Mengenal Gagal Ginjal Akut Pada Anak

74
Mengenal Gagal Ginjal Akut

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan kasus gagal ginjal pada anak, melalui tulisan ini yuk kita mengenal gagal ginjal akut pada anak.

Mengenal Gagal Ginjal Akut

Kasus gagal ginjal akut pada anak ini menyebabkan kepanikan bagi semua orang tua. Mungkin kondisi gagal ginjal akut pada anak ini belum terlalu familiar bagi masyarakat kita.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa sih gagal ginjal? Kenapa itu bisa terjadi? Penyebabnya apa? Berikut penjelasannya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, kasus gagal ginjal akut di Indonesia bukan disebabkan infeksi COVID-19 dan vaksinasi. Hal itu diketahui usai Kemenkes melakukan penelitian pada September lalu.

Akan tetapi masyarakat juga diminati untuk tetap waspada, sehingga kondisi ini tidak semakin meningkat.

Usia Terkena Gagal Ginjal Pada Anak

Dikutip dari website resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id, gagal ginjal akut diketahui menyerang anak dengan di rentang usia 6 bulan-18 tahun. Paling banyak terjadi pada usia balita. Namun, kasus ini lebih didominasi oleh kelompok anak usia 1-5 tahun.

Ciri-ciri Gagal Ginjal Akut

Perlu dipahami, gagal ginjal ini memiliki gejala awal berupa:

  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Demam selama 3-5 hari
  • Batuk
  • Pilek
  • Sering mengantuk
  • Volume urine semakin sedikit atau berkurang
  • Tidak bisa buang air kecil sama sekali
  • Urine berwarna pekat atau kecoklatan
  • Tidak buang air kecil (urine) selama 6-8 jam pada siang hari

Jika anak Encik dan Puan sudah mengalami hal seperti itu, maka disarankan untuk harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

Orang tua diminta lebih waspada dengan aktif melakukan pemantauan tanda bahaya umum serta pemantauan jumlah dan warna urine (pekat atau kecoklatan) di rumah.

Di samping itu, orang tua juga diminati untuk memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup dengan minum air.

Gejala Awal Gagal Ginjal Akut

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI Eka Laksmi Hidayati mengatakan gejala gagal ginjal akut pada anak diawali dengan infeksi, seperti batuk-pilek.

Setelah tiga-lima hari, volume urine pada anak berkurang drastis bahkan tidak buang air kecil sama sekali. Eka menjelaskan, kondisi ini menandakan adanya perburukan pada ginjal. Sehingga harus segera ditangani dokter.

Adapun gejala awal yang muncul di antaranya yaitu:

  • SPA (infeksi saluran pernapasan akut): 18,4%
  • Infeksi saluran cerna: 44,1%
  • Demam: 30,3%
  • Kemudian dilanjutkan dengan gejala gangguan ginjal akut (AKI), seperti: Oliguria (penurunan urine): 24,3%, dan Anuria (tidak ada urine): 69,1%.
Penyebab terjadinya gagal ginjal akut

Ketika organ vital ini mengalami penurunan fungsi secara signifikan atau sama sekali tidak berfungsi, maka gagal ginjal pada anak bisa terjadi. Gagal ginjal bisa bersifat akut atau terjadi secara mendadak. Yang disebabkan oleh infeksi, cedera, gagal jantung, keracunan, atau konsumsi obat berlebihan.

Tidak hanya itu, kasus gagal ginjal kronis pada anak penyebabnya bisa karena gagal ginjal akut yang kondisinya tidak kunjung membaik, kelainan bawaan, atau penyakit ginjal kronis.

Cara Mencegah Terjadinya Gagal Ginjal

Mengingat penyakit ini berbahaya bagi anak bahkan sampai gagal ginjal, para orang tua diminta untuk melakukan langkah pencegahan. Adapun beberapa langkah tersebut adalah dengan mengupayakan pencegahan sedini mungkin.

Berikut beberapa langkahnya, yaitu:

  • Memastikan anak cukup minum
    Pastikan anak kamu tidak kekurangan air atau dehidrasi, sehingga kebutuhan minumnya tetap terjaganya
  • Membatasi garam dan natrium
    Bila perlu kurangi anak-anak mengonsumsi penyedap, karena dikhawatirkan akan berdampak buruk pada ginjal anak.
  • Mengurangi konsumsi gula pada anak
    Sejak dini jangan biasakan anak-anak untuk mengonsumsi makanan terlalu manis, karena kalau terlalu manis dikhawatirkan akan beresiko diabetes.
  • Menjaga berat badan anak tetap ideal
    Berat badan berlebihan juga sangat tidak dianjurkan, karena dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi kesehatan anak.
  • Memberikan obat secara rasional
    Pastikan kamu memberikan anak obat sesuai anjuran dokter dan baca petunjuk dokter dengan baik sebelum memberikan obat tersebut.
  • Rutin cek kesehatan anak
    Poin ini merupakan salah satu hal yang penting bagi anak, jadi pastikan anak kamu melakukan cek kesehatan secara rutin. Sebab jika ada keluhan bisa langsung bertanya pada dokter ahli.