Tanggung Jawab Pemko Untuk Transmetro Pekanbaru

156
Bus Transmetro Pekanbaru

Transmetro Pekanbaru (TMP) dikenal sebagai moda transportasi umum kebanggaan masyarakat Kota Pekanbaru. Armada bus yang dinilai sangat nyaman dan juga prestige sebagai angkutan kota terbaik yang pernah ada.

Namun, belakangan ada banyak sekali permasalahan yang seolah sangat rumit untuk diselesaikan terkait dengan pengelolaan Transmetro Pekanbaru. Tidak hanya satu kali dua kali, masalah pembayaran gaji para sopir terus berulang terjadi.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berdalih bahwa kepengurusan armada-armada TMP sulit diwujudkan karena ketidak adanya anggaran.

Para supir TMP yang beberapa waktu lalu melakukan mogok kerja, sempat diminta Wali Kota (Wako) Pekanbaru Firdaus untuk tetap mengutamakan pelayanan.

“Apapun yang terjadi pelayanan tetap nomor satu,” ungkap Firdaus selaku Wali Kota Pekanbaru, Selasa (31/12).

Wako Pekanbaru dan jajarannya terkesan tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Bagaimana mungkin para sopir tetap harus melakukan pelayanan kepada masyarakat, jika Pemerintah Kota Pekanbaru tidak mampu mensejahterakan pekerja dan menjadikan TMP sebagai angkutan nomor satu di Pekanbaru.

Kehadiran TMP sendiri bahkan tidak mampu mengurangi tingginya animoo masyarakat yang tetap memilih kendaraan pribadi sebagai alat transportasi. Kemacetan yang terjadi di setiap sudut Kota Pekanbaru belakangan dinilai sebagai hal yang wajar dan biasa.

Ini tidak hanya masalah satu pihak, muncul peniliain bahwa jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru telah gagal dalam melakukan branding terkait dengan angkutan umum yang lebih nyaman digunakan.

Pemerintah Kota Pekanbaru perlu memikirkan cara bagaimana agar Trans Metro Pekanbaru menjadi angkutan umum tercepat, dengan memberikan “perlakuan khusus”.

Salah satunya seperti membangun kembali jalan yang memang hanya bisa dilalui trans metro Pekanbaru. Sehingga saat terjadi kemacetan, transmetro tidak terkena dampak seperti saat ini yang sering terjadi.