Teknologi Modifikasi Cuaca Riau Belum Bisa Dilakukan

0
233
Teknologi Modifikasi Cuaca Riau

Kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di Provinsi Riau lanjutan masih belum dapat dilakukan hingga saat ini.

Tunggu Dukungan Armada TNI

Padahal, awalnya TMC di Riau selanjutnya mulai dilaksanakan pada Bulan Agustus ini, namun sampai sekarang masih belum dilaksanakan.

Hal tersebut karena tim TMC Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sampai saat ini tengah menunggu dukungan armada pesawat dari TNI. Dimana sudah ditunggu sejak Juli lalu.

Sementara itu pesawat yang biasanya digunakan untuk Teknologi Modifikasi Cuaca di Riau atau operasi hujan buatan adalah pesawat dengan jenis Casa 212 TNI AU.

Saat Transisi Musim Hujan dan Kemarau

Mengingat saat ini sudah memasuki transisi musim hujan ke kemarau, maka TMC di Riau perlu dilakukan. TMC tersebut dinilai tidak efektif dilaksanakan jika pada puncak kemarau.

Hingga saat ini, operasi TMC di Riau sudah dilaksanakan selama dua kali, yaitu:

  • 11 hari kegiatan mulai tanggal 17 Mei – 27 Mei 2023
  • 12 hari kegiatan dari 28 Mei – 9 Juni 2023.

Kegiatan TMC di Riau tersebut sudah dilakukan semai garam sebanyak 13 sorti atau sebanyak 10.400 kilogram (Kg), dengan jumlah jam terbang 25 jam 5 menit.

Tim BRIN TMC Sudah Sampai di Pekanbaru

Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengungkapkan, saat ini tim TMC BRIN yang akan melaksanakan TMC di Riau sudah berada di Kota Pekanbaru.

Terkait Pesawat Cassa, Edy menjelaskan, diperkirakan akan segera datang juga. Sebab saat ini pesawat tersebut masih berada di Malang Jawa Timur. Seperti diketahui, tim TMC ke Riau adalah untuk mendukung pelaksanaan hujan buatan atau pelaksanaan TMC di Riau.

Namun Kepala BPBD Riau tersebut belum bisa memastikan kapan TMC di Riau akan dilakukan, karena sedang mengalami kajian potensi cuaca.

“Hujan buatan itu yang menentukan kapannya dari tim TMC BRIN setelah adanya kajian potensi cuaca,” terangnya.

Luas Lahan Terbakar di Riau

Sejak awal Januari hingga saat ini telah terjadi Karhutla di Riau, bahkan luas lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 1.184,36 hektar (Ha).

Adapun luas lahan terbakar di Riau tersebut tersebar di beberapa daerah, yakni:

  • Rokan Hulu 32,40 Ha,
  • Rokan Hilir 236,00 Ha,
  • Dumai 112,87 Ha,
  • Bengkalis 377,79 Ha,
  • Kepulauan Meranti 24,45 Ha
  • Siak 41,97 Ha
  • Pekanbaru 39,63 Ha
  • Kampar 85,75 Ha
  • Pelalawan 91,23 Ha
  • Indragiri Hulu 49,20 Ha
  • Indragiri Hilir 91,07 Ha,
  • Kuantan Singingi 2,0 Ha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.