Home Blog Page 136

Perkembangan Covid19 di Riau: Tambah 2.096 Kasus, Total 93.913 Kasus

Perkembangan Covid19 di Riau Hari Ini (Kamis, 29/7/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun perkembangan Covid19 di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 2.096 kasus, pasien sembuh bertambah 606 kasus, dan 25 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 93.913 kasus.

Dari perkembangan Covid19 di Riau Hari Ini, sebanyak 79.871 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.259 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 10.282 orang isolasi mandiri, serta 2.501 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 100.767 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 342 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 96.559 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.495 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 371 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 7.727 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 6.060 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 448.264 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akab stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Perkembangan Covid-19 di Riau: Tambah 1.276 Kasus, Total 91.857 Kasus

Perkembangan Covid-19 di Riau Hari Ini (Rabu, 28/7/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun perkembangan Covid-19 di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.276 kasus, pasien sembuh bertambah 927 kasus, dan 23 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 91.857 kasus.

Dari perkembangan Covid-19 di Riau Hari Ini, sebanyak 79.265 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.200 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 8.916 orang isolasi mandiri, serta 2.476 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 100.642 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 319 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 96.306 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.648 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 369 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.536 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 3.100 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 440.537 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akab stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Info Covid19 di Riau: Tambah 1.428 Kasus, Total 90.582 Kasus

Info Covid19 di Riau Hari Ini (Selasa, 26/7/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun info Covid19 di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.428 kasus, pasien sembuh bertambah 662 kasus, dan 35 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 90.582 kasus.

Dari info Covid19 di Riau Hari Ini, sebanyak 78.341 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.142 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 8.646 orang isolasi mandiri, serta 2.453 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 100.582 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 296 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 96.271 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.648 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 367 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.504 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 3.112 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 431.847 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

COVID-19 Meningkat di Riau, Ini Analisa Ahli Epidemiologi 

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Riau mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab kenaikan kasus positif COVID-19 tersebut.

Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif COVID-19 di Riau belakangan ini adalah imbas meningkatnya kasus di Pulau Jawa. Karena sebelumnya, mobilitas masyarakat Riau ke Jawa cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga mulai kendor, karena itu PPKM level 4 di Pekanbaru harus didukung. Hal tersebut agar rantai penularan COVID-19 bisa segera diputus.

“Kami juga mendorong upaya pemerintah daerah agar isolasi mandiri di rumah bisa dikurangi dengan memperbanyak tempat isolasi bagi penderita tidak bergejala dan gejala ringan,” katanya.

Ada Dua Upaya Kontrol Pandemi COVID-19

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Selasa (27/7/2021), menyebutkan ada dua hal upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol Pandemi COVID-19.

Adapun dua hal tersebut antara lain:

  • kepatuhan terhadap melakukan protokol kesehatan (prokes) dengan baik seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • kemampuan untuk melakukan vaksinasi, baik dari kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19 ataupun kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sehingga mencapai 70 persen dari seluruh populasi masyarakat khususnya di Provinsi Riau.
Soal Vaksin, Daerah Diminta Bersabar

dr Indra Yovi meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar terkait ketersediaan vaksin. Pasalnya, hingga kini vaksin masih dalam pengiriman pemerintah pusat.

Hal ini dikatakannya menanggapi permintaan akab stok vaksin sinovac yang tidak mencukupi untuk kebutuhan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di daerah.

“Kami meminta agar daerah untuk bersabar, karena vaksinnya masih dalam proses pengiriman ke Provinsi Riau,” paparnya, Selasa (27/7/21) di Gedung Daerah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Info Corona di Riau: Tambah 1.137 Kasus, Total 89.155 Kasus

Info Corona di Riau Hari Ini (Senin, 26/7/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun info Corona di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.137 kasus, pasien sembuh bertambah 810 kasus, dan 32 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 89.155 kasus.

Dari info Corona di Riau Hari Ini, sebanyak 77.683 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.110 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 7.944 orang isolasi mandiri, serta 2.418 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 100.427 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 290 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 96.221 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.556 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 360 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.504 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 3.112 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 431.847 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Instruksi Pusat, Pekanbaru Berlakukan PPKM Level IV

Pekanbaru bersama 43 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Senin (26/7/2021) mendatang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Info Covid-19 di Riau: Tambah 1.032 Kasus, Total 88.019 Kasus

Info Covid-19 di Riau Hari Ini (Minggu, 25/7/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, selain itu angka kasus kematian juga mencetak rekor penambahan. Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Sementara itu, Sabtu (24/7/2021) kemarin, angka penambahan Covid-19 di Riau mencetak rekor terbanyak, yakni di angka 1.215 kasus.

Adapun info Covid-19 di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.032 kasus, pasien sembuh bertambah 925 kasus, dan 37 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 88.019 kasus.

Dari info Covid-19 di Riau Hari Ini, sebanyak 76.875 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.072 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 7.686 orang isolasi mandiri, serta 2.386 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 100.203 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 267 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 96.121 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.456 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 359 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.949 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.687 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 428.343 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Instruksi Pusat, Pekanbaru Berlakukan PPKM Level IV

Pekanbaru bersama 43 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Senin (26/7/2021) mendatang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Covid-19 di Riau: Tambah 1.215 Kasus, Total 86.991 Kasus

Update Covid-19 di Riau Hari Ini (Sabtu, 24/7/2021) kembali bertambah lebih dari seribu kasus per hari, selain itu angka kasus kematian juga mencetak rekor penambahan. Provinsi Riau kini memasuki fase membahayakan dalam penyebaran Virus Corona.

Adapun Update Covid-19 di Riau hari ini, kasus positif bertambah sebanyak 1.215 kasus, pasien sembuh bertambah 971 kasus, dan 34 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 86.991 kasus.

Dari update Covid-19 di Riau Hari Ini, sebanyak 75.953 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.103 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 7.586 orang isolasi mandiri, serta 2.349 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 100.159 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 278 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 96.068 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.456 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 357 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.205 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.760 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 425.394 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Instruksi Pusat, Pekanbaru Berlakukan PPKM Level IV

Pekanbaru bersama 43 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Senin (26/7/2021) mendatang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Covid19 di Riau: Tambah 1000an Kasus, Total 85.778 Kasus

Update Covid19 di Riau Hari Ini (Jumat, 23/7/2021) bertambah sebanyak 1008 kasus, pasien sembuh bertambah 600 kasus, dan 21 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau dari 84.770 kasus menjadi 85.778 kasus.

Dari update Covid19 di Riau Hari Ini, sebanyak 74.984 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.085 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 7.394 orang isolasi mandiri, serta 2.315 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 100.031 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 262 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.945 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.469 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 355 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.678 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.337 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 422.189 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

Instruksi Pusat, Pekanbaru Berlakukan PPKM Level IV

Pekanbaru bersama 43 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Senin (26/7/2021) mendatang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Covid di Riau: Tambah 769, Total 84.770 Kasus

Update Covid di Riau Hari Ini (Kamis, 22/7/2021) bertambah sebanyak 769 kasus, pasien sembuh bertambah 784 kasus, dan 27 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau dari 84.001 kasus menjadi 84.770 kasus.

Dari update Covid Riau Hari Ini, sebanyak 74.386 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.134 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 6.956 orang isolasi mandiri, serta 2.294 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 99.897 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 231 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.817 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.495 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 354 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.893 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.694 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 419.511 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru, karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

14 Anak di Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Angka kematian anak-anak akibat Covid-19 hingga saat ini sudah 14 anak yang meninggal dunia. Sebanyak 12 di antaranya adalah anak-anak di bawah usia lima tahun (balita).

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Provinsi Riau, Citra Cesilia mengingatkan orang tua agar tidak menganggap sepele kasus Covid-19 pada anak.

Sebab banyak orang tua yang menganggap gejala ringan akibat Covid-19 yang dialami oleh si anak sebagai hal yang biasa. Sehingga anak tidak segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Setelah kita telusuri dari 14 anak yang meninggal dunia ini ternyata tidak sampai lima hari dirawat di rumah sakit. Mereka ini datang sudah dalam kondisi berat, kemudian dilakukan swab dihari itu, besoknya pasien meninggal, dua atau tiga hari kemudian baru keluar hasil swabnya ternyata positif. Artinya, disini ada keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit, ” katanya.

Positif Covid di Riau Tambah 453, Total 84.001 Kasus

Positif Covid di Riau Hari Ini (Rabu, 21/7/2021) bertambah sebanyak 453 kasus, pasien sembuh bertambah 318 kasus, dan 26 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 84.001 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 73.604 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.102 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 7.028 orang isolasi mandiri, serta 2.267 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 99.714 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 209 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.578 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.575 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 352 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.386 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.177 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 416.232 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

14 Anak di Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Angka kematian anak-anak akibat Covid-19 hingga saat ini sudah 14 anak yang meninggal dunia. Sebanyak 12 di antaranya adalah anak-anak di bawah usia lima tahun (balita).

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Provinsi Riau, Citra Cesilia mengingatkan orang tua agar tidak menganggap sepele kasus Covid-19 pada anak.

Sebab banyak orang tua yang menganggap gejala ringan akibat Covid-19 yang dialami oleh si anak sebagai hal yang biasa. Sehingga anak tidak segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Setelah kita telusuri dari 14 anak yang meninggal dunia ini ternyata tidak sampai lima hari dirawat di rumah sakit. Mereka ini datang sudah dalam kondisi berat, kemudian dilakukan swab dihari itu, besoknya pasien meninggal, dua atau tiga hari kemudian baru keluar hasil swabnya ternyata positif. Artinya, disini ada keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit, ” katanya.

Positif Covid-19 di Riau Tambah 843, Total 83.554 Kasus

Positif Covid-19 di Riau Hari Ini (Selasa, 20/7/2021) bertambah sebanyak 843 kasus, pasien sembuh bertambah 737 kasus, dan 22 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 83.554 kasus.

Dari jumlah Pasien Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 73.287 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.152 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 6.874 orang isolasi mandiri, serta 2.219 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 99.349 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 195 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 95.391 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.411 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 352 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.511 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.206 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 416.232 sampel.

Tren Kasus Positif COVID-19 di Riau Melonjak, Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Displin Prokes

Tren kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Atas kondisi itu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih hati-hati dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan (Prokes), karena dikhawatirkan di Riau ada varian Delta.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Riau dalam beberapa hari di atas 500 kasus perhari. Padahal sebelumnya kasus di Riau di angka 200-300 orang perhari.

Peningkatan kasus dikhawatirkan ada penyebaran varian baru. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada dan tetap mematuhi Prokes.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Wagubri Lepas 60 Ambulans Jemput Pasien Covid 19 yang Isolasi Mandiri di Pekanbaru 

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melepaskan 60 ambulans untuk menjemput pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang akan dipindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wagubri menerangkan, ambulans ini akan disebarkan di seluruh wilayah Pekanbaru untuk menjemput pasien COVID-19.

Adapun para petugas yang menjemput telah diinformasikan berapa jumlah pasien yang dijemput, serta alamat dari masing-masing pasien COVID-19 tersebut. Sehingga para petugas dapat langsung menjalankan tugas dan kewajibannya.

Petugas Medis Diminta Sering Pantau Kondisi Pasien Isolasi Mandiri

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus terus mendapatkan perhatian dari tim medis. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi adanya pasien isoman yang meninggal dunia di rumah karena tiba-tiba mengalami gejala dan perburukan kondisi.

Untuk itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta agar Puskesmas ataupun institusi kesehatan yang bertugas memantau pasien-pasien isoman, yang juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu mengevaluasi dan memantau kondisi pasien isoman.

Sehingga apabila pasien isoman mengalami perburukan kondisi klinis dapat segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, kasus kematian pasien Covid-19 yang isoman di rumah dapat dicegah.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

14 Anak di Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Angka kematian anak-anak akibat Covid-19 hingga saat ini sudah 14 anak yang meninggal dunia. Sebanyak 12 di antaranya adalah anak-anak di bawah usia lima tahun (balita).

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Provinsi Riau, Citra Cesilia mengingatkan orang tua agar tidak menganggap sepele kasus Covid-19 pada anak.

Sebab banyak orang tua yang menganggap gejala ringan akibat Covid-19 yang dialami oleh si anak sebagai hal yang biasa. Sehingga anak tidak segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Setelah kita telusuri dari 14 anak yang meninggal dunia ini ternyata tidak sampai lima hari dirawat di rumah sakit. Mereka ini datang sudah dalam kondisi berat, kemudian dilakukan swab dihari itu, besoknya pasien meninggal, dua atau tiga hari kemudian baru keluar hasil swabnya ternyata positif. Artinya, disini ada keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit, ” katanya.