Komunitas CtC Pekanbaru Bersihkan Sampah Sisa Malam Tahun Baru

88
Komunitas CtC Pekanbaru

Malam tahun baru menyisakan masalah klasik di pagi harinya, yakni sampah. Namun dengan kehadiran komunitas CtC Pekanbaru, masalah tersebut teratasi.

Komunitas Clean the City (CtC) Pekanbaru ini didukung oleh Humanity First Indonesia. Mereka mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan melalui hal sederhana, dengan membuang sampah pada tempatnya.

Adapun komunitas CtC Pekanbaru selalu turut berpartisipasi dalam pembersihan Kota Pekanbaru dari sampah.

Salah satunya, usai perayaan tahun baru 2020 yang membuat sejumlah daerah di Pekanbaru dipenuhi sampah.

Sama seperti seperti halnya tahun lalu, komunitas CtC Pekanbaru juga membersihkan sampah di daerah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang Pekanbaru.

Memasuki tahun kelima berdirinya, komunitas CtC juga selalu mengambil peran dalam kegiatan cinta lingkungan lainnya.

Mereka memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan.

Koordinator acara bersih-bersih awal tahun, Sahuddin menjelaskan bahwa bersih awal tahun kali ini mengusung tema #Awalidengankebersihan.

Hal ini, ungkapnya, sebagai salah satu upaya untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.

“Harapan kami dengan hadirnya secara konsisten kegiatan bersih-bersih kota, tertanam dalam dalam diri masyarakat kita bahwa budaya bersih adalah bagian dari bangsa Indonesia dan semangat gotong royong masih tertanam dalam diri masyarakat,” ujarnya, Rabu (01/01/2020).

Sahuddin menambahkan, terjadi peningkatan daerah bersih-bersih yang diselenggarakan oleh CtC, dari 60 lokasi se-Indonesia pada tahun 2019 lalu menjadi 72 titik pada tahun ini.

Selain itu, juga terjadi peningkatan dari anggota yang bergabung dalam CtC. Hal tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat mulai tumbuh untuk menjaga lingkungan.

Ia juga memaparkan, komunitas ini juga aktif dalam menggalakkan kampanye peduli lingkungan di pusat keramaian atau kegiatan perayaan dengan alat peraga yang menarik perhatian.

“10 sampai 20 orang komunitas yang turun dalam kampanye peduli lingkungan, tujuannya mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, paling tidak mengurangi volume sampah yang berserakan,” ungkapnya.

Sahuddin juga mengatakan, anggota yang berpartisipasi dalam CtC tidak hanya dari Pekanbaru saja, namun juga berasal dari berbagai daerah di Riau seperti Indragiri Hulu (Inhu).

“Pada pagi tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya, akan hadir ribuan relawan, berbagai komunitas untuk membantu para petugas kebersihan membersihkan sampah perayaan pergantian tahun,” tutupnya.