Datok Tabano Diusulkan Sebagai Nama Tol Pekanbaru-Bangkinang-Pangkalan

87
Datok Tabano Diusulkan

Datok Tabano diusulkan sebagai nama Tol Pekanbaru-Bangkinang-Pangkalan. Hal ini dikatakan oleh budayawan Riau, Prof Yusmar Yusuf pada wawancara dengan Riaupos.

Mengenal Tol Pekanbaru-Bangkinang-Pangkalan

Encik dan Puan, tidak lama ini tol Pekanbaru-Bangkinang-Pangkalan baru saja dibuka untuk umum. Tol ini dapat memudahkan Encik dan Puan dalam berpergian antara Pekanbaru ke Bangkinang dan Pangkalan. Saat ini Tol Pekanbaru-Bangkinang-Pangkalan belum memiliki nama resminya.

Yusmar menyarankan sebaiknya nama Tol Pekanbaru-Bangkinang-Pangkalan menggunakan nama yang indah. Serta menggunakan nama tokoh lokal dan gagah pada era konolial. Maka, Datok Tabano diusulkan sebagai nama Tol Pekanbaru-Bangkinang-Pangkalan.

Bukan Sembarang Tokoh

Alasan Guru Besar Sosiologi (Malay Studies) FISIP UNRI ini mengusulkan nama Datok tabano bukan sembarangan. Pasalnya Datok Tabano merupakan tokoh besar adat Limo Koto. Ia merupakan Datuk Tuo dari Suku Melayu, Dubalang, Panglima, dan juga Ulama. Ia lahir pada tahun 1860 dan wafat pada usia 40 tahun di tahun 1900.

Yusmar juga menyarankan untuk membiasakan memberi nama-nama tokoh besar dalam sejarah tempatan. Yang mana hal tersebut bukanlah suatu hal yang aneh untuk sebuah nama tol. Ia menyontohkan nama Tol Prof Sedyatmo yang merupakan penemu teknologi cakar ayam untuk ruas tol Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Sama halnya dengan nama ruas tol elevated Jakarta-Cikampek yaitu menggunakan nama Pangeran Mohammed bin Zayed (MBZ/Uni Emirat Arab). Kemudian Jakarta Barat juga akan mengusulkan nama Ali Sadikin untuk ruas Tol Bandung arah Garut hingga Tasik.

Pesan Budayawan

Yusmar juga berpesan kepada pihak yang berwenang untuk menghindari menggunakan nama hasil penggabungan antar dua nama kota yang saling terhubung. Seperti singkatan Pekbang (Pekanbaru-Bangkinang), Penang (Pekanbaru-Pangkalan), atau Banglan (Bangkinang-Pangkalan).

Hal tersebut, ungkapnya, dikarenakan Bangkinang-Pangkalan merupakan wilayah akhir dari Riau (Kecamatan XIII Koto Kampar). Maka Riau berhak memberi nama ruas tol ini Datuk Tabano Toll Road.

“Kalau pun jadi nanti ruas Pangkalan-Payakumbuh (dalam wilayah Sumbar, red), itu hal mereka memberi nama ruas itu,” tutup Guru Besar Sosiologi (Malay Studies) FISIP UNRI itu.