Layanan BSI Eror Bikin Hilang Kepercayaan Nasabah

94
Layanan BSI Eror

Sejak Senin (8/5/2023) pagi, layanan Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalami eror hingga Kamis (11/5/2023). Hal ini disinyalir bisa membuat hilang kepercayaan nasabahnya.

Hal ini sendiri dialami oleh penulis sebagai salah satu nasabah BSI khususnya di Pekanbaru. Dimana saat akan melakukan transaksi, penulis mengalami kegagalan.

Sempat Dianggap Tidak Mengganggu

Ketika untuk melakukan transaksi di ATM namun statusnya sedang offline, yang merupakan hal biasa terjadi pada ATM perbankan ini. Para nasabah menganggapnya sebagai hal yang wajar dan berharap bisa kembali melakukan transaksi.

Awalnya nasabah tidak menggangap ini sebagai hal yang menggangu karena bisa melakukan tarik tunai melalui ATM bank lain, namun nyatanya juga tidak bisa digunakan.

Akan tetapi di hari yang sama (Senin, 8 Mei 2023, red) ternyata terjadi gangguan aplikasi Mobile Banking BSI yang tidak bisa digunakan sama sekali. Bahkan untuk membuka aplikasi mobile pun tidak bisa dilakukan.

Nasabah Khawatir

Kejadian yang berlangsung lebih dari 24 jam ini, mulai membuat nasabah BSI khawatir dengan dana yang disimpan pada Bank yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Salah satu nasabah BSI yang diwawancarai, Hesti, menyebutkan bahwa ia memiliki kekhawatiran sehingga memilih untuk mencari bank lain untuk menyimpan dana. Ia mengungkapkan bahwa seluruh anggota keluarganya menggunakan BSI. Jadi ketika layanan BSI eror ini terjadi, pihaknya sempat khawatir juga.

“Karena kerusakannya lama sekali ditangani sudah hampir dua hari, tapi syukurnya beberapa ATM bisa digunakan,” ujar Hesti.

Meski demikian ia menyangkan erornya layanan BSI ini, karena pada waktu itu ia memiliki pembayaran yang mendesak tidak terjadi keterlambatan bayar. Hal ini sendiri diakuinya sangat merugikan.

“Memang setelah ini normal, tapi kita mempertimbangkan untuk memilih perbankan lain,” ungkap Hesti.

Masih Belum Normal

Sejak informasi ini dirilis, pihak BSI belum bisa memastikan kapan layanan BSI bisa digunakan secara normal. Dengan demikian sudah memasuki hari keempat layanan perbankan tidak bisa diakses nasabah.

BSI sendiri lahir sejak kurang lebih dua tahun lalu, sebagai gabungan dari beberapa Bank BUMN seperti BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, serta BRI Syariah. Berkembangnya ekonomi halal yang ada di Indonesia dilihat pemerintah sebagai peluang untuk mengembangkan usaha yang memang terlihat memiliki andil pada industri ekonomi halal.

Terkena Serangan Siber

Layanan BSI yang error selama berhari-hari dan tidak sepenuhnya pulih, membuat Menteri BUMN Erick Thohir angkat bicara, Rabu (10/5/2023). Ia pada akhirnya mengakui adanya serangan siber terhadap sistem BSI yang membuat layanan bank syariah berpelat merah tersebut eror.

Meski demikian, Erick tidak menjelaskan secara rinci terkait serangan apa yang dialami sistem BSI. Akan tetapi ia hanya menekankan, jika ada laporan kepadanya mengenai layanan BSI yang terganggu akibat serangan siber.

Di lain pihak, Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangan resminya, Rabu (10/5/2023), mengatakan bahwa akan melakukan penelusuran terkait serangan siber pada BSI tersebut. Menurutnya perlu adanya bukti melalui audit dan digital forensik.

Ia juga menegaskan komitmen BSI sebagai institusi perbankan milik BUMN untuk terus memperkuat pertahanan serta keamanan siber. Hal tersebut terutama demi kepentingan para nasabah BSI.