Home Blog Page 141

Angka Sebaran Covid Riau Hari ini Capai 66.194

Angka sebaran Covid Riau Hari Ini (Selasa, 15/6/2021) bertambah sebanyak 311 kasus, 518 pasien yang telah sembuh, dan 5 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 65.883 kasus menjadi 66.194 kasus.

Dari angka sebaran Covid Riau Hari Ini, sebanyak 60.770 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 588 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.059 orang isolasi mandiri, serta 1.777 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.661 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 164 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.618 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.570 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 309 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.344 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.249 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 354.251 sampel.

Kasus Positif COVID-19 di Riau Menurun

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan dalam satu minggu ini. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Masyarakat Diminta tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

Mutasi Virus B117 di Riau Belum Ditemukan

Mutasi virus corona B117 hingga saat ini belum ditemukan di Riau. Sebelumnya virus ini sempat ditemukan pada kapten kapal asal India yang sempat berlabuh di Dumai.

Sejumlah petugas di pelabuhan dan dokter yang menangani pasien ini pun belakangan juga dinyatakan positif Covid-19.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di Whole Genome Sequencing (WGS) Litbangkes Jakarta para petugas dan dokter yang kontak erat dengan kapten kapal asal India tersebut negatif virus B117. Meskipun mereka dinyatakan positif Covid-19.

Sejauh ini mutasi virus B117 di Riau baru ditemukan di kapten kapal asal India tersebut saja. Saat ini kapten kapal tersebut sudah sembuh dan sudah kembali ke negara asalnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Angka Sebaran Covid19 Riau Hari ini Capai 65.883

Angka sebaran Covid19 Riau Hari Ini (Senin, 14/6/2021) bertambah sebanyak 163 kasus, 546 pasien yang telah sembuh, dan 9 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 65.720 kasus menjadi 65.883 kasus.

Dari angka sebaran Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 60.253 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 616 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.242 orang isolasi mandiri, serta 1.772 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.614 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 154 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.585 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.570 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 305 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 926 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 796 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 352.907 sampel.

Kasus Positif COVID-19 di Riau Menurun

Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau, mulai mengalami penurunan dalam satu minggu ini. Namun, penurunan kasus ini lantaran karena sample swab yang masuk juga mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan kasus yang terjadi selama bulan Mei lalu.

Masyarakat Diminta tetap Waspada

Juru bicara penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, walaupun kasus positif COVID-19 di Riau menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, selama masih terdapat kasus COVID-19.

Mutasi Virus B117 di Riau Belum Ditemukan

Mutasi virus corona B117 hingga saat ini belum ditemukan di Riau. Sebelumnya virus ini sempat ditemukan pada kapten kapal asal India yang sempat berlabuh di Dumai.

Sejumlah petugas di pelabuhan dan dokter yang menangani pasien ini pun belakangan juga dinyatakan positif Covid-19.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di Whole Genome Sequencing (WGS) Litbangkes Jakarta para petugas dan dokter yang kontak erat dengan kapten kapal asal India tersebut negatif virus B117. Meskipun mereka dinyatakan positif Covid-19.

Sejauh ini mutasi virus B117 di Riau baru ditemukan di kapten kapal asal India tersebut saja. Saat ini kapten kapal tersebut sudah sembuh dan sudah kembali ke negara asalnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

SMK Dirgantara Riau, Satu-satunya Miliki Simulator Pilot di Riau

Ncik dan Puan sedang mencari sekolah jurusan penerbangan? Sudah pernah mendengar SMK Dirgantara Riau? Jika belum yuk simak dulu.

Seiring dengan pesatnya persaingan industri penerbangan yang hiperkompetitif, maka diperlukan tenaga-tenaga pendukung di bidang penerbangan, bisnis dan keramahan yang handal dan berkualitas.

SMK Dirgantara Riau hadir untuk memberikan pembekalan terhadap peserta didik sebagai generasi yang cerdas untuk mempercepat akselerasi proses pembangunan nasional khususnya di daerah Riau.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Selain itu, SMK Dirgantara juga merupakan satu-satunya SMK jurusan penerbangan pertama yang memiliki simulator pilot di Riau.

Di sini ada 4 keahlian dan kompetensi, diantaranya:

  • Manajemen Logistik
  • Usaha Perjalanan Wisata
  • Akutansi Perbankan Syariah
  • Mesin dan Rangka Pesawat

Masing – masing keahlian dan kompetensi yang ada di SMK Dirgantara Riau ini juga memiliki peluang kerja seperti, menjadi entrepeneur dibidang rourism dan hospitaly yang profesional, menjadi manufaktur kedirgantaraan (avionika), konsultan keuangan, dan profesi serbaguna yang sangat diperlukan di industri apapun baik di laut, darat, dan udara serta dapat mengembangkan bisnis internasional.

Sekolah ini juga memiliki beberapa fasilitas sebagai berikut:

  • Ruang Belajar
  • Ruang Laboraturium
  • Musala
  • Toilet
  • Asrama Putra & Putri
  • Free Wifi
  • Cantine Healty
  • Free Parking Area
  • Fasilitas Olahraga

SMK Dirgantara kini membuka penerimaan siswa/siswi baru tahun ajaran 2021/2022 untuk semua jurusan dengan syarat antara lain:

  • Tamat SMP/Sederajat
  • Tinggi badan minimal Pria 150cm, dan Wanita 145cm
  • Fotocopy Ijazah/SKL/SKHU Sementara
  • Fotocopy Akte, KK dan KTP Orangtua
  • Pas Photo 3 x 4 sebanyak 4 lembar, dan 4 x 6 sebanyak 4 lembar
  • Administrasi Terlampir

Untuk pendaftaran, Encik dan Puan bisa secara online melalui website www.smkdirgantarariau.Sch.id/ atau pendaftaran secara langsung ke Jalan Raya Pekanbaru – Bangkinang, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau.

Angka Sebaran Covid-19 Riau Hari ini Capai 65.720

Angka sebaran Covid-19 Riau Hari Ini (Minggu, 13/6/2021) bertambah sebanyak 322 kasus, 403 pasien yang telah sembuh, dan 13 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 65.398 kasus menjadi 65.720 kasus.

Dari angka sebaran Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 59.707 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 654 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.596 orang isolasi mandiri, serta 1.763 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.529 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 160 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.560 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.506 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 303 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.063 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.825 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 351.981 sampel.

5 Dokter di Riau Meninggal Akibat Covid-19

Dunia kesehatan Provinsi Riau kembali berduka dengan meninggalnya seorang tenaga kesehatan (nakes) setelah sempat dirawat akibat Covid-19, yaitu dokter Miharza yang bertugas sebagai dokter umum sekaligus vaksinator di RSD Madani Pekanbaru, Selasa (8/6/2021) lalu.

Sebelumnya, diketahui sudah 4 dokter yang meninggal dunia karena positif Covid-19 yaitu dokter Oki Alfian yang bertugas sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, dokter Jhon Andi Zainal yang bertugas di Puskesmas Air Tiris, Kabupaten Kampar, dokter Yudi Rianto seorang dokter umum swasta yang membuka praktik sendiri dan berasal dari Duri, dan dokter Fransiskus Hamido Hutauruk, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang berdinas di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.

Satgas Pastikan Perlindungan Bagi Nakes

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Riau, Indra Yovi mengatakan bahwa tugas mulia yang diemban nakes memang sebuah pengorbanan yang besar.

Dengan adanya tenaga kesehatan yang meninggal dunia ini, Yovi kembali mengingatkan kepada nakes agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat menjalankan tugasnya. Apalagi saat merawat pasien Covid-19.

Selain itu, Yovi juga mengingatkan agar seluruh nakes harus divaksin. Supaya jika terpapar Covid-19 tidak mengalami gejala yang berat.

Mutasi Virus B117 di Riau Belum Ditemukan

Mutasi virus corona B117 hingga saat ini belum ditemukan di Riau. Sebelumnya virus ini sempat ditemukan pada kapten kapal asal India yang sempat berlabuh di Dumai.

Sejumlah petugas di pelabuhan dan dokter yang menangani pasien ini pun belakangan juga dinyatakan positif Covid-19.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di Whole Genome Sequencing (WGS) Litbangkes Jakarta para petugas dan dokter yang kontak erat dengan kapten kapal asal India tersebut negatif virus B117. Meskipun mereka dinyatakan positif Covid-19.

Sejauh ini mutasi virus B117 di Riau baru ditemukan di kapten kapal asal India tersebut saja. Saat ini kapten kapal tersebut sudah sembuh dan sudah kembali ke negara asalnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Sebaran Angka Covid-19 Riau Hari ini Capai 65.398

Sebaran angka Covid-19 Riau Hari Ini (Sabtu, 12/6/2021) bertambah sebanyak 389 kasus, 561 pasien yang telah sembuh, dan 7 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari menjadi 65.398 kasus.

Dari sebaran angka Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 59.305 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 691 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.652 orang isolasi mandiri, serta 1.750 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.274 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 140 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.425 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.409 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 300 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.260 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.047 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 349.918 sampel.

5 Dokter di Riau Meninggal Akibat Covid-19

Dunia kesehatan Provinsi Riau kembali berduka dengan meninggalnya seorang tenaga kesehatan (nakes) setelah sempat dirawat akibat Covid-19, yaitu dokter Miharza yang bertugas sebagai dokter umum sekaligus vaksinator di RSD Madani Pekanbaru, Selasa (8/6/2021) lalu.

Sebelumnya, diketahui sudah 4 dokter yang meninggal dunia karena positif Covid-19 yaitu dokter Oki Alfian yang bertugas sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, dokter Jhon Andi Zainal yang bertugas di Puskesmas Air Tiris, Kabupaten Kampar, dokter Yudi Rianto seorang dokter umum swasta yang membuka praktik sendiri dan berasal dari Duri, dan dokter Fransiskus Hamido Hutauruk, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang berdinas di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.

Satgas Pastikan Perlindungan Bagi Nakes

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Riau, Indra Yovi mengatakan bahwa tugas mulia yang diemban nakes memang sebuah pengorbanan yang besar.

Dengan adanya tenaga kesehatan yang meninggal dunia ini, Yovi kembali mengingatkan kepada nakes agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat menjalankan tugasnya. Apalagi saat merawat pasien Covid-19.

Selain itu, Yovi juga mengingatkan agar seluruh nakes harus divaksin. Supaya jika terpapar Covid-19 tidak mengalami gejala yang berat.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Sebaran Angka Covid19 Riau Hari ini Capai 65.010

Sebaran angka Covid19 Riau Hari Ini (Jumat, 11/6/2021) bertambah sebanyak 384 kasus, 450 pasien yang telah sembuh, dan 12 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 64.626 kasus menjadi 65.010 kasus.

Dari sebaran angka Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 58.744 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 715 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.808 orang isolasi mandiri, serta 1.743 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.249 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 134 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.408 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.409 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 298 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.933 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.724 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 348.658 sampel.

Pesta Pernikahan di Riau Banyak Abaikan Prokes

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengatakan, sejauh ini PPKM di kabupaten/kota belum begitu maksimal menjalankannya. Hal tersebut dibuktikan masih banyaknya pesta pernikahan yang digelar tanpa mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Dijelaskannya, untuk izin keramaian merupakan kewenangan satuan tugas (Satgas) COVID-19 kabupaten/kota, dan aturannya sudah ada dan jelas.

“Kalau ada yang mengadakan pesta kapasitasnya tidak boleh lebih 50 persen, tetap memakai masker dan menjaga jarak,” terangnya.

Riau Gagal Penuhi Target Jokowi Turunkan Kasus Covid-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau beberapa waktu yang lalu diberi target oleh Presiden Joko Widodo untuk menurunkan angka positif Covid-19 dalam 2 minggu. Target tersebut banyak dinilai gagal oleh masyarakat, dan diakui Jubir Satgas Covid-19 Riau, Indra Yovi.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa Pemprov, Satgas Covid-19, dan seluruh pihak lainnya telah berusaha untuk menurunkan angka Covid-19.

Testing COVID-19 di Riau Tidak Akan Diturunkan

dr Indra Yovi menggarisbawahi upaya menurunkan angka Covid-19 bukan berarti menurunkan jumlah testing. Selain itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab bukan hanya berada di pundak tenaga kesehatan (nakes).

“Untuk menurunkan jumlah itu bukan domain dari nakes. Kami di hilirnya, hulunya bereskan dulu,” ujarnya.

Testing Spesimen di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Tertinggi di Indonesia

Dalam empat hari terakhir, jumlah spesimen yang telah diperiksa di laboratorium biomolekuler RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, mencapai 6.168 sampel.

“Testing kita luar biasa, termasuk yang paling tinggi dalam waktu seminggu terakhir ini dibandingkan dengan lab yang ada di Jawa Tengah, Sumatera Utara, DKI Jakarta dan Padang,” kata Yovi di Gedung Daerah Provinsi Riau, Kamis (10/6/2021).

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

280 Ruang Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Gejala Ringan Disiapkan

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyiapkan penambahan sekitar 280 kapasitas tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan. Lokasi yang dipilih  adalah di Gedung Asrama Haji Provinsi Riau, Jalan Mekar Sari, Pekanbaru.

Gubri Syamsuar menyebut penambahan kapasitas ruangan isolasi mandiri untuk pasien positif COVID-19 sebagai upaya antisipasi jika ada lonjakan kasus di Riau. Ia juga memastikan agar pasien positif COVID-19 yang dirawat dapat maksimal, maka sudah ada petugas kesehatan dan tim dokter berjaga nantinya.

Sebaran Angka Covid Riau Hari ini Capai 64.626

Sebaran angka Covid Riau Hari Ini (Kamis, 10/6/2021) bertambah sebanyak 441 kasus, 470 pasien yang telah sembuh, dan 12 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 64.626 kasus.

Dari sebaran angka Covid Riau Hari Ini, sebanyak 58.297 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 762 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.836 orang isolasi mandiri, serta 1.731 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Sebaran Pasien Meninggal

Dari 12 pasien yang telah meninggal hari ini, berasal dari Indragiri Hulu 2 orang, Kampar 1 orang, Kepulauan Meranti 1 orang, Pelalawan 1 orang, Rokan Hulu 3 orang, Siak 2 orang, Kota Pekanbaru 1 orang, dan warga provinsi lain 1 orang.

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.089 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 128 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.302 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.361 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 298 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.919 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.636 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 346.725 sampel.

Pesta Pernikahan di Riau Banyak Abaikan Prokes

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengatakan, sejauh ini PPKM di kabupaten/kota belum begitu maksimal menjalankannya. Hal tersebut dibuktikan masih banyaknya pesta pernikahan yang digelar tanpa mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Dijelaskannya, untuk izin keramaian merupakan kewenangan satuan tugas (Satgas) COVID-19 kabupaten/kota, dan aturannya sudah ada dan jelas.

“Kalau ada yang mengadakan pesta kapasitasnya tidak boleh lebih 50 persen, tetap memakai masker dan menjaga jarak,” terangnya.

Riau Gagal Penuhi Target Jokowi Turunkan Kasus Covid-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau beberapa waktu yang lalu diberi target oleh Presiden Joko Widodo untuk menurunkan angka positif Covid-19 dalam 2 minggu. Target tersebut banyak dinilai gagal oleh masyarakat, dan diakui Jubir Satgas Covid-19 Riau, Indra Yovi.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa Pemprov, Satgas Covid-19, dan seluruh pihak lainnya telah berusaha untuk menurunkan angka Covid-19.

Testing COVID-19 di Riau Tidak Akan Diturunkan

dr Indra Yovi menggarisbawahi upaya menurunkan angka Covid-19 bukan berarti menurunkan jumlah testing. Selain itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab bukan hanya berada di pundak tenaga kesehatan (nakes).

“Untuk menurunkan jumlah itu bukan domain dari nakes. Kami di hilirnya, hulunya bereskan dulu,” ujarnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

280 Ruang Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Gejala Ringan Disiapkan

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyiapkan penambahan sekitar 280 kapasitas tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan. Lokasi yang dipilih  adalah di Gedung Asrama Haji Provinsi Riau, Jalan Mekar Sari, Pekanbaru.

Gubri Syamsuar menyebut penambahan kapasitas ruangan isolasi mandiri untuk pasien positif COVID-19 sebagai upaya antisipasi jika ada lonjakan kasus di Riau. Ia juga memastikan agar pasien positif COVID-19 yang dirawat dapat maksimal, maka sudah ada petugas kesehatan dan tim dokter berjaga nantinya.

Sebaran Angka Corona Riau Hari ini Capai 64.188

Sebaran angka Corona Riau Hari Ini (Rabu, 9/6/2021) bertambah sebanyak 402 kasus, 645 pasien yang telah sembuh, dan 13 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 63.786 kasus menjadi 64.188 kasus.

Dari jumlah angka Corona Riau Hari Ini, sebanyak 57.827 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 806 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.836 orang isolasi mandiri, serta 1.719 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 94.996 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 147 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.225 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.327 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 297 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.655 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.453 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 344.806 sampel.

Pesta Pernikahan di Riau Banyak Abaikan Prokes

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengatakan, sejauh ini PPKM di kabupaten/kota belum begitu maksimal menjalankannya. Hal tersebut dibuktikan masih banyaknya pesta pernikahan yang digelar tanpa mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Dijelaskannya, untuk izin keramaian merupakan kewenangan satuan tugas (Satgas) COVID-19 kabupaten/kota, dan aturannya sudah ada dan jelas.

“Kalau ada yang mengadakan pesta kapasitasnya tidak boleh lebih 50 persen, tetap memakai masker dan menjaga jarak,” terangnya.

Riau Gagal Penuhi Target Jokowi Turunkan Kasus Covid-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau beberapa waktu yang lalu diberi target oleh Presiden Joko Widodo untuk menurunkan angka positif Covid-19 dalam 2 minggu. Target tersebut banyak dinilai gagal oleh masyarakat, dan diakui Jubir Satgas Covid-19 Riau, Indra Yovi.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa Pemprov, Satgas Covid-19, dan seluruh pihak lainnya telah berusaha untuk menurunkan angka Covid-19.

Testing COVID-19 di Riau Tidak Akan Diturunkan

dr Indra Yovi menggarisbawahi upaya menurunkan angka Covid-19 bukan berarti menurunkan jumlah testing. Selain itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab bukan hanya berada di pundak tenaga kesehatan (nakes).

“Untuk menurunkan jumlah itu bukan domain dari nakes. Kami di hilirnya, hulunya bereskan dulu,” ujarnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

280 Ruang Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Gejala Ringan Disiapkan

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyiapkan penambahan sekitar 280 kapasitas tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan. Lokasi yang dipilih  adalah di Gedung Asrama Haji Provinsi Riau, Jalan Mekar Sari, Pekanbaru.

Gubri Syamsuar menyebut penambahan kapasitas ruangan isolasi mandiri untuk pasien positif COVID-19 sebagai upaya antisipasi jika ada lonjakan kasus di Riau. Ia juga memastikan agar pasien positif COVID-19 yang dirawat dapat maksimal, maka sudah ada petugas kesehatan dan tim dokter berjaga nantinya.

Jumlah Angka Corona Riau Hari ini Capai 63.786

Jumlah angka Corona Riau Hari Ini (Selasa, 8/6/2021) bertambah sebanyak 345 kasus, 637 pasien yang telah sembuh, dan 13 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 63.441 kasus menjadi 63.786 kasus.

Dari jumlah angka Corona Riau Hari Ini, sebanyak 57.183 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 837 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.060 orang isolasi mandiri, serta 1.706 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 94.942 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 149 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.148 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.349 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 296 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.558 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.420 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 343.151 sampel.

Pesta Pernikahan di Riau Banyak Abaikan Prokes

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengatakan, sejauh ini PPKM di kabupaten/kota belum begitu maksimal menjalankannya. Hal tersebut dibuktikan masih banyaknya pesta pernikahan yang digelar tanpa mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Dijelaskannya, untuk izin keramaian merupakan kewenangan satuan tugas (Satgas) COVID-19 kabupaten/kota, dan aturannya sudah ada dan jelas.

“Kalau ada yang mengadakan pesta kapasitasnya tidak boleh lebih 50 persen, tetap memakai masker dan menjaga jarak,” terangnya.

Riau Gagal Penuhi Target Jokowi Turunkan Kasus Covid-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau beberapa waktu yang lalu diberi target oleh Presiden Joko Widodo untuk menurunkan angka positif Covid-19 dalam 2 minggu. Target tersebut banyak dinilai gagal oleh masyarakat, dan diakui Jubir Satgas Covid-19 Riau, Indra Yovi.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa Pemprov, Satgas Covid-19, dan seluruh pihak lainnya telah berusaha untuk menurunkan angka Covid-19.

Testing COVID-19 di Riau Tidak Akan Diturunkan

dr Indra Yovi menggarisbawahi upaya menurunkan angka Covid-19 bukan berarti menurunkan jumlah testing. Selain itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab bukan hanya berada di pundak tenaga kesehatan (nakes).

“Untuk menurunkan jumlah itu bukan domain dari nakes. Kami di hilirnya, hulunya bereskan dulu,” ujarnya.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

280 Ruang Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Gejala Ringan Disiapkan

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyiapkan penambahan sekitar 280 kapasitas tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan. Lokasi yang dipilih  adalah di Gedung Asrama Haji Provinsi Riau, Jalan Mekar Sari, Pekanbaru.

Gubri Syamsuar menyebut penambahan kapasitas ruangan isolasi mandiri untuk pasien positif COVID-19 sebagai upaya antisipasi jika ada lonjakan kasus di Riau. Ia juga memastikan agar pasien positif COVID-19 yang dirawat dapat maksimal, maka sudah ada petugas kesehatan dan tim dokter berjaga nantinya.

Tahu Gejrot Pakde, Hadirkan Cita Rasa Pedas dan Segar

0

Encik dan Puan ada yang suka makanan pedas? Sudah pernah coba Tahu Gejrot Pakde belum? Makanan berbahan dasar tahu ini berada di Jalan Durian tepatnya di depan Pemancar TVRI, Payung Sekaki, Pekanbaru.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Rasanya Yang Khas

Tahu Gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil. Kuliner ini dinikmati dengan kuah yang bumbunya terdiri cabai, bawang putih, bawang merah, dan gula. Untuk bumbunya sendiri biasanya diolah dengan cara digiling menggunakan cobekan kayu. Inilah yang membuat khas tahu gejrot.

Jajanan Khas Cirebon

Tahu gejrot juga merupakan jajanan khas daerah Cirebon yang digemari di kalangan anak-anak dan orang dewasa karena sensasi rasanya yang pedas, segar, dan wanginya yang khas. Untuk penyajiannya cukup disajikan di atas mangkuk kecil dan disiram dengan kuahnya. Cara memakannya pun unik, yakni hanya dengan satu lidi kecil kemudian tusuk bagian tahu yang telah dipotong-potong.

Aneka Topping

Tahu Gejrot Pakde tidak hanya menyajikan tahu saja sebagai bahan utamanya, tetapi juga memberikan pilihan seperti dicampur dengan bakwan atau lumpia isi mie. Biasanya harga untuk 1 porsi tahu gejrot hanya Rp10.000 per porsinya, dan boleh dicampur atau hanya tahu saja.

Buka dari pukul 16.00-22.00 WIB, lokasinya ada di Jalan Durian persis didepan Pemancar TVRI, Pekanbaru. Saat ini tahu gejrot telah menyebar ke seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Malang, Depok, Surabaya, Pekanbaru, dan beberapa kota-kota besar lainnya.