Home Blog Page 137

Positif Covid19 di Riau Tambah 680, Total 82.718 Kasus

Positif Covid19 di Riau Hari Ini (Senin, 19/7/2021) bertambah sebanyak 680 kasus, pasien sembuh bertambah 510 kasus, dan 27 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 82.718 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 72.551 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.092 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 6.856 orang isolasi mandiri, serta 2.219 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 99.328 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 205 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.360 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.411 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 352 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.139 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.931 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 413.721 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

14 Anak di Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Angka kematian anak-anak akibat Covid-19 hingga saat ini sudah 14 anak yang meninggal dunia. Sebanyak 12 di antaranya adalah anak-anak di bawah usia lima tahun (balita).

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Provinsi Riau, Citra Cesilia mengingatkan orang tua agar tidak menganggap sepele kasus Covid-19 pada anak.

Sebab banyak orang tua yang menganggap gejala ringan akibat Covid-19 yang dialami oleh si anak sebagai hal yang biasa. Sehingga anak tidak segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Setelah kita telusuri dari 14 anak yang meninggal dunia ini ternyata tidak sampai lima hari dirawat di rumah sakit. Mereka ini datang sudah dalam kondisi berat, kemudian dilakukan swab dihari itu, besoknya pasien meninggal, dua atau tiga hari kemudian baru keluar hasil swabnya ternyata positif. Artinya, disini ada keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit, ” katanya.

Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Segar dan Tahan Lama

0

Ncik dan Puan sudah membaca rekomendasi menu olahan daging kurban bukan? Yuk simak cara menyimpan daging kurban agar awet dan tetap segar.

Daging yang didapat bisa langsung dimasak dan dikonsumsi, dan sisanya bisa disimpan di lemari pendingin. Untuk itu, Ncik dan Puan harus mengoptimalkan ruang penyimpanan dalam freezer kulkas.

Tetapi, Ncik dan Puan juga harus tahu tentang pengemasan daging yang tepat untuk memastikan tidak ada pembusukan, menjaga daging awet dan tetap segar.

Berikut 5 cara menyimpan daging kurban agar awet dan tetap segar:

Jangan Dicuci

Cara yang pertama adalah dengan mencucinya sebelum disimpan. Usahakan daging disimpan dalam keadaan segar setelah dipotong. Mengapa demikian? Karena daging yang sudah terkena air sangat rentan terserang bakteri apabila tidak cepat-cepat diolah.

Bumbui Terlebih Dahulu

Cara yang kedua adalah dengan merendamnya dengan bumbu terlebih dahulu. Merendam daging bisa membuatnya lebih empuk dan beraroma. Bumbu-bumbu tersebut diharapkan dapat menyerap dan membuat rasa daging menjadi lebih baik dan enak. Meskipun banyak variasi resep bumbu dapat ditemukan, resep dasarnya biasa terdiri dari garam, minyak, perasa, dan asam.

Taruh di Wadah Tertutup Rapat

Cara yang ketiga adalah dengan menaruhnya di tempat atau wadah yang tertutup rapat. Usahakan jangan menggunakan bungkusan plastik bawaan dari panitia kurban. Pisahkan daging kurban sesuai takaran konsumsi harian, tempatkan di wadah yang berbeda-beda dan tutup dengan rapat.

Jangan Langsung Disimpan di Kulkas

Cara yang keempat adalah dengan tidak langsung memasukkannya ke dalam kulkas setelah menerimanya. Segera setelah daging disembelih, disarankan untuk jangan langsung menyimpan daging di lemari es. Biarkan dalam suhu kamar normal selama 3-4 jam sebelum menyimpannya.

Mencairkan Daging Beku

Cara yang kelima adalah dengan mengetahui cara mencairkan daging beku dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan untuk menghindari daging sisa yang dibekukan kembali, menjadi basi. Maka dari itu mencairkan daging beku harus dilakukan dengan baik dan benar.

Masih banyak lagi tips dan cara menyimpan daging agar tetap segar seperti, mencuci tangan sebelum memegang daging, potong daging menjadi ukuran kecil, dan segera masak daging tersebut.

Positif Corona di Riau Tambah 847, Total 82.042 Kasus

Positif Corona di Riau Hari Ini (Minggu, 18/7/2021) bertambah sebanyak 847 kasus, pasien sembuh bertambah 638 kasus, dan 28 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 82.042 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 72.046 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.099 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 6.705 orang isolasi mandiri, serta 2.192 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Sebaran Pasien Meninggal

Berikut ini rincian daerah yang terdapat pasien Covid-19 yang meninggal di Riau:
1. Kota Pekanbaru sebanyak 11 orang
2. Kabupaten Kampar sebanyak 1 orang
3. Kabupaten Pelalawan sebanyak 1 orang
4. Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 1 orang
5. Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 1 orang
6. Kota Dumai sebanyak 2 orang
7. Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 0 orang
8. Kabupaten Bengkalis sebanyak 3 orang
9. Kabupaten Siak sebanyak 0 orang
10. Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 1 orang
11. Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 1 orang
12. Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 4 orang
13. Orang luar Provinsi Riau sebanyak 2 orang.

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 99.280 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 184 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.334 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.411 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 351 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.609 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.316 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 411.582 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kebutuhan Oksigen Untuk Pasien COVID-19 di Riau Saat Ini Masih Bisa Terpenuhi Dengan Baik

dr Indra Yovi menyampaikan bahwa kebutuhan oksigen untuk pasien COVID-19 di Provinsi Riau sampai saat ini masih bisa terpenuhi dengan baik.

Hal ini karena di Provinsi Riau ada beberapa perusahaan yang mempunyai fasilitas untuk membuat liquid oksigen. Yang mana ini sangat membantu Satgas COVID-19 dalam menangani kelangkaan oksigen di Riau.

Lebih lanjut ia menyebutkan, jika ada kebutuhan oksigen dari rumah sakit yang sangat sedikit atau menjelang habis tidak datang kebutuhan oksigen yang biasanya disediakan oleh pabrik atau perusahaan penyedia oksigen, maka bisa melapor ke Satgas provinsi ataupun kota.

PPKM Mikro Belum Efektif Satgas Bersiap Untuk Kemungkinan PPKM Darurat

Dalam sepekan terakhir kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus menanjak. Data terakhir pada 14 Juli 2021 jumlah terkonfirmasi harian mencapai 978 kasus dengan angka kematian harian 16 orang.

Dengan kasus harian yang mendekati 1.000 kasus, menurutnya hal ini merupakan bukti bahwa PPKM tidak efektif menahan laju kasus konfirmasi positif Covid-19.

Hal ini, lanjutnya, menjadi dasar Forkompinda Riau dan Kota Pekanbaru mengadakan pertemuan bahas persiapan seandainya pemerintah pusat menetapkan PPKM darurat diberlakukan atau tidak yang akan ditujukan ke kabupaten/kota di Riau.

Menu Olahan Daging Kurban, Ini Rekomendasinya

0

Ncik dan Puan bingung mengolah daging kurban menjadi makanan lezat untuk merayakan Hari Raya Iduladha? Simak 5 rekomendasi Menu Olahan Daging Kurban ala infoPKU.

SATE

Sate

Sate adalah menu khas Indonesia yang bisa diolah dengan daging ayam, daging sapi, maupun daging kambing. Menu ini juga tidak jarang menjadi menu favorit kala hari raya Iduladha.

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging dengan atau tanpa lemak, potong dadu
  • 20 tusuk sate

Bumbu:

  • 250 gram kacang tanah
  • 10 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri
  • 6 sendok makan bawang goreng
  • Gula merah secukupnya
  • Kecap manis secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Pelengkap:

  • Bawang merah secukupnya, iris halus
  • Jeruk nipis secukupnya
  • Cabai rawit secukupnya, rebus dan haluskan

Cara Membuat:

  • Goreng kacang tanah bersama bawang putih dan kemiri hingga matang, kemudian tiriskan minyaknya.
  • Haluskan kacang tanah, gula merah, bawang putih, dan kemiri dengan cara diuleg. Masukkan bawang goreng, kemudian uleg kembali hingga benar-benar halus.
  • Tuangi bumbu kacang dengan air panas mendidih secukupnya dan kecap manis.
  • Urap sate dengan sedikit bumbu kacang yang sudah dibuat, kemudian bakar di atas bara api arang hingga matang
  • Sajikan sate ayam bersama bumbu kacang, bawang merah iris, dan sabai rawit yang dihaluskan.
RENDANG

rendang

Daging rendang salah satu masakan khas Indonesia tepatnya dari Sumatera Barat. Nah, untuk membuat rendang juga tak terbatas dengan daging sapi kok, Ncik dan Puan juga bisa membuatnya dengan daging kambing. Berikut ini resep membuat rendang daging yang empuk.

Bahan-bahan:

  • 1 kilogram daging sapi/kambing
  • 3 butir kelapa, diambil santan kental dan santan encernya
  • 4 lembar daun jeruk
  • 3 batang serai, memarkan
  • 4 butir asam kandis
  • 100ml minyak goreng
  • 5 gram garam bumbu rendang daging sapi/kambing
  • 60 gram bawang merah
  • 50 gram bawang putih
  • 250 gram cabai merah besar
  • 100 gram lengkuas
  • 50 gram kemiri
  • 2 gram cengkeh

Cara Membuat:

  • Haluskan semua bahan bumbu dengan diulek atau diblender
  • Tumis bumbu dengan sedikit minyak goreng hingga wangi
  • Masukkan batang serai, daun jeruk, asam kandis dan garam, aduk rata
  • Tuangi santan dan didihkan, masukkan daging
  • Masak dengan api kecil selama beberapa jam sampai daging empuk dan bumbu kecoklatan sesuai selera.
SEMUR

Semur

Jika rendang menyajikan cita rasa gurih yang pedas, maka masakan semur dengan warna kecoklatan ini memberi rasa gurih dan asam manis karena kentalnya kecap manis dalam bumbu. Berikut ini resep membuat semur.

Bahan-bahan:

  • 250 gram daging sapi bagian has luar, potong-potong
  • 2 buah kentang, potong dadu 4cm
  • ½ buah tomat, potong dadu kecil
  • 3 siung bawang putih
  • 5 butir bawang merah
  • 2 buah cabai merah
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 1 lembar daun salam
  • 1 sendok teh garam
  • ½ sendok teh gula pasir
  • 1 sendok makan gula merah
  • ½ sendok teh merica bubuk
  • ½ sendok teh kayu manis bubuk
  • 5 sendok makan kecap manis
  • 2 sendok makan minyak, untuk menumis
  • 500 ml air

Cara membuat:

  1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam dan jahe hingga harum
  2. Masukkan daging, aduk hingga daging berubah warna
  3. Masukkan kentang, aduk hingga bumbu tercampur rata
  4. Tambahkan air, kecap manis, garam, gula merah, gula pasir, merica, dan kayu manis bubuk, aduk rata
  5. Tambahkan tomat, aduk rata. Masak dengan api kecil hingga daging matang dan empuk
  6. Angkat dan sajikan

SOP DAGING

Sop daging

Membuat sop daging adalah salah satu menu yang paling mudah dan cepat dalam mengolah protein untuk daging sapi maupun daging kambing. Selain lezat, mudah, dan cepat, menu ini juga relatif sehat karena memiliki banyak campuran sayuran didalamnya. Berikut adalah resep membuat sop daging yang lezat.

Bahan-bahan:

  • 1 liter air
  • 300 gram daging lemusir sapi, potong-potong
  • 1 sendok makan mentega
  • 100 gram bawang bombay, iris kasar
  • 1 sendok makan kaldu ayam bubuk
  • ½ cm biji pala, memarkan
  • ½ sendok teh merica bubuk
  • 2 sendok teh garam
  • 1 kaleng kacang merah, tiriskan
  • 100 gram wortel, kupas, potong-potong
  • 1 batang daun bawang, iris kasar

Cara Membuat:

  • Didihkan air, rebus daging dengan api kecil hingga daging lunak
  • Tumis bawang bombay hingga layu, angkat
  • Masukkan ke dalam rebusan daging
  • Tambahkan kaldu ayam, biji pala, merica dan garam
  • Didihkan kembali dengan api kecil
  • Masukkan wortel dan kacang merah
  • Rebus hingga wortel lunak
  • Masukkan daun bawang
  • Angkat dan sajikan hangat
SOTO PADANG
Soto Padang

Olahan menu dengan kuah bening dan kaya rempah ini bisa menjadi pilihan di Hari Raya Iduladha. Kuah bening yang terbuat dari kaldu sapi dengan campuran bumbu rempah di dalamnya. Tak lupa berisi dendeng sapi yang renyah nan empuk, berikut ini resepnya.

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging sapi
  • 2 liter air
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 butir kapulaga
  • 5 butir cengkih
  • 2 bunga lawang/pekak
  • 5 lembar daun jeruk
  • 2-3 sendok teh garam
  • ½ sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh bubuk kari (opsional)
  • 2 batang daun bawang, iris
  • 3 sendok makan minyak, untuk menumis

Bahan Halus:

  • 12 butir bawang merah
  • 7 siung bawang putih
  • 3 cm jahe
  • 1 cm kunyit

Cara Membuat:

  • Rebus daging bersama lengkuas dan garam hingga lunak, kemudian angkat dan tiriskan daging serta saring kaldunya
  • Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Lalu tambahkan serai, daun jeruk, kapulaga, cengkih, dan bunga lawang
  • Tuang sisa air kaldu beserta dagingnya, bumbui dengan garam, gula pasir, bubuk kari, dan merica. Didihkan dengan api kecil, tes rasa sesuai selera, lalu masukkan daun bawang
  • Turiskan daging dan potong pipih, daging boleh digoreng terlebih dahulu, atau bisa langsung disajikan
  • Siapkan mangkuk saji, lalu hidangkan soto beserta pelengkapnya selagi masih panas

Demikianlah 5 rekomendasi Menu Olahan Daging Kurban ala infoPKU, semiga bermanfaat Encik dan Puan.

Angka Positif Corona Riau Tambah 999, Total 81.200 Kasus

Angka Positif Corona Riau Hari Ini (Sabtu, 17/7/2021) bertambah sebanyak 999 kasus, pasien sembuh bertambah 516 kasus, dan 22 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 81.200 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 71.409 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.060 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 6.567 orang isolasi mandiri, serta 2.164 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 99.274 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 195 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.317 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.411 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 351 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.818 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.366 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 408.973 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kebutuhan Oksigen Untuk Pasien COVID-19 di Riau Saat Ini Masih Bisa Terpenuhi Dengan Baik

dr Indra Yovi menyampaikan bahwa kebutuhan oksigen untuk pasien COVID-19 di Provinsi Riau sampai saat ini masih bisa terpenuhi dengan baik.

Hal ini karena di Provinsi Riau ada beberapa perusahaan yang mempunyai fasilitas untuk membuat liquid oksigen. Yang mana ini sangat membantu Satgas COVID-19 dalam menangani kelangkaan oksigen di Riau.

Lebih lanjut ia menyebutkan, jika ada kebutuhan oksigen dari rumah sakit yang sangat sedikit atau menjelang habis tidak datang kebutuhan oksigen yang biasanya disediakan oleh pabrik atau perusahaan penyedia oksigen, maka bisa melapor ke Satgas provinsi ataupun kota.

PPKM Mikro Belum Efektif Satgas Bersiap Untuk Kemungkinan PPKM Darurat

Dalam sepekan terakhir kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus menanjak. Data terakhir pada 14 Juli 2021 jumlah terkonfirmasi harian mencapai 978 kasus dengan angka kematian harian 16 orang.

Dengan kasus harian yang mendekati 1.000 kasus, menurutnya hal ini merupakan bukti bahwa PPKM tidak efektif menahan laju kasus konfirmasi positif Covid-19.

Hal ini, lanjutnya, menjadi dasar Forkompinda Riau dan Kota Pekanbaru mengadakan pertemuan bahas persiapan seandainya pemerintah pusat menetapkan PPKM darurat diberlakukan atau tidak yang akan ditujukan ke kabupaten/kota di Riau.

Angka Positif Covid Riau Tambah 858, Total 80.206 Kasus

Angka Positif Covid Riau Hari Ini (Jumat, 16/7/2021) bertambah sebanyak 858 kasus, pasien sembuh bertambah 389 kasus, dan 19 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 80.206 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 70.893 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.000 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 6.171 orang isolasi mandiri, serta 2.142 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 99.229 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 156 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.315 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.411 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 347 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.809 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.564 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 406.155 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kebutuhan Oksigen Untuk Pasien COVID-19 di Riau Saat Ini Masih Bisa Terpenuhi Dengan Baik

dr Indra Yovi menyampaikan bahwa kebutuhan oksigen untuk pasien COVID-19 di Provinsi Riau sampai saat ini masih bisa terpenuhi dengan baik.

Hal ini karena di Provinsi Riau ada beberapa perusahaan yang mempunyai fasilitas untuk membuat liquid oksigen. Yang mana ini sangat membantu Satgas COVID-19 dalam menangani kelangkaan oksigen di Riau.

Lebih lanjut ia menyebutkan, jika ada kebutuhan oksigen dari rumah sakit yang sangat sedikit atau menjelang habis tidak datang kebutuhan oksigen yang biasanya disediakan oleh pabrik atau perusahaan penyedia oksigen, maka bisa melapor ke Satgas provinsi ataupun kota.

PPKM Mikro Belum Efektif Satgas Bersiap Untuk Kemungkinan PPKM Darurat

Dalam sepekan terakhir kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus menanjak. Data terakhir pada 14 Juli 2021 jumlah terkonfirmasi harian mencapai 978 kasus dengan angka kematian harian 16 orang.

Dengan kasus harian yang mendekati 1.000 kasus, menurutnya hal ini merupakan bukti bahwa PPKM tidak efektif menahan laju kasus konfirmasi positif Covid-19.

Hal ini, lanjutnya, menjadi dasar Forkompinda Riau dan Kota Pekanbaru mengadakan pertemuan bahas persiapan seandainya pemerintah pusat menetapkan PPKM darurat diberlakukan atau tidak yang akan ditujukan ke kabupaten/kota di Riau.

Angka Positif Covid19 Riau Tambah 963, Total 79.353 Kasus

Angka Positif Covid19 Riau Hari Ini (Kamis, 15/7/2021) bertambah sebanyak 963 kasus, pasien sembuh bertambah 364 kasus, dan 23 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 79.353 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 70.506 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 990 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 5.735 orang isolasi mandiri, serta 2.122 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 99.222 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 178 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.288 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.411 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 345 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.850 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.273 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 403.346 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Kebutuhan Oksigen Untuk Pasien COVID-19 di Riau Saat Ini Masih Bisa Terpenuhi Dengan Baik

dr Indra Yovi menyampaikan bahwa kebutuhan oksigen untuk pasien COVID-19 di Provinsi Riau sampai saat ini masih bisa terpenuhi dengan baik.

Hal ini karena di Provinsi Riau ada beberapa perusahaan yang mempunyai fasilitas untuk membuat liquid oksigen. Yang mana ini sangat membantu Satgas COVID-19 dalam menangani kelangkaan oksigen di Riau.

Lebih lanjut ia menyebutkan, jika ada kebutuhan oksigen dari rumah sakit yang sangat sedikit atau menjelang habis tidak datang kebutuhan oksigen yang biasanya disediakan oleh pabrik atau perusahaan penyedia oksigen, maka bisa melapor ke Satgas provinsi ataupun kota.

PPKM Mikro Belum Efektif Satgas Bersiap Untuk Kemungkinan PPKM Darurat

Dalam sepekan terakhir kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus menanjak. Data terakhir pada 14 Juli 2021 jumlah terkonfirmasi harian mencapai 978 kasus dengan angka kematian harian 16 orang.

Dengan kasus harian yang mendekati 1.000 kasus, menurutnya hal ini merupakan bukti bahwa PPKM tidak efektif menahan laju kasus konfirmasi positif Covid-19.

Hal ini, lanjutnya, menjadi dasar Forkompinda Riau dan Kota Pekanbaru mengadakan pertemuan bahas persiapan seandainya pemerintah pusat menetapkan PPKM darurat diberlakukan atau tidak yang akan ditujukan ke kabupaten/kota di Riau.

Angka Positif Covid-19 Riau Tambah 978, Total 78.392 Kasus

Angka Positif Covid-19 Riau Hari Ini (Rabu, 14/7/2021) bertambah sebanyak 978 kasus, pasien sembuh bertambah 471 kasus, dan 16 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 78.392 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 70.143 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 931 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 5.219 orang isolasi mandiri, serta 2.099 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 98.823 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 184 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 93.694 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.601 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 344 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.090 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.612 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 400.496 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Penumpang Pesawat ke Pekanbaru Wajib Perlihatkan PCR Negatif dan Bukti Vaksin 

Pemeriksaan hasil negatif swab PCR Covid-19 dan bukti telah divaksin minimal dosis pertama bagi penumpang yang ingin masuk ke Pekanbaru melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru telah diberlakukan.

Pemberlakuan aturan ini dimulai sejak Surat Edaran (SE) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diterbitkan, yang mana SE ini berlaku efektif mulai tanggal 3 Juli 2021.

Perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SSK II Pekanbaru Hannif menyebutkan bahwa sejak terbitnya SE Nomor 14 Tahun 2021, pihaknya sudah melaksanakan pemeriksaan kepada penumpang yang datang ke Pekanbaru.

“Mulai dari memperlihatkan tes swab negatif PCR dan bukti telah divaksin minimal dosis pertama,” ujarnya saat mengikuti Rapat Koordinasi Terkait Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Sebagai informasi, di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru telah membuka tempat vaksinasi Covid-19 yang beroperasi setiap hari.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Positif Covid-19 Riau Tambah 610, Total Kasus Capai 77.421

Positif Covid-19 Riau Hari Ini (Selasa, 13/7/2021) bertambah sebanyak 610 kasus, pasien sembuh bertambah 451 kasus, dan 11 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 77.421 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 69.675 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 858 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.805 orang isolasi mandiri, serta 2.083 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Sebaran Pasien Meninggal

Dari 11 pasien meninggal tersebut 1 orang merupakan warga Kabupaten Bengkalis, 1 orang dari Kampar, 1 dari Kuantan Singingi, 1 orang dari Kepulauan Meranti, 4 orang dari Pekanbaru, 2 dari Pelalawan, dan 1 dari Kabupaten Rokan Hilir.

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 98.772 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 163 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 93.666 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.601 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 342 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.639 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.572 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 397.406 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Penumpang Pesawat ke Pekanbaru Wajib Perlihatkan PCR Negatif dan Bukti Vaksin 

Pemeriksaan hasil negatif swab PCR Covid-19 dan bukti telah divaksin minimal dosis pertama bagi penumpang yang ingin masuk ke Pekanbaru melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru telah diberlakukan.

Pemberlakuan aturan ini dimulai sejak Surat Edaran (SE) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diterbitkan, yang mana SE ini berlaku efektif mulai tanggal 3 Juli 2021.

Perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SSK II Pekanbaru Hannif menyebutkan bahwa sejak terbitnya SE Nomor 14 Tahun 2021, pihaknya sudah melaksanakan pemeriksaan kepada penumpang yang datang ke Pekanbaru.

“Mulai dari memperlihatkan tes swab negatif PCR dan bukti telah divaksin minimal dosis pertama,” ujarnya saat mengikuti Rapat Koordinasi Terkait Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Sebagai informasi, di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru telah membuka tempat vaksinasi Covid-19 yang beroperasi setiap hari.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Positif Covid19 Riau Tambah 559, Total Kasus Capai 76.832

Positif Covid19 Riau Hari Ini (Senin, 12/7/2021) bertambah sebanyak 559 kasus, pasien sembuh bertambah 496 kasus, dan 17 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau dari 76.273 kasus menjadi 76.832 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 69.224 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 882 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.654 orang isolasi mandiri, serta 2.072 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 98.745 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 161 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 93.642 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.601 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 341 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.003 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.814 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 395.767 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Penumpang Pesawat ke Pekanbaru Wajib Perlihatkan PCR Negatif dan Bukti Vaksin 

Pemeriksaan hasil negatif swab PCR Covid-19 dan bukti telah divaksin minimal dosis pertama bagi penumpang yang ingin masuk ke Pekanbaru melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru telah diberlakukan.

Pemberlakuan aturan ini dimulai sejak Surat Edaran (SE) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diterbitkan, yang mana SE ini berlaku efektif mulai tanggal 3 Juli 2021.

Perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SSK II Pekanbaru Hannif menyebutkan bahwa sejak terbitnya SE Nomor 14 Tahun 2021, pihaknya sudah melaksanakan pemeriksaan kepada penumpang yang datang ke Pekanbaru.

“Mulai dari memperlihatkan tes swab negatif PCR dan bukti telah divaksin minimal dosis pertama,” ujarnya saat mengikuti Rapat Koordinasi Terkait Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Sebagai informasi, di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru telah membuka tempat vaksinasi Covid-19 yang beroperasi setiap hari.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Usia 18-40 Tahun Dominan Terkonfirmasi Positif COVID-19

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau hingga Senin (12/7/21), didominasi usia 18-40 tahun. Yang mana hingga kini telah tercatat 35.220 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dari kelompok umur 18-40 tahun tersebut. Kemudian disusul kelompok umur 40-60 tahun sebanyak 24.070 orang atau 31,3 persen.

Sementara kelompok umur yang paling sedikit terkonfirmasi positif COVID-19 adalah usia 1-5 tahun, hingga kini baru terkonfirmasi sebanyak 2.669 orang atau 3,5 persen.

12 Balita di Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Angka kasus kematian akibat Covid-19 pada Bayi di bawah Lima Tahun (Balita) di Provinsi Riau masih tinggi. Hingga saat ini tercatat sudah ada 12 Balita di Riau yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Balita memang memiliki imun yang rendah, sehingga mereka rawan terpapar Covid-19 dan akan sulit ditolong jika balita tersebut memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Angka kematian Balita akibat Covid-19 di Riau lebih tinggi jika dibandingkan kelompok anak-anak usia 5-18 tahun yang hanya ada 2 kasus.

Kasus kematian akibat Covid-19 paling tinggi ditemukan pada kelompok usia antara 40 sampai 60 tahun yang mencapai 1.034 orang.

Kemudian kelompok usia di atas 60 tahun juga rawan. Sejauh ini sudah ada 811 kasus kematian akibat Covid-19 yang terjadi pada kelompok usia di atas 60 tahun.

Sedangkan untuk kelompok usia 18-40 tahun ada 181 kasus, hingga saat ini total angka kematian akibat Covid-19 di Riau mencapai 2.040 kasus.