrus, di Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Dirinya mencontohkan, terkait sarana dan prasarana, seperti stadion. Di Jakarta, sarana olah raga yang memiliki standar internasional hanya dua, yaitu Senayan dan Stadion Lebak Bulus. Untuk Stadion Lebak Bulus sendiri rencananya akan dibongkar. Sehingga hanya akan menyisakan Istora Senayan.

Sementara soal pendanaan untuk membiayai event tersebut yang dinilai tidaklah sedikit. “Anggaran bisa mencapai Rp200 miliar, uangnya dari mana? Ini harus dipikirkan. Karena ketidaksiapan inilah, akhirnya ajang olah raga tersebut berantakan dan malah memberikan citra buruk bagi Jakarta di mata dunia internasional,” tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya ISG yang sedianya akan digelar di Pekanbaru, Riau, akhirnya digeser ke Jakarta. Pasalnya ada beberapa permasalahan di Pekanbaru yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Rencana pengalihan kegiatan itu pun disetujui Pemprov DKI Jakarta, dan menyatakan siap menggelar ISG 2013 ini.

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi), usai bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo, beberapa waktu lalu.

Acara tahunan ini, seharusnya digelar pada 6-17 Juni. Namun karena adanya perubahan lokasi, penyelenggaraannya diundur menjadi 22 September – 1 Oktober. Dalam perhelatan olahraga internasional ini, lebih dari 50 negara tercatat menjadi perserta ISG tahun 2013 ini. (Inilah.com)

PSPS U-21 Tambah Pemain

0

Hasil kurang memuaskan di putaran pertama kompeisi ISL U-21 membuat manajemen berencana menambah kekuatan menghadapi putaran kedua yang bergulir 9 Juni mendatang. Pemain tersebut akan mengisi posisi striker dan bek.

“Kami tak melakukan pencoretan pemain, tapi kami akan menambah pemain baru untuk memperkuat sektor depan dan belakang. Kami punya kuota mendaftarkan 30 pemain, sekarang baru 25 pemain yang didaftarkan,” ujar asisten manajer PSPS U-21, Aidil Amri, Jumat (17/5).

Pria yang menjabat Ketua PAC Partai Demokrat Rumbai Pesisir ini menambahkan PSPS juga sedang berupaya menjadi tuan rumah putaran kedua. “Awalnya putaran kedua tetap di Palembang, tapi kami mengajukan diri dan sedang diproses. Sekitar 70 persen peluang kami ada,” tambahnya.

Di putaran pertama yang dipusatkan di Stadion Jakabaring Palembang, PSPS meraih satu kemenangan dari tiga laga yang dijalani, yakni mengalahkan Persisko Tanjabar 1-0. (Riau Pos)

PSPS Tingkatkan Kerja Sama Lawan U-21

0

Jelang tur ke Papua menghadapi Persidafon Dafonsoro, 22 Mei mendatang, PSPS terus berbenah.

Untuk meningkatkan kekompakan dan kerja sama antar pemain maka tim pelatih menjalankan program uji coba melawan tim junior yakni PSPS U-21. Rencananya, uji coba ini digelar di Stadion Rumbai, Sabtu (17/5) sore ini.

“Permainan anak-anak memang menunjukkan peningkatan. Tapi kekompakan tim dan koordinasi antar pemain harus terus ditingkatkan. Salah satu caranya melakukan uji coba dengan tim yang di bawah,” ujar caretaker pelatih PSPS, Afrizal usai latihan di Stadion Rumbai, Jumat (17/5).

Maklum, PSPS saat ini dihuni banyak pemain baru karena sebagian besar pemain putaran pertama hengkang.

Bahkan, jelang putaran kedua bergulir, PSPS belum pernah melakukan uji coba karena mepetnya persiapan.

Ditambahkan Afrizal kekalahan dua laga kandang tersebut diakibatkan masih lemah dan tidak jalannya koordinasi lini pertahanan. “Latihan hari ini (kemarin) kami banyak mengevaluasi lini pertahanan yang lemah koordinasi saat menghadapi Persiba Balikpapan,” ujarnya.

Untuk menghadapi Persidafon, manajemen berencana memboyong sebanyak 16 pemain. “Namum siapa saja pemain yang diberangkatkan belum bisa dipastikan karena kami akan melakukan latihan lagi. Senin (20/5) pagi ditentukan dan sorenya baru kami berangkat menuju Papua,” tutur Afrizal. (Riau Pos)

Terkait rencana manajemen akan mendatangkan bek asing asal Bulgaria, Stanislav Zhelev Zhekov, pelatih yang akrab dipanggil Ajo Ijal ini menyebutkan mantan pemain Pelita tersebut belum juga muncul.

“Belum ada pemain asing yang datang. Saya juga minta kepada manajemen untuk menambah striker asing menggantikan Pape,” tuturnya. (Riau Pos)

#ISG_2013 Gubri Kirim Surat ke Presiden

0

Pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo soal tempat pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 sudah pasti dipindah dari Riau ke Jakarta, tidak diterima begitu saja oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan Panitia Daerah (Panda) Indonesia Islamic Solidarity Games Organizing Committe (Inaisgoc) akan mengirimkan surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pernyataan kesiapan menjadi tuan rumah. Apapun keputusan Presiden nantinya, Riau akan menerimanya.

Hal ini ditegaskkan Wakil Ketua II Panda Inaisgoc, Emrizal Pakis saat berbincang dengan Riau Pos di Kantor Gubernur Riau, Kamis (16/5).

Gubernur Riau dan Panda Inaisgoc, ujar Emrizal, tidak akan mundur selangkahpun menjadi tuan rumah, meskipun pelaksanaannya dimundurkan lagi setelah Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri).

‘’Apapun nanti SK yang dikeluarkan, memang kita harus menerima. Sebelum keluar keputusan baru, Gubri mengajak semua pihak terutama pusat untuk melihat secara jernih dan lebih realistis dalam penetapan tuan rumah. Dalam waktu dekat kita akan kirim surat kepada Presiden. Drafnya saya sudah lihat dan tinggal merampungkan,’’ ujarnya.

Menurutnya, Gubri sudah jelas mengatakan agar panitia nasional dan panitia pusat tidak melihat Riau hanya seorang Rusli Zainal semata saja. Sehingga statusnya sebagai tersangka bukanlah hal yang menjadi pertimbangan untuk dipindahkannya tuan rumah.

Sesuai arahan Gubri pula, lanjut Emrizal, surat yang akan dikirimkan ke Presiden terkait keinginan untuk tetap menjadi tuan rumah kapanpun waktunya sesuai keinginan Presiden.

Apakah tetap pada 22 September-1 Oktober atau setelah pelantikan gubernur baru hasil Pilgubri pada 21 November mendatang.

‘’Gubernur baru atau tidak, Riau tetap siap. Karena intinya adalah bukan personal, tapi instruksi secara struktural. Kalau hal tersebut berlaku, tentu semua akan berjalan dengan maksimal,’’ paparnya.

Berkali-kali dalam pertemuan dengan Menpora saat kunjungan ke Pekanbaru, Senin (13/5) lalu, Gubri menegaskan agar jangan semata-mata karena dirinya dijadikan sebagai tersangka, maka Riau gagal menjadi tuan rumah.

Katanya, melalui ISG seharusnya daerah bisa lebih maju dan Riau ingin melakukan terobosan dan mungkin kesempatan ini baru akan datang puluhan tahun lagi.

‘’Kenapa tidak diberikan kesempatan, karena ini semua demi Riau yang lebih besar. Seharusnya pusat tidak melakukan sentralisasi lagi dengan mengambil pelaksanaan ISG di Jakarta,’’ tegas Gubri di hadapan Menpora di VIP Lancang Kuning Bandara SSK II, Pekanbaru, awal pekan lalu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Al azhar merasa perlu menjelaskan, bahwa LAM Riau baik Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Al azhar maupun Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Dr H Tenas Efendy tidak pernah sama sekali mengirimkan surat ke pusat baik isinya menolak pelaksanaan ISG di Riau maupun mendukung Riau sebagai tuan rumah.

‘’Penjelasan ini perlu kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam masyarakat Riau. LAM Riau meminta kepada Menpora Roy Suryo untuk tidak membuat pernyataan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman masyarakat terhadap LAM Riau,’’ tegas Al azhar.

Ketidakpastian tuan rumah penyelenggara ISG III 2013 juga membuat terhambat kerja panitia pusat. Ketua Panitia Pusat Inaisgoc Anthony Sunarjo mengatakan, pentingnya diberi kepastian tempat penyelenggaraan mengingat waktu pelaksanaan sudah semakin dekat.

‘’Kita minta pemerintah segera mengambil keputusan, apakah tetap di Riau atau dipindah ke Jakarta. Kita sebagai panitia ingin melakukan persiapan dengan baik, sehingga ISG berjalan dengan lancar dan sukses,’’ ujar Anthony di Jakarta, Kamis (16/5). (Riau Pos)

#beritaPKU Jalan Tuanku Tambusai Dihiasi Puluhan Lubang

Kondisi Jalan Tuanku Tambusai hingga kini masih belum mendapatkan perbaikan, sehingga lubang-lubang yang jumlahnya puluhan tersebut masih mengganggu para pengendara.

Jumat (17/5) di jalan yang sudah dikeluhkan para pengendara sejak beberapa bulan lalu tersebut, hingga kini kondisinya masih seperti dulu dan malah beberapa lubang bertambah lebar.

Kondisi terparah berada di depan Bank BNI. Beberapa lubang berjejer berdekatan, pengendara yang ingin melaluinya terpaksa memperlambat laju kendaraan.

Salah seorang pengendara roda dua, Sandi (28) mengeluhkan, kondisi jalan masih belum mendapat perhatian tersebut. ‘’Padahal jalan ini sudah sangat lama kondisinya hancur dan dipenuhi lubang-lubang. Namun, herannnya tidak ada perbaikan dari dinas terkait,’’ ujarnya.

Senada dengan Sandi, Rozi (24) warga Kelurahan Tangkerang Timur Kecamatan Marpoyan Damai, juga mengaku khawatir melewati jalan nasional tersebut.

‘’Ya cukup hati-hati, karena kondisinya masih berlubang, apalagi saya sering lewat dimalam hari. Kalau tak hati-hati bisa terperosok masuk ke dalam lubang,’’ tuturnya. (Riau Pos)