Home Blog Page 140

Covid Riau Hari Ini: Tambah 295, Total 68.759 Kasus

Covid Riau Hari Ini (Kamis, 24/6/2021) bertambah sebanyak 295 kasus, 176 pasien yang telah sembuh, dan 10 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 68.464 kasus menjadi 68.759 kasus.

Dari sebaran Covid Riau Hari Ini, sebanyak 63.958 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 530 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.401 orang isolasi mandiri, serta 1.870 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 96.587 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 131 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 92.138 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.999 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 319 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.352 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.217 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 365.295 sampel.

20 Hari Terakhir Kasus Positif COVID-19 di Riau Turun Signifikan

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan secara signikifan dalam 20 hari terakhir. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Melihat data dari rumah sakit di Riau, dalam waktu lima hari terakhir kasus posiif turun di bawah 50 persen. Meski adanya penurunan kasus harian, keterisian ICU di rumah sakit masih di atas 60 Persen.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

500 Informasi Hoaks terkait Vaksinasi Beredar di Masyarakat

Sedikitnya 500 lebih laporan informasi hoaks yang beredar di masyarakat terkait vaksinasi yang diterima Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Riau.

Menurut Indra Yovi, informasi hoaks soal vaksinasi ini perlu diluruskan karena dampak negatifnya cukup terhadap pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Terutama hoax yang bertujuan negatif yang dampaknya mengakibatkan orang tua atau lansia dan orang komorbit tidak mau divaksin.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kadiskes Riau: Kalau Stok Vaksin Habis Segera Minta

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir meminta pemerintah kabupaten/kota di Riau segera melaporkan dan meminta ke Diskes Provinsi, jika stok vaksin sudah menipis. Hal ini dalam upaya mengejar target realisasi capaian vaksinasi di daerah masing-masing.

Corona Riau Hari Ini: Tambah 332, Total 68.464 Kasus

Corona Riau Hari Ini (Rabu, 23/6/2021) bertambah sebanyak 332 kasus, 315 pasien yang telah sembuh, dan 10 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 68.464 kasus.

Dari sebaran Corona Riau Hari Ini, sebanyak 63.783 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 546 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.276 orang isolasi mandiri, serta 1.859 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 100.255 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 119 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.849 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.971 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 316 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.235 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.096 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 363.943 sampel.

20 Hari Terakhir Kasus Positif COVID-19 di Riau Turun Signifikan

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan secara signikifan dalam 20 hari terakhir. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Melihat data dari rumah sakit di Riau, dalam waktu lima hari terakhir kasus posiif turun di bawah 50 persen. Meski adanya penurunan kasus harian, keterisian ICU di rumah sakit masih di atas 60 Persen.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

500 Informasi Hoaks terkait Vaksinasi Beredar di Masyarakat

Sedikitnya 500 lebih laporan informasi hoaks yang beredar di masyarakat terkait vaksinasi yang diterima Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Riau.

Menurut Indra Yovi, informasi hoaks soal vaksinasi ini perlu diluruskan karena dampak negatifnya cukup terhadap pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Terutama hoax yang bertujuan negatif yang dampaknya mengakibatkan orang tua atau lansia dan orang komorbit tidak mau divaksin.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kadiskes Riau: Kalau Stok Vaksin Habis Segera Minta

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir meminta pemerintah kabupaten/kota di Riau segera melaporkan dan meminta ke Diskes Provinsi, jika stok vaksin sudah menipis. Hal ini dalam upaya mengejar target realisasi capaian vaksinasi di daerah masing-masing.

Sebaran Corona Riau Hari Ini Capai 68.134 Kasus

Sebaran Corona Riau Hari Ini (Selasa, 22/6/2021) bertambah sebanyak 224 kasus, 352 pasien yang telah sembuh, dan 7 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 67.910 kasus menjadi 68.134 kasus.

Dari sebaran Corona Riau Hari Ini, sebanyak 63.468 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 543 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.274 orang isolasi mandiri, serta 1.849 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 96.458 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 117 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 92.022 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.004 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 315 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.364 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.237 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 362.708 sampel.

20 Hari Terakhir Kasus Positif COVID-19 di Riau Turun Signifikan

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan secara signikifan dalam 20 hari terakhir. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Melihat data dari rumah sakit di Riau, dalam waktu lima hari terakhir kasus posiif turun di bawah 50 persen. Meski adanya penurunan kasus harian, keterisian ICU di rumah sakit masih di atas 60 Persen.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

500 Informasi Hoaks terkait Vaksinasi Beredar di Masyarakat

Sedikitnya 500 lebih laporan informasi hoaks yang beredar di masyarakat terkait vaksinasi yang diterima Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Riau.

Menurut Indra Yovi, informasi hoaks soal vaksinasi ini perlu diluruskan karena dampak negatifnya cukup terhadap pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Terutama hoax yang bertujuan negatif yang dampaknya mengakibatkan orang tua atau lansia dan orang komorbit tidak mau divaksin.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kadiskes Riau: Kalau Stok Vaksin Habis Segera Minta

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir meminta pemerintah kabupaten/kota di Riau segera melaporkan dan meminta ke Diskes Provinsi, jika stok vaksin sudah menipis. Hal ini dalam upaya mengejar target realisasi capaian vaksinasi di daerah masing-masing.

Sebaran Covid-19 Riau Hari Ini Capai 67.910 Kasus

Sebaran Covid-19 Riau Hari Ini (Senin, 21/6/2021) bertambah sebanyak 148 kasus, 405 pasien yang telah sembuh, dan 7 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 67.762 kasus menjadi 67.910 kasus.

Dari sebaran Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 63.117 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 520 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.431 orang isolasi mandiri, serta 1.842 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 96.398 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 122 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 91.935 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.028 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 313 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 932 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 789 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 361.344 sampel.

20 Hari Terakhir Kasus Positif COVID-19 di Riau Turun Signifikan

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan secara signikifan dalam 20 hari terakhir. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Melihat data dari rumah sakit di Riau, dalam waktu lima hari terakhir kasus posiif turun di bawah 50 persen. Meski adanya penurunan kasus harian, keterisian ICU di rumah sakit masih di atas 60 Persen.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

500 Informasi Hoaks terkait Vaksinasi Beredar di Masyarakat

Sedikitnya 500 lebih laporan informasi hoaks yang beredar di masyarakat terkait vaksinasi yang diterima Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Riau.

Menurut Indra Yovi, informasi hoaks soal vaksinasi ini perlu diluruskan karena dampak negatifnya cukup terhadap pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Terutama hoax yang bertujuan negatif yang dampaknya mengakibatkan orang tua atau lansia dan orang komorbit tidak mau divaksin.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kadiskes Riau: Kalau Stok Vaksin Habis Segera Minta

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir meminta pemerintah kabupaten/kota di Riau segera melaporkan dan meminta ke Diskes Provinsi, jika stok vaksin sudah menipis. Hal ini dalam upaya mengejar target realisasi capaian vaksinasi di daerah masing-masing.

Sebaran Covid19 Riau Hari Ini Capai 67.762 Kasus

Sebaran Covid19 Riau Hari Ini (Minggu, 20/6/2021) bertambah sebanyak 274 kasus, 382 pasien yang telah sembuh, dan 12 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 67.488 kasus menjadi 67.762 kasus.

Dari sebaran Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 62.712 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 570 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.645 orang isolasi mandiri, serta 1.835 pasien yang telah meninggal.

corona riauJumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 96.402 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 138 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 91.923 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.028 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 313 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.188 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.028 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 360.412 sampel.

Kasus Positif COVID-19 di Riau Menurun

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan dalam satu minggu ini. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Masyarakat Diminta tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

Pekan Depan Riau Kembali Dapat Kiriman 15 Ribu Dosis Vaksin

Pemprov Riau kemungkinan besar akan kembali mendapat tambahan kiriman vaksin sinopharm sebanyak 15 ribu dosis, dalam pekan depan. Pengiriman vaksin dari pusat ini seiring dengan adanya beberapa daerah di Riau yang sudah melaporkan kekurangan stok vaksin.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Sebaran Covid Riau Hari Ini Capai 67.488 Kasus

Sebaran Covid Riau Hari Ini (Sabtu, 19/6/2021) bertambah sebanyak 284 kasus, 385 pasien yang telah sembuh, dan 9 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 67.204 kasus menjadi 67.488 kasus.

Dari sebaran Covid Riau Hari Ini, sebanyak 62.332 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 562 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.771 orang isolasi mandiri, serta 1.823 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Daerah Sebaran Kasus Positif

Adapun daerah sebaran kasus positif COVID-19 di provinsi Riau yaitu, Pekanbaru tercatat 95 kasus, Bengkalis 10 kasus, Indragiri Hilir 11 Kasus, Indragiri Hulu 21 kasus, Kampar 36 kasus, dan Kepulauan Meranti 0 kasus.

Kemudian, Dumai 20 kasus, Kuantan Singingi 25 kasus, Pelalawan 9 kasus, Rokan Hilir 8 kasus, Rokan Hulu 10 kasus, Siak 21 kasus, dan Luar provinsi Riau tercatat 9 kasus.

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 96.376 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 136 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 91.867 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.062 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 311 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.134 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.041 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 359.224 sampel.

Kasus Positif COVID-19 di Riau Menurun

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan dalam satu minggu ini. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Masyarakat Diminta tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

Mutasi Virus B117 di Riau Belum Ditemukan

Mutasi virus corona B117 hingga saat ini belum ditemukan di Riau. Sebelumnya virus ini sempat ditemukan pada kapten kapal asal India yang sempat berlabuh di Dumai.

Sejumlah petugas di pelabuhan dan dokter yang menangani pasien ini pun belakangan juga dinyatakan positif Covid-19.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di Whole Genome Sequencing (WGS) Litbangkes Jakarta para petugas dan dokter yang kontak erat dengan kapten kapal asal India tersebut negatif virus B117. Meskipun mereka dinyatakan positif Covid-19.

Sejauh ini mutasi virus B117 di Riau baru ditemukan di kapten kapal asal India tersebut saja. Saat ini kapten kapal tersebut sudah sembuh dan sudah kembali ke negara asalnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Angka Covid-19 Riau Hari Ini Capai 67.204

Angka Covid-19 Riau Hari Ini (Jumat, 18/6/2021) bertambah sebanyak 353 kasus, 388 pasien yang telah sembuh, dan 8 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 66.851 kasus menjadi 67.204 kasus.

Dari angka Corona Riau Hari Ini, sebanyak 61.947 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 560 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.883 orang isolasi mandiri, serta 1.814 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.771 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 135 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 91.010 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.316 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 310 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.168 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 987 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 358.090 sampel.

Kasus Positif COVID-19 di Riau Menurun

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan dalam satu minggu ini. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Masyarakat Diminta tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

Mutasi Virus B117 di Riau Belum Ditemukan

Mutasi virus corona B117 hingga saat ini belum ditemukan di Riau. Sebelumnya virus ini sempat ditemukan pada kapten kapal asal India yang sempat berlabuh di Dumai.

Sejumlah petugas di pelabuhan dan dokter yang menangani pasien ini pun belakangan juga dinyatakan positif Covid-19.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di Whole Genome Sequencing (WGS) Litbangkes Jakarta para petugas dan dokter yang kontak erat dengan kapten kapal asal India tersebut negatif virus B117. Meskipun mereka dinyatakan positif Covid-19.

Sejauh ini mutasi virus B117 di Riau baru ditemukan di kapten kapal asal India tersebut saja. Saat ini kapten kapal tersebut sudah sembuh dan sudah kembali ke negara asalnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Angka Corona Riau Hari Ini Capai 66.851

Angka Corona Riau Hari Ini (Kamis, 17/6/2021) bertambah sebanyak 332 kasus, 340 pasien yang telah sembuh, dan 15 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 66.851 kasus.

Dari angka Corona Riau Hari Ini, sebanyak 61.560 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 557 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.928 orang isolasi mandiri, serta 1.806 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.756 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 142 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.988 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.316 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 310 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.458 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.378 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 356.922 sampel.

Kasus Positif COVID-19 di Riau Menurun

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan dalam satu minggu ini. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Masyarakat Diminta tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

Mutasi Virus B117 di Riau Belum Ditemukan

Mutasi virus corona B117 hingga saat ini belum ditemukan di Riau. Sebelumnya virus ini sempat ditemukan pada kapten kapal asal India yang sempat berlabuh di Dumai.

Sejumlah petugas di pelabuhan dan dokter yang menangani pasien ini pun belakangan juga dinyatakan positif Covid-19.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di Whole Genome Sequencing (WGS) Litbangkes Jakarta para petugas dan dokter yang kontak erat dengan kapten kapal asal India tersebut negatif virus B117. Meskipun mereka dinyatakan positif Covid-19.

Sejauh ini mutasi virus B117 di Riau baru ditemukan di kapten kapal asal India tersebut saja. Saat ini kapten kapal tersebut sudah sembuh dan sudah kembali ke negara asalnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Rambut Sering Rontok? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ncik dan Puan memiliki masalah dengan rambut sering rontok? Sudah tahu apa saja penyebab rambut rontok? Yuk pahami apa saja penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!

Penyebab Rambut Sering Rontok

Ada beragam kondisi yang bisa menjadi penyebab rambut rontok, mulai dari kurang asupan gizi, perubahan hormon, efek samping obat, stres, faktor usia, termasuk kebiasaan buruk. Setiap kerontokan besar saat ini, adalah akibat dari apa yang terjadi tiga bulan lalu.

Berikut ini adalah penyebab rambut rontok dilansir dari Onlymyhealth:

  • Hormon

Saat remaja, alasan pertama yang bisa dikaitkan dengan kerontokan rambut adalah masalah hormon. Pada perempuan remaja, akan ada saat untuk mengembangkan ovarium polikistik. Hal ini akan menyebabkan rambut rontok. Sedangkan pada remaja laki-laki, penyebab kerontokan rambutnya bisa terjadi karena ketidakseimbangan hormon androgen pada tubuh.

  • Konsumsi Obat-obatan

Rambut rontok atau kebotakan juga bisa terjadi karena adanya reaksi dari obat-obatan yang dikonsumsi. Ini bisa terjadi karena ada obat yang membuat alergi atau ada zat yang malah merusak keratin rambut. Untuk mencegahnya, bisa konsultasikan efek samping obatnya ke dokter.

  • Terlalu Banyak Zat Kimia

Rambut memang sangat penting, apalagi bagi wanita. Untuk mendapatkan rambut yang bagus, pasti ada saja yang rutin mengunjungi salon untuk perawatan. Tapi, terlalu banyak bahan kimia bahkan panas akibat blow hair dryer dan catokan yang dilakukan secara rutin, bisa membuat rambut rentan patah. Apalagi jika ditambah gel rambut, semprotan, hingga pewarna rambut akan memperparah kerontokan rambut.

  • Perawatan Rambut yang Berlebihan

Rambut juga bisa rontok kalau terlalu kuat disisir, keramas terlalu sering, dan ditambah dengan kondisioner yang ekstra kuat. Bukan hanya halus, tapi rambut semakin lama akan rapuh dan akhirnya rontok.

  • Makanan

Mengkonsumsi junk food atau makanan instan. Terlalu banyak mengkonsumsinya bisa menyebabkan kerontokan. Untuk mengatasinya, tidak bisa dengan produk rambut yang kimia atau herbal. Tapi, bisa dikurangi bahkan menghilangkannya dengan melakukan diet yang seimbang dan sehat.

Cara Mengatasi Rambut Sering Rontok

Selain itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan mengatasi rambut rontok, diantaranya:

  • Oleskan Minyak Kelapa

Minyak kelapa bisa digunakan sebelum atau sesudah keramas, tergantung jenis rambut masing-masing orang. Jika rambut cenderung berminyak, Anda bisa melakukan perawatan minyak kelapa sehari atau beberapa jam sebelum keramas. Pijatkan minyak kelapa ke kulit kepala dan seluruh rambut Anda. Jika rambut Anda kering, Anda bisa menggunakan minyak kelapa sebagai perawatan tanpa bilas.

  • Oleskan Minyak Zaitun

Minyak zaitun dapat membantu mengatasi rambut rontok karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk kesehatan rambut seperti, vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, zat besi dan kalsium.

Usapkan minyak zaitun pada kulit kepala dan rambut secara merata Pijat dengan lembut, lalu diamkan selama setengah jam. Setelah itu, bersihkan dengan menggunakan shampoo seperti keramas biasa. Lakukan setiap hari secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Oleskan Yogurt

Yogurt dapat membantu mengatasi rambut rontok karena mengandung kalsium, vitamin D, kalium dan protein yang bisa memberi nutrisi dan menguatkan akar rambut.

Oleskan yogurt asli tanpa campuran gula atau rasa ke seluruh permukaan rambut sambil memijat kepala seperti sedang creambath, lalu biarkan selama 5 menit. Kemudian bersihkan rambut dengan shampoo dan air bersih.

  • Oleskan Lidah Buaya

Lidah buaya sudah lama digunakan untuk merawat rambut rontok. Itu berguna untuk menenangkan kulit kepala, mengurangi ketombe, dan membuka folikel rambut yang tersumbat minyak berlebih. Cara menggunakannya, oleskan gel lidah buaya ke kulit kepala dan rambut beberapa kali dalam seminggu.

  • Konsumsi Makanan yang Mengandung Protein Tinggi

Sebuah studi pada 2017 menemukan bahwa beberapa partisipan yang mengalami kerontokan rambut memiliki asupan protein dan asam amino yang rendah. Maka dari itu, konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi dianjurkan sebagai cara mengatasi rambut rontok.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah kekurangan protein dan asam amino memang berhubungan dengan rambut rontok.

Angka Sebaran Corona Riau Hari ini Capai 66.520

Angka sebaran Corona Riau Hari Ini (Rabu, 16/6/2021) bertambah sebanyak 327 kasus, 452 pasien yang telah sembuh, dan 14 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 66.520 kasus.

Dari angka sebaran Corona Riau Hari Ini, sebanyak 61.222 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 565 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 2.942 orang isolasi mandiri, serta 1.791 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.712 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 164 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.800 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.438 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 310 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.213 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.076 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 355.464 sampel.

Kasus Positif COVID-19 di Riau Menurun

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan dalam satu minggu ini. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Masyarakat Diminta tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

Mutasi Virus B117 di Riau Belum Ditemukan

Mutasi virus corona B117 hingga saat ini belum ditemukan di Riau. Sebelumnya virus ini sempat ditemukan pada kapten kapal asal India yang sempat berlabuh di Dumai.

Sejumlah petugas di pelabuhan dan dokter yang menangani pasien ini pun belakangan juga dinyatakan positif Covid-19.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di Whole Genome Sequencing (WGS) Litbangkes Jakarta para petugas dan dokter yang kontak erat dengan kapten kapal asal India tersebut negatif virus B117. Meskipun mereka dinyatakan positif Covid-19.

Sejauh ini mutasi virus B117 di Riau baru ditemukan di kapten kapal asal India tersebut saja. Saat ini kapten kapal tersebut sudah sembuh dan sudah kembali ke negara asalnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.