Home Blog Page 336

Citilink Akan Buka Rute Pekanbaru-Surabaya

Citilink Airbus 320
Citilink Airbus 320

Maskapai penerbangan Citilink berencana membuka rute baru yakni Pekanbaru-Surabaya dengan menggunakan pesawat Airbus 320. Hal ini bisa dibilang sebuah terobosan baru karena belum pernah ada maskapai yang membuka rute ini.

Ridwan, Sales Manager Citilink Pekanbaru mengatakan dalam waktu dekat rute Pekanbaru-Surabaya akan segera dibuka dengan menggunakan pesawat Airbus.

Rute tersebut akan diterbangi tiap hari pulang pergi sekali sehari dengan membawa penumpang sebanyak 180 tempat duduk.

Alasan khusus dibukanya kondisi rute Pekanbaru-Surabaya ini, karena Citilink melihat banyak sekali orang Jawa yang ada di Pekanbaru, Provinsi Riau dan sekitarnya.

Sejak hadir di Kota Pekanbaru pada tanggal 8 Maret 2013, Citilink melakukan penerbangan perdana tiga hari kemudian untuk rute Pekanbaru-Batam.

Sekarang maskapai itu telah memiliki lima kali frekuensi penerbangan dalam satu hari dengan tiga rute domestik yakni Pekanbaru-Batam dan Pekanbaru-Jakarta yang masing-masing diterbangi dua kali sehari serta Pekanbaru-Yogyakarta satu kali sehari.

Mengenai kapan kepastian operasional rute Pekanbaru-Surabaya, ia berujar hanya bisa menjawab yang jelas dalam waktu dekat.

Sumber: Antara Riau

Pembangunan Kota Pekanbaru Berkonsep Superblok

Sumber: Riau Pos
Sumber: Riau Pos

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mulai saat ini akan menerapkan konsep superblok dalam pembangunan fisiknya. Hal ini bertujuan untuk memeratakan perkembangan yang selama ini masih terfokus di pinggir jalan.

Superblok sendiri merupakan konsep penataan ruang yang memaksimalkan fungsi lahan pada lahan yang terbatas. Oleh para ahli tata ruang, konsep ini merupakan salah satu solusi dalam mengembangkan perkotaan dengan lebih efisien energi dan efisien dalam hal pemanfaatan lahan yang terbatas pada kawasan perkotaan.

Apalagi selama ini Pekanbaru dikenal dengan kota seribu ruko. Karena pembangunan konsep pembangunan linier, maka kota Pekanbaru hanya berkembang di pinggir jalan saja.

Dengan cakupan wilayah Pekanbaru sebesar 632 km persegi, pembangunan baru sekitar 30 persen di pinggiran jalan. Padahal dalam aturan tata ruang, pembangunan maksimal harus 70 persen luas sedangkan sisanya 30 persen ruang terbuka hijau. Berarti saat ini masih ada 40 persen kawasan belum tersentuh.

Walikota berharap kedepan pihaknya mengubah konsep pembangunan, dari linier menjadi superblok. Menurutnya, konsep ini akan lebih menguntungkan karena pembangunan per kawasan dilakukan secara keseluruhan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemko akan memulai pembangunan infrastruktur jalan, yakni sistem transportasi masal.

Pemko juga akan melakukan perbaikan sanitasi dan air bersih, serta pasokan listrik yang kini diupayakan dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya 2×100, Pembangkit Listrik Tenaga Gas 250 Mega What dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

Sedangkan untuk telekomunikasi, Pemko sudah mulai membangun fiber optik dengan jaringan bawah tanah sepanjang 157 kilometer dan pembangunan gedung server.

Walikota sendiri menargetkan semua pembangunan insfrastruktur diatas akan menghasilkan manfaat pada tahun 2017.

Sumber: Antara Riau

UMK Pekanbaru Diumumkan Rabu

15(763)

Pada hari Rabu (5/11/2014), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pekanbaru akan menggelar rapat terkait rencana kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Pekanbaru. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Disnaker Pekanbaru, Johnny Sarikoen, Senin (3/11/2014). Untuk UMK tahun 2015, ia memastikan mengalami kenaikan.

Ia menjelaskan pada rapat sebelumnya, Dewan Pengupahan, serikat pekerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Disnaker juga sudah melakukan survei, namun dia tidak menyebutkan besaran angka masing-masing. Pada tanggal 5 November pihaknya akan putuskan besaran angka UMK 2015.

Terdapat sekitar Rp 100 selisih usulan antara serikat pekerja dan Apindo, demikian tutupnya.

Sumber: Hallo Riau

Daftar Nomor Penting Pelayanan Masyarakat

0

Berikut ini daftar nomor penting untuk pelayanan masyarakat, semoga bermanfaat 🙂

Ambulance : 0761-118
Ambulance Rumah Zakat : 0761-7097276 / 085376376277
Informasi : 0761-108
PMI : 0761-22224, 23126
Pelabuhan Sungai Duku : 0761-21056
Pemadam Kebakaran : 0761-22382
SAR : 0761-674821, 115
Terminal Bus Bandar Raya Payung Sekaki : 0761-770345
Pengaduan Jalan Rusak : 082388888600 / jalanpekanbaru.com
Pengaduan Sampah & Lampu Jalan :  0853-7450-5000
Kantor Pos Indonesia Pekanbaru :  0761-32661

Daftar Nomor Telepon Rumah Sakit di Pekanbaru

0

Pekanbaru sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki banyak rumah sakit dengan berbagai fasilitas yang menunjang. Hal ini membuat masyarakat memiliki kemudahan dalam memilih tempat berobat. Berikut ini daftar nomor telepon Rumah Sakit di Pekanbaru:

RUMAH SAKIT
RSUD ARIFIN ACHMAD : (0761) 21618, 23418, 21657
RSJ TAMPAN : (0761) 63240
RS AURI : (0761) 61456
RS POLDA : (0761) 21431
RS AWAL BROS : (0761) 47333
RS IBNU SINA : (0761) 24242
RS LANCANG KUNING : (0761) 22631
RS SANTA MARIA : (0761) 22213
RS BINA KASIH : (0761) 21718
RS TABRANI : (0761) 35464, 35467
RS ERIA BUNDA : (0761) 23100, 23600
RS PETALA BUMI : (0761) 23024
RS PMC : (0761) 848100
RS AHMAD YANI : (0761) 23954
RS EKA HOSPITAL : (0761) 6989999
RSIA ZAINAB : (0761) 24000
RS SYAFIRA : (0761) 856517
RS NUSALIMA : (0761) 66565
RS ANDINI : (0761) 33649
RS Awal Bross Panam : (0761) 586888
RS Aulia : (0761) 670001
RS Prima : (0761) 8419007
RS Awal Bross Ahmad Yani : (0761) 21000

Selain memiliki beberapa rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap, Kota Pekanbaru juga memiliki beberapa puskesmas yang dapat menjadi alternatif untuk tempat berobat. Berikut ini nomor telepon Puskesmas yang ada di Pekanbaru:

PUSKESMAS
PUSKESMAS RUMBAI : (0761) 53537,(0761) 51764
PUSKESMAS PEKANBARU : (0761) 35569
PUSKESMAS LIMA PULUH : (0761) 36436
PUSKESMAS SAIL : (0761) 21460
PUSKESMAS BUKIT RAYA : (0761) 674763
PUSKESMAS SENAPELAN : (0761) 24707

Tahun Depan, Seluruh Pekanbaru Akan Diawasi CCTv

ilustrasi
ilustrasi

Untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang kini marak di Pekanbaru, mulai tahun depan seluruh wilayah Kota Pekanbaru akan diawasi langsung dengan CCTv. Dengan pemasangan CCTv ini aparat kepolisian dapat bergerak cepat karena kondisi lapangan yang terpantau dengan jelas sehingga diharapkan Kota Pekanbaru bisa lebih kondusif dan aman.

Seperti yang dijelaskan oleh Walikota, selain untuk mengantisipasi tindak kejahatan, CCTv juga bisa untuk membantu pihak kepolisian mengecek kondisi lalu lintas dan lain-lain secara online. Pemasangan CCTv ini antara lain untuk mendukung program smart city (Kota Pintar) dan juga cyber city.

Pemko Pekanbaru juga akan menggesa pembangunan jaringan Fiber Optik (FO) untuk memberikan kemudahan akses program online lainnya. Sehingga, dapat mewujudkan Pekanbaru sebagai Cyber City serta eGoverment akan mempermudah pelayanan serta memangkas waktu pelayanan kepada masyarakat Pekanbaru.

Sumber: pekanbaru.go.id

Jalan Yos Sudarso Akan Dijadikan Kawasan CFD

CFD di Jl Diponegoro
CFD di Jl Diponegoro

Jalan Yos Sudarso akan segera ditetapkan menjadi kawasan Car Free Day (CFD) oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Adapun lokasi yang akan menjadi kawasan CFD berada di depan Stadion Kaharuddin Nasution setiap hari Minggu hingga pukul 09.00 WIB. Dengan demikian maka Kota Pekanbaru memiliki dua lokasi CFD.

Walikota menjelaskan bahwa kebutuhan lokasi CFD bagi masyarakat Kecamatan Rumbai sudah sangat mendesak. Karena selama ini jalur itu dijadikan lokasi CFD oleh masyarakat Kecamatan Rumbai dan sekitarnya. Namun, izin pemanfaatannya masih secara lisan. Sehingga Pemko Pekanbaru kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menentukan rekayasa jalan selama CFD berlangsung.

Nantinya, kendaraan yang datang Kota Pekanbaru dari Palas dialihkan ke jalur kiri melintasi terminal PT Chevron Pacific Indonesia. Sementara itu, dari arah kota menuju Simpang Palas melewati Kelurahan Lembah Sari.

Sumber: Hallo Riau

Festival Bandar Senapelan, Ajang Promosi Budaya Melayu

Sumber: Antara Riau
Sumber: Antara Riau

Untuk pertama kalinya, pada hari Sabtu (1/11), Pemko melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Bandar Senapelan. Festival ini diadakan dipinggir Sungai Siak, Kecamatan Senapelan.

Saat membuka Festival Bandar Senapelan, Walikota mengajak kepada penduduk asli Pekanbaru yang berasal dari suku Melayu untuk mengembangkan budaya Melayu kepada para pendatang, agar dikenal sebagai budaya yang mengangkat marwah Pekanbaru.

Dahulu, Pekanbaru dikenal dengan nama “Senapelan” yang pada saat itu dipimpin seorang Kepala Suku disebut Batin.

Adapun tujuan festival ini adalah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada kesenian dan budaya Melayu Riau serta untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Pekanbaru. Demikian ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar), Hermanius.

Festival ini diikuti oleh 12 kecamatan se-Pekanbaru, adapun beberapa cabang seni yang diperlombakan antara lain, rebana, kompang, berzanji, lomba berbalas pantun, lomba lagu melayu, pemilihan pak cik dan mak cik, lomba tari kreasi melayu, sampan hias dan bazar.

Dia berharap untuk kedepannya festival akan menjadi agenda tahunan dan menjadi bagian dari kalender wisata nasional.

Antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke lokasi ini pun cukup besar. Sejumlah bazar menyediakan makanan lokal khas melayu seperti bolu kemojo, “lepat pisang”, kue “koci”, roti jala, kue bangkit, lempuk durian dan makanan khas lainnya dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Walikota juga berpesan kepada Dinas Kebudayaan dan Periwisata beserta Disperindag, agar iven ini dimanfaatkan untuk memasarkan produk-produk hasil Usaha Kecil Menengah yang ada di Pekanbaru.

Sumber: Antara Riau

Pekanbaru akan Kembangkan Rumbai sebagai Kawasan Agrowisata

ilustrasi

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, akan mengembangkan kawasan agrowisata di Kecamatan Rumbai seluas 100 hektar. Kawasan tersebut selain menjadi tempat wisata diharapkan juga menjadi paru-paru Kota Pekanbaru.

Dalam keterangannya pada hari Jumat (31/10), Walikota Pekanbaru Firdaus MT mengatakan saat ini masih mencari lahan yang akan dijadikan sebagai kawasan agrowisata untuk kemudian dibebaskan. Dalam hal ini Pemko Pekanbaru melalui kecamatan Rumbai berusaha mencari lokasinya.

Dari 100 hektar yang akan dibebaskan itu sekitar 50 hektarnya akan dijadikan sebagai lahan untuk menanam berbagai tanaman dan sayuran, sedangkan sisanya akan dijadikan hutan lindung sebagai paru-paru kota Pekanbaru.

Dia menambahkan, pencanangan kawasan agrowisata ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2013 yang lalu.

Walikota berharap pengembang kawasan agrowisata ini harus segera dimulai, karena jika terus ditunda maka dikhawatirkan akan sulit mendapatkan lahan yang cukup di dalam kota.

Jika kawasan agrowisata ini nanti terealiasasi, diharapkan masyarakat bisa menikmatinya selain sebagai tempat wisata dan juga sebagai tempat penelitian. Karena di kawasan ini nantinya bisa ditemukan sejumlah tanaman langka.

Sumber: mediacenter.riau.go.id