Home Blog Page 347

#Pilgubri2013 8 Balon Gubri Klaim Siap Mendaftar KPU Riau

0

Tahapan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2013 mulai memasuki masa krusial.

Delapan Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau (Gubri) mengklaim siap mendaftar saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau membuka pendaftaran pasangan Balon Gubri dan Balon Wakil Gubenur Riau (Wagubri) pada 23-29 Mei mendatang.

Sementara untuk calon jalur independen, di masa tersebut masih diberi kesempatan untuk perbaikan hasil verifikasi faktual.

Namun Ketua KPU Provinsi Riau Ir Tengku Edy Sabli memperkirakan, ada tiga pasangan Balon Gubernur Riau (Gubri) dan Balon Wagubri dari partai politik dan satu pasangan dari jalur perseorangan yang akan maju dan mendaftar ke KPU Riau.

‘’Kami memperkirakan ada empat pasangan Balon Gubri dan Wakil Gubri yang akan tampil pada Pilgubri 2013 ini,’’ kata Edy Sabli.

Sementara kondisi saat ini, ada tujuh Balon Gubri yang menyatakan maju melalui dukungan partai politik dan siap mendaftar, dua di antaranya sudah mendeklarasikan diri.

Bahkan salah satu calon, H Herman Abdullah sudah memiliki pasangan wakil yakni dr Agus Widayat (Wakil Wali Kota Dumai) dan telah mendeklarasikan dengan dukungan 8 partai politik.

Sementara Jon Erizal yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sosial (PKS) belum menentukan pasangan.

Nama lain seperti Wakil Gubenur Riau HR Mambang Mit, Bupati Rohul H Achmad MSi, Bupati Rokan Hilir H Annas Maamun, Bupati Indragiri Hilir H Indra Muchlis Adnan, anggota DPR-RI Lukman Edy, belum mendapat kepastian partai pengusung.

Sementara nama-nama seperti mantan Bupati Bengkalis Syamsurizal dan Bupati Anambas Tengku Mukhtaruddin yang jauh-jauh hari menyatakan maju bisa juga membuat kejutan.

Adapun satu pasangan lagi yakni Wan Abu Bakar-Isjoni yang maju lewat jalur independen. Saat ini keduanya dalam proses perbaikan hasil verifikasi faktual. Tentunya sepekan ke depan akan menjadi masa-masa menentukan bagi mereka dan menghangatkan perpolitikan di Riau.
Yang paling menarik ditunggu, tentunya siapa jago yang bakal diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. Bagi Demokrat, kursi itu diperebutkan dua kadernya, Ketua DPD Partai Demokrat Riau HR Mambang Mit (MM) dan Ketua DPD II PD Rokan Hulu Drs H Achmad MSi.

Sementara DPD I dan DPD II Partai Golkar Riau optimis ketuanya, H Annas Maamun akan ditetapkan DPP sebagai Balon Gubri dalam rapat, Senin (20/5) sore ini. Ini untuk menepis munculnya nama lain yang bakal diusung partai berlambang pohon beringin ini.

Sementara Mambang Mit, meski tetap optimis bisa mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat, namun ia mengakui kondisinya sangat genting. Tapi ia lebih senang membicarakan rencana koalisi Partai Demokrat bersama PPP dan PBR.

‘’Kita mengusung Ketua DPD PPP Azis Zaenal sebagai Balon Wagubri. Ada beberapa nama untuk wakil, namun kita menyadari tidak cukup kursi. Jadi menggandeng PPP dan PBR adalah jalan terbaik dalam suasana politik sekarang. Masih dengan dia (Azis Zaenal, red), belum ada perubahan,’’ ujar MM malam tadi.

MM yang saat dihubungi tengah berada di Jakarta, memahami kondisi di internal partai sendiri sedang genting dalam memperebutkan perahu menuju Riau 1.

Beberapa nama yang mendaftar dari Demokrat, belum juga diputuskan DPP siapa yang akan maju. ‘’Kalau dari hasil rapat, baru pada 22 Mei akan diumumkan,’’ sambungnya.

Diceritakan Wakil Gubernur Riau ini, saat ini penetapan sedang dalam proses dan berada di Majelis Tinggi partai. Nama-nama calon yang mendaftar tersebut sudah diseleksi tim tujuh. Yang terdiri dari dua DPD, satu Korwil Sumatera, dan empat dari DPP.

‘’Kamis malam lalu sudah dilaksanakan rapat tim tujuh, dan hasilnya dibawa ke Majelis Tinggi partai. Nanti mereka yang akan menentukan,’’ ujar MM yang sudah sepekan terakhir berada di Jakarta.

Sementara kubu Achmad mengaku optimis mendapatkan perahu Partai Demokrat.

‘’Kita tetap optimis, Partai Demokrat mengusung beliau (Achmad, red) sebagai kader terbaik maju sebagai Cagubri 2013. Hasil survei beliau terbaik,’’ ungkap Koordinator Pemenangan Cagubri Achmad, Raja Marjohan Yusuf Ahad (19/5).

Menurutnya, untuk memenuhi jumlah sembilan kursi (Demokrat memiliki 8 kursi di DPRD Riau), ia mengaku tim telah membentuk sejumlah partai koalisi.

‘’Tim kita solid, terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat, sampai saat ini terus berjalan. Selain telah membentuk posko pemenang di 12 kabupaten/kota serta mempunyai relawan secara struktur dengan 12 koordinator di kabupaten/kota di Riau,’’ ujarnya.

Disinggung soal Balom Wagubri, Marjohan mengatakan, Achmad akan mengambil pasangan calon salah satu putra terbaik daerah pesisir. Karena Provinsi Riau terdiri dari daratan dan pesisir.

Balon Gubri yang sudah memenuhi syarat dukungan mendaftar ke KPU adalah Jon Erizal. 11 kursi dua partai pendukungnya di DPRD, PAN (6 kursi) dan PKS (5 kursi), sudah melebihi dari persyaratan minimal 9 kursi yang ditetapkan KPU Riau.

‘’Dari awal, Bang Jon (Erizal, red) sudah punya perahu PAN dan PKS yang sudah melebihi dari persyaratan KPU Riau. Bahkan kalau ditambah PBR 2 kursi jumlahnya sudah 13 kursi,’’ ujar Sekretaris Tim Pemenangan Jon Erizal dari PAN Riau, Fendri Jaswir, malam tadi.

Kendati demikian, kata Fendri, tim pemenangan masih menjalin komunikasi dan membuka kesempatan bagi partai lain yang ingin berkoalisi terutama partai yang sudah bergabung secara nasional dengan PAN seperti PBR, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) dan Partai Nasional Bung Karno (PNBK).

‘’Ada juga partai lain yang memang memiliki emosional dengan PAN. Intinya Bang Jon sudah tidak ada kendala kalau soal partai pendukung dan kita sangat siap,’’ katanya.

Sementara Drs H Herman Abdullah MM tetap yakin ikut mendaftar ke KPU pada 23 Mei. ‘’Dari awal kita yakin dengan partai koalisi yang kita bangun,’’ ujar Herman Abdullah.

Disebutkan Herman, ia komitmen sebagai pasangan yang paling pertama mendeklarasikan diri. Pilihan wakil tetap tak berubah yaitu Wakil Wali Kota Dumai, Agus Widayat.

Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki tiga kursi di DPRD Riau mengusung Lukman Edy. Wakil Ketua I DPW PKB Riau Purwaji menegaskan, saat ini partainya kosentrasi membangun koalisi dengan PDI Perjuangan.

‘’Harapannya, dalam dua tiga hari ini sudah ada kabar gembira untuk Pak Lukman Edy. Kita dari PKB juga mulai mempersiapkan hal-hal yang diperlukan pada saat pendaftaran ke KPU Riau,’’ ujar anggota DPRD Kampar, yang jadi jurubicara tim pemenangan Lukman Edy.

Ketua DPD PDIP Riau H Suryadi Khusaini juga disebut-sebut maju sebagai Balon Gubri melalui partai dengan lambang moncong putih ini. Atau apakah Suryadi akan menjadi pendamping LE, kabar ini belum terkonfirmasi. Yang tak kalah menarik adalah H Indra Muchlis Adnan yang memastikan maju dengan dukungan 22 parpol parlemen dan non-parlemen.

‘’Ya saya akan maju pada Pilgubri mendatang. Insya Allah 25 Mei besok kami mendaftar sebagai calon Gubernur Riau,’’ ujarnya malam tadi.

Dipilihnya 25 Mei, menurut mantan Ketua DPD I Partai Golkar Riau itu, di dalam perhitungan Jawa adalah hari yang utama. Ia memanfaatkan momen tersebut. ‘’Artinya kami serius untuk maju,’’ jelasnya singkat.

Sementara pasangan independen, Wan Abu Bakar dan Isjoni yang saat ini sudah menjalani proses sampai pada verifikasi faktual bukti dukungan, optimis meraih dukungan yang banyak dari masyarakat Riau.

Wan mengatakan, sejak awal masyarakat Riau sudah menunggu dan menginginkan memilih pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur langsung tanpa melalui partai.

‘’Sudah saatnya masyarakat Riau memilih langsung siapa gubernurnya dan itu sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Riau,’’ kata Wan.

Soal kondisi dukungannya yang dinyatakan banyak berkurang, Wan mengatakan bisa diselesaikan saat perbaikan. Ketua Tim Pemenangan WIN, Warkanis mengatakan, memang ada beberapa permasalahan teknis yang terjadi namun soal dukungan, tentunya banyak dukungan yang mengalir kepada pasangan WIN.

‘’Masalah teknisnya akan kami selesaikan karena masih ada waktu untuk memperbaiki itu,’’ kata Warkanis.

Anas Maamun Diusung Golkar
Satu lagi yang tak kalah menarik adalah penetapan pasangan yang diusung Partai Golkar. Menurut Ketua DPD II Golkar Bengkalis Indra Gunawan, sesuai dengan Juklak No: 13/DPP/GOLKAR/XI/2011, mereka yang diusung untuk ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah adalah kader atau ketua partai. Kecuali, kader atau ketua tidak berkeinginan untuk mengikuti pemilihan.

‘’Selama ketua atau kader partai itu sanggup dan siap, dia yang harus kita utamakan. Apalagi Pak Anas Maamun ini kader murni partai dan telah teruji kepiawaian dan kehebatannya memimpin partai dan Kabupaten Rohil selama dua priode,’’ ujar pria yang akrab disapa Eet ini.

Namun pernyataan sedikit berbeda disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Rokan Hulu, Suparman. Menurut Suparman, secara mekanisme resmi di Partai Golkar, rapat finalisasi untuk memutuskan siapa yang direkomendasikan maju jadi Balon Gubri dan Balon Wagubri baru akan dilaksanakan Senin (20/5) pukul 16.00 WIB.

‘’Dalam rapat internal antara DPD II dan DPP sepakat mengusung Pak Anas dan Andi Rahman, tapi tentunya DPP tidak menginginkan membuat keputusan di luar mekanisme resmi yang ada dalam Partai Golkar sendiri,’’ kata Suparman.

Dijelaskan oleh Suparman, kepastian keputusan tersebut sudah bisa diinformasikan pada Selasa (21/5) besok. ‘’Setelah pasti siapa yang akan diusung nantinya, kami juga sudah sepakat akan mendaftar ke KPUD, Kamis mendatang,’’ kata Suparman.

Sementara menurut Sekretaris Koordinator Provinsi (Korprov) Riau DPP Golkar Adi Sukemi telah mengantongi nama Balon Gubri dan Balon Wagubri.

Pasangan itu akan ditetapkan secara resmi, Senin (20/5) dalam rapat pleno yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. ‘’Informasinya begitu,’’ ujar anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Riau itu. Namun Adi Sukemi mengelak ditanya siapa nama pasangan tersebut.

Ia beralasan tak mau mendahului keputusan resmi DPP melalui surat keputusan tentang penetapan Cagub dan Cawagub Riau. ‘’Kita tunggu saja ya, keputusan resminya dari DPP Golkar,’’ ungkap Adi.

Sementara itu, Indra Gunawan kembali memperkuat argumennya dengan mengklaim ada hasil kesepakatan DPP bersama DPD I dan DPD II saat rapat, Sabtu (18/5), di Jakarta.

Kesepakatan tersebut memutuskan Ketua DPD I Partai Golkar Riau H Anas Maamun, sebagai jagonya. Wakil Ketua DPRD Bengkalis tersebut merasa perlu menyampaikan kepada publik sekaligus meluruskan isu yang terlanjur berembus di tengah masyarakat.

‘’Ada yang mengklaim, keputusan DPP Partai Golkar jatuh kepada calon lain, selain Ketua DPD I Riau Pak Anas Maamun. Kabar itu tidak benar dan menyesatkan. Kami dari DPD II se-Riau dan DPD I yang mengawal keputusan DPP, bahwa sesuai keputusan DPP, calon yang diusung Partai Golkar pada Pilgubri mendatang adalah Kader partai, yakni Pak Anas Maamun,’’ tegas Indra Gunawan yang sering dipanggil Eet.

Lalu bagaimana dengan hasil survei, masih menurut Eet, dari sejumlah lembaga survei, balon yang mengusung jargon politik Berani Bela Masyarakat (BBM) tersebut, tetap menempati rating tertinggi dibanding calon yang lain.

‘’Sebetulnya kalau mengacu kepada Juklak nomor 13 itu tidak ada yang namanya survei atau konvensi. Tapi, kalaupun ditanya bagaimana dengan hasil survei, Pak Anas tetap yang terbaik,’’ tegas Eet lagi.

Putusan DPP Partai Golkar tersebut kata Eet, tidak hanya pada bakal calon gubernur saja, tapi juga bakal calon wakil gubernur. Kembali kepada Juklak Nomor 13, untuk calon Wakil Gubernur ditentukan oleh DPD II dan DPD I, dengan menunjuk tiga orang kader partai.

Hasil kesepakatan di Jakarta kemarin itu, kata Eet, juga telah menunjuk tiga kader terbaik Partai Golkar, masing-masing Indra Gunawan MH (Ketua DPD II Partai Golkar Bengkalis), Suparman SSos (Ketua DPD II Partai Golkar Rohul) dan H Arsyadjuliandi Rahman (Kader Golkar).

‘’Dari tiga nama yang diajukan tersebut, DPP akhirnya merekomendasikan Bapak Arsyadjuliandi Rahman untuk mendampingi Pak Anas Maamun sebagai Wakil Gubernur. Kita semua sepakat dengan keputusan itu dan siap mengawal sampai proses pendaftaran di KPU nanti,’’ terang Eet lagi. (Riau Pos)

#beritaPKU 150 Volkswagen Pamer “Kecantikan” di 1 Day With VW II

-edit

Volkswagen Community Riau sukses mengadakan acara gathering bertajuk “One Day with Volkswagen“ yang diikuti pecinta Volkswagen se-Sumatera dan sejumlah komunitas Volkswagen dari daerah Jawa. Ratusan mobil Volkswagen tahun tinggi pun berbaris di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, yang menjadi lokasi acara. Selain berkumpul dan sharing sesama pemilik mobil pabrikan Jerman, acara ini juga diisi dengan berbagai program sosial, pameran dan fotografi.

Tidak kurang dari 150 mobil Volkswagen tua dari komunitas Volkswagen se-Sumatera dan sejumlah daerah di Jawa hadir pada acara yang diadakan 18-19 Mei 2013 tersebut. Berbagai mobil pabrikan Jerman ini pun berhasil mencuri perhatian pengunjung. Sebut saja jenis Carman 1901 BM 592 AD yang merupakan Volkswagen Carman satu-satunya yang tampil di pameran. Mobil jenis sport ini disanding dengan Volkswagen Kodok B 2304 SY yang dibatik total oleh pemiliknya. Tidak kalah mencuri perhatian adalah Volkswagen Safari dengan nomor polisi unik, BM 1 VW, alias Volkswagen nomor 1 di Riau.

Acara puncak One Day with Volkswagen ini ditandai dengan konvoi kendaraan Volkswagen (city tour) ke beberapa rute dalam kota. Konvoi seperti ini, disebutkan Wakil Ketua Panitia Acara Tony Maringka, merupakan bagian dari acara pe-nyambutan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-229 Kota Pekanbaru yang jatuh Juni 2013 mendatang. Dalam konvoi ini, mobil-mobil tua yang juga eksentrik, Volkswagen, membentuk formasi unik.

“Kami membentuk Volkswagen sesuai dengan angka HUT Pekanbaru yang 229. Urut-urutannya 2 Volkswagen Kodok, 2 Volkswagen Safari dan 9 Volkswagen Comby. Setelah formasi pertama, baru diikuti dengan mobil-mobil Volkswagen lainnya,” kata Tony. Konvoi ini dilepas Wali Kota Pekanbaru H Firdaus MT, Ketua Umum Volkswagen Community of Indonesia Suyono, Ketua Volkswagen Community Riau dan sejumlah penggila Volkswagen Pekanbaru seperti Yulwita Afriani. (Riau Pos)

Pape ke Persidafon, PSPS Pesimis Dapat Ganti

0

PSPS resmi tak diperkuat Ndiaye Pape Latyr lagi. Striker asal Senegal ini bergabung dengan Persidafon Dafonsoro yang akan menjadi lawan PSPS di laga lanjutan ISL, Rabu (22/4).

Dengan demikian maka PSPS hanya mengandalkan satu peman asing saat tandang ke Papua nanti yakni Camara Namory.

“Pape sekarang resmi bergabung dengan Persidafon,” ujar caretaker pelatih PSPS, Afrizal Tanjung, Ahad (19/5).

Mantan pelatih PS Siak ini pun pesimis dengan waktu yang tersisa ada pemain asing yang bergabung. Pasalnya, pendaftaran pemain ditutup Jumat (24/5). “Sepertinya sudah tak ada pemain asing lagi,” ujarnya.

Sempat diberitakan mantan pemain Pelita asal Bulgaria, Stanislav Zhelev Zhekov akan datang. Tapi hingga kemarin, Zhekov belum juga bergabung. “Saya berharap jelang pendaftaran ditutup, ada pemain asing untuk mengisi posisi bek atau striker karena di dua lini ini kami perlu tambahan kekuatan,” tambahnya.

Dengan pemain yang ada, PSPS terus melakukan persiapan jelang ke Papua. Untuk meningkatkan kerjasama tim, PSPS melakukan uji coba dengan U-21 di Stadion Rumbai, Sabtu (18/5). Hasilnya, PSPS menang dengan skor 3-1.

#beritaPKU Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota UIR Tanam Pohon

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta pengabdian masyarakat, civitas akademika Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)  Universitas Islam Riau melakukan penyadaran lingkungan dan penanam pohon di pinggir Sungai Siak Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Pekanbaru.

”Kegiatan pengabdian masyarakat dan lingkungan ini didukung oleh Bidang Penataan Ruang Dinas PU Riau dan pemerinta kecamatan dan kelurahan dan Dinas Kebersihan,” ujar Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UIR, Ahad (19/5)

Penanaman pohon ini diikuti oleh mahasiswa dibawah koordinasi dosen Jurusan PWK diantaranya Ir Mardianto Manan MT, Puji Astuti ST MT, Febby Asteriani ST MT dan Rona Muliana ST MT.

Salah seorang dosen, Mardianto Manan mengemukakan penanaman pohon secara alamiah dapat mengurangi dampak pemanasan global, mencegah erosi dan memperindah kawasan pinggiran sungai.

Ditambahkannya, kehadiran pihaknya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman sebagai sikap yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. ”Kegiatan ini juga wujud dari kerja sama sinergis dan kordinatif antar UIR dengan masyarakat,” ungkapnya. (Riau Pos)

#cuacaRIAU Suhu Udara Riau Bisa Capai 35 Derajat Celcius

0

Titik panas di Riau mulai meningkat akhir-akhir ini. Penyebabnya adalah udara panas yang semakin intens terjadi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyebutkan, musim hujan sudah hampir berlalu, kemarau pun akan tiba. Riau memasuki masa peralihan musim.

Menurut Analis BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah, Minggu (19/5), cuaca di Riau terpantau mencapai 34,2 derajad celcius. Bahkan, berpeluang meningkat lagi hingga mencapai 35 derajad celcius. Padahal, sehari sebelumnya, kondisi udara hanya 32,0 derajad celcius.

Diterangkannya, akhir pekan kemarin, BMKG memantau ada 32 titik panas di wilayah Sumatera. 19 titik diantaranya ada di kawasan Provinsi Riau. Dengan rincian, di Kabupaten Rokan Hilir mencapai 13 titik, Dumai tiga titik sementara Rokan Hulu, Siak dan Bengkalis masing-masingnya ada satu titik. “Jumlah titik panas ini bisa bertambah mengingat udara panas masih terjadi,” kata Yudhistira.

Tapi, pada hari Minggu kemarin, jumlah titik panas di Riau bertambah menjadi 67 titik. Jumlah terbanyak masih ada di Kabupaten Rokan Hilir dengan 29 titik. Diikuti Rokan Hulu sembilan titik, Bengkalis delapan titik, Pelalawan enam titik, Siak dan Kuantan Singingi masing-masing empat titik. Lalu di Dumai dan Kampar masing-masing tiga titik serta Indragiri Hulu satu titik.

Jumlah titik panas di Riau ini menjadi yang terbanyak dibanding beberapa provinsi lainnya di Sumatera. Karena di Kepulauan Riau yang bertetangga dengan Riau, titik panas hanya terpantau dua titik. Lalu di Sumatera Barat sembilan titik, Jambi enam titik, Sumatera Utara 14 titik dan Naggroe Aceh hanya satu titik panas.

Sementara itu, visibility (jarak pandang) di Pekanbaru berkisar 300 meter pada pukul 03.00 WIB Minggu (19/5) dinihari. Kemudian pukul 07.00 WIB naik lagi menjadi 500 meter. Menurut BMKG, kondisi ini masih fenomena fox yakni uap air di udara bukan karena asap.

Dijelaskannya, udara panas di Riau ini dipengaruhi oleh transisi cuaca dari hujan ke musim kemarau. Diperkirakan, bulan depan semua wilayah Riau sudah masuk musim kemarau. Sementara saat ini, Riau bagian utara seperti  Dumai, Rokan Hilir dan sebagian di Rokan Hulu curah hujan sudah mulai minim.

Sementara itu, beberapa kawasan di Kabupaten Rokan Hulu, sebagian Indragiri Hilir dan Kampar masih berpeluang hujan. Intensitasnya ringan hingga lebat. Namun, kalaupun lebat, akan sangat jarang terjadi. Hujan lebat itu karena disebabkan akumulasi panas selama beberapa hari sebelumnya.

Dijelaskan Yudhistira, layaknya musim peralihan, kondisi angin biasanya berhembus kencang. Kondisi ini biasanya terjadi saat malam hari. Kecepatannya bahwa bisa berkisar maksimum 35 hingga 40 knot. Kondisi ini serupa dengan kecepatan 70 kilometer per jam.

Yudhistira juga mengatakan potensi munculnya angin puting beliung cukup besar terjadi di masa peralihan musim seperti sekarang. Terutama di sore hari karena dipengruhi panasnya cuaca. Meski demikian, tidak semua angin kencang bisa disebut sebagai puting beliung.

Sementara itu, besarnya peluang angin kencang tak turut mempengaruhi ketinggian gelombang di perairan Riau. Buktinya, di perairan Riau serta Kepulauan Riau, BMKG memantau ketinggian gelombang hanya berkisar 0,5 sampai satu meter. Kondisi ini tidak mengganggu aktivitas pelayaran di perairan tersebut. (Tribun Pekanbaru)

#ISG_2013 Miing Nilai ISG Sebaiknya Tetap Digelar di Riau

0

Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi urusan kepemudaan dan olahraga Dedi ‘Miing’ Gumelar menilai sebaiknya Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 tetap digelar seperti rencana awal saja.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, sejak awal, pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Riau bukan semata untuk PON tetapi juga ISG III.

“Kalau saya melihat sebaiknya kembali saja ke tujuan awal. Kan pembangunan sarana olahraga di Riau itu awalnya memang sekaligus untuk Islamic (ISG). Jadi menurut saya, buat apa dipindah ke Jakarta,” ujar calon Wali Kota Tangerang itu.

Dedi menambahkan, sampai saat ini, komisinya belum mendapat informasi tentang pemindahan ISG III dari Riau ke Jakarta.

“Yang saya tahu ISG III itu di Riau. Tetapi kalau memang akan ada pemindahan tentunya kami juga diberitahu.”

Pernyataan Dedi ini senada dengan pendapat pengamat olahraga Fritz E Simanjuntak.

“Dipindahkan ke Jakarta pun belum tentu menyelesaikan masalah dan kendalanya pun pasti akan sama. Bahkan akan menambah masalah baru bagi Pemda DKI Jakarta,” kata Fritz, Minggu (19/5).

Fritz mengatakan, sebaiknya Pemerintah dalam hal ini Kemenpora, mengoptimalisasi penyelenggaraan ISG di Riau, mengingat waktu terus berjalan dan praktis hanya tinggal 3 bulan. Itupun jika penyelenggaraan ISG benar-benar akan dilaksanakan pada September.

“Sebentar lagi sudah masuk Juni, apa yang bisa dilakukan dengan sisa waktu 3 bulan ini? Belum lagi menunggu payung hukumnya, kan Keppres-nya harus diubah dan tidak semudah itu,” tambah Fritz.

Beberapa waktu lalu, Menpora Roy Suryo mengusulkan ISG dipindahkan ke Jakarta dan menyelenggarakannya pada 22 September-1 Oktober 2013.

Alasan pemindahan ini adalah karena status Gubernur Riau Rusli Zainal yang telah menjadi tersangka kasus korupsi PON.

Selain itu, dua venue yaitu Stadion Utama Riau yang akan dijadikan sebagai tempat pembukaan dan penutupan belum bisa digunakan dan kolam renang di Rumbai dinilai tidak sesuai standardisasi internasional. (Metro TV)

#beritaPKU Jembatan Siak IV Pekanbaru Tak Kunjung Selesai

Jembatan Siak IV Pekanbaru yang dimulai pemancangannya 2011 lalu hingga 2013 ini tak kunjung selesai pembangunannya.

Jembatan yang berada di Jalan Sudirman ujung di kawasan Pelita Pantai Pekanbaru ini kondisinya saat ini baru selesai sebatas pembangunan di kedua bagian ujung jembatan saja. Sedangkan bagian konstruksi jembatan yang melintas di atas Sungai Siak Pekanbaru belum terbangun.

Dalam sidang kasus suap PON Riau beberapa waktu lalu terungkap di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru bahwa kontraktor pembangunan jembatan ini pernah meminjamkan uang Rp455 juta kepada perusahaan KSO yang membangun venue PON Riau untuk biaya “uang lelah” yang diminta anggota DPRD Riau. Di mana uang ini akhirnya ikut ditangkap aparat KPK beberapa waktu lalu. (Riau Pos)

PSPS Evaluasi Lini Belakang Jelang Bertemu Persidafon

0

Pengurus PSPS Pekanbaru, Riau, melakukan evaluasi terhadap lini belakang menjelang pertandingan tandang dengan Persidafon, Papua Barat, 22 Mei 2013 dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013.

“Dari dua kali pertandingan kandang menghadapi Persiba Balikpapan dan Barito Putra, Banjarmasin, maka lini belakang dinilai masih rapuh,” kata pelatih PSPS, Afrizal Tanjung di Pekanbaru, Sabtu.

Menurut dia, kekalahan menghadapi dua tim asal Kalimantan itu tentunya harus ada evaluasi karena bila tidak maka penjaga gawang akan kesulitan menghadapi serangan lawan.

Pada putaran kedua ISL 2012-2013, maka PSPS harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah ditumbangkan Persiba, dengan skor 1-2 dan Barito Putra dengan skor 1-3.

Selain itu, katanya, bahwa pemain di lini tengah juga masih dianggap keropos karena belum padu dalam koordinasi dengan penyerang dalam pengiriman bola.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka pihaknya melakukan uji coba dengan PSPS junior U-22 di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, Pekanbaru.

Dia menambahkan kekompakan tim terus ditingkatkan dan koordinasi diantara pemain belum maksimal dan terlihat ketika menjamu Persiba.

Namun PSPS Pekanbaru berencana bertolak ke Papua, Senin (20/5) dengan membawa sebanyak 16 pemain yang mayoritas usia muda.

Menjawab pertanyaan bahwa pihaknya berencana merekrut pemain asing asal Bulgaria, Staislav Zhelev Zhekov, mantan asisten Mundari Karya itu mengatakan belum juga ada pemberitahuan tentang kedatangan pemain tersebut.

PSPS hanya mampu menulang sebanyak 14 poin dari 19 kali bertanding, dengan rincian tiga kali menang, lima kali imbang dan 11 kali tumbang.

Demikian pula PSPS terpuruk di jurang degradasi peringkat sementara ke-18 kompetisi ISL 2012/2013 di bawah Persidafon dan Persita Tangerang, Banten. (Antara Riau)

#ISG_2013 KPK Tetap ‘Mata-Matai’ ISG Walau di Jakarta

0

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal ‘memata-matai’ penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) walau di Ibu Kota Negara, Jakarta. Menurut pejabat di lembaga penegak hukum ‘super boddy’ ini, event olahraga internasional itu patut diantisipasi agar tidak terjadi penyelewengan keuangan negara.

“Memang demikian, KPK selalu ‘memata-matai’ setiap kediatan yang ada kaiatannya dengan uang negara. Termasuk itu (ISG),” kata juru bicara KPK Johan Budi dihubungi per telepon, Minggu (19/5/2013).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo sebelumnya ‘ngotot’ penyelenggaraan olahraga bagi negara-negara Islam di dunia ini di pindah ke Jakarta.

Berbagai alasan dari ‘kengototan’ itu diungkapkan Roy, salah satunya yakni status Gubernur Riau Rusli Zainal sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII/2012 dan kasus dugaan korupsi kehutanan di Siak dan Pelalawan.

Roy mengaku khawatir, jika pelaksanaan ISG tetap dipaksakan di Riau, justru akan membawa ‘malapetaka’ yang tentunya sangat berdampak bagi nama baik bangsa.

Menurut dia, ISG jauh berbeda dengan PON. Jika pelaksanaannya kacau balau, maka imbasnya adalah jatuhnya nama baik Indonesia di ‘mata’ internasional. (Go Riau)

#ISG_2013 Seharusnya Menpora Fokus Siapkan ISG di Riau

0

Pengamat Olahraga Fritz E Simanjuntak berpendapat sebaiknya Pemerintah fokus pada penyelenggaraan Islamic Solidarity games III tetap berlangsung di Riau.

Hal itu dikemukakan Pengamat Olahraga Fritz E Simanjuntak terkait dengan sikap Menpora Roy Suryo yang akan memindahkan tempat penyelenggara ISG III dari Riau ke Jakarta.

“Dipindahkan di Jakarta pun  belum tentu menyelesaikan masalah dan kendala nya pun pasti akan sama. Bahkan akan menambah masalah baru bagi  Pemda DKI Jakarta,” kata Fritz Simanjuntak ketika dimintai tanggapan tentang pemindahan Tempat Penyelenggara ISG III, Sabtu kemarin (18/5/2013).

Fritz mengatakan, sebaiknya Pemerintah dalam hal ini Kemenpora mengoptimalisasi penyelenggaraan ISG di Riau, mengingat waktu terus berjalan dan praktis hanya tinggal 3 bulan jika Penyelenggaraan ISG tersebut benar – benar akan dilaksanakan pada bulan September.

“Sebentar lagi sudah masuk ke bulan Juni apa yang bisa dilakukan dengan sisa waktu 3 bulan ini?, belum lagi menunggu payung hukumnya. kan Keppres nya harus dirubah dan tidak semudah itu,” terang Fritz.

Sepatutnya kata Mantan Ketua Bisnis dan Industri Olahraga KONI Pusat di era Wismoyo Arismunandar itu, Pemerintah harus belajar dari penyelenggaraan  penyelenggaraan multi event yang pernah di laksanakan di Indonesia.

“Saya melihat tidak adanya kemampuan Pemerintah Pusat untuk mengemas event Olahraga bertaraf Internasional .Semuanya serba mepet lihat saja Asian Beach Games , kemudian Sea Games dan sekarang Islamic Solidarity Games padahal ini sudah berulang kali,” ujarnya lagi.

Lebih Lanjut Fritz E Simanjuntak mengemukakan, Status tersangka yang diemban Gubernur Rusli Zainal jangan dicampur adukkan antara politik dan Olahraga.

“Status Gubernur adalah persoalan lain. Fokus Menpora justru kepada penyelenggaraannya saja status Gubernur Riau adalah masalah Hukum jangan dicampur baurkan,” ujarnya.

Fritz menyarankan sebaiknya Pemerintah mengibarkan bendera Putih untuk menunda pelaksanaan ISG III daripada harus menanggung malu .

“Sebenarnya ini pernah terjadi pada Iran yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah ISG II, namun mereka tidak sanggup ,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Fritz juga mempertanyakan peranan KONI/KOI . Dalam Situasi seperti ini seharusnya KONI dan KOI harus bertanggung jawab , terkait penyelenggaraan ISG III ini.

“Seharusnya KONI dan KOI itu lah yang paling bertanggung jawab karena mereka lah domain responsbility Sport of event,” ungkap Fritz.

Secara terpisah Anggota Komisi X DPR-RI Dedi ‘Ming ‘Gumelar mengatakan, Komisi X sampai saat ini belum mendapat informasi tentang pemindahan ISG III dari Riau ke Jakarta.

“Yang saya tahu ISG III itu di Riau. Tapi kalau memang akan ada pemindahan tentunya kami juga diberitahu,” Calon Walikota Tangerang ini.

Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI-Perjuangan ini juga mengatakan, sejak awal pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga di Raiu tersebut bukan semata untuk pelaksanaan PON tetapi juga Islamic Solidarity Games III.

“Kalau saya melihat sebaiknya kembali saja dari tujuan awal kan pembangunan Sarana Olahraga di Riau itu awalnya memang sekaligus untuk ISG .Jadi menurut Saya buat apa dipindah ke Jakarta ,” pungkas mantan pelawak Bagito ini. (Hallo Riau)